SURAT DARI SYAIKH MUHAMMAD BIN ‘ABDUL WAHHAAB rahimahullahu

Kepada para mujahidin di jaziroh Arab, para pengikut As Sawaadul A’dhom yaitu para sahabat Rosululloh, orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, dan orang-orang yang berilmu dan beriman yang berpegang teguh dengan diin (ajaran Islam) yang lurus ketika zaman telah rusak dan yang bersabar dalam menghadapi keterasingan dan ujian.
السلام عليكم
“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian”, amma ba’du:

Sesungguhnya Alloh SWT telah mengutus nabi kalian ketika terjadi kekosongan (tidak ada) rosul-rosul (fatroh) pada waktu manusia (penduduk bumi) dari Timur hingga Barat telah keluar dari (ajaran Nabi Ibrohim) dan mereka melakukan kesyirikan kepada Alloh, kecuali beberapa orang dari kalangan ahli kitab, ketika nabi menyeru untuk beribadah kepada Alloh, maka seluruh penduduk bumi gempar lantaran dakwahnya mereka semua memusuhinya baik yang bodoh maupun yang ahlul kitab, baik yang ahli ibadah maupun yang fasik. Dan tidak ada yang mengikuti agamanya kecuali Abu Bakar Ash Shiddiiq, Bilaal, dan anggota keluarga beliau SAW, Khodijah dan anak-anaknya, serta budak beliau Zaid bin Haritsah dan Ali ra.

‘Amru bin ‘Abasah berkata: “Ketika aku mendatangi Nabi SAW di Mekah, aku bertanya: “Siapa kamu ?” .Beliau menjawab: ”Nabi.” Aku bertanya: “Apa itu Nabi?”. Dia menjawab: “Aku diutus oleh Alloh.” Aku bertanya: “Untuk apa kamu diutus ?” Beliau menjawab: “Untuk mengajak silaturrohmi, menghancurkan sembahan-sembahan, beribadah kepada Alloh dan tidak menyekutukannya dengan sesuatupun.” Aku bertanya: “Siapa saja orang-orang yang bersama kamu dalam hal ini ?”. Beliau menjawab: “Orang yang merdeka dan budak-budak dan pada waktu itu ia bersama Abu Bakar dan Bilal.

Inilah keadaan Islam ketika pertama kali muncul, dan permusuhan orang-orang elit maupun orang awam kepadanya. Dan keadaannya dalam puncak keterasingan, kemudian dalam hadits shohih Nabi SAW bersabda:
بدأ الإسلام غريبا وسيعود غريبا كما بدأ
Artinya: “Islam dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali terasing sebagaimana ketika dimulai”.
Maka barangsiapa memikirkan dan memahami hal ini niscaya akan hilang darinya syubhat-syubhat syetan dari kalangan manusia, yaitu syubhat-syubhat orang yang berusaha menyesatkan orang-orang yang beriman kepada Rosululloh SAW dengan bantuan pasukan syetan yang berkuda dan yang jalan kaki.

Maka bersabarlah wahai saudara-saudaraku, dan memujilah kepada Alloh atas apa yang telah diberikan kepada kalian, yang berupa ma’rifatulloh (pengetahuan tentang Alloh) dan pemahaman tentang hak Alloh terhadap hambanya, pemahaman tentang millah Ibrohim (ajaran Nabi Ibrohim), bapak kalian — pada zaman ini — yang kebanyakan manusia mengingkarinya, dan memohonlah kepada Alloh, agar Alloh menambah iman, yakin dan ilmu dan agar meneguhkan hati kalian terhadap diin Alloh. Dan katakanlah sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang sholeh yang dipuji Alloh di dalam kitabnya:
رَبَّنَا لاَتُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
“Yaa Robb kami janganlah engkau sesatkan hati kami setelah engkau memberi petunjuk kepada kami, dan berikan kepada kami rohmat dari sisiMu. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi” (QS. Ali Imron:8).

Dan ketahuilah bahwa Alloh telah menjadikan hidayah (petunjuk) dan keteguhan itu memiliki sebab-sebab, sebagaimana kesesatan dan penyimpangan itu memiliki sebab-sebab, sebagaimana kesesatan dan penyimpangan itu memiliki sebab-sebab. Oleh karena itu, sesungguhnya Alloh SWT menurunkan kitab mengutus Rosul, untuk menerangkan kepada manusia apa-apa yang diperselisihkan oleh mereka, sebagaimana firman Alloh:
وَمَآأَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ إِلاَّ لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
“Dan tidaklah kami turunkan Al-Kitab kecuali agar kamu terangkan kepada mereka tentang hal-hal yang mereka perselisihkan juga sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS. An-Nahl:64).
Maka dengan turunnya Al-Qur’an, diutusnya Rosul, pemutusan alasan, dan tegaklah hujjah sebagaimana firman Alloh Ta’ala:
لِئَلاَّ يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللهِ حُجَّةُُ بَعْدَ الرُّسُلِ
“Supaya tidak ada alasan bagi manusia di hadapan Alloh setelah diutus para Rosul” (QS. An-Nisa’:165).

Maka janganlah kalian lalai untuk mencari tauhid dan mempelajarinya dan berpegang dengan Kitab Alloh dan mencurahkan pikiran untuk memahaminya, kalian telah mendengar Kitab Alloh yang di dalamnya terdapat pelajaran, sebagaimana mereka yang mengatakan: “Kami orang-orang yang bertauhid, dan kami tahu bahwa Alloh yang memberi manfaat dan madhorot (bahaya), dan bahwa para nabi dan yang lainnya tidak bisa mendatangkan manfaat dan bahaya, akan tetapi kami menginginkan syafa’ah”, dan kalian telah mendengar penjelasan oleh Alloh dalam kitabNya, di dalam menjawab perkataan mereka ini, juga penjelasan ahli tafsir dan ahli ilmu, dan kalian telah mendengar perkataan orang-orang musyrik yang mengatakan syirik itu adalah menyembah patung, adapun menyembah orang-orang yang sholih tidak syirik. Dan kalian mendengar: “Kami tidak menginginkan kecuali dari Alloh, akan tetapi kami menginginkan wibawa mereka (orang-orang sholeh tersebut)” dan kalian telah mendengar jawaban Alloh terhadap semua perkataan ini.

Alloh telah memberikan anugrah kepada kalian dengan pengakuan para ulama’ orang-orang musyrik terhadap semua ini, kalian telah mendengar pengakuan mereka bahwa memang yang dikerjakan di Haromain, Basroh, Iraq, Yaman, bahkan ini adalah kesyirikan dengan demikian mereka mengakui bahwa ajaran yang di bela para penganutnya ini yang mengakui sebagai As-Sawadul A’dzom (kelompok mayoritas), mereka mengakui bahwa ajaran yang mereka anut adalah syirik.

Dan mereka juga mengaku kepada kalian bahwa: Tauhid yang hendak mereka padamkan, dan yang mereka bunuh dan penjarakan para penganutnya, sesungguhnya itu adalah diin Alloh dan RosulNya. Dan pengakuan mereka terhadap diri mereka sendiri ini merupakan ayat Alloh yang paling besar dan nikmat Alloh yang paling agung, dan tidak ada keraguan lagi dalam hal ini kecuali bagi orang yang mati hatinya, hati yang dikunci mati oleh Alloh, dan hal itu tidak bisa dipungkiri lagi.

Akan tetapi mereka pada hari ini mendebat kalian dengan satu syubhat, maka dengarkanlah untuk menjawabnya. Mereka berkata memang semua ini adalah benar, kami bersaksi bahwa itu adalah diin Alloh dan RosulNya, kecuali At Takfiir wal Qitaal (mengkafirkan dan memerangi orang yang melakukan kesyirikan). Maka sungguh aneh kalau ada orang yang tidak mengetahui jawabannya. Kalau mereka mengakui bahwa ini adalah diin Alloh dan RosulNya, bagaimana tidak kafir orang yang mengingkarinya, dan membunuh, dan memenjarakan orang-orang yang menyeru untuk mengamalkan diin tersebut. Bagaimana tidak kafir orang-orang yang menyuruh untuk memenjarakannya? Bagaimana tidak kafir orang-orang yang datang kepada orang musyrik lalu menganjurkan untuk tetap berbuat syirik dan memuji kesyirikan mereka ? Menganjurkan untuk membunuh orang-orang yang bertauhid, dan mengambil hartanya, bagaimana tidak kafir sedangkan dia bersaksi bahwa yang dia anjurkan itu sesungguhnya diingkari dan dilarang Rosululloh SAW ? Dan beliau namakan syirik pada Alloh, dan dia bersaksi bahwa dien (ajaran) yang dia benci, dan dia benci pula orang-orang yang mengamalkannya, yang disuruh oleh orang-orang musyrik untuk membunuhnya. Itu adalah dien Alloh dan dien RosulNya.

Dan ketahuilah bahwa dalil-dalil untuk mengkafirkan seorang muslim yang sholih ketika dia syirik kepada Alloh, atau dia bersama orang-orang musyrik dalam memusuhi orang-orang yang bertauhid walaupun dia tidak melakukan syirik, dalil untuk mengkafirkan orang seperti ini tidak terhitung, baik dari firman Alloh, sabda Rosululloh dan perkataan semua ahlil ilmi (ulama’).

Di sini saya sebutkan kepada kalian satu ayat dari Al-Qur’an, yang disepakati (ijma’) oleh para ulama’ mengenai penafsirannya dan bahwasanya ayat itu berkenaan dengan kaum muslimin, dan barangsiapa yang berbuat seperti itu maka ia telah kafir baik kapanpun dia lakukan. Alloh Ta’alaa berfirman:
مَن كَفَرَ بِاللهِ مِن بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلاَّ مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِاْلإِيمَانِ
“Barangsiapa yang kafir kepada Alloh setelah beriman kepadanya kecuali orang yang terpaksa dan hatinya tetap tenang dalam keimanan”.
Sampai akhir ayat dalam ayat tersebut disebutkan:
ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ اسْتَحَبُّوا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى اْلأَخِرَةِ وَأَنَّ اللهَ لاَيَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
“Hal itu disebabkan mereka lebih mencintai kehidupan dunia daripada kehidupan akherat” (QS. An-Nahl:106-107).
Para ulama’ menyebutkan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan sahabat ketika disiksa oleh penduduk Makkah, para ulama’ juga menyebutkan: “Bahwa seorang sahabat apabila mengucapkan perkataan syirik dengan lisannya, padahal dia membenci syirik dan memusuhi orang-orang musyrik, akan tetapi ia mengucapkan kata-kata syirik itu karena takut kepada mereka, maka dia kafir setelah beriman. Kalau para ulama’ saja mengatakan demikian lalu bagaimana dengan orang yang bertauhid pada zaman sekarang ini yang mengucapkan kata-kata syirik baik di Busroh atau Ahsa’ atau Makkah atau yang lainnya karena rasa takut kepada orang-orang musyrik akan tetapi belum sampai ikroh (memaksa) kalau orang semacam ini saja kafir lalu bagaimana dengan orang yang bersama mereka, dan tinggal bersama mereka dan masuk golongan mereka ?! Lalu bagaimana dengan orang yang menolong mereka berbuat syirik dan memuji kesyirikan mereka ? Lalu bagaimana dengan orang yang menyuruh untuk membunuh orang-orang yang bertauhid dan menganjurkan untuk beriltizam dengan agama mereka ?

Sedangkan kalian, semoga Alloh membimbing kepada kalian. Perhatikanlah ayat ini, perhatikanlah kepada siapa ayat ini diturunkan, dan perhatikanlah kesepakatan ulama’ dalam menafsirkannya. Dan perhatikanlah pula apa yang terjadi (berlaku) antara kami dan musuh-musuh Alloh, kami selalu meminta mereka untuk mengkaji kembali kitab-kitab yang berada di tangan mereka tentang masalah takfir dan peperangan, sehingga mereka tidak menjawab, kami hanya dengan pengadaan kepada syaikh-syaikh mereka, dan orang-orang yang semacam mereka dan hanya kepada Alloh aku memohon: “Semoga Alloh membimbing kalian kepada diennya yang lurus dan menganugerahkan kepada kalian keteguhan di atasnya.

SURAT WASIAT IBNU KHOTHOB KEPADA ANAKNYA

Ditulis untuk anaknya yang bernama Sholeh, ketika usianya belum genap tiga bulan. Ditulis di daerah Dar-Gho Cechnya.

“Nasehat Komandan untuk putranya: surat dari medan tempur Cechnya.
Sesungguhnya sejarah Islam tidak akan menggoreskan tintanya kecuali untuk para lelaki yang berlaku jujur kepada Alloh dan kepada siapa saja yang menyertainya; yang mempraktekkan kata-katanya, dan maju di barisan tempur paling depan.

Percayalah, Sholih, dulu para penyembah dirham, dunia, dan penyembah barat, menyibukkanku dengan profesi dan gaji, dan pahala di sisi Alloh adalah lebih baik dari semua ini. Maka habislah satu generasi dan generasi berikutnya hanya dengan kehidupan rutinitas yang mematikan, tak jauh berbeda dengan kehidupan binatang. Kita bangun pagi hari, sarapan, kemudian pergi ke tempat kerja, setelah itu makan siang, kemudian pulang ke rumah, kemudian makan malam, dan kemudian tidur. Tidak ada tujuan dalam hidup. Sholih, percayalah padaku, sejauh mana seseorang tekad dan tujuan dalam hidupnya maka sejauh itu pulalah ia diberi rezeki dan taufik. Sedangkan permasalahan-permasalahan hidup tidak akan pernah habis, ia hanya berkutat pada masalah pekerjaan, kendaraan, istri, anak, dan tempat tinggal. Setiap kali engkau berhasil pecahkan satu masalah, datang masalah lain. Engkau pecahkan sepuluh masalah, datang dua puluh masalah. Padahal umur semakin habis, sementara masalah tidak habis-habis.

Dunia Islam hari ini, memiliki berbagai tipe masyarakat, ada yang ulama, pencari ilmu, usahawan, insinyur, pegawai masjidil haram, dan orang-orang yang hidup pas-pasan dan terkekang: yaitu para tentara tauhid dan jihad sebagai ajaran tertinggi Islam.

Telah tiba waktu untuk berjihad, bangsa kafir datang dan tidak ada kata lain selain pedang. Sungguh, Alloh telah memberikan anugerah kepada umat Islam di zaman sekarang dengan dibukanya jihad, saya tidak katakan di zaman Rosululloh dan para shahabatnya. Kalau tidak percaya, lihatlah bagaimana mungkin bangsa termiskin di dunia mampu menyerang Uni Soviet, bangsa termiskin berani masuk melancarkan serangan ke jantung Rusia dan di Rusia. Kalau bukan karena aku hidup langsung denganbangsa-bangsa semacam ini, aku tidak percaya ini bisa terjadi.

Percaya padaku, wahai Sholih, kematian adalah seni yang bisa diatur, hanya saja ilmunya ada di sisi Alloh mengenai di mana dan kapan kematian itu terjadi. Kejarlah kematian, niscaya engkau akan raih kehidupan. Yakin dan berbaik sangkalah kepada Alloh. Memang kita hari ini mengaku beriman kepada Alloh, tetapi kita masih meragukan datangnya pertolongan dari Alloh untuk kita. Kita berprasangka yang bukan-bukan, kita tergentarkan oleh pesawat dan tank-tank musuh-musuh Alloh ketika perang Teluk. Perang Teluk telah meluluh lantakkan apa saja yang dimiliki kaum muslimin. Tapi setelah keyakinan diri kepada Alloh kembali ke dalam diri kaum muslimin pasca kekalahan Uni Soviet oleh Afghanistan, terhinakanlah kekuatan barat dan timur di hadapan kekuatan iman kepada Alloh. Lalu datanglah bangsa barat ke negeri Islam, untuk menggelar pentas yang membuat umat Muhammad ketakutan. Padahal Saddam sendiri belum mampus, ia menjelma menjadi manusia buas yang menakut-nakuti kaum muslimin dengan perang ini, kaum muslimin harus diperas hartanya dan menanggung hutang bertumpuk-tumpuk lantaran perang yang memakan waktu satu tahun ini, dengan perahan yang betul-betul habis.

Sholeh! Engkau akan mati sendirian, tinggal di kubur sendirian, dan akan dibangkitkan sendirian. Padahal jalan yang harus ditempuh begitu panjang, sedangkan bekal kita sedikit. Maka, berbekallah dengan takwa dan jihad di jalan Alloh, sebab jihad adalah kemuliaan di dunia dan akhirat.

Buah hatiku! Kamu sekarang memang masih kecil, tetapi kami telah merintis jalan buatmu dan manusia-manusia seusiamu sekarang, kami menyiapkan dan memberikan pelajaran kepada kalian. Apa yang tidak bisa diberikan kakek-kakek kalian kepada kami, maka tinggalah harapan umat ini ditumpukan kepada generasi kalian. Ketika kami nanti sudah tua, harapan kami hanya kepada Alloh, setelah itu kepada kalian.

Sayangku dan permata hatiku…
Pemuda hari ini menjadi budak syetan, berupa televisi, sepak bola, rekreasi, dan mobil. Hindarilah mati karena kecelakaan atau tabrakan. Mintalah khusnul khotimah kepada Alloh; mati syahid. Dengan ini engkau akan dikumpulkan bersama sang Nabi tercinta dan terpilih, Muhammad SAW, dan para shahabatnya. Mereka berada di derajat para nabi, kemudian shiddiiqiin (orang-orang yang imannya kuat), kemudian para syuhada.

Wahai penyejuk mataku…
Pujilah Alloh, karena engkau dilahirkan di bumi peperangan, desa kaum ibumu dihancurkan, mereka membela agama dan kehormatan mereka sampai titik penghabisan. Separo dari mereka keluar berperang bersama ayahmu melancarkan pembalasan, dan separo lagi harus mengenyam pahitnya penjara dan mati terkubur di bawah tanah, mereka syuhada…Insya Alloh. Merekalah yang pertama kali memproklamirkan syariat Islam di Dagestan, sebuah negeri para budak, pemerintahan atheis dan kafir di Kar Makhi. Aku tidak akan pernah melupakan kejadian itu, ketika mereka dikepung kekuatan militer dzalim dari empat penjuru dan desa-desa mereka dibombardir, maka kami berdiri bersama tentara tauhid untuk membela diri, dan pecahlah pertempuran-pertempuran yang belum pernah kusaksikan, ketika itu dihinakanlah bangsa zalim dan atheis. Ketika kamu masih dalam perut ibumu, pesawat-pesawat membumi hanguskan bumi dan manusia yang ada di atasnya, yaitu di bumi Cechnya. Pujilah Alloh, karena engkau sudah mendengar suara peluru dan rudal ketika engkau masih di perut ibumu. Ibumu sendiri harus lari dari satu tempat ke tempat lain.

Anakku yang mulia…
Jangan mimpi untuk hidup senang, lezat, dan damai-damai saja. Karena dunia kafir akan mengejar di belakangmu. Demi dosa ayahmu, pilihlah untuk dirimu kehidupan izzah (harga diri) dan kemuliaan, sebelum engkau dijebloskan di penjara kafir. Sebab teman-teman ayahmu telah diperlakukan seperti itu, sedangkan engkau tidak jauh berbeda dengan mereka, dan aku tidak lebih baik daripada teman-teman ayahmu. Ambillah keputusan hidup yang tegas lalu teguhlah di atasnya, percayalah kepada taufik Alloh, jangan dengar katanya-katanya, dan pertanyaan yang masih kira-kira.

Hendaknya engkau mencari ilmu dan menghafal kitab Alloh ketika masih kecil, setelah itu ber-I‘dad dan berjihad di jalan Alloh.

Anakku, aku tidak tahu apakah kita nanti akan bersama-sama dalam medan pertempuran, engkau jadi komandanku dan aku prajuritmu yang memberi minum pasukan lain yang haus serta mengobati yang terluka. Atau barangkali, engkau akan sendirian sementara aku sudah terkubur di bawah tanah, maka inilah nasehat seorang prajurit untuk komandannya: Jadilah sedekah jariyah (yang terus mengalir pahalanya) buat ayahmu dan anak sholeh yang mendoakanku, wahai Sholeh. Sebab tidak ada lagi setelah mati bagi seorang hamba selain itu, sebagaimana disabdakan oleh manusia pilihan, Muhammad SAW.

Ini saja, tak lupa aku memohon kepada robb semua manusia, agar menjagamu untuk menjadi orang yang berkhidmad buat agama ini di manapun kamu berada, memberikan anugerah agungnya kepadamu, tidak memberi kesempatan musuh-musuh Alloh untuk menangkapmu, tidak melebihkan keutamaan dan pemberian orang lain di atas yang diberikan kepadamu, dan memberimu rezeki berupa kesyahidan di jalan-Nya, sehingga engkau bisa memberi syafaat buat ayahmu, ibumu, dan orang-orang miskin.

Semoga Alloh membekalimu dengan ilmu dan kekuatan untuk menghadapi orang-orang kafir. Allohu Akbar!

Ayahmu, Khothob

ABU HAFSH AL-MISHRI


Alhamdulillah, was sholatu was salamu ‘Ala Rosulillah.
Kali ini, kita akan mengenal lebih dalam sosok mujahid yang banyak dilupakan para pemuda jihad hari ini, belaiu adalah Abu Hafs Al-Mishri –semoga Alloh menerima beliau sebagai syuhada—, beliau adalah sosok yang sangat ditakuti musuh, walau sekedar mendengar namanya.

Nama Asli beliau adalah Shubhi Abdul Aziz Abu Sittah Al-Jauhari. Sering juga dikenal dengan sebutan Muhammad Athef. Amerika lebih kenal siapa dia daripada kita, karena saking takutnya mereka. Lahir di Mesir pada 17 Januari 1958. Bergabung dengan mujahidin Afghan tahun 1402 H, tujuan beliau untuk mengajari mujahidin lainnya tentang ilmu-ilmu kemiliteran. Sebab beliau adalah mantan tentara Angkatan Bersenjata Mesir. Beliau melatih para pemuda mujahid di sana.

Beliau ikut dalam pertempuran Ma’sadatul Anshor, ketika Alloh menangkan mujahidin atas kekuatan paling ganas di bumi kala itu, Uni Soviet. Diceritakan bahwa hujan bom dari pesawat terus menerus mendera tanpa henti selama beberapa hari, sahut menyahut dengan balasan suara senjata roket anti pesawat. Perlawanan ini dilancarkan mujahidin untuk memberi peringatan kepada Soviet agar segera angkat kaki dari Afghanistan, apalagi agresi mereka saat itu tidak membuahkan hasil kemenangan, justru berbagai kerugian. Para jendral Soviet sempat memberi kesempatan terakhir kepada Abu Hafsh agar keluar dari Afghanistan. Mereka mengancam akan mendesaknya hingga ke perbatasan Pakistan. Tetapi, sekelompok kecil mujahidin berhasil mematahkan gempuran mereka, yang jumlahnya tak lebih dari 70 pemuda seusia SMA sebagaimana diceritakan sendiri oleh Syaikh Usamah –hafizahulloh—. Pasukan beruang merah berhasil dikalahkan hanya semata-mata karena anugerah dari Alloh. Bahkan konon, ada seorang pemuda arab berperawakan kurus kering yang berhasil membunuh tiga bule Rusia sekaligus hanya dengan sebutir peluru senapan jenis PK, padahal ketiganya adalah dari kesatuan elit sekelas Comandoss. Saking profesionalnya pasukan elit ini –masih menurut penuturan Syaikh Usamah—, mereka berhasil mendekati daerah mujahidin tanpa terdeteksi gerak-geriknya, mereka menggunakan suara burung pipit sebagai kode. Singkatnya, daerah ini telah terkepung oleh berbagai peralatan canggih dan pasukan terelit yang dimiliki Russia. Akan tetapi Alloh berkendak untuk menolong hamba-hamba-Nya yang bertauhid, sehingga nyatalah apa yang Alloh firmankan:
“Jika Alloh menolong kalian, tidak ada yang mampu mengalahkan kalian…”
“Betapa seringnya, satu kelompok yang sedikit mengalahkan kelompok yang banyak atas izin Alloh, dan Alloh bersama orang-orang yang bersabar.”

Tokoh kita ini, ikut ambil bagian cukup besar dalam pertempuran sengit kali ini. Tetapi Alloh belum takdirkan ia menemui kesyahidan, barangkali di sana ada hikmah yang hanya Alloh yang tahu.
Begitu pertempuran di Jaji reda, beliau ikut dalam mengatur pertempuran-pertempuran di Jalalabad. Pertempuran kali ini tak kalah sengitnya. Beliau menggunakan taktik perang gerilya. Alhamdulillah, sekian pesawat berhasil dirontokkan, tank-tank baja mampu diluluh lantakkan, dan banyak sekali musuh-musuh Alloh itu yang terbunuh. Pada kesempatan ini, Abu Hafsh termasuk orang yang beruntung.
Selesai perang Afghan, suasana politik dalam negeri berubah. Mulailah terjadi pertempuran-pertempuran antar kelompok untuk memperbutkan kursi kekuasaan. Dalam fitnah ini, beliau memilih untuk tidak campur tangan. Bersama sahabat dekatnya, Usamah bin Ladin, beliau hijrah ke Sudan untuk menyiapkan kekuatan dalam rangka membebaskan umat Islam dari kehinaan.

Terutama membebaskan tanah wahyu –Jazirah Arab—dari penjajahan Amerika Serikat.
Langkah pertama yang beliau tempuh adalah mengajak para pemuda Islam untuk terjun ke medan pertempuran di Somalia yang kala itu diduduki oleh pasukan AS. AS memiliki misi terselubung untuk menjajah negeri tersebut, meski beralasan hendak mendamaikan antar kelompok yang bertikai. Sama dengan ketika menjajah Jazirah Arab sebelumnya.

Pertempuran di sini tidak berlangsung lama, Amerika terlalu pengecut untuk berhadapan dengan mujahidin. Dalam perang ini, AS mengalami nasib naas dengan dijatuhkannya satu helikopter Black Hawk-nya. Sebenarnya tidak seberapa yang tewas dari mereka, namun mereka sudah tidak sanggup lagi melanjutkan pertempuran. Dan tak lama setelah itu, Clinton mengumumkan penarikan pasukannya dari Afrika Timur. Semua ini menghancurkan mitos bahwa Amerika adalah negara adi daya, yang tidak bisa dikalahkan oleh kekuatan manapun di dunia ini. Seolah dunia menjadi faham setelah itu, bahwa kekuatan AS tak lebih sekedar propaganda di film-film.

Pasca peperangan di Somalia, para petinggi Al-Qaeda –termasuk di antaranya beliau, Abu Hafsh— mulai yakin bahwa mereka mampu mengalahkan Amerika, walau dengan sedikit persenjataan, maka mereka mulai berfikir bagaimana menyiapkan para pemuda Islam –terutama Arab—untuk menghadapi peperangan berikutnya melawan Amerika. Akhirnya, mereka memutuskan untuk membuat kamp-kamp tadrib (latihan militer) untuk para pemuda Islam.

Setelah pemerintah Sudan menyelisihi kesepakatan dan prinsip bersama yang telah disepakatinya bersama mujahidin, mereka meminta Syaikh untuk meninggalkan Sudan, karena tekanan dari Amerika. Padahal, beliau telah memberikan banyak sumbangsih dalam perkembangan sarana di sana, yang pemerintah sendiri tidak mampu melakukannya. Akhirnya, Syaikh Usamah, Abu Hafsh, beserta mujahidin lainnya harus berhijrah kembali ke bumi Afghanistan, bumi hijrah dan jihad, untuk memulai kembali tahapan jihad yang sudah tidak sabar lagi untuk mereka mulai.

Karena ketika itu di Afghanistan telah tegak pemerintahan yang menerapkan syariat Alloh, berwali kepada orang-orang beriman yang jujur, serta memusuhi musuh-musuh Alloh, maka tidak terlalu sulit bagi Syaikh untuk membangun kamp latihan. Sejak awal berdirinya, pemerintahan yang dipimpin oleh Syaikh Mujahid Mulla Muhammad ‘Umar ini, sudah mengumumkan penerapan syariat Alloh. Maka para pemuda Islam dari berbagai penjuru dunia berdatangan ke sana untuk mengikuti latihan militer. Program pertama pun terlaksana.

Program berikutnya, serangan yang begitu menyakitkan terhadap “berhala modern” Amerika dalam sebuah amaliyah yang mengagetkan seluruh dunia. Yaitu dibomnya markas Intelejen CIA di Afrika (kedutaan AS di Nairobi dan Darus Salam). Ketika itu, gema takbir membahana di mana-mana di seantero Afghanistan dan dunia Islam. Karena itulah pukulan pertama dari mujahidin terhadap “biang segala kerusakan dan kekufuran” , Amerika. Tetapi satu hal yang harus kita catat, perancang serangan ini adalah Syaikh Abu Hafsh Al-Mishri, tokoh yang sedang kita bicarakan sekarang. Setelah aksi serangan ini, para pemuda dari berbagai belahan dunia, baik arab maupun non arab, kulit hitam atau kulit putih, semakin bersemangat untuk ikut serta dalam program tadrib Al-Qaeda.

Sudah menjadi perkara yang dimaklumi bersama ketika itu, Syaikh Abu Hafsh adalah sosok yang tidak suka berdiam diri dan berpangku tangan, tidak pernah bosan untuk beramal. Sehingga beliaulah yang akhirnya menjadi penanggung jawab kamp-kamp latihan di sana, beliapu pula yang menjadi penanggung jawab operasi-operasi yang akan dilancarkan. Dan beliau juga yang bertanggung jawab mengurusi urusan administrasi dan pendanaan. Maka memang beliau bisa disebut sebagai tangan kanan daripada Syaikh Usamah bin Ladin –hafidzahulloh—.

Karena Amerika mendengar keberanian dan kepiawaian Abu Hafsh dalam melancarkan berbagai operasi serangan, Amerika memasukkannya pada urutan kedua para buron terorist dunia yang paling dicari setelah Syaikh Usamah bin Ladin. Karena beliaulah yang menjadi wakil Syaikh Usamah setelah komandan Abu Ubaidah Al-Pansyiri syahid. Amerika mengerti bahwa orang ini sangat berbahaya, maka mulailah dinas intelejen mereka merencakan dan melakukan berkali-kali usaha pembunuhan terhadap beliau. Akan tetapi Alloh Ta‘ala masih melindungi beliau.

Selang tak berapa lama, terjadi peristiwa peledakan kapal Destoyer USS Cole di teluk Adn. Syaikh Abu Hafsh punya peran besar dalam aksi serangan ini, beliau turut merencanakan dan mengatur jalannya operasi. Begitu mendengar serangan ini berhasil, diceritakan bahwa Syaikh Usamah langsung mengacungkan senapan AK 47 nya ke langit dan menembakkan beberapa rentetan peluru, sembari berteriak bahagia, “Ini adalah pembalasan untuk darahmu, wahai Mihdhar…” Mihdhar adalah Syaikh Abul Hasan Al-Mihdar, yang dibunuh oleh fihak Amerika melalui tangan bonekanya di penguasa Yaman, Presiden Ali Abdulloh Sholeh.
Kapal ini tadinya juga berangkat untuk memberikan bantuan kepada yahudi dalam memerangi para mujahidin Palestina. Serangan ini menampakkan pengkhianatan negara-negara arab yang ternyata justeru memberikan simpatinya kepada Amerika.

Setelah operasi kali ini, Amerika mulai menyiapkan strategi serangan militer untuk diarahkan kepada mujahidin di Afghanistan, persiapan ini tidak diekspos kepada dunia. Tetapi, Alhamdulillah, gerakan-gerakan ini tercium oleh mujahidin, sehingga mereka harus mendahului menyerang –sebab cara bertahan terbaik adalah menyerang—. Akhirnya, mujahidin berhasil mengukir sejarah yang sungguh teramat sulit dilupakan oleh Amerika, dan mengangkat kepala seluruh kaum muslimin. Yaitu, aksi istisyhadiyah yang merontokkan pusat perekonomian dan pertahanan mereka. Mujahidin berhasil menyerang Amerika terlebih dahulu pada 11 September 2001, dengan menabrakkan pesawat ke menara kembar WTC dan gedung Pentagon.

Dalam operasi kali inipun, Syaikh Abu Hafshlah yang menjadi penanggung jawab langsung. Beliau memilih beberapa orang pemuda, mentraining mereka, dan mengingatkan mereka agar selalu bersandar kepada Alloh Ta‘ala. Maka para pemuda itupun berangkat ke negara kafir itu, bukan untuk bermaksiat sebagaimana dilakukan kebanyakan pemuda hari ini. Mereka datang untuk membinasakan Amerika, mereka hanya bertawakkal kepada Alloh dan kemudian menentukan langkah-langkah yang akan ditempuh dengan sedemikian detail, serta kapan operasi akan dilaksanakan.
Sementara itu, di bumi ribath, Afghanistan, para mujahidin tak henti-hentinya berdoa kepada Alloh agar menolong ikhwan-ikhwan mereka dan memberikan kemenangan melalui tangan mereka. Doa mereka dikabulkan oleh Alloh. Terjadilah ledakan besar seperti telah direncanakan, bahkan ternyata lebih dahsyat. Gema takbir terus bergema di bumi Afghanistan, mengiringi kemenangan bersejarah ini. Kaum muslimin di berbagai penjuru dunia, terutama Palestina, sampai ada yang menangis karena ternyata Alloh masih menyiapkan orang-orang yang membela dan membalaskan sakit hati mereka karena terus ditindas. Mereka adalah orang-orang yang tidak menonjol kepribadiannya tapi tinggi ketakwaannya, yang bekerja di balik tabir semua orang, dan di antaranya adalah syaikh kita, Abu Hafsh Al-Mishri.

Dan, sudah bisa ditebak. Pasca serangan ini, Amerika menjadi linglung dan menggila. Iapun segera mengumumkan genderang perang salib terhadap dunia Islam, terutama Afghanistan. Dan yang disayangkan, negara-negara Arab justru berdiri di fiham Amerika. Karena Amerika menghembuskan ancaman mematikannya: “Bersama kami, atau bersama terorist.” Inilah serial perang Salib paling ganas yang pernah menimpa dunia Islam sejak diutusnya Nabi Muhammad SAW.

Abu Hafsh tidak kemudian berhenti membuat perencanaan, beliau terus menggalang para pemuda untuk melakukan persiapan. Sebab sekarang adalah bulan Shafar, harus ada perang. Dan perang kali ini sangat menentukan, perang eksistensi negara Islam.

Benar saja, Amerika mulai menghujani Afghanistan dengan berton-ton bom. Rata-rata satu bom memiliki berat hingga tujuh ton. Perburuan terhadap Syaikh Usamah CS semakin meningkat, terutama di awal-awal agresi AS. Bahkan mereka menyewa mata-mata untuk menguntit pergerakan mujahidin, menyebarkan pengumuman hadiah besar bagi yang bisa menunjukkan keberadaan Syaikh dan ikhwan-ikhwannya.

Tetapi meski perburuan yang ketat, Abu Hafsh tidak kemudian lemah nyali. Beliau terus melatih para pemuda untuk melancarkan serangan menyakitkan berikutnya kepada Amerika. Padahal ketika itu, beliau menderita penyakit tulang karena efek dari jihad yang beliau lakukan dulu. Makanya, beliau menghimbau kepada para mujahidin muda untuk tidak terlalu memaksakan diri menghadapi cuaca yang teramat dingin. Karena beliau terkena penyakit ini ketika berlangsung pertempuran di Jaji, ketika beliau masih muda dan tidak peduli dengan dinginnya udara. Sehingga baru terasa pengaruhnya ketika beliau tua.

Syaikh Abu Hafsh tak hentinya memanjatkan doa agar dikaruniai kesyahidan. Dan akhirnya Allohpun mengabulkan doa beliau –nahsabuhû kadzâlika, wallôhu hasîbuhû—.

Komandan Abu Hafsh sangat mirip dengan Syaikh Usamah bin Ladin, baik postur tubuh, jenggot, bahkan raut mukanya. Beliau terpaksa harus berpisah dengan Syaikh Usamah dan para mujahidin lainnya, untuk kebaikan kaum muslimin juga, agar mereka tidak terlalu terpengaruh dengan terbunuhnya sosok seorang pemimpin. Kisah gugurnya beliau adalah sebagai berikut:
Suatu malam di bulan Romadhon penuh berkah, selepas berbuka puasa, beliau ada jadwal berkumpul dengan singa-singa Alloh yang telah beliau siapkan untuk melancarkan operasi istisyhadiyah besar di Palestina. Selesai memberikan brifing terakhir kepada mereka dan melengkapi kekurangan-kekurangan yang dianggap perlu, beliau memberi nasehat kepada mereka tentang tanggung jawab kita terhadap umat di hadapan Alloh kelak.

Selesai pertemuan, singa-singa itu pergi untuk menyantap hidangan sahur di rumah salah seorang ikhwah. Begitu memasuki rumah, Abu Hafsh merasa ada seseorang yang menguntit dirinya tanpa disadari oleh ikhwan-ikhwan yang lain. Akhirnya beliau memutuskan untuk pindah ke rumah yang lain. Sesampainya di rumah yang baru, dugaan beliau benar, ada seorang mata-mata dari penduduk asli Afghan yang menguntit beliau. Melihat postur tubuh dan jenggotnya, mata-mata ini mengira beliau adalah Syaikh Usamah. Maka ia meletakkan sekeping logam di dekat rumah tadi dan memberikan pesan kepada Amerika akan keberadaan Syaikh Usamah di rumah ini. Tak lama berselang, pesawat-pesawat mereka dating dan menembakkan jet-jetnya dengan deras, sehingga mereka mengira dengan sesingkat itu mampu memadamkan api jihad yang tengah membara dengan terbunuhnya Syaikh Usamah.

Rumah sederhana itu luluh lantak dengan rudal-rudal mereka, syaikh Abu Hafsh dan ikhwan-ikhwan yang menyertai beliau akhirnya gugur untuk berjumpa Alloh Ta‘ala. Kesyahidan menjemput mereka seperti yang mereka cita-citakan. Mereka syahid dalam kondisi berniat menyerang musuh, tak mundur sedikitpun. Adapun kalau setelah itu syahid, justru itu lebih baik bagi mereka. Asalkan niat mereka tetap lurus.

Keesokan harinya, ikhwan-ikhwan mencari jenazah beliau di bawah reruntuhan rumah. Mereka menemukan jasad beliau layaknya orang tidur. Terpancar cahaya dan sunggingan senyum di wajahnya. Dan anehnya, beliau tidak mengalami luka sedikitpun, dari tubuh beliau juga menyebar aroma misik yang tercium oleh semua yang hadir.

Musuh-musuh Alloh gembira betul mendengar berita kematian beliau. Sebaliknya, mujahidin sangat sedih dan terpukul dengan peristiwa ini. Mereka menangis karena harus berpisah dengan syaikh, ayah, paman, dan kakak mereka yang satu ini. Dulu, beliau dikenal sangat simpati kepada pemuda yang mau berjihad, beliau menganggap mereka sebagai orang-orang yang lebih baik daripada beliau. Menurut beliau, mereka bersedia datang ke Afghan untuk tadrib dan jihad adalah sebuah kelebihan tersendiri.

Beliau dikenal sangat baik budi pekertinya, apalagi terhadap para mujahidin. Bahkan kepada para pekerja Afghan yang miskin. Beliau cinta mereka dan merekapun cinta beliau. Semua orang seolah mencintai beliau. Bahkan, kalau anda bermajelis sekali saja dengan beliau, anda akan langsung mencintai beliau. Sesekali menghadapkan wajahnya kepada fulan, kemudian tersenyum kepada yang lain, kemudian merangkul pundak fulan. Begitulah, beliau mencontoh Rosululloh SAW dalam semua hal, sampai urusan tersenyum.

Di antara bentuk kecintaan beliau terhadap Syaikh Usamah adalah, beliau menikahkan putrinya dengan putra Syaikh yang bernama Muhammad.

Tadinya, beliau berencana membentuk kesatuan tentara Islam yang profesional untuk membebaskan negeri-negeri kaum muslimin. Beliau selalu menghimbau kepada setiap pemuda yang ikut latihan untuk mendalami bidang kemiliteran yang dikuasai masing-masing secara profesional. Hal ini beliau maksudkan, agar mereka nanti menjadi acuan dalam pembentukan kesatuan ini. Akan tetapi, Alloh berkehendak lain. Beliau wafat sebelum rencana beliau terwujud. Namun, Insya Alloh, para perwira sepeninggal beliau tetap akan bertekad mewujudkan rencana beliau ini, semuanya tentu berpulang kepada pertolongan Alloh yang Mahaperkasa.

Ikhwan-ikhwan menguburkan beliau sembari menangis. Menangis sedih sekaligus bahagian. Sedih karena berpisah dengan syaikh dan ustadz mereka. Bahagia karena beliau menemui apa yang beliau cita-citakan selama ini, sebab beliau sudah lama berjihad dan tidak kunjung dikarunia kesyahidan. 25 tahun lebih dari umurnya beliau habiskan untuk membela agama Alloh, dan berjuang menegakkan daulah Islam, serta menghinakan musuh-musuh Alloh, dari kalangan yahudi, salibis, dan lain-lain.

Semoga Alloh mencurahkan rahmat-Nya kepada beliau, dan menempatkannya di tempat para syuhada. Amin.

-=-=-=- SERUAN KEPADA SAUDARA MUSLIM-=-=-=-

Segala puji hanyalah bagi Allah Azza Wa Jalla. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan hanya pada-Nya, meminta keampunan kepada-Nya. Dan meminta perlindunganNya dari kejahatan diri kami dan keburukan amal-amal kami.

Amma ba’du…
Wahai saudara yang mengaku beriman kepada Allah, yang mengaku meridlai Allah sebagai rabbnya, yang meridlai islam sebagai diennya dan Muhammad sebagai nabi dan rasulNya, marilah berhenti sejenak dari putaran kehidupan yang semakin jauh dari hidayah, merenungi diri; sudahkah kita menjadi seorang muslim sebenarnya, yang dikehendakiNya???

Sudahkah kita laksanakan segala kewajiban dan kita tinggalkan segala larangan dengan segenap kemampuan kita, jiwa raga bahkan nyawa kita, sudahkah kita pertaruhkan untuk itu?? Apakah kita telah menghayati dan mengamalkan Islam itu dengan sepenuhnya, sehingga melahirkan jiwa yang senantiasa tunduk patuh kepada Yang Maha Pencipta. Pernahkah kita menghitung berapa harikah yang telah kita lalui dengan amalan-amalan untuk akan menjadi bekal di akhir perjalanan untuk kita diadili oleh Allah, dan berapa harikah yang terbuang sia-sia atau dipenuhi dengan maksiat dan dosa yang telah kita lakukan??.

Ikhwanul Muslimin !!!

Setiap hari bahkan setiap jam -dari media massa; elektronik maupun cetak- kita disuguhi dengan nasib umat Islam yang setiap hari semakin terpuruk dan menderita. Harga diri dan kehormatan umat islam diinjak injak seperti sampah, darah umat islam tercecerkan di setiap tempat dan seakan menjadi barang dagang yang paling murah atau tidak ada harganya sama sekali, kehormatan dien Islam telah dihinakan. Berapa banyak pemuda pemuda islam yang terbantai oleh komunis Rusia, muslimin di Irak, para muslimin di Afghanistan yang harus hidup dalam belenggu kaum salibis setelah sebelumnya bernaung dibawah bendera ‘laa ilaahailla llah’. Juga para ulama’ yang mendekam dibalik jeruji besi para umara’ yangtelah menjual agamanya demi dunia di jazirah Arab. Kehormatan muslimin yang direndahkan di seluruh penjuru dunia; Siangapura, Malaysia, Indonesia, Afrika selatan dll. para gadis muslimah dan ibu ibu muslimah yang dicelai dan dinodai, dibakar hidup hidup dan dibantai dengan kejam di Gujarat, Setiap hari mereka berdoa kepada Allah sebagaimana dalam surah an-Nisa’:75 “…Ya Tuhan Kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau dan berilah kami penolong dari sisi Engkau.”
Setiap saat dan waktu -saat ini- mereka sedang berperang dengan senjata untuk mengembalikan kehormatan kepada Dien ini. Mereka sanggup mati di medan perjuangan asalkan Islam dapat dibela dan ditegakkan. Lalu mari kita bertanya kepada diri kita sendiri, di saat semua ini terjadi, disaat mereka melawan tank tank dan machinegun dengan batu, disaat mereka kehilangan 3000 orang saudara dalam 3 malam, dimanakah kita?? Dimanakah kita?? Dimanakah kita yang selalu berucap didepan massa kita, “kita adalah muslimin? Kita perjuangkan dien ini??!!”. Sedang menonton konser? Sedang enak-enak makan di cafe sambil menonton siaran sepakbola, tinju, film film holywood yang merusak moral ?? Atau sedang khusyuk mentelaah pelajaran, rapat tekhnis untuk mencari target target duniawi, atur strategi untuk raih suara di pemilu, sedangkan saudara-saudara kita disembelih dan dibunuh ???.
. . . . . . . . .
. . . . . . . . .

Diriwayatkan daripada Nu’man bin Basyir r.a: Rasulullah s.a.w bersabda: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kasih sayang dan saling cinta-mencintai adalah seperti sebatang tubuh”. Apabila salah satu anggotanya mengadu kesakitan, maka seluruh anggota tubuh yang lain turut merasa sakit (Mutafaqun Alaih). Bak kata pepatah Melayu ‘cubit paha kiri, paha kanan terasa juga’, tetapi pada saat ini umat Islam di Palestina, Chechnya, Kashmir, Gujarat dan Afghanistan bukan hanya dicubit paha mereka, tetapi dibunuh, disembelih, dilecehkan, diusir dan dibakar hidup-hidup.

Maka apakah yang perlu kita lakukan? Terus dengan kehidupan yang aman ini sambil menutup mata dan berlepas diri dari penderitaan mereka?!? …. Kita mesti bertindak. Jangan duduk-duduk lagi! Jangan hanyut dengan dunia yang penuh dengan tipu daya ini. Bebaskan diri dan umat ini dari fitnah akhir zaman ini. Kita perlu bergerak dan mempersiapkan diri dengan taqwa, ilmu, yakin, tawakal dan sabar. Apakah cukup untuk kita menandatangani memorandum membantah keganasan Israel? Berdemonstrasi di kedutaan Amerika? Membakar bendera negara-negara kafir harbi tersebut? Mengutuk dan mengecam keganasan mereka dalam sidang OKI? Apakah cukup dengan hanya memboikot produk mereka dan sebagainya? Ketahuilah wahai para pemuda Islam, bahwa tindakan-tindakan kalian itu tidak dapat langsung mengubah dasar keganasan Amerika terhadap Islam, tidak dapat langsung menghentikan orang-orang Yahudi dari melepaskan butiran peluru ke tubuh umat Islam dan mengusir umat Islam dari kediaman mereka. Percayalah bahwa itu bukanlah tindakan yang sebenarnya yang perlu kita lakukan terhadap mereka; berlandaskan al Quran dan as-Sunnah. Renungkanlah!
. . . . . . .
. . . . . . .

Ikrar kalimah Syahadah yang dilafazkan bukanlah omongan kosong dan bisikan mainan untuk sekadar bermain dibibir-bibir. Syahadah yang dilafazkan untuk mengikrarkan bahwa Allah itu sebagai satu-satunya Ilah (Tuhan) dan Muhammad sebagai Rasulullah itu seharusnya menjadi dasar usaha dan amal diri untuk mengubah nasib ummat ini.

Akidah ini memerlukan PEMBELA! Akidah ini memerlukan syabab-syabab (pemuda-pemuda) yang dapat merealisasikan tuntutan syahadah yang dilafazkan, agar ungkapan itu yang dahulunya sekedar menari-nari di bibir, menjadi pencetus bermulanya suatu perubahan! Suatu perubahan yang akan mengembalikan Izzah(kemuliaan) ummah ini.

Bersumpahlah wahai syabab (pemuda)! Bersumpahlah bahwa mulai hari ini kamu harus membuktikan bahwa kamu akan membela setiap lelaki, wanita, kanak-kanak dan orang tua yang memerlukan pembelaan darimu. Bangunlah wahai Syabab-syabab dari tidurmu. Bangunlah! Bangunlah dari tidurmu yang cukup lena dan bukalah matamu dengan seluas-luasnya terhadap permasalahan yang menimpa umat. Kalau bukan kita; pemuda-pemuda yang mengaku bahwa tiada Ilah selain Allah dan Muhammad itu hamba dan Rasul- Nya, siapa lagi yang akan membela nasib umat Islam ini ???

Apakah kita akan mengharapkan kanak-kanak, wanita-wanita dan orang-orang tua untuk membela umat Islam yang tertindas dan teraniaya? Tidakkah kita malu dengan diri kita jika kita mengharapkan mereka? Sadarlah !!!

Mereka bukannya memerlukan kehebatanmu dalam pengaplikasian teknologi. Mereka bukannya memerlukan kebijaksanaanmu dalam menjaga pembangunan ekonomi. Yang mereka perlukan ialah Syabab (pemuda) yang bersedia menjadikan dirinya sebagai HAMBA ALLAH saja dan seterusnya melaksanakan perintah yang telah lama mati ditelan virus WAHN, yaitu cinta kepada dunia dan takut akan mati atau qital(perang). Mereka memerlukan para pemuda yang sanggup menjual jiwa dan hartanya kepada Allah demi mengembalikan Izzah (kemuliaan) umat Islam. Sesungguhnya, ketahuilah wahai pemuda Islam sekalian, bahwa hidup kita ini bukannya untuk bersuka-suka, bermegah megah, mengumpulkan harta kekayaan ataupun untuk mengejar nama, pangkat, ijazah, gelar dan sebagainya. Dunia ini tidak lain hanyalah merupakan tipu daya semata dan nikmat di dunia ini terlalu sedikit jika hendak dibandingkan dengan nikmat surga di akhirat kelak. …”Kesenangan di dunia ini hanyalah sebentar dan akhirat itulah yang lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa”… (An Nisa’ 4:77)

Apakah karena kenikmatan dunia yang tidak seberapa dan tidak kekal ini, kita sanggup menggadaikan nikmat di akhirat yang cukup besar dan kekal? Fikirkanlah wahai syabab yang berakal sekalian! Janganlah mengira bahwa kita akan masuk surga dengan mudah. Mulailah melangkahkan langkah kaki pertamamu saat ini untuk merebut kemenangan yang dijanjikan atau syahid di jalan Nya.

Telah bersabda Rasulullah saw dalam satu hadits shahih yang panjang yang telah diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi bahwa periode umat Islam akan terbagi kepada 5 bagian.
1. Zaman Kenabian, Yakni zaman Nabi saw.
2. Zaman Khilafah (Kerajaan Islam) yang sesuai dengan sistem kenabian (yaitu zaman Khalifah Ar-Rasyidin)
3. Zaman Raja yang menggigit (yaitu sejak bermulanya zaman Bani Umayyah hingga zaman Turki Utsmaniyyah)
4. Zaman Raja yang diktator (yaitu sejak jatuhnya Turki Utsmaniyyah sampai sekarang).
5. … Kemudian akan muncul lagi khilafah (kerajaan Islam) yang sesuai dengan sistem kenabian (sebagaimana zaman Khalifah Ar-Rasyidin) dan inilah kemenangan Islam yang telah dijanjikan Allah kepada kita melalui lisan RasulNya saw.

Sadarilah bahwa aqidah Salafus Sholeh ini (akidah orang-orang sholeh terdahulu yaitu Nabi saw, Sahabat ra, serta 3 generasi pertama Islam rhm.) hanya akan tegak dengan darah-darah syuhada’ dan bukannya dengan penguasaan ekonomi, tekhnologi atau retorika-retorika sejenis lainnya.

Sadarlah bahwa Izzah umat ini hanya akan dikembalikan setelah kita benar-benar berjihad (perang) di atas jalan Nya.

“Orang-orang yang BERIMAN dan BERHIJRAH serta BERJIHAD (qital yaitu perang) di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat KEMENANGAN” (At Taubah 9:20).

“Dan Allah telah BERJANJI kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal sholeh bahwa Dia SUNGGGUH-SUNGGUH akan menjadikan mereka BERKUASA di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan SUNGGUH Ia akan MENEGUHKAN bagi mereka DIEN mereka (dienul Islam) yang telah diredhai Nya untuk mereka; dan Ia juga akan menukarkan keadaan mereka kepada keamanan setelah mereka mengalami ketakutan. Mereka terus beribadat kepadaKu dengan tidak mempersekutukan sesuatu yang lain denganKu. Dan (ingatlah) barang siapa yang KUFUR/INGKAR SESUDAH ITU, maka mereka itulah orang-orang yang durhaka” (An Nur 24:55).

Percayalah bahwa ummat ini akan terus terhina selama kita masih meninggalkan jihad (yaitu qital / perang, yang menjadi bukti paling utama dan paling tinggi pemahaman kita terhadap tauhid kepada Allah Azza Wajalla, dan para Fuqaha mengartikan Jihad hanyalah memerangi orang-orang kafir dengan segenap kemampuan).

ABU ‘ASHIM ABDULLAH AS SHON’ANY

Nama asli beliau adalah Ashim Abdulloh, ia lahir dari sebuah keluarga mujahid terkenal di kotanya, sebuah keluarga besar yang telah banyak mempersembahkan putra-putranya sebagai tumbal penyambung mata rantai jihad, yang dengannya umat kembali bangkit dari tidur panjangnya, mereka jual darah mereka dengan murah dijalan ini sebagai bahan bakar api peperangan akidah yang takkan dapat berjalan mulus jika ia tak tergenangi dengan lautan darah sebagaimana kapal laut takkan pernah berjalan di daratan. Mereka biarkan tulang belulang mereka berserakan demi sebuah nama, Kalimah Toyyibah Laa ilaaha Illalloh.

Abu Ashim adalah salah satu dari ke 22 taruna cadet yang ikut serta dalam sebuah dauroh Kawadir, kursus khusus pelatih Invanteri yang diadakan disebuah kamp, sebuah kursus yang mencetak para instruktur medan atau pelatih lapangan yang nantinya akan memegang idaroh kamp yang akan membantu para senior mereka dalam mendidik putra-putra umat yang ingin ber-i’dad fi sabilillah. Sekitar awal tahun 2000 mereka menyelenggarakan kursus ini, tepatnya di sebuah kamp milik Jalaluddin Haq yang berada di pelosok kota Khost, ibukota daerah Paktia.

Setelah tamat dari daurah ini merekapun mulai turun ke lapangan bertugas sebagau instruktur di kamp yang ada, di antaranya adalah EL FAROUQ yang terletak di pinggir kota Kandahar. Disitulah ia mulai terkenal dengan sebutan gelar Sab’ul Lail, dulu kala kali pertama kami dengar nama itu, kami ingat artinya adalah tujuh malam, namun ternyata kami baru sadar akan kedangkalan kami berbahasa arab, sebab maksud dan arti sebenar nama itu bukanlah tujuh malam ataupun seribu satu malam sekalipun, akan tetapi maknanya adalah Anjing malam, yahhh… teriakan lantangnaya dimalam kelam yang bisa membangunkan seluruh penghuni muaskar memang layak diidentikkan dengan lolongan anjing malam, terlebih lagi kalau suara beliau di selingi dengan dentuman explosive rakitan ataupun ledakan peluru Roket Proppelant Granade RPG-7, atau suara rentetan Grinain dan salakan Salaka seventy Five caliber Double Barrel yang menyalak dengan peluru Double Action 0,75 calibernya.

Beliau juga terkenal sebagai seorang yang handal dalam mengemudikan mobil, khususnya mobil-mobil besar empat garda. Ia memang seorang ahli dalam mengendarai Jeep Land Cruiser Turbo Wagon 4×4WD, atau Pick Up Hilux Surf 4×4WD yang terkenal dengan sebutan Kavaleri Pick Up dan mobil sejenisnya seperti Prado dan Pajero yang memang banyak di gemari oleh para mujahidin, begitu pula kendaraan medan Land over. Yang lebih besar lagi ia juga lihai dalam memainkan Truk besar Big Foot, truk angkut militer Russia yang terkenal kelasakannya Kamaz 6 x 6 WD yang biasa menyandang senjata Salaka 14.7mm seventy five caliber Double barrel.

Yang mana dalam sejarahnya ia pernah mencatat rekor beberapa kali sebelum ia mendapat anugerah sebagai syuhada’ pertama yang syahid bersama kudanya disebabkan Smart Bomnya Anjing serikat. Catatan pertamanya adalah kisahnya dengan sebuah Pick Up Hilux Surf yang ia bawa hingga jungkir balik ketika mendaki jalan menuju muaskar Kholid yang memang kemiringannya hampir mencapai 90’, wajar saja ia terbalik, sebab memang secara nalar tempat itu tak mungkin dilalui mobil, namun ia tetap saja ngotot untuk melaluinya juga sehingga terbaliklah pick up malang tadi, namun anehnya tak ada kecederaan sedikitpun yang beliau derita. Baru setelah itu mulailah Bego-bego milik Bin Laden CO. turun tangan meratakan jalan yang menantang tadi.

Yang kedua kalinya adalah saat ia masih berada di muaskar kawadir, yang mana saat itu ia baru berlatih Individual Stock, yaitu yang ada dalam perang kota, melonpat dari kendaraan yang tengah melaju kencang. Waktu itu ia mendapat tugas sebagai sopir dan diserahi sebuah mobil mewah, jeep Land Cruiser Prado 4×4WD. Tanpa mereka sangka sebelumnya tenyata mereka masuk ke daerah yang menjadi kawasan ladang ranjau darat, akan tetapi bukan ranjau-ranjau buatan Russia, sebab memang sejak awal daerah Khost adalah tempat awal yang bebas dari cengkeraman Russia. Ranjau tersebut adalah ranjau ‘Anqudy, istilah mereka untuk ranjau darat yang ditebar melalui udara dengan perantaraan bom Cluster, atau bom curah, yang mana bom ini terpecah menjadi ratusan keping sebelum menyentuh permukaan bumi, lalu serpihan yang meledak akan menjadi bom yang mematikan, sedangkan serpihan yang tak sempat meledak akan menjadi ranjau darat yang siap meledak bila-bila masa ia mendapat tekanan dari atas. Saat itu beliau barusan sukses menurunkan semua anggota skuadnya, lalu beliaupun berbelok seratus lapan puluh derajat untuk kembali mengambil personilnya, namun tatkala ia pindah gear ke gigi dua, tiba-tiba terdengar ledakan keras yang ia sangka ban dia yang meletus, namun peliknya adalah mesin kendaraan itu langsung mati dan terhenti di tempat. Yang lebih mengherankan lagi adalah ternyata bau yang menyengat keluar bukan bau karet yang terbakar, akan tetapi bau mesiu yang lebih dominant. Setelah ia turun dan mengamati apa yang terjadi ternyata body kiri depan jeepnya telah terkoyak terkena ledakan ranjau darat. Setelah mereka soal siasat ternyata ranjau itu adalah warisan serangan udara dan peluru kendali Tomahawk Anjing serikat pada tahun 1998 yang lalu setelah peristiwa Nairobi & Tanzania. Akhirnya tamatlah riwayat Prado tersebut, sebab mesin Four Wheel Drivenya telah rusak teruk. Namun dengan izin Alloh Abu Ashim masih dalam lindungan-Nya, malah yang cidera adalah ikhwannya yang lain disebabkan pendaratan yang kurang mulus sehingga mengakibatkan luka lecet di sana sini.

Dua tahun telah berlalu, kini beliau telah menjadi intruktur lapangan, bukan kawadir cadet lagi. Dan lagi satu bahwasanya El Farouq kini telah ramai dikunjungi wisatawan dari manca negara, dari ujung timur jauh Phillipinna sehingga ujung barat Maghoorib, dari benua Ausrtalia sampai benua Amerika latin, Jamaica. Begitu pula dengan kondisi alam sekitar El Farouq yang sekarang sudah mulai di penuhi dengan muaskar yang lain, diantaranya adalah jabal Mim Tho’ untuk Uhud Base pangkalan peluncur rudal anti serangan udara dan tempat basic training senjat anti aircraft. Disampingnya ada Lembah Mim Dal untuk Artilery Basic Training, lalu dua buah muaskar taktik Invanteri yang dinamai dengan muaskar Kholid bin Walid sebagai kenangan atas taktik jitunya Abu Sulaiman Ibnu Waleed, serta sebuah muaskar lagi untuk training Shoiqoh Quwwatul Khoosoh, pasukan elitnya mujahidin. Meski mereka masih tetap berada dalam tenda-tenda milik UNHCR namun mereka dalam kesehariannya selalu tidur dipadang pasir luas dengan alasan menghindari serangan udara anjing serikat yang bila-bila bisa datang.

Kala itu sedang dalam keadaan musim panas yang mana kebanyakan orang sedang menikmati liburan musim panas mereka, sebagian dari merekapun mengisi liburan musim panas dengan berkunjung ke muaskar El Farouq, sehingga saat itu jumlah pemuda yang ikut serta dalam basic military training saja mencapai 350 orang belum lagi yang ada di kamp-kamp kursus lanjutan yang lain, seperti taktik invanteri dan artelery medan dan anti pesawat. Namun bukan semua yang datang ingin menuntaskan tadrib, ada yang hanya mampu bertahan dua atau tiga hari saja, selepas itu belah …. Namanya saja tourist yang ingin menghabiskan liburan musim panas, jadi jangan heran kalau dari mereka ada yang menanyakan mana muaskar yang menghijau dengan pepohonan rindangnya, kalau itu yang mereka cari, silahkan masuk muaskarnya MILF yang ada di Bumbaran atau kampnya Abu Sayyaf. Sedang kalau kalian cari pemandangan seperti itu di muaskar El Farouq, yaaa mana mungkin akan ketemu. Sehingga bukan hal baru lagi kalau jumlah satu peleton awal sebanyak 45 atau 50 orang namun ketika pelepasan tinggal belasan orang. Namun itu semua kami anggap sebuah kebaikan dimana kaum muslimin sudah mulai menengok bumi jihad yang umumnya terletak di tempat yang tidak menyenangkan, terlebih lagi jalan masuk ke tempat itu bukan semulus jalan tol, terkadang mereka harus menunggu selama satu bulan, bahkan sampai berbulan-bulan, atau kadang juga harus rela menyamar memakai baju perempuan Burqoh untuk bisa selamat dari polisi perbatasan yang kerjanya hanya menghalangi manusia daripada jalan Alloh demi gaji dunia yang tak seberapa.

Menjelang berakhirnya musim panas 2001, terjadilah apa yang telah alloh setujui dan berikan barokah atas sebuah serangan telak yang menikam jantung pertahanan dan perekonomian dedengkot kekafiran yang selama ini menginjak-injak bumi islam dan tanah sucinya, serta membawa lari seluruh kekayaan alam yang Alloh berikan kepada kaum muslimin dengan bantuan para penguasa penghianat bangsa. Beberapa hari sebelum terjadinya peristiwa itu, muaskar EL FAROUQ telah di kosongkan, baik dari personalnya maupun dari persenjataan dan amunisi yang sebelumnya memenuhi lorong-lorong gua bawah tanah yang mereka persiapkan untuk menghadapi perang darat berkepanjangan.

Namun hamper lupa…sebelum itu tokoh kita pada kisah ini yaitu Abu Ashim sempat menunaikan separoh diennya, ia menikah bersama dua orang ikhwahnya, Abul Aswad as Suweidy dan Syaif al Qohtony yang mendapat istri orang afrika barat daya, Mauritania.

Setelah itu terjadilah istinfar aam bagi seluruh mujahidin yang ada di emirat islam, sebagian pergi ke garis depan, sebagian lagi naik gunung Tora Bora yang terkenal dengan keganasannya. Dan sebagai seorang mudarrib, abu ashimpun mendapat tugas mempertahankan ibukota Emirat Islam, yaitu kota Kandahar.
Dan serangan itupun dimulai sekitar satu bulan setelah terjadinya peristiwa selasa mubarok, sebuah serangan telak atas pusat jantung pertahanan dan perekonomian Anjing Serikat. Serangan itu dimulai pada malam jum’at, sekitar pukul 21.00 waktu setempat yang mana beberapa detik sebelumnya pembicara pasukan aliansi utara menyatakan lewat siaran TV internasional bahwa serangan Anjing serikat tinggal beberapa detik lagi. Waktu itu di tengah kota Kandahar masih banyak warga sipil dari kalangan wanita dan kanak-kanak, sehingga ketika sebuah ledakan keras menghantam rumah dinas Amirul Mukminin yang berada di pinggir kota Kandahar maka jerit tangis kanak-kanakpun langsung terdengar memilukan, merekalah yang selama ini menjadi korban serangan udara anjing serikat. Malam itu kota Kandahar dihujani peluru kendali Tomahawk dan ratusan bom curah Cluster dan Bom yang kata mereka bom pintar namun tak juga menemukan posisi amirul mukminin dan mujahidin yang selama ini mereka cari. Ada tiga tempat yang mereka serang malam itu, satu tempat di pinggiran kota yaitu rumah Amirul mukminin, sedangkan yang kedua adalah Base Kamp EL FAROUQ yang mereka ratakan habis hingga tak tersisa lagi bangunan yang masih berdiri, namun tak ada korban jiwa yang jatuh, padahal di tempat itu ada puluhan mujahid yang berjaga. Satu lagi tempat yang mereka bombardier adalah kawasan pangkalan udara Taliban yang ada di Kandahar, ada dua komplek yang mereka hancurkan, satu buah pusat pengendalian radar yang sudah layak disebut sebagai rongsokan perang tinggalan penjajah Russia dan sebuah lagi komplek perumahan mujahidin Foreigner yang diantaranya rumah syaikh, namun rumah tersebut tak terkena langsung, hanya halaman rumahnya yang dihantam rudal yang tak pintar langsung, nyatanya rumah tersebut tak tersentuh satu buah bompun, padahal menurut ikhwah yang berjaga di tempat itu menyatakan bahwa tempat itu duhujani lebih dari 300 buah ledakan beruntun sepanjang malam, sehingga nampak langit yang memerah semerah jahannam, akan tetapi anehnya mereka tak berhasil membunuh satu foreignerpun, hanya dua orang anggota Taliban yang saat itu tengah menjaga radar, serta seorang paman Amirul Mukminin yang aslinya tidak berada ditempat kejadian, namun karena rasa perhatiannya kepada Amirul Mukminin ia pergi menuju ketempat jatuhnya bom pertama yang membuat ia syahid terkena serangan rudal susulan yang sepanjang malam itu tak henti-hentinya mengguncang kota Kandaharahar.

Hamper dua bulan serangan anjing serikat tak banyak membawa hasil, bahkan helicopter angkut tempurnya CH-46 Chinook double kipasnya hancur terhempas dihantam senjata personal anti Tank RPG-7 dan senapan mesin berat, 50 kaliber Dashaka 12.7mm pada malam jum’at saat mereka berusaha mendarat di komplek perumahan Amirul mukminin yang kosong tak ada orang yang menempatinya. Lalu merekapun dengan kecanggihan alat perangnya mengangkat bangkai Chinook tadi dan membuangnya di perbatasan Pakistan untuk menghilangkan jejak kekalahan mereka dan kegagalan operasi pendaratan mereka yang pertama. Hari-hari yang mereka lakukan hanyalah membom perumahan tak berpenghuni, yang juga sering membunuh penduduk sipil yang tak pernah tahu apa itu perang. Hingga akhirnya masuklah bulan Romadlon, namun sebelum itu kami sempat kehilangan para pahlawan kami yang tak lagi merasakan puasa romadlon tahun ini, 20 orang pergi meninggalkan kami dalam sebuah peristiwa Markas Yarmuk di subuh hari tanggal 29 Sya’ban, sebuah kesedihan yang menyelimuti hati kami saat kaum muslimin dengan riang menyambut datangnya bulan mubarok, kami berjanji akan kami balas serangan mereka dengan tangan kami sendiri kami takkan menyandarkan harapan kami kepada para penguasa bertopeng islam.

Dan masuklah bulan romadlon, sedang serangan udara yang tak dapat kami lawan terus berkelanjutan, penduduk sipil semakin banyak yang menjadi korban, pagi itu kala matahari belum lagi nampak, dua buah pesawat F-14 Tomcat mengitari langit Kandahar mengejar dua bauh Truk Tanki Minyak solar yang baru saja keluar dari kota, tak berapa lama setelah itu meluncurlah sebuah peluru kendali dari pesawat tadi, dan hancur leburlah kedua tanki tadi, padahal apa dosa mereka. Mereka bukan teroris bukan pula anggota Taliban.
Pertengahan romadlon mulailah terjadi pertempuran darat yang sebenarnya, namun bukan tentara anjing serikat yang turun tangan, akan tetapi mereka mengumpankan kaum munafikin sebagai pasukan depan, sedang anjing seriakat hanya memberiakan bantuan serangan udara tembakan dari udara, dalam propaganda mereka saja yang mengatakan bahwa tentara Marin anjing serikat telah turun di kawasan bandara, kenyatannya yang maju perang hanya kaum mukholifin.

Dan kini kita kembali kepada Abu Ashim yang saat itu menjadi penjaga keluarga mujahidin arab yang diasingkan ke perkampungan Panjwe, sebuah basis Taliban yang letaknya beberapa puluh kilometer dari kota. Malam itu abu Ashim berada di dalam kota, begitu pula keluarganya dan beberapa orang tetangganya, dan malam itu sebagaimana biasanya pesawat anjing serikat tak henti-hentinya menyerang posisi yang mereka anggap milik mujahidin, serangan malam itu mengarah kepada perumahan ikhwah arab yang telah diendus oleh para jassus munafikin, salah satunya adalah komplek perumahan ikhwah yang ada di sekitar markaz UNHCR umam mulhidah. Kami waktu itu sedang berpatroli malam dengan sebuah Jeep Land Cruiser Prado 4WD di jalan yang sama, kira-kira 500 meter dari tempat kejadian ketika sebuah peluru kendali GBU-SDRAM Smart Bomb menyambar sebuah Pick Up Hilux SURF 4×4 yang sedang berhenti didepan rumah pengantin baru kita, Abu Ashim As Shon’any, sebuah kilatan cahaya merah menyilaukan mata kami yang saat itu memang tengah memperhatikan arah depan sebab kami berpatroli tanpa menyalakan lampu kendaraan kami. Sebuah kobaran api mendahului suara gegar dentuman bom yang sampai menggetarkan Jeep yang kami tumpangi. Sekeliling daerah itu menjadi terang benderang, lalu terdengar suara desingan peluru kendali yang berdesis, setelah itu baru disusul dengan suara gelegar ledakan bom yang mungkin menerbangkan manusia yang ada di sampingnya seperti yang terjadi pada seorang kawan kami di Muaskar EL FAROUQ saat awal serangan udara dan rudal Tomahawk. Seketika itu tanpa ada yang menyuruh kami semua langsung keluar meninggalkan mobil kami.

Dan ledakan itulah yang menerbangkan penunggang kuda Kavalery Pick Up handal kita yang saat itu tengah menunggu keluarganya dan beberapa kanak-kanak untuk ia bawa menyingkir menuju ke desa Panjwe yang lebih aman, akan tetapi detik itu juga sebuah heli Tempur Apache AH 64 mengejar sebuah Flying Coast Van Hiace 4WD yang membawa sekeluarga mujahid arab yang juga gugur semuanya di terjang roket udara-daratnya helicopter Apache. Dua orang akhwat dan 6 kanak-kanak yang berada dalam Van tersebut terbang bersama mujahid penunggang kuda Four by Four yang tak kami temukan serpihan dagingnya sedikitpun, bahkan bangkai mobil Pick Upnyapun tak dapat lagi kami kumpulkan. Beliaulah orang pertama kurun ini yang gugur syahid bersama Kavalery Pick Upnya.

KATAKAN KEPADA KEDZOLIMAN: TIDAK !

Ini adalah Wasiyat DR. Umar Abdurrahman – semoga Alloh membebaskan beliau – yang pertama kali diedarkan yang ditulis bertepatan dengan perayaan diangkatnya kembali Husni Mubarok menjadi presiden Mesir yang ketiga kalinya.

بسم الله الرحمن الرحيم

KATAKAN KEPADA KEDZOLIMAN:
TIDAK !

سَيِّدُ الشُّهَدَاءِ : حَمْزَةَ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبْ ، وَرَجُلٌ قَامَ إِلَى إِمَامٍ جَائِرٍ فَأَمَرَهُ وَنَهَاهُ .. فَقَتَلَهُ “

“ Penghulu syuhada adalah Hamzah bin ‘Abdul Muttholib, dan lelaki yang berdiri di depan pemimpin yang jahat, lalu ia memerintahnya dan melarangnya ….. kemudian ia dibunuhnya “.
Wahai orang-orang Islam Mesir yang perwira! Aku merasa bahwa ajalku telah dekat, dan sebentar lagi aku akan bertemu dengan Allah, maka aku harus membuat wasiyat. Karena itu maka aku persembahkan wasiyat ini :
Kepada kalian wahai orang-orang yang paling aku cintai……
Kepada kalian wahai keluargaku dan kerabatku……..
Kepada kalian wasiyat aku tulis dari relung hatiku yang paling dalam karena berharap (dapat melihat) wajah Robku …..
Kepada kalian wasiyat ini kutulis dengan bercampur air mataku, dan aku berharap bila wasiyat ini tertulis dengan darahku :

“KATAKAN KEPADA KEDZOLIMAN ….. TIDAK ! “.

Katakanlah wahai ulama Mesir ….. Tidak !
Tidak ….. karena syari’at kita telah hilang tujuh puluh tahun lamanya
Tidak ….. kepada setiap orang yang mengatakan bahwa syari’at Isam itu telah berlaku di Mesir
Dimanakah syari’at di dalam undang-undang sekuler ?
Dimanakah syari’at dalam perekonomian dengan system riba ?
Dimanakan syari’at di media massa yang diumbar ?
Dimanakah syari’at perdamaian, peperangan, pendidikan dan hukum ?
Jika tidak ada syari’at tidak berlaku bagi kalian dalam semua hal ini ……. Maka kalian bukanlah pemimpin kami….. dan sekali-kali kami tidak akan mendengar dan taat kepada kalian.

KATAKAN WAHAI PEMIMPIN MESIR YANG MULIA….. TIDAK !

Tidak ….. untuk kediktatoran satu orang, satu partai dan satu pendapat…
Tidak ….. untuk mengekor secara hina kepada undang-undang negara yang congkak. Dan kini telah tiba saatnya menjalankan syari’at Ilahiyah Robbaniyah
Tidak ….. untuk selama dua belas tahun tunduk pada undang-undang teroris…..
Tidak ….. untuk pengadilan militer yang batil dan penangkapan secara serampangan yang lalim …..
Tidak ….. untuk pelecehan hak-hak kaum muslimin dan seluruh yang disaksikan oleh semua yayasan yang telah ditunjuk pada setiap waktu …..

KATAKAN WAHAI HAKIM MESIR ….. TIDAK !

Tidak ….. kita tidak mau menjadi hakim yang membawa masuk neraka, akan tetapi hakim yang membawa masuk ke dalam Jannah dengan izin Allah.
Tidak ….. kami tidak akan menghukum para pemuda Mesir yang baik kecuali dengan keadilan yang telah diturunkan oleh Allah ….. “ Apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil “ (QS. 4:58) . “ Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah “ (QS. 5:49).
Bukan termasuk golongan kami orang yang mendzolimi para pemuda, bukan termasuk golongan kami orang yang menjatuhkan hukuman mati kepada mereka… bukan golongan kami orang yang menjilat penguasa mereka dengan kemurkaan tuan dan pelindung mereka (Alloh).

KATAKANLAH WAHAI SEBAIK-BAIK TENTARA DI MUKA BUMI … TIDAK !

Tidak ….. kita tidak akan berperang kecuali di jalan Allah “ Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah ….. “.. (QS. 4:76).
Tidak ….. kita tidak akan berperang di jalan Amerika dan antek-anteknya “….. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut ….. “. (QS. 4:76).
Tidak ….. cukup bagi kita hancurnya Irak.
Tidak ….. cukup bagi kita diabaikannya kaum muslimin di Bosnia.
Tidak ….. kita tidak akan mempercayai pernyataan Amerika bahwa Iran dan Sudan telah menlindungi Teroris.
Tidak ….. kita tidak akan mau diperalat oleh Robin yang telah menebar kebohongan, bahwasanya marabahaya yang sebenarnya itu datang dari para fundamentalis. Maka dimanakah penjajah-penjajah Yahudi kalau begitu ? dimanakah penjahat-penjaha Serbia kalau begitu ? apakah mereka yang disebut manjaga perdamaian ? atau mereka itu para pembawa kasih sayang ? !!!

KATAKAN WAHAI PENDUDUK MESIR YANG PERWIRA ….. TIDAK !

Tidak ….. kami bukanlah penduduk mayoritas yang bisu….. akan tetapi kami adalah penduduk yang melakukan kudeta dengan izin Allah, kami adala penduduk yang melakukan kudeta di Idku dan Abu Hamad dan Qolyub, kudeta di Kairo, As-yud dan Aswan. Maka janganlah berpura-pura menangis atas kefakiran dan kelaparan yang menimpa kami wahai para penguasa ….. dan tunjukkanlah jaminan harta kalian ….. dan katakanlah jikalau kalian memang orang yang mulia yang bersih tangan, dari mana kalian miliki ratusan juta dolar ? !!!
Katakanlah ….. kami tidak berserikat dalam memerangi ahli tauhid, maka berapa banyak kami saksikan dengan mata kepala kami bahwa kalian membantai orang-orang yang sedang sholat di rumah-rumah Allah (masjid) ?!!!
Kami tidak akan mengantarkan jenazah para pembantai kaum muslimin, akan tetapi kami akan menghantar jenazah para pemuda yang mati dalam keadaan berwudlu yang hidupnya diakhiri dengan sholat dan shoum, dan akhir perkataannya adalah “ Laailaaha Illallah “.
Tidak ….. kami tidak akan diam membisu setelah hari ini, karena telah berlalu kebisuan kuburan ….

KATAKANLAH WAHAI MUJAHID MESIR ….. TIDAK !

Janganlah kalian melemah lantaran musibah yang menimpamu di jalan Allah, dan janganlah kalian merasa loyo dan dan janganlah kalian mau tunduk “ Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderita kesakitan, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan ….. “. (QS. 4:104) “. Balaslah mereka seperti yang mereka lakukan terhadap kalian, maka jika mereka melampaui batas terhadap kalian setelah itu maka ketahuilah bahwasanya Allah penolong kalian
ذَلِكَ وَمَنْ عَاقَبَ بِمِثْلِ مَا عُوقِبَ بِهِ ثُمَّ بُغِيَ عَلَيْهِ لَيَنْصُرَنَّهُ الله

“ Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita kemudian ia dianiaya (lagi), pasti Allah akan menolongnya ….. “. (QS. 22:60).

Goncanglah keputusan-keputusan para hakim, dengan seraya membacakan ayat:

فَاقْضِ مَا أَنْتَ قَاضٍ إِنَّمَا تَقْضِي هَذِهِ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا

“….. maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja “. (QS. 20:72).

Hancurkanlah para algojo di ruang-ruang penyiksaan dengan senantiasa mengatakan “ Sesungguhnya Allah akan menyiksa orang-orang yang menyiksa orang lain di dunia “.
Optimislah kalian bahwa anncaman-ancaman Fir’aun ini demi Alloh merupakan akhir tanda-tanda keputus asaan dan awal dari datangnya pertolongan dari Allah. Tetap teguhlah kalian keputusan-keputusan hukum yang biadab, karena sesungguhnya darah para syuhada’ yang bersabar itulah yang menuliskan kemenangan untuk ummat ini.

DAN INILAH AKU KATAKAN BERSAMA KALIAN ….. TIDAK !

Tidak ….. Aku katakan tidak kepadamu wahai Mubarok, begitu pula kepada pemerintahanmu, tentara-tentaramu, tiang-tiang gantunganmu, besi-besimu dan nerakamu ….. tidak ada kejayaan sesaat pun bagi negaramu yang diktator, hanyasanya kejayaan itu untuk negara Islam sampai hari kiamat.
Ingatlah ! wahai musuh-musuhku buatlah makar untukku atau kalian tidak mau membuat makar untukku. Karena jikalau aku diusir maka hijrah adalah jalan yang ditempuh oleh nabi sang kekasih, jikalau aku dipenjara maka sesungunya nabi Yusuf yang mulia pun dipenjarakan, dan jikalau aku disembelih maka sungguh Yahya As Syayyid Al Jusur juga disembelih.
Ini adalah akidahku dan risalahku, jikalau aku khiyanati sungguh rugilah perniagaanku, padahal atas karunia Alloh aku telah memilih “ melaksanakan amanah “ ini sejak dari dahulu. Maka tentukanlah pilihan untuk diri kalian dari mulai sekarang karena sekaranglah waktu penentuan pilihan itu.
Demi Allah wahai Mesir ….. sungguh aku sangat senang darahku mengalir dengan deras tumpah karena Allah di atas tanahmu, dan aku senang bila yang mensholatiku nanti orang-orang yang paling suci dari anak-anak bangsamu, dan yang memikulku ke kuburan adalah sebaik-baik lelakimu, maka pada saat itu aku berjalan menuju Allah yang Maha Mulia dengan tenang dan kalian wahai para mujahidin berjalanlah menyusuri jalan yang paling suci.
Ingatlah ! Beraqwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, dan berjihadlah kalian karena Allah dengan sebenar-benar jihad. Dan akhirnya dengan izin Allah kita akan bertemu….. kita akan bertemu di atas kekuasaan negara Islam atau kita akan kembali bersama-sama menuju pintu-pintu DARUS SALAM “ Jannah “.
Semoga Allah menerima semua amalku dan amal kalian.

Wassalaamu ‘Alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh

Aku mengharap selalu do’a dari kalian

Saudaramu

( Umar Abdurrahman )
Permulaan bulan Syawwal 1413 H – Maret 1993 M.

Halaman Berikutnya »