At Taujih

Mengawal Wacana Iqomatuddiin

Koreksi terhadap majalah asy syari’ah

syaAdapun latar belakang saya menyampaikan koreksi dan pelurusan terhadap majalah Asy Syari’ah ini, Pertama: Semata-mata karena kehendak Allah Ta’ala, karena atas izin-Nya ada hamba Allah yang memberikan sebagian majalah tersebut kepada saya, sebagaimana yang saya sampaikan dalam muqaddimah risalah koreksi ini, Kedua: Menurut saya syubhat atau bid’ah atau kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam majalah Asy Syari’ah jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan syubuhat atau bid’ah atau kesalahan-kesalahan yang terdapat di dalam majalah-majalah, tulisan-tulisan yang lainnya, khususnya bagi masyarakat umum yang ingin kembali kepada as sunnah san berhasrat mengikuti jejak langkah salaf, dan di samping itu bid’ah-bid’ahnya akan lebih cepat dianggap sebagai sunnah apabila tiada seorangpun yang mengecamnya, dan mengoreksinya, sebab para pengasuhya dikenali oleh orang awam bahwa mereka adalah As Salafiyun (orang-orang salafi) dan tidak henti-hentinya mengaku sebagai kelompok ahlus sunnah wal jama’ah, kelompok bermanhaj salaf, al firqah an-najiyah, berilmu dengan ilmu yang benra dan sebagainya dan sebagainya.

Maka melihat kenyataan seperti itu dan demi menunaikan perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya serta berusaha mengamalkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai berikut:

Artinya: “Ad-dien adalah nasihat, kami katakan: bagi siapa? Beliau bersabda: Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi rasul-Nya dan bagi para pimpinan kaum muslimin dan orang-orang awamnya.”

Dan dalam hadits yang lain yang diriwayatkan Imam Al Bukhari dan Imam Muslim :

Artinya: “Dari Jabir bin Abdillah radliallahu’anhu berkata: Aku membai’at Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mendirikan shalat, tegakkan zakat dan menasihati bagi setiap muslim.” (Mutafaq ‘alaih)

Dan tidak diragukan lagi bahwasanya menerangkan kesalahan-kesalahan dalam urusan ad-dien dan mentahdzir darinya serta memberikan sanggahan terhadapnya adalah merupakan sebesar-besar nasihat bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi Rