At Taujih

Mengawal Wacana Iqomatuddiin

BULAN RAMADHAN, BULAN JIHAD DAN KEMENANGAN

annajah EDISI 48Bulan Ramadhan adalah bulan kekuatan ruhiyah yang mendorong seseorang untuk beramal. Sehingga seorang mukmin berkeyakinan bahwa ibadah yang telah Allah Ta’ala wajibkan akan menguatkan ruhnya dan mengembalikan kemuliaannya.

Sejarah telah mengingatkan kita tentang peristiwa kemenangan-kemenangan besar yang menjadi titik awal perubahan Islam. Para ulama’ ahli tarikh juga telah menulis sejarah kemenangan Islam dibulan ramadhan. Perang Badar, dimana 300 tentara Islam melawan sekitar 1000 orang kafir, terjadi pada bulan Ramadhan tahun 2 Hijriah. Perang Uhud juga terjadi pada bulan Ramadhan tahun 2 Hijriah. Dalam perang yang akhirnya dimenangkan tentara kafir itu, 1000 tentara Islam melawan 3000 orang kafir. Perang Ahzab terjadi pada bulan Ramadhan tahun 5 Hijriah, sedang penaklukkan kota Makkah terjadi pada bulan Ramadhan tahun 8 Hijriah. Perang Tabuk, perang pertama tentara Islam melawan kekuatan adikuasa Romawi ketika itu terjadi pada tahun 9 Hijriah. Bahkan kisah penyerbuan Spanyol yang menandai awal masuknya Islam ke daratan Eropa yang dipimpin oleh panglima Thariq bin Ziyad, juga terjadi pada bulan Ramadhan tahun 92 Hijriah. Ini artinya bulan ramadhan adalah bulan jihad, kemenangan dan kemuliaan.

Akan tetapi ramadhan kita pada masa-masa ini tidak dapat sebagaimana ramadhan pada masa kekhilafahan masih tegak. Ramadhan datang sedangkan ummat islam dalam keadaan didholimi. Lihatlah bagaimana jeritan dan luka umat islam di Palestina, Iraq, Afganistan, Pilipina selatan dan berbagai negeri Islam. Mereka mendapatkan sebelum ramadhan luka, dan kemudian datang ramadhan dengan luka baru.

Jika musuh-musuh Islam menghentikan serangan pada bulan ramadhan karena menghormati bulan tersebut (kata mereka), akan tetapi mereka datang setelah ramadhan dengan berbagai senjata untuk menghancurkan ummat Islam.
Bersamaan dengan mengalirnya darah ummat islam, kita akan mengenang beberapa kesuksesan dan semangat yang tinggi dari mujahidin diberbagai bumi jihad agar meneguhkan hati kita. Dan ramadhan tetap menjadi bulan jihad serta kemenangan walaupun ummat Islam lemah.

Mujahidin dibulan ramadhan
Ramadhan merupakan bulan jihad. Rasulullah  dan para Shahabat  telah memberi umat ini keteladanan, bahwa di bulan penuh barokah ini pintu-pintu surga terbuka lebar, sebab itu Khairu Ummah tersebut mengisinya dengan ibadah dan jihad. Hal inilah yang memberi semangat dan inspirasi para Mujahidin diberbagai bumi Islam untuk mengintensifkan serangannya ke wilayah-wilayah musuh. Di bawah ini akan kami cuplikkan beberapa kejadian-kejadian penting di bumi jihad.

Somalia
Pada paruh pertama Ramadhan 1428 H, para Mujahidin Somalia yang pernah membuat malu tentara AS (difilmkan oleh Hollywood dengan judul “Blackhawk Down’) ini telah berhasil menyerang markas kepolisian yang diback-up tentara penjajah Ethiopia di Mogadishu. Dalam serangan ini dilaporkan, banyak dari tentara Ethiopia tewas. Serangan ini dilanjutkan dengan operasi malam hari, pada 16 Ramadan 1428H, di mana sejumlah Mujahidinh Somalia dari Youth Islamic Movement menyerang sebuah kendaraan militer dekat Arafat Hospital di Al-Masani Street di Mogadishu. Banyak tentara kafir Ethiopia mati. Dalam serangan malam hari tersebut, para Mujahidin Somalia mendapatkan banyak ghanimah berupa amunisi berikut senjata api dari berbagai jenis.

Iraq
Sedangkan di Iraq, Pada tanggal 15 oktober 2006 bertepatan dengan 22 romadhon 1427 Hijriah, Majelis Syuro Mujahidin Irak bersama dengan kelompok yang beraliansi dengan mereka di tambah dengan Harokah Fursan Ul-Tauhid dan Jundu Millah Ibrohim serta berbagai kabilah dan suku di Irak memproklamirkan berdirinya daulah islamiyah Iraq, dengan wilayah meliputi Baghdad, Al-Anbar, Diyala, Kirkuk, Sholahuddien, Ninawah, Babil dan Al-Wassat. Dan di Ba’iat Asy-Syaikh Al-Mujahid Abu ‘Umar Abdulloh Ar-Rosyidi Al- Husaini Al-Quroisyi Al-Baghdadi sebagai Amirul Mukminin daulah islamiyah Iraq.

Berikut ini kami petikkan salah satu ucapan bai’at dari kelompok-kelompok Jihad tadi atas Abu Umar Al Quroisy Al Husaini Al Bagdadi;”Saya katakan kepada amir dan syaikh kami yang tercinta: laksanakanlah apa yang Allah perintahkan di dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Sungguh demi Allah yang telah mengangkat langit tanpa tiang seandainya engkau membawa kami menyeberang lautan, pasti kami akan menyeberang bersamamu. Dan tidak ada seorangpun diantara kami yang tertinggal. Karena sejak hari ini kami adalah tentara-tentaramu yang gagah berani dan tulus. Maka bawalah kami mengarungi berbagai musibah dan mara bahaya apapun yang engkau inginkan, pasti tidak akan engkau dapatkan dari kami selain mendengar dan taat pada apa yang engkau katakan dan mentaati apa yang engkau perintahkan.”

Afganistan
Bulan Ramadhan tahun 1422 H negara Islam Afghanistan dibawah pimpinan Mulla Mohammad Omar penuh diisi dengan dentuman dan hujan lebat misil-misil dan bom-bom termasuk beberapa bom terbesarnya, daisy cutter, buatan Amerika.

Daisy cutter, nama yang diberikan kepada bom yang beratnya 7,5 ton yang dijatuhkan dengan payung terjun dari B-52 dan meledak beberapa meter di atas tanah yang ledakannya begitu hebat dengan menghancurkan dan membakar apa saja yang ada dipermukaan tanah seluas beberapa ratus meter. Daisy cutter ini adalah salah satu dari ratusan bom yang jatuhkan kepada mereka yang berada di sekitar Tora Bora, Afghanistan bagian timur, kemarin, Selasa, 11 Desember 2001. Daerah yang menurut Bush dan kelompok aliansi utara diperkirakan tempat Osama Bin Laden dengan Al Qaedanya berada dan mempertahankan diri.
Tapi dengan izin Allah Ta’ala syaikh Usamah dan para mujahidin selamat. Hanya ada beberapa yang gugur menemui syahid. Padahal perkiraan Amerika, syaikh Usamah dan al qoida akan hancur setelah penyerangan tersebut.

Palestina
Di Palestina, Ramadhan yang agung dan segala aktivitas yang ada di dalamnya memiliki warna khusus dan eksklusif. Dalam bulan Ramadhan, aksi jihad dan istisyhadiyah memiliki nuansa tersendiri. Para pemuda muslim yang merindukan syahadah berlomba dalam jihad dan aksi syahid. Mereka berbodong-bondong memburu syahadah demi menggapai pahala yang agung. Sedang aksi perlawanan dan penyerangan terhadap penjajah Israel, pada bulan Ramadhan juga menunjukkan gejala istimewa bila dibandingkan dengan bulan-bulan lain. Puasa tak pernah menyurutkan semangat mujahidin Palestina, justru sebaliknya.

Apa Selanjutnya?
Di hari-hari yang mengingatkan kita kepada peristiwa besar, Perang Badar Kubra, mengisahkan kepada kita sebuah episode kemenangan fiah qalilah (kelompok yang kecil) terhadap fiah katsirah (kelompok banyak) yang kafir. Yang menjelaskan kepada umat manusia, bahwa kemenangan milik orang-orang mukmin yang memiliki aqidah yang kokoh (aqidah rasikhah) di dalam hati, bukan sekadar senjata dan peralatan canggih. Itulah yang dapat disaksikan diberbagai bumi jihad hari ini. Berkat kemuliaan Ramadhan, dua atau tiga orang mujahidin mampu mengalahkan musuh-musuhnya dengan imannya yang kokoh dalam hati sebelum dengan senjata dan amunisi, dalam menghadapi sepasukan militer lengkap dengan persenjataan super canggih.

Apa yang kita saksikan dari perlombaan para pemuda Islam menyongsong syahadah fi sabilillah, khususnya di bulan Ramadhan yang mulia ini, dan berbagai kemenangan yang mereka
realisasikan dalam banyak persitiwa dalam menghadapi musuh yang dilengkapi dengan persenjataan modern dan canggih, adalah bukti nyata yang menunjukan bahwa peristiwa Badar dapat terulang kembali dalam belantara jihad.

Pada moment Ramadhan ini, di mana doa-doa orang yang berpuasa dikabulkan oleh Allah , kami mengajak kaum muslimin untuk menyelipkan doa pada setiap doa yang kita panjatkan. Baik ketika sedang berpuasa, berbuka, habis shalat fardhu, bermunajat di sepertiga malam, atau kapanpun khususnya di bulan Ramadhan ini. Do’a memiliki kekuatan yang dahsyat apalagi dibulan ramadhan.

Ingatkah kita dengan Syekh Muhammad Muhaisany yang berdoa di Mekkah Mukarromah pada bulan Ramadhan 1422 H ?. Doa beliau sungguh dahsyat dan menggentarkan hati seluruh ummat Islam dimanapun berada. Dalam doanya, Syekh Muhaisany banyak memohon kepada Allah  agar menolong mujahidin dimana pun mereka berada dan agar Allah  menghancurkan seluruh kekuatan toghut, terutama Amerika yang beliau sebut sebagai sumber toghut dan malapetaka di dunia ini. Akibat doa beliau yang dahsyat itu, rezim toghut Saudi berang dan memenjarakan beliau.

Jika kaum muslimin pada bulan ramadhan ini belum berkemsempatan untuk berjihad, minimal mereka mendo’akan kemenangan bagi para mujahidin dan kehancuran bagi orang-orang kafir. Walaupun kemampuan kita hanya sekedar do’a, namun tidak tertutup kemungkinan, jika doa itu terpanjat oleh jutaan ummat Islam di seluruh dunia, dengan diiringi istighfar, hamdallah dan shalawat Nabi, Insya Allah, Allah  berkenan memberikan pertolongan kepada pejuang-pejuang Islam. Waallahua’lam bishshawaab. [amru].

Filed under: makalah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: