At Taujih

Mengawal Wacana Iqomatuddiin

SIFAT-SIFAT ORANG MUNAFIK

Allah Ta’ala telah menyebutkan dalam banyak ayat tentang orang-orang munafik, diantaranya;
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا
Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. (QS. An Nisa’ 4 : 61)

Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah Neraka Jahanam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya. (QS. At Taubah 9 : 73)

Sudah menjadi sunnatullah bahwa setiap kebenaran pasti memiliki musuh. Begitu juga dengan kebenaran Islam, pasti akan dimusuhi oleh syaitan dan pengikutnya.

Maka wajib bagi kita untuk mengetahui siapa yang sebenarnya menjadi musuh-musuh Allah Ta’ala dan mengenali sifat-sifat mereka. Tujuannya agar kita mengantisipasi dan segera mengambil langkah-langkah dalam mengatasinya.

Di antara musuh-musuh Allah atau pengikut syaitan (Hizbu syaithon) yang gencar memusuhi Islam ialah golongan munafikin. Mereka adalah orang-orang yang berpura pura menjadi mukmin. Tetapi di dalam hati mereka kekafiran dan pendustaan. Mereka benci dan memusuhi terhadap kebenaran yang datang dari Allah Ta’ala serta berusaha untuk menghancurkan dan menghalangi penyebaran cahaya Islam.

Kamunafiakan zaman kita ini lebih parah dibandingkan pada zaman dahulu. Jika zaman dulu orang-orang munafik masih sembunyi-sembunyi dalam melawan islam, tetapi orang-orang munafik hari ini telah melawan islam dengan terang-terangan. Mereka bela Demokrasi, liberisasi, pornografi dan berbagai kemunkaran-kemunkaran di negeri ini. Sebaliknya, mereka lawan amar ma’ruf nahi munkar, para penyeru syari’at dan para da’I yang mengajak kebenaran. Mereka bukan lagi disebut munafik, tetapi lebih pantas disebut zindiq. Yaitu seseorang yang mangaku islam, tetapi bersamaan dengan itu, ia serang dan ia hancurkan islam dengan lesan dan perbuatannya. Mereka lebih parah dan lebih bahaya dibandingkan munafikin.
Di masa sekarang ini segala urusan dikendalikan oleh mereka (orang-orang munafik). Sehingga kita menyaksikan bahwa mereka berpakaian sebagaimana orang-orang yang mengadakan perbaikan. Mereka layaknya seorang ulama atau penasihat yang penuh belas kasihan, bahkan mereka memakai pakaian seperti halnya seorang ahli ibadah atau orang shalih. Telah dipersiapkan bagi mereka mimbar-mimbar dan markas-markas ilmu agar berbicara tentang Islam. Telah dipersiapkan lembaran-lembaran kitab dan majalah serta media masa untuk mereka tulis dan sampaikan pada ummat dengan mengatasnamakan Islam. Namun, kenyataannya mereka sangatlah jauh dari Islam, bahkan bertentangan dengan ajaran Islam.


Diantara ciri-ciri orang munafik yang terlihat pada hari ini adalah ;
Pertama; Menolak Syariah islam

Hal ini Nampak jelas pada para penganut ‘Islam Liberal’ yaitu kerasnya penolakan mereka terhadap penerapan syariah. Seolah, penerapan syariah menjadi momok menakutkan yang harus dijauhi. Berbagai propaganda pun mereka lancarkan untuk meredupkan perjuangan syariah. Tanpa takut dosa, mereka selalu bersikap nyinyir dan negatif terhadap syariah. Di antara mereka, misalnya, ada yang mengatakan bahwa jika Islam diterapkan maka kalangan miskin dan wanita menjadi korban pertamanya. Ada pula yang menyatakan, penerapan syariah dalam kehidupan modern hanya akan membalik sejarah ke zaman unta. Kalau hendak diterapkan, maka cukup nilai-nilainya saja. Dan masih banyak lontaran yang memerahkan telinga kaum Mukmin.

Jika terhadap Islam mereka demikian ‘kritis’, sikap serupa tidak mereka lakukan terhadap Barat. Sebaliknya, mereka amat kagum terhadap Barat. Seolah, segala yang datang dari Barat terjamin benar, dan oleh karenanya wajib diterima tanpa reserve. Siapa pun yang menolaknya, akan tertinggal dari roda kemajuan zaman.

Jika ditelusur dalam al-Quran, sikap menolak syariah merupakan ciri dari kaum Munafik. Cukup banyak ayat al-Quran yang menggambarkan sikap demikian. Di antaranya adalah friman Allah Ta’ala ;
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا
Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. [An-Nisa’ Ayat : 61 ].

Ini juga menjadi penyebab lainnya sikap mereka. Mereka amat takut jika keputusan syariah itu merugikan kepentingan mereka. Sebagai orang kafir, tentu saja banyak sekali selera mereka yang bertentangan dengan syariah. Riba, zina, miras, korupsi, dan berbagai larangan syariah amat mungkin menjadi kegemaran mereka. Sebaliknya, shalat, zakat, puasa, dakwah, jihad, dan berbagai kewajiban syariah lainnnya dirasakan mereka amat memberatkan. Mereka pun menuduh semua ketetapan hukum itu mendzalimi mereka; dan oleh karenanya mereka pun menolak ketentuan itu.

Tuduhan itu jelas salah. Seluruh hukum-Nya pasti benar dan adil. Allah Ta’ala juga sama sekali tidak pernah mendzalimi hamba-Nya. Jika demikian, maka sesungguhnya bukan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya yang dzalim, namun merekalah yang justru orang yang dzalim.

Kedua; menyeru kemunkaran dan mencegah kebaikan
Allah Ta’ala berfirman ;

“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.” (QS. At-Taubah : 67)

Di dalam ayat ini sangat jelas, bahwa orang-orang munafik menyuruh dan mengusahakan supaya kemungkaran bisa tegak. Sebaliknya menghalang-halangi usaha apapun yang dilakukan untuk menegakkan yang ma’ruf. Kita lihat bahwa setiap kemungkaran pasti didukung dan dibela mereka, walaupun sangat jelas keburukannya. Mereka selalu menghalangi usaha yang bertujuan membina umat dalam memperbaiki akhlak dan akidah.
Semua orang munafik hanya akan menyeru perbuatan munkar (jahat) dengan segala coraknya dan logikanya. Mereka menyeru perbuatan syirik kepada Allah dan ibadah kepada selain-Nya, menyeru untuk menerima pemikiran demokrasi yang serba bebas. Maka tak heran jika konser music yang menampilkan para wanita yang berpakaian setengah telanjangpun mereka bela dan perjuangankan serta dianggap jihad fi sabilillah. Bahkan seorang lesbi dan penghina Allah serta Rasul-Nya dibela mati-matian dengan dalih kebebasan menyampaikan aspirasi. Sungguh ini sebuah perlindungan dan pembelaan terhadap kemungkaran. Dan tidaklah hal itu dilakukan oleh seorang yang mengaku muslim kecuali dia adalah seorang munafik.

Ketiga, orang-orang munafik menjadikan orang-orang kafir sebagai penolong mereka. Di manapun dapat dilihat sikap orang munafik itu, yaitu bergesernya loyalitas (wala’) yang seharusnya dilakukan orang-orang munafik kepada Islam, justru kini telah berafiliasi (ber-wala’) kepada saudara-saudara mereka yang kafir.

Firman Allah Ta’alaa, “Kabarkanlah kabar gembira kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih. (Yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-temanh penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.” (QS. An-Nisaa’ : 128-139)

Ibnu Jarir mengatakan, “Orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai teman-teman penolong dengan maksud mencari kekuatan, sesungguhnya mereka adalah orang-orang dungu dan tidak sempurna. Dan, imam Qurtubi, menuturkan, “Ayat diatas (QS. An-Nisaa’ : 138-139) itu, mengandung larangan untuk mengangkat orang-orang kafir sebagai pemimpin dan mengambil mereka sebagai penolong dalam berbagai perbuatan yang berhubungan dengan agama.”

Orang-orang munafik pada zaman sekarang ini, mereka berdiri satu barisan bersama dengan orang-orang kafir untuk memerangi dan menyerang kaum muslimin. Dalih mereka bisa jadi karena menjaga kepentingan, menghapus kekerasan (radikalisme), atau bergaya filosofis dan berbagai alasan lainnya.

Demikian beberapa karakter dan ciri golongan munafikin yang menjadi musuh dalam selimut bagi Islam dan cahaya kebenaran Allah Ta’ala. Hendaknya kita selalu mewaspadai golongan ini serta bersikap tegas dalam memusuhi mereka sebagaimana tegasnya Allah Ta’ala memusuhi mereka. Secara umum dapat kita simpulkan, siapapun manusia yang mengaku beriman kepada Allah Ta’ala, tetapi menolak syariat Islam dalam berbagai aspek kehidupan maka dia dikategorikan sebagai orang munafik. Dan secara otomatis menjadi salah satu kelompok musuh Allah Ta’ala dan rasul-Nya serta orang-orang yang beriman. Semoga kita ditolong Allah untuk melawan meraka, serta dijauhkan dari sifat-sifat mereka.

About these ads

Filed under: 'Adawah, Aqidah, makalah,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 34 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: