At Taujih

Mengawal Wacana Iqomatuddiin

KEPADA MEREKA YG CENDERUNG PADA ORANG-ORANG DHALIM DAN TAGHUT

وَلا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لا تُنْصَرُونَ (١١٣)
“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.” (Huud: 113)

Sesungguhnya kedhaliman adalah kegelapan pada hari kiamat. Karena kedhaliman inilah ummat manusia beserta keturunannya dan bumi dengan segala yang ada di dalamnya menjadi rusak. Maka sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk mengingkari kedhaliman, mencegahnya dengan sekuat tenaga dan haram hukumnya untuk cenderung kepadanya. Dengan sebab ini semua, bumi akan menjadi aman, manusia menjadi bahagia dan jauh dari bencana serta adzab dari Allah Ta’ala.

Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka, lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim Yakni siksaan hari yang pedih (kiamat). [ QS. Az Zuhruf : 65 ].
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam juga bersabda :

إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا ظَالِمًا فَلَمْ يَأْخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمْ اللَّهُ بِعِقَابٍ مِنْهُ
“Sesungguhnya jika manusia melihat orang yang berbuat dzalim, namun mereka tidak mencegahnya, hampir saja Allah meratakan siksaan kepada mereka semuanya.” [ HR. At Turmudzi ]
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Tafsir, Uncategorized

DERITA BAGI ORANG-ORANG YANG SOMBONG

Jama’ah shalat jum’ah yang dimulyakan Allah Ta’ala
Sombong adalah penyakit yang sangat berbahaya bagi seseorang. Sedikit diantara manusia yang selamat darinya. Lebih parah lagi bahwa, orang-orang yang memiliki sifat sombong ini tidak sadar dengan penyakit mereka. Banyak orang yang mengira bahwa sombong hanya akan terjadi pada orang yang pakaiannya indah, kendaraannya mewah, rumah yang megah serta makanannya yang serba mahal. Atau ada yang beranggapan bahwa sombong itu hanya terjadi pada orang-orang kaya saja, sedangkan orang yang miskin tidak akan terjangkiti sifat sombong ini. Padahal bisa jadi orang yang sangat miskin, hidup dengan penuh kerendahan dan kemelaratan, akan tetapi ia menjadi pentolan orang-orang yang sombong.

Sombong inilah yang telah mengeluarkan iblis dari jannah. Karena enggannya iblis untuk sujud kepada nabi adam dan merasa lebih baik karena diciptakan dari api sedangkan nabi adam diciptakan dari tanah. Padahal Allah Ta’ala tidak pernah mengatakan bahwa api itu lebih baik daripada tanah. Oleh karena itulah iblis terkutuk hingga hari kiamat sedangkan ia termasuk hamba Allah yang kafir. Dari sinilah penting bagi kita untuk mendalami permasalahan ini, agar kita tidak termasuk diantara orang-orang yang sombong.

Kaum muslimin sidang Jum’at yang berbahagia…
Apa itu sombong ?
Sombong adalah sebuah keadaan dimana seseorang merasa ta’ajub dengan dirinya sendiri. Sehingga ia melihat dirinya lebih mulia dibanding yang lain. Yang lebih parah dari itu adalah sombongnya ia kepada penciptanya dengan menolak kebenaran dan tunduk terhadapnya dengan pentauhidan dan ketaatan. [ Muhammad Ibnu Abdil Wahab, al Kabair bab al kibr ].
Baca entri selengkapnya »

Filed under: khotbah jum'ah, Uncategorized

KITA MEMBUTUHKAN SEORANG RIJAAL

Allahamdulillah segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kita seorang mukmin yang senantiasa berusaha untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dan Ia lah yang telah memberikan pada kita nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga kita ditaqdirkan dapat melaksanakan shalat jum’ah di masjid ini.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada nabi junjungan, nabi besar Muhammad sallahu alaihi wasallam yang telah membawa ummat ini dari jaman jahiliyah menuju zaman yang terang benderang dengan cahaya Islam.

Suatu ketika Umar ibnul khattab radhiyallahu ‘anhu duduk duduk bersama para sahabat radhiyallahu ‘abhum dan berkata :
تَمَنَّوْا “، فَقَالَ رَجُلٌ: أَتَمَنَّى لَوْ أَنَّ لِي هَذِهِ الدَّارَ مَمْلُوءَةٌ ذَهَبًا أُنْفِقُهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، ثُمَّ قَالَ: ” تَمَنَّوْا “، فَقَالَ رَجُلٌ: أَتَمَنَّى لَوْ أَنَّهَا مَمْلُوءَةٌ لُؤْلُؤًا وَزَبَرْجَدًا وَجَوْهَرًا، أُنْفِقُهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَتَصَدَّقُ، ثُمَّ قَالَ: ” تَمَنَّوْا “، فَقَالُوا: مَا نَدْرِي يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ، فَقَالَ عُمَرُ: ” أَتَمَنَّى لَوْ أَنَّ هَذِهِ الدَّارَ مَمْلُوءَةٌ رِجَالا مِثْلَ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ الْجَرَّاحِ
Berobsesilah kalian !. kemudian salah seorang berkata : Aku berangan-angan seandainya Saya ingin rumah ini penuh dengan emas, sehingga saya bisa berinfaq di jalan Allah. Seseorang lainnya berkata: Saya ingin rumah ini penuh dengan mutiara dan permata sehingga saya dapat berinfaq dan bersedekah di jalan Allah Ta’ala. Umar berkata: Tapi saya berkeinginan rumah ini penuh dengan sosok seperti Ubaidah bin Jarrah. [ Fadhoilus shahabah 2/740, Mustadrak 'ala shahihaini : 3/252 ].
Baca entri selengkapnya »

Filed under: makalah, Uncategorized

NEGERI DEMOKRASI MEMBERANTAS KORUPSI

Berita yang menghiasi berbagai media hari ini berkisar tentang kurupsi. Mulai dari larinya para tersangka korupsi keluar negeri sampai pada orang-orang yang terduga korupsi dan baru status diperiksa sudah lari agar tidak terjerat sebagai tersangka. Seakan negeri ini tidak berdaya ketika menangani korupsi saat korupsi tersebut terkait dengan kepala negara atau presiden.

Lihatlah kasus centuri, seakan hilang ditelan zaman. Padahal para tokoh pemerintahan sudah sepakat untuk menyelaisaikan sampai keakar-akarnya. Hal tersebut dikarenakan banyak para pendamping presiden dan juga presideng sendiri yang akan terimbas oleh kasusu century jika dilanjutkan.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Uncategorized

PERBEDAAN ANTARA HUKUM WADH’I DAN HUKUM ISLAM

Segala puji bagi Alloh yang telah menurunkan Al-Qur’an sebagai aturan dan jalan hidup bagi hamba-hambaNya. Sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada

junjungan kita Nabi Muhammad saw yang telah menyampaikan risalah Robb-Ilahi kepada seluruh umat manusia.

Dr. Sayid Muhammad Nuh dengan kata-kata yang indah menerangkan tentang kondisi umat manusia hari ini. Menurut beliau manusia pada zaman ini berada di tepi jurang yang sangat dalam, hampir-hampir kakinya terpeleset atau tanah yang dia injak itu longsor sehingga ia terperosok kedalamnya. Yang mengherankan, manusia kebibungan kesana kamari untuk mencari jalan yang selamat, padahal jalan keselamatan itu terbentang dihadapannya, dan bisa ia dapatkan dengan mudah untuk diraih. Jalan keuar itu adalah hukum atau syari’at Alloh yang berupoa Kitabbulloh dan sunnah Rosullulloh, itulah jalan keluar yang haqiqi.

Alloh berfirman dalam surat Al-Maidah ayat 50 yang berbunyi :

Artinya : ” Dan siapakah yang lebih baik hukumnya (undang-undangnya) daripada Alloh bagi orang-orang yang yakin “.

Hari ini sebagian besar manusia masih menolak Alloh, mereka lebih mempercayakan hidup merekan pada hukum buatan mereka sendiri yang labil dan rentan akan kegoncangan dan perubahan kondisi, waktu dan zaman, terbukti undang-undang buatan manusia itu tidak mampu menghantarkan manusia menuju apa yang mereka cita-citakan selama ini. Syariat Islam memiliki banyak kelebihan dan keistimewaan dibandingkan dengan seluruh undang-undang yang dibuat manusia di dunia. Dalam taaulisan singkat ini akan kita paparkan kelebihan-kelebihan itu, semoga bermanfaat.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Uncategorized

SEKILAS TENTANG DEMOKRASI

Sampai hari ini, perbedaan pendapat mengenai sesuai tidaknya demokrasi dengan Islam tetap menjadi polemik tersendiri. Sebagian umat Islam yang menerima demokrasi mendirikan partai-partai Islam dan memasuki perjuangan lewat pemilu dan MPR/PARLEMEN. Bagi mereka, amat tidak masuk akal menyatakan demokrasi bertentangan dengan Islam. Sebaliknya, pihak umat Islam yang menolak demokrasi tetap bersikeras menyatakan kekufuran dan kesyirikan demokrasi. Kedua pendapat yang bertentangan ini sulit dicarikan titik temu. Tak jarang karena tidak memahami adab ikhtilaf yang baik akhirnya terjadi saling menghujat dan menyalahkan sesama aktivis Islam. Kajian ini berusaha untuk mencari kebenaran tentang hakekat demokrasi sebenarnya dan mendiskusikan kedua pendapat tadi secara jujur dan obyektif. Semoga bermanfaat. Wallahu al Musta’an.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Aqidah, dirosatul firoq, Uncategorized

URGENSI JIHAD DALAM PENEGAKAN SYARI’AT

Segala puj bagi Allah Ta’ala, Dzat yang Maha Kuasa dan Perkasa yang telah menjadikan kekuatan sebagai penopang tegaknya Dien ini, yang telah menjadikan besi sebagai inti kekuatan, yang menyimpan kekuatan luar biasa, sebagai pendamping Al Qur’an selaku hujjah bagi kaum muslimin.

Sholawat serta salam untuk Rosul tauladan, Muhammad shollallaahu ‘alaihi wasallam, seorang pemimpin mujahidin, yang telah menegakkan Dien ini dengan dakwah dan jihad, dengan Al Qur’an dan Al Hadid. Al Qur’an di tangan kanan dan Al Hadid di tangan kiri. Seorang motifator yang bersabda : “Saya diutus menjelang hari kiamat dengan pedang, sehingga Allah Ta’ala dijadikan satu-satunya yang diibadahi, tidak ada sekutu bagi-Nya, dijadikan rizkiku dibawah bayanggan tombakku, dijadikan kecil dan hina orang yang menyelisi urusanku, barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia itu adalah termasuk golongan kaum itu” [ Shohih Bukhori ]

kilasan sejarah

Kalau kita melihat perjalanan perjuangan penegakan Dien pada zaman salaful ummah, yakni pada masa Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam beserta para shabatnya, maka kita akan mendapatkan kesimpulan bahwasanya tegaknya Dien ini dipenuhi dengan lumuran darah dan pengorbanan jiwa dan raga dalam medan jihad. Sehingga rosulullah bersabda : :”Sesungguhnya siyahah ummatku adalah Jihad fie sabilillah” [ Sunan Ibnu Majah. Bab Jihad : 383. (No. Hadits : 2486) ]

Dengan jihadlah kemuliaan ummat ini terangkat, dengan jihadlah kehidupan kaum muslimin akan terbangaun, dengan jihad exsistensi kaum muslimin terwujud dan dengan jihadlah Dien ini tertegak.

Sejarah futuh makkahpun diwarnai dengan suasana jihad, karena keberangkatan rosulullah dari madinah telah menyiapkan pasukan perang yang lengkap dengan membuat setrategi penyergapan dari empat arah. Sehingga dengan ini kaum kafir quraisy takut dan menyerahkan diri.

Begitu juga perjalanan kekholifahan para shabat beliau. Abu bakar orang yang menumpas gerakan penentang zakat dengan jalan jihad. Umar bin Khottob dalam rangka pengembangan kekuasaan daerah Islam pun dengan jihad. Sehingga tidak ada satu celah perjalanan penegakan syari’at pada zaman itu dengan selain jihad, baik dengan Demokrasi ataupun dengan melalui parlementer dan institusi. Dengan jalan ini (jihad) tegaklah kalimat Allah dan tersebarlah syi’ar-syi’ar Islam di penjuru bumi.

Namun sejak runtuhnya kekholifahan Turki Utsmani pada tahun 1924 M, kondisi kaum muslimin kocar-kacir dan berpecah-belah, seperti kapal pecah yang kehilangan nahkoda. Kesatuan kaum muslimin tercerai berai, kekuatan kaum muslimin porak poranda, sehingga yang kita lihat sekarang adalah perpecahan dan kelemahan. Kewibawaan dan kemuliaan yang dulu menjadi kharisma seorang mukmin, kini pudar dan berubah menjadi kehinaan dan kerendahan. Kekuatan kaum muslimin sudah tidak diperhitungkan lagi oleh musuh, dan exsistensi kaum muslimin sudah tidak diakui di atas percaturan politik di dunia ini.

Dalam kelemahan dan kebingungan ini, kaum muslimin mencoba mencari format langkah perjuangan untuk menegakkan kembali menara kebesaran yang dulu pernah menjulang tinggi ke angkasa. Ada dari mereka yang hanya dengan dakwahnya saja tanpa mempersiapkan kekuatan untuk jihad, ada yang bergerak dengan cara mengikuti arus demokrasi. Dan masih banyak lagi format lain yang dijadikan langkah perjuangan untuk menegakkan Dien ini. Adapaun hasil yang kita lihat adalah kegagalan dan kekalahan.

Melihat kegagalan dan kekalahan ini, disini saya mencoba untuk menampilkan makalah ilmiyah tentang “Urgensi Jihad Dalam Penegakan Syari’at”. Semoga dengan makalah ini dapat menjadi solusi dan membentuk wacana baru kita, serta sebagai perbandingan dari konsep-konsep yang ada, baik itu konsep Demokrasi, parlementer atau yang lainnya. Saya buat makalah ini sebagai kepedulian dan sumbang sih saya terhadap tegaknya Dien (syari’at) di muka bumi ini. Amin
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Manhaj, Nasehat tuk penuntut ilmu, Uncategorized

THA’IFAH MANSHURAH, Seri Catatan Perjuangan ALI GHUFRON alias MUKHLAS

Seri Catatan Perjuangan

ALI GHUFRON alias MUKHLAS

THA’IFAH MANSHURAH
Kajian tentang “Kelompok yang Pasti Menang”

Pengantar

Bismillâhir-Rahmânir-Rahîm

Kepada Ikhwatul Mu’minîn yang dikasihi Allah,
Tema taushiyah kita: “Ath-Tha’ifah Al-Manshurah”

Ikhwatî fillâh, semoga Antum, kami, serta seluruh Ikhwatul Mu’minîn (saudara-saudara seiman) –khususnya mujahidin– senantiasa dijaga dan dipelihara oleh Allah SWT, sehingga tetap sabar, _______, istiqamah, dan senantiasa mendapatkan pertolongan-Nya dalam menghadapi musuh-musuh Islam dan kaum mukiminin. Amin.
Merupakan nikmat dan rahmat Allah yang besar sekali, yang Allah karuniakan bagi umat-umat Nabi Muhammad # , terutama bagi yang benar-benar beriman, lebih khusus lagi bagi para mujahidin, yangmana Allah Ta’âlâ akan menjaga tegaknya agama Islam sampai hari kiamat.

Jika kita telaah ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi # yang berkenaan dengan tipu daya dan makar musuh-musuh Islam, lalu kita sesuaikan dengan kejadian di alam nyata baik yang kita baca dalam sejarah maupun yang kita dengar dan yang kita lihat dengan mata kepala kita sendiri. Sungguh begitu dahsyat dan hebat permusuhan, tipu daya, dan makar mereka terhadap Islam, sampai-sampai Allah berfirman: “Sehingga gunung-gunung pun dapat lenyap karenanya.” (14:46).

Mereka musuh-musuh Islam, baik luar maupun dalam. Musuh luar maksudnya orang-orang kafir tulen yaitu Zionis, salibis, komunis, Majusi, dan sebagainya. Sedangkan musuh dalam adalah antek-entek mereka dari golongan orang-orang zindiq, para munafiqin, para murtaddin dangan segala jenisnya. Mereka tidak henti-hentinya berencana jahat dan berusaha keras untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin dengan berbagai cara.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah # menggambarkan bahwa kaum muslimin akan dikeroyok oeh musuh-musuhnya dari segala penjuru, bagaikan hidangan makanan yang dikerumuni oleh para penyantapnya, dan hal ini jelas berlaku pada masa kini dan diantara dampak negatifnya telah terjadi kemurtadan yang luar biasa boleh dikatakan yang terbesar yang belum pernah terjadi dalam sepanjang sejarah kaum muslimin sebelumnya, yang mana kemurtadan kali ini terjadi dan merebak dalam segala aspek kehidupan kaum muslimin kecuali yang dirahmati Allah, baik dalam akidah, syariat, hukum, akhlak, politik, ekonomi, sosial, budaya, militer, maupun pemikiran dan perilaku, dan tak ketinggalan ilmu pengetahuan dan teknologi. Benar-benar pemurtadan telah mencapai puncaknya. Betul-betul islam sedang digerogoti dari dalam maupun luar.

Sekarang yang menjadi pertanyaan dalam keadaan Ad-Din seperti ini, masih adakah hamba-hamba Allah yang siap menjadi Anshornya, siap menjadi hawariyyin dan siap menjadi mujahid-mujahid-Nya?
Syaikh Abul Hasan An-Nadawi *, dalam salah satu bukunya yang berjudul _______ (Kemurtadan terjadi dan tidak ada Abu Bakar yang dapat mengatasinya). Judul ini kelihatannya membuat kita pesimis namun sebenarnya tidaklah demikian, justeru beliau mengharapkan agar segera bermunculan pemuda-pemuda yang seperti Abu bakar Ash-Shiddiq * yang dapat mengatsi arus deras kemurtadan-kemurtadan ini.
Tetapi perlu kita ingat bahwa hal ini merupakan Sunatullah. Sudah menjadi suratan taqdir dan menjadi kehendak-Nya. Allah Ta’âlâ menentukan keadaan seperti ini semata-mata untuk menguji hamba-hamba-Nya. Betapapun seluruh manusia seisi bumi melakukan tipu daya memusuhi dan berencana jahat untuk memberangus dan menghancurkan Islam, namun Allah akan senantiasa menjaga dan menegakkan hingga hari kiamat dengan mentaqdirkan wujudnya sekelompok dari kaum muslimin yang siap berjihad dan berperang untuk membela agama-Nya. Dan mendapat pertolongannya sesuai dengan hadits berikut:

Artinya: dari Jabir bin Samurah * berkata Rasulullah # bersabda: Dien ini akan senantiasa tegak, yang mama tetap ada sekelompok dari kaum muslimin yang berperang membelanya hingga hari kiamat” H.R. ImamMuslim.
Nah, kelompok itulah yang disebut ___________________, sungguh berbahagia dan beruntung orang yang dipilih oleh Allah dapat menyertai kafilah tersebut. Mudah-mudahan kami dan Antum semua terdaftar dalam buku induknya. Amin.

Selanjutnya marilah kita perhatikan dengan seteliti mungkin, siapakah At Tha’ifah Al Manshurah itu? Bagaimana sifat-sifatnya? Seperti apa tauhid dan aqidahnya? Dan apa pula program dan aktivitasnya? Dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk kita ketahui, agara supaya kita tidak keliru dan salah. Sebab pada masa kini semua kelompok mengaku sebagai At Tha’ifah Al Manshurah, keadaan ini benar-benar sebagaimana yang terkandun dalam satu bait syair arab sebagai berikut:

Semua mengaku sebagai kekasih Laila,
sedangkan Laila tidak mengakuinya

Semua kelompok mengaku sebagai At Tha’ifah Al Manshurah,
sedangkan At Tha’ifah Al Manshurah berlepas diri dari kelompok-kelompok itu
Selanjutnya, mari kita perhatikan hadits Rasullullah # di bawah ini:

Artinya: ”Dari Salamah bin Nafil Al Kindi berkata: adalah aku duduk-duduk bersama Rasulullah # lalu ada seorang lak-laki berkata: wahai Rasulullah! Manusia telah meremehkan kuda, mereka telah meletakkan senjata dan mereka berkata: Tidak ada jihad, perang telah usai. Maka Rasulullah menghadapkan wajahnya (kepadanya) seraya berkata: Mereka telah dusta, sekarang telah tiba giliran perang dan senantiasa akan ada dari ummatku, satu ummat yang berperang membela kebenaran dan Allah menjadikan condong kepada kesesatan untuk mereka (para mujahidin) hati-hati kaum (kuffar) dan memberi rizki kepada mereka (para mujahidin) dari mereka (harta benda orang-orang kafir) hingga hari kiamat dan sehingga datang janji Allah. Dan kuda telah terikat pada ubun-ubunnya ada kebaikan sampai hari kiamat. Dan sesungguhnya Ia telah mewahyukan kepadaku bahwasanya sebentarlagi aku akan diwafatkan, dan kamu akan menyusulku kelompok demi kelompok, yang mana sebagian kamu akan memukul tengkuk-tengkuk sebagian yang lain, dan tempat tingggal negeri kaum muslimin di Syam…”H.R. Imam An-Nasa’I dan yang lainnya dengan sanad yang shahih.
Hadits tersebut menjelaskan kepada kita tentang dua sifat dari sifat-sifat At Tha’ifah Al Manshurah dengan penjelasan yang sangat jelas dan gamblang. Dua sifat tersebut adalah sebagai berikut:

Sifat pertama: kalau kita lihat sebab wurud(datang)nya hadits tersebut adalah karena adanya sekelompok orang yang mengistirahatkan dan mengumumkan akan terhentinya jihad mereka mencuaikan kuda artinya tidak ambil peduli, tidak berlatih dan tidak mentadrib kudanya. Mereka telah meletakkan senjata dan mengatakan bahwa perang telah selesai dan tiada lagi. Jadi sebab wurud hadits itu adalah adanya pengumuman akan hentinya dan tidak adanya perang.maka datanglah bantahan dan sanggahan yang jelas lagi nyata, tidak perlu ditakwil-takwil lagi bahwa Rasulullah # membantah dengan sabdanya “ mereka bohong dan sekarang ini tiba giliran perang “. Jadi perang tidak terhenti, tidak suatu sebabpun yang mewajibkan berhentinya perang atau pengumuman usainya perang. Bagaimana perang berhenti sedangkan di muka bumi masih ada kaum-kaum yang hatinya sesat dan menyimpang condong kepada kesesatan.

Kemudian Rasulullah # memuji kaum-kaum yang melaksanakn perang, yang tidak meremehkan kuda, tidak meletakkan senjata dan senantiasa menjadi muqatil dan muharib pada setip saat, dengan sabdanya yang artinya ((dan senantiasa akan adadari ummatku satu ummat yang berperang membela kebenaran)). Dengan demikian jelaslah bahwa diantara sifat At Tha’ifah Al Manshurah adalah berperan terus menerus untuk membela kebenaran mak kelompok manapun juga meskipun mengaku imannya setaraf malaikat Jibril * , aqidahnya seperti Abu Bakar Ash-Shidiq * , akan tetapi jihad dan perang bukan menjadi program utama hidupnya, maka dengan demikian batallah pengakuannya sebagai Tha’ifah Manshurah.

Sifat kedua: kita suka atau tidak suka, kita heran atau tidak heran, kita terperanjat atau tidak terperanjat, dinyatakan dalam hadits tersebut bahwa sumber ekonomi utama Tha’ifah Manshurah, makanan, harta benda, dan lainsebagainya adalah diperoleh dari musuh-musuhnya, dalam fiqh antara lain disebut ghanimah, fa’i, salab dan lain sebagainya
Perhatikan sekali lagi hadits:

Artinya: “dan Allah menjadikan hati-hati kaum (orang-orang kafir) condong kepada kesesatan untuk mereka (para mujahidin), dan Allah memberikan rizki kepada mereka (para mujahidin) dari mereka (orang-orang kafir).
Bandingkan hadits tersebut dengan hadits berikut ini:

