At Taujih

Mengawal Wacana Iqomatuddiin

PENTINGNYA WAKTU BAGI SEORANG MUKMIN

Jika orang barat mengatakan “time is money” waktu adalah uang, maka pepatah arab mengatakan “’al-waqtu huwa al-hayâh” waktu adalah kehidupan. Ada juga yang mengatakan

الوَقْتُ كَالسَّيْفِ # فَإِنْلَمْ تَقْطَعْ قَطَعَكَ
Waktu ibarat pedang
Jika kau tidak bisa menggunakannya, maka akan memotongmu

Tiga kata mutiara ini menggambarkan akan pentingnya waktu bagi kehidupan seseorang. Jika yang pertama menggambarkan akan pemikiran materialistis, tetapi yang kedua dan ketiga menggambarkan arti yang lebih penting dari sekedar uang.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: makalah, tazkiyah

Amalan Yang Banyak Dilalaikan Manusia

Banyaknya orang yang lalai pada zaman kita ini. Saking lalainya hingga banyak diantara mereka yang jatuh pada kekufuran. Tidak sedikit diantara manusia hari ini yang meninggalkan shalat, tidak mau membayar zakat, asyik dengan kemaksiatan dan kesyirikan.

Maka sudah menjadi haknya seorang yang beriman agar mau memberi nasehat kepada saudaranya sesama muslim akan kelalaian tersebut. Harapannya mereka mau menerimanya serta bisa mengambil manfaat dari nasehat tersebut. Karena bagaimanapun nasehat itu pasti akan bermanfaat bagi orang-orang beriman. Allah Ta’ala berfirman :

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ
Dan tetaplah memberi peringatan, Karena Sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. [ QS. Ad Dzariyat : 55 ].
Baca entri selengkapnya »

Filed under: makalah, tazkiyah

Mereka yang tidak mendapat kebeningan hati

Tidak diragukan lagi bahwa semangat dalam membersihkan diri saja tidak cukup. Akan tetapi seseorang juga harus mempelajari bagaimana cara yang benar dalam membersihkan diri. Serta mengetahui manhaj atau jalan yang menyimpang dalam membersihkan jiwa.

Mempelajarai hal-hal yang menyimpang dalam membersihkan jiwa penting karena kita akan menjauhi jalan tersebut dan menjauhkan ummat darinya. Betapa banyak orang yang sudah benar dalam menjernihkan hatinya, tetapi tanpa sadar ia juga melakukan hal-hal yang menyimpang sehingga iapun tidak mendapatkan kebeningan jiwa.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: tazkiyah

JANGANLAH JADI ORANG YANG LEMAH MENTAL

Segala puji bagi Allah yang telah memuliakan para wali-Nya dengan kemenangan dan menghinakan kemusyrikan dengan kekalahan. Shalawat dan salam tercurah pada Nabi kita Muhammad sallallahu alaihiwasallam pemimpin para nabi dan pemimpin mujahidin.
Ammaba’du,

Sering kita dengarkan perkataan para ihwah, kami adalah orang-orang miskin. Kami juga orang-orang yang lemah, sedangkan musuh kami kuat dan banyak. Bagaimana mungkin kemenangan akan kami raih. Ini adalah keluhan-keluhan beberapa ihwah yang sedang mengalami krisis mental dalam perjuangan.

Tak hanya itu ihwah fiddiin, para ihwah ini lemah dalam mendapatkan siraman-siraman iman dan penyemangat dalam perjuangan. Padahal ia telah berkeyakinan bahwa ia adalah orang yang telah mendapatkan penyemangat-penyemangat dalam iqomatuddien. Bahkan mungkin ia merasa lebih tinggi dari saudara-saudaranya yang lain karena pernah terjun ke medan jihad.

Maka alangkah beruntungnya seorang mujahid yang dapat melihat dirinya apakah ia dalam keadaan masih bersemangat, atau futur, dan atau bahkan sudah mulai udzur untuk tidak berjuang dan condong kepada musuh, na’udzubillahi mindzalik.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: tazkiyah

WAHAI SAUDARAKU ! TERIMALAH NASEHAT INI

Segala puji hanya milik Allah yang Esa. Shalawat dan salam kepada junjungan kita nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam beserta keluarga dan pengikutnya hingga hari kiamat.
Risalah ini kami tulis dalam rangka menasehati saudara-saudara kami, berangkat dari sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam :
عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : الدِّينُ النَّصِيحَةُ . قُلْنَا لِمَنْ قَالَ : لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ
Dari Tamiim Ad Daari radhiallahu ‘anhu, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim” [Muslim no. 55].

Hari-hari ini kita dapatkan pada para pemuda yang cukup bersamangat terhadap jihad mengalami satu kesalahan berfikir. Mereka menganggap bahwa jihad dan mujahidin tidak akan terlepas dari kesalahan. Sehingga perkataan orang-orang yang memberikan pelurusan pada para ihwah mujahidin yang datangnya bukan dari orang-orang yang sedang mengangkat senjata mereka tolak. Padahal masukan tersebut benar secara dalil dan akal.

Sebaliknya, seluruh perkataan dari orang-orang yang berada di medan jihad dianggap sebuah kebenaran mutlaq. Walau sebanarnya itu tidak dilandaskan dalil yang kuat dan tidak bisa dibenarkan secara akal. Menurut mereka, kebenaran adalah apa yang datangnya dari ahlustsughur dan jihad walaupun menyelisihi nas kitab dan sunnah, sedangkan kesalahan terletak kepada orang-orang yang menyelisihi ahlus tsughur. Dengan kata lain bahwa jihad dan mujahidin tidak mungkin melakukan kesalahan.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: tazkiyah

HATI-HATILAH KALIAN DARI ULAMA SU’

Segala puji hanya untuk Allah yang memuliakan islam dengan pertolonganNya, dan menghinakan kesyirikan dengan dengan kekuasaan-Nya. Ialah yang mengurus segala urusan dan memberi tangguh bagi orang-orang kafir dengan rencana-Nya. Shalawat dan salam kepada nabi junjungan Muhammad sallallahu alaihiwasallam yang telah menerangi islam dengan qur’an dan pedangnya.

Sesungguhnya para ulama adalah seperti bintang dilangit. Lewat tangan merekalah manusia mendapat petunjuk. Merekalah yang menjelaskan kepada ummat ini jalan petunjuk dan keistiqomahan di atas pentunjuk tersebut. Dengan merekalah ummat paham tentang jalan kejelekan dan cara menjauhinya. Mereka ibarat hujan yang turun pada tanah gersang sehingga menumbuhkan berbagai tumbuhan yang bermanfaat.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: tazkiyah

ISTIQOMAHLAH DI JALAN INI

Berkata Ibnu Taimiyah : Din ini tidak akan terhapus selamanya. Akan tetapi ada orang-orang yang berusaha untuk menyelewengkan, mengganti, berbohong dan menyembunyikan sehingga bercampur aduklah antara yang haq dengan yang batil. Dan harus ada orang-orang yang menegakkan hujjah menggantikan kedudukan Rasul sehingga hilanglah penyelewengan orang-orang yang melampui batas, kedustaan orang-orang yang berbuat kebatilan, penyimpangan makna orang-orang bodoh. Sehingga Allah menampakkan yang haq dan menampakkan yang batil walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya. [ Majmu’ fatawa : ].

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang dishahihkan oleh Imam Ahmad bin Hambal dan lain-lainnya bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَحْمِلُ هَذَا الْعِلْمَ مِنْ كُلِّ خَلَفٍ عُدُوْلُهُ يَنْفَوْنَ عَنْهُ تَحْرِيْفَ الْغَالِّيْنَ وَ انْتِحَالَ الْمُبْطِلِيْنَ وَ تِأْوِيْلَ الْجَاهِلِيْنَ
“Ilmu ini akan dibawa oleh orang-orang yang adil dari setiap generasi, mereka itu menentang perubahan orang-orang yang melampui batas, kedustaan orang-orang yang berbuat kebatilan, penyimpangan makna orang-orang bodoh.”

Kita hari ini hidup pada suatu zaman yang berat. Para pengusung kebenaran seperti orang asing yang hidup dikerumunan orang-orang yang bejat. Sehingga pengusung kebenaran seperti penggenggam bara api. Jika ia pegangi bara itu, berarti ia akan merasakan panasnya, akan tetapi jika ia lepas, lepaslah din ini dari dirinya. Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam bersabda :

عَنْ أَنَسٍ بنُ مَالِكِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « يَأْتِي عَلىَ النَّاسِ زَمَانٌ القَابِضُ عَلَى دِيْنِهِ كاَلْقَابِضِ عَلىَ الْجَمَرِ » رواه الترمذي
Dari Anas Ibnu Malik Radhiyallahu ‘anhu berkata : Bersabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam : Akan datang pada manusia suatu zaman, orang yang memegang dinnya seperti orang yang memegang bara api. [ HR. At Turmudzi ].
Baca entri selengkapnya »

Filed under: tazkiyah

UJIAN, PENYARINGAN SERTA KEMENANGAN ADALAH SUNNATULLAH DALAM PERJUANGAN

Perjuangan tidak mungkin tanpa ujian. Bahkan tidak mungkin kemenangan dicapai oleh setiap mukmin kecuali ia telah lalui masa-masa yang berat. Para nabi-nabi pendahulu kita telah merasakan ujian-ujian berat tersebut. Sehingga Allah berikan kemenangan pada mereka dengan tersebarnya islam di seluruh penjuru dunia.
Diantara ujian yang Allah berikan kepada para penegak kebenaran adalah dengan adanya orang-orang kafir yang tidak senang islam tegak. Bahkan mereka berusaha mengahalangi para penegak kebenaran ini dengan siksaan dan pembunuhan. Allah Ta’ala berfriman :

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ فَإِذَا أُوذِيَ فِي اللَّهِ جَعَلَ فِتْنَةَ النَّاسِ كَعَذَابِ اللَّهِ وَلَئِن جَاء نَصْرٌ مِّن رَّبِّكَ لَيَقُولُنَّ إِنَّا كُنَّا مَعَكُمْ أَوَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِمَا فِي صُدُورِ الْعَالَمِينَ
Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, Maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah. dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: “Sesungguhnya kami adalah besertamu”. bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia?. [ QS. Al Ankabut : 10 ].

Syaikh Muhammad Amin As Sinqidhi rahimahullah berkata ketika menafsiri ayat ini : Yaitu bahwa ada sebagian manusia yang mengatakan : kami telah beriman dengan lesannya, jika mereka diuji Allah yaitu dengan disiksa oleh orang-orang kafir menjadikan ujian tersebut berpalingnya ia dari diin menuju kemurtadan. Dan kita berlindung pada Allah dari hal tersebut. Sedangkan makna fitnah manusia adalah siksaan yang dideritanya dari orang-orang kafir. Dan siksaan orang kafir terhadap orang-orang yang beriman adalah bentuk ujian yang itu adalah fitnah. [ Adwa’ul bayan : 6/462 ].

Allah Ta’ala berkehendak untuk membersihkan shof kaum muslimin dari orang-orang munafiq. Sehingga tersisalah inti dari ummat ini yang siap mengemban amanah berat yang tidak sanggup mengusungnya kecuali orang-orang pilihan. Ummat pilihan inilah yang nantinya Allah persiapkan menjadi penerus para nabi hingga mendapatkan kemenangan sebagaimana pendahulu mereka mendapat kemenangan.

Syaikh Muhammad Qutub memberikan sebuah permisalan yang sangat indah : Apakah engkau tidak melihat bagaimana seorang komandan menyiapkan tentaranya agar mendapat kemenangan dalam sebuah peperangan yang dasyat ?. apakah karena cintanya komandan tersebut terhadap tentaranya akan meringankan latihan dan meremehkannya ?. Atau karena sayangnya komandan tersebut terhadap tentaranya ia perberat latihan sesuai dengan medan pertempuran yang akan dihadapi tetntaranya ?.

Orang mukmin adalah kelompoknya Allah dan tentara-Nya – dan Allah adalah pemberi misal yang paling baik – dan peperangan yang Allah telah persiapkan untuk mereka adalah peperangan yang besar. Yaitu peperangan antara yang haq dengan yang batil. Yang Allah Ta’ala akan menolong kebenaran lewat tangan-tangan tentara-Nya sebatas yang dikehendaki Allah Ta’ala. [ haula tafsirul al Islami lit tarikh : 111 ].
Baca entri selengkapnya »

Filed under: tazkiyah

SEBAB-SEBAB PERTOLONGAN ALLAH TA’ALA

Segala puji hanyalah milik Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan pada pemimpin mujahidin yaiitu nabi Muhammad sallallahu ‘alaihiwasallam.

Ummat kita hari ini diserbu oleh musuh-musuh islam dari berbagai penjuru. Amerika serta para pengikutnya dari israel dan negara-negara barat bersatu untuk menyerang Islam. Dengan isu Demokrasi dan perang terhadap terorisme mereka jajakan program mereka ini ke berbagai negara. Sehingga terpecahlah menjadi dua kubu, yaitu kubu yang pro dengan program Amerika dan pengikutnya serta kubu yang menolaknya. Kubu yang menolak akan mereka jadikan sebagai musuh dan pro dengan teroris, sedangkan yang menerima akan mereka jadikan sebagai teman dan sekutu mereka.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: makalah, tazkiyah

HANYA DENGAN TEKAD BAJA DIN INI BISA TEGAK

Segala puji bagi Allah, yang memuliakan Islam dengan pertolongan-Nya. Yang menghinakan kesyirikan dengan kekuatan-Nya. Mengatur semua urusan dengan perintah-Nya. Mengulur batas waktu bagi orang-orang kafir dengan makar-Nya. Yang mempergilirkan hari-hari bagi manusia dengan keadilan-Nya, dan menjadikan hasil akhir sebagai milik orang-orang bertakwa dengan keutamaan-Nya.
Shalawat dan salam semoga terhatur selalu kepada Nabi Muhammad sallahu alaihiwasallam, manusia yang dengan pedangnya Allah tinggikan menara Islam.
Ammâ ba‘du…

Tulisan ini kami sampaikan ketika luka-luka memprihatinkan yang diderita umat ini masih dan terus bertambah. Ketika orang-orang pilihan diambil satu demi satu oleh Allah Ta’ala atau dikejar-kejar dan ditangkap para taghut. Dan ketika para kader-kader perjuangan ini mendapat berbagai ujian dari Allah Ta’ala. Dan ketika Allah Ta’ala memisahkan antara orang-orang yang jujur dalam memperjuangkan diin ini dengan orang-orang yang hanya ingin mencari kehidupan dunia.

Syaikh Abdullah Azzam rahimahullah, seorang inspirator jihad masa ini berkata : Sesungguhnya orang-orang yang mengira bahwa Islam ini bisa menang dan tegak tanpa jihad dan perang, dan tanpa pertumpahan darah serta serpihan-serpihan daging mereka, sebenarnya mereka itu orang-orang yang bingung dan tidak memahami tabiat dari Diin (agama) Islam ini. [ wasiyyatu syaikh abdullah azzam ].
Syamil basayev juga berkata : Banyak manusia memilih kehidupan sebagai jalan menuju kematian. Akan tetapi kami lebih memilih kematian sebagai jalan menuju kehidupan.

Betapa tingginya dan mulianya pernyataan-pernyataan mereka. Mereka telah membuktikan ilmu dan amal mereka dalam jihad fi sabilillah. Hingga Allah taqdirkan meningga di medan jihad. Orang-orang yang semacam merekalah yang akan mengusung dan memanggul diin ini.

Ketahuilah bahwa dien ini hanya tegak di atas pundak orang-orang yang memiliki ‘azam yang kuat. Ia tidak akan tegak di atas pundak orang-orang yang lemah dan suka berhura-hura.

Merenungi sejarah
Islam hanya akan tegak dan kembali jaya dan mulia dengan ‘azam sekokoh ‘azam Abu Bakar ash-Shiddiq saat terjadi gerakan murtad massal. Saat itu, ia yang telah lanjut usia dan sangat gampang menangis, dengan ketegaran batu karang berkata, “Demi Allah, aku akan memerangi siapa pun yang memisahkan antara shalat dan zakat. Sesungguhnya zakat adalah hak harta. Demi Allah sekiranya mereka tidak membayarkan satu iqal yang mereka bayarkan kepada Rasulullah sallallahu alaihiwasallam niscaya aku akan benar-benar memerangi mereka karenanya.”

Ia juga berkata, “Demi Allah yang tiada Ilah yang haq selain Dia, kalaupun anjing-anjing menyeret kaki istri-istri Rasulullah saw, aku tidak akan menarik mundur pasukan yang telah diberangkatkan oleh Rasulullah sallallahu alaihiwasallam dan aku pun tidak akan melipat panji yang telah dikibarkan oleh Rasulullah sallallahu alaihiwasallam

Sehubungan dengan urgensi tekad inilah Rasulullah sallallahu alaihiwasallam memohon kepada Rabb-nya,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الأَمْرِ , وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam melaksanakan perintah dan tekad yang utuh untuk memberi petunjuk.” [ Mu’jamul kabir lit Tabroni no : 6989 ]

Ini adalah pengajaran bagi kita, pendidikan bagi ummat Islam pada umumnya, dan bagi para aktivis pada khususnya. Untuk itu, hendaknya kita banyak-banyak memanjatkan doa yang agung ini disertai dengan memenuhi faktor-faktor pendukungnya.

Himmah, semangat yang tinggi benar-benar menggelegak di dalam dada orang-orang yang memilikinya seperti air mendidih dalam kuali. Ia akan mendorong pemiliknya untuk terus-menerus bekerja dari pagi hingga sore hari, sehingga terwujudlah penuturan Imam Syafi’i, “Bagi rijal, istirahat itu sama saja dengan lalai.”
Pemilik himmah yang tinggi akan menjadikan syair yang selalu digemakan oleh Imam Syafi’i berikut ini sebagai motto hidupnya.
أَنَا إِنْ عِشْتُ لَسْتُ أَعْدِمُ
قُوْتًا وَإِذَا مِتُّ لَسْتُ أُحْرَمُ قَبْرًا
هِمَّتِي هِمَّةُ الْمُلُوْكِ وَنَفْسِي
نَفْسُ حُرٍّ تَرَى الْمَذَلَّةَ كُفْرًا
Aku, jika aku masih hidup aku pasti akan bisa…
makan. Dan jika aku mati aku pasti kebagian kuburan.
Semangatku adalah semangat para raja, jiwaku adalah …
jiwa yang merdeka, yang memandang kehinaan adalah kekafiran

Betapa rijal harakah Islamiyyah membutuhkan himmah yang tinggi itu. Himmah yang tidak mengenal kata mustahil, yang tidak berhenti karena adanya aral melintang; apa pun itu..

Kita sendiri sangat takjub dengan himmah Waraqah bin Naufal. Seorang yang telah lanjut usia, lemah jasadnya, rapuh tulangnya, bungkuk punggungnya, dan memutih rambutnya… kepada Rasulullah sallallahu alaihiwasallam ia ber’azam, “Sungguh, jika aku nanti mendapati harimu, aku akan menolongmu dengan sebenar-benarnya!” Lalu ia mendekatkan kepala Nabi kepadanya dan menciumnya.
Waraqah yang telah renta itu pernah berharap mendapati masa turunnya wahyu sehingga ia berkesempatan untuk membantu dakwah Rasulullah sallallahu alaihiwasallam.

Sebenarnyalah, kata-kata Waraqah bin Naufal ini menyisakan pengaruh yang sangat kuat dalam diri kita dan banyak ikhwah. Seorang yang sudah sangat tua menantang dunia seisinya demi menolong Rasulullah sallallahu alaihiwasallam. Bahkan ia sempat berharap menjadi orang yang pertama kali masuk Islam dan yang pertama kali mengikuti Rasul sallallahu alaihiwasallam yang mulia, sampai ‘walau Mekah terguncang’. Itu pun tidak cukup! Ia masih meneriakkan dengan lantang di hadapan orang-orang musyrik, sekiranya Allah memanjangkan umurnya sampai hari itu tiba, niscaya akan dapat disaksikan upaya dahsyat darinya demi menegakkan kebenaran dan membela Rasul sallallahu alaihiwasallam meski orang-orang kafir menghalangi. Ia tidak takut kepada celaan selagi berada di jalan Allah.

Kalimat-kalimat Waraqah benar-benar mengalirkan ‘darah muda’ dan semangatnya di dalam dada saya, sesuatu yang selama ini kita dan para aktivis selalu mencari-carinya, padahal kita masih muda. Kita merasa, Waraqah benar-benar siap untuk memerangi dunia seisinya sendirian demi menjaga dan membela Rasul sallallahu alaihiwasallam yang mulia. Masih banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari kisah Waraqah bin Naufal.
Benarlah kata orang,
إِذَا كَانَتِِِ النُّفُوْسُ كِبَارًا
تَعِبَتْ فِيْ مُرَادِهَا اْلأَجْسَامُ
Apabila jiwa-jiwa itu besar
Tubuh ‘kan lelah memenuhi keinginannya

Semoga Allah merahmati orang yang telah mengucapkan kalimat berikut, “Wahai orang yang meminang bidadari surga tetapi tidak memiliki ‘sepeser’ pun semangat, jangan Anda bermimpi, jangan Anda bermimpi! Telah sirna manisnya masa muda dan yang tersisa tinggallah pahitnya penyesalan.”

Benar juga Ibnul Qayyim yang telah berkata, “Wahai orang yang bersemangat banci! Ketahuilah, yang paling lemah di papan catur adalah bidak. Namun jika ia bangkit, ia bisa berubah menjadi menteri.” [ Amru, dari buku “kepada aktivis muslim” Dr. Najih Ibrahim dengan perubahan ].

Filed under: tazkiyah

PENGUMUMAN

Mohon maaf kepada para pengunjung blog ini jika beberapa komentar tidak kami tampilkan. Di karenakan komentar yang tidak mendidik tidak ilmiyah dengan berdasar dalil dan cenderung emosional. Semua itu kami lakukan untuk meminimalisir perdebatan yang tidak ilmiyah dan di dasari atas emosi saja

Tanggalan

Jam dinding

millahibrahim_1



Blog Stats

  • 131,055 hits

Pengunjung

online

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.