Artinya: Dari Abdullah bin Umar * berkata, Rasulullah # bersabda: Aku diutus mendekati hari kiamat dengan pedang, sehingga Allah disembah satu-satu-Nya tiada sekutu bagi-Nya, dijadikan rizkiku di bawah naungan tombakku, dan dijadikan hina dan kerdil terhadap orang yang menyelisihi perintahku, dan barang siapa yang menyerupai dengan suatu kaum ia termasuk mereka” H.S.R Imam Ahmad dan dishahkanoleh Al Bani.
Rasulullah # sebelum diangkat menjadi nabi dan rasul bekerja menggembala kambing, berdagang dan lain sebagainya. Sesudah diankat menjadi nabi dan rasul tidak sibuk berdagang lagi. Sumber ekonomi utamanya adalah dari harta istri beliau Khadijah Al Kubra * selama di Makkah. Sesudah berhijrah ke Madinah, dan berjihad, maka seumber ekonomi utama beliau dan keluarganya adalah fa’i dan ghanimah. Sehingga sebagian dari bagian fa’i beliau yang yang diperoleh dari Yahudi Bani Nadhir cukup satu tahun untuk membiayai keperluan-keperluan dan keluarganya – Subhanallah – Beliau dan keluarganya diharamkan makan zakat, shadaqah, infaq dan lain sebagainya. Hadiah dan hibah dihalalkan. Begitulah gagahnya Nabi kita.

Harun Al Rasyid * , salah seorang khalifah dari Bani Abbasiyyah, beliau terkenal dengan kaya rayanya, memiliki berkarung-kerung emas, perak, mutiara dan sejenisnya. Dari mana harta benda itu beliau dapatkan? Kebanyakkannya dari tangan-tangan orang-orang kafir. Sebab kekuasaan beliau terbentang luas boleh dikatakan takterhinggapada saat kekhalifahannya, dan program pribadi beliau yang sangat terpuji adalah satu tahun pergi haji dan tahun berikutnya pergi berjihad (berperang) demikian seterusnya bergantian setiap tahun tetapi kalau kita baca dalam sejarah-sejarah **** yang ditulis oleh musuh-musuh Islam, beliau ditampilkan sebagai sosok manusia yang serba tama’, rakus, mengumbar syahwat dan seterusnya.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Aqidah, Manhaj, Uncategorized

SYI’AH

I. TA’RIF (DEFINISI)

A. Secara Etimologi :
Berasal dari kata: اَلْأَتْبَاع: Pengikut, اَلْأَنْصَارُ: Penolong اَلْخَاصَّةُ: Teman dekat
Ad Dzahiri berkata:

وَالشِّيْعَةُ أَنْصَارُ الرَّجُلِ وَأَتْبَاعُهُ, وَكُلُّ قَوْمٍ اجَتَمَعُوا عَلَى أَمْرِ فَهْمِ شِيْعَةٍ

“Syi’ah adalah penolong dan pengikut seseorang, dan setiap kaum yang berkumpul atas suatu urusan, maka mereka disebut Syi’ah.” [Tahdzibul Lughah : 3/61]

Az Zubaidi berkata:

كُلُّ قَوْمٍ اجْتَمَعُوا عَلَى أَمْرٍ فَهُمْ شِيْعَةٌ, وَكُلُّ قَوْمٍ عَاوَنَ إِنْسَانًا وَتَحْزُبُ لَهُ فَهُوَ شِيْعَةٌ لَهُ, وَأَصْلُهُ مِنَ الْمُشَيَعَةِ وَهِيَ لِمُطَاوَعَةِ وَالمُتَابَعَةِ

“Setiap kaum yang berkumpul atas suatu urusan, maka mereka disebut Syi’ah, dan setiap kaum yang menolong manusia dan berkelompok kepadanya disebut Syi’ah baginya. Aslinya adalah dari kata الْمُشَايَعَةُ (yang berarti) ketundukan dan mengikuti.”[ Tafsir Al Qur’an Al ‘Adzimu : 3/131].

PEMAKAIAN NAMA SYI’AH DI DALAM AL QUR’AN AL KARIM

Kalimat Syi’ah dan pecahannya yang bermakna secara bahasa, yang berlaku di dalam Al Qur’an al Karim adalah:

1. Yang bermakna firqah (kelompok) atau ummat atau jama’ah (kumpulan) manusia

Allah Ta’ala berfirman:

ثُمَّ َلنَنْزِعَنَّ مِنْ كُلِّ شِيْعَةٍ أَيُّهُمْ أَشَدُّ عَلَى الرَّحْمَنِ عِتِيًّا {69}

“Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap Syi’ah siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Ar Rahman (Yang Maha Pemurah).” (QS. Maryam: 69).
Maksud dari ‘tiap-tiap Syi’ah’ adalah “Dari tiap kelompok Jama’ah dan ummat”.

2. Yang bermakna firqah

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اَّلذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَكَانُوْا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَىْءٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah dien-Nya dan mereka menjadi Syi’ah tidak ada tanggung jawabmu sedikitpun terhadap mereka.” (QS. Al An’am: 159). Maksud dari “Mereka menjadi Syi’ah” adalah “Golongan”.[ Tafsir Al Manar : 8/214]

3. Bermakna Serupa

Firman Allah Ta’ala:

وَلَقَدْ أَهْلَكْنَآ أَشْيَاعَكُمْ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ {51}

“Dan sungguh telah Kami binasakan “As Syi’ah” dari kalian, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran.” (QS. Al Qomar: 51) Maksud dari “As Syi’ah dari kalian” adalah “Yang serupa dengan kalian dalam kekufuran, dari ummat-ummat yang terdahulu”.[ Jami’u Al Bayan : 27/112]

4. Bermakna pengikut, teman dekat, dan penolong

Allah Ta’ala berfirman:

وَدَخَلَ الْمَدِينَةَ عَلَى حِينِ غَفْلَةٍ مِّنْ أَهْلِهَا فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلاَنِ هَذَا مِن شِيعَتِهِ وَهَذَا مِنْ عَدُوِّهِ فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِي مِن شِيعَتِهِ عَلَى الَّذِي مِنْ عَدُوِّهِ فَوَكَزَهُ مُوسَى فَقَضَى عَلَيْهِ قَالَ هَذَا مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ عَدُوٌّ مُّضِلٌّ مُّبِينٌ {15}

“Maka didapatinya di dalam kota dua orang laki-laki yang berkelahi, yang seorang dari Syi’ahnya (bani isail) dan seorang lagi dari musuhnya (kaum Fir’aun), maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya, lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu.” (QS. Al Qashash: 15). [Tahdzib Al Lughah : 3/63 ].
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Aqidah, dirosatul firoq, Uncategorized

HARAKAH JIHAD IBNU TAIMIYAH

Buku ini yang asli berjudul Ibnu Taimiyah wa ‘amalul jama’i. buku karangan Syaikh Abdurrahman Abdul Kholiq ini kemudian diterjemahkan kedalam bahasa indonesia dengan judul Harakah jihad ibnu taimiyah, karena harakah itu sunnah bukan bid’ah.

Abdurrahman Abdul kholiq dalam kitab tersebut memaparkan bahwa dalam rangka jihad fisabilillah untuk amar ma’ruf nahyu munkar dan tegaknya syari’at di bumi dibutuhkan sebuah jama’ah yang kuat. bahkan Ibnu taimiyah memantau jama’ah beliau walaupun beliau dipenjara.

Maka dengan keterangan kitab tersebut jelaslah bagi kita bahwa berjama’ah dalam rangka amar ma’ruf nahyu munkar dan tegaknya khilafah adalah sesuatu yang masyru’ dan tidak bertentangan dengan nas-nas syar’i. tidak ada yang menolaknya kecuali orang-orang yang ngeyel dan taqlid buta pada suyukh mereka.

Walaupun buku tersebut telah dibantah oleh beberapa ustadz salafi maz’um, akan tetapi antum bisa menimbang dalil kitab tersebut dengan bantahannya. Sungguh jauh antara sama’ [ langit ]dengan sumur dari segi dalil. karena mereka hanya bersemangat membantah walau dengan dalil yang lemah atu tadlis [ berdusta ] atas nama ulama’. selamat membaca tulisan tersebut dan semoga bermanfaat bagi kita.

INGIN BUKUNYA, DOWNLOAD DI LING INI. Download

Filed under: download buku, Uncategorized

PENGUMUMAN

Mohon maaf kepada para pengunjung blog ini jika beberapa komentar tidak kami tampilkan. Di karenakan komentar yang tidak mendidik tidak ilmiyah dengan berdasar dalil dan cenderung emosional. Semua itu kami lakukan untuk meminimalisir perdebatan yang tidak ilmiyah dan di dasari atas emosi saja

Tanggalan

Jam dinding

millahibrahim_1



Blog Stats

  • 131,055 hits

Pengunjung

online

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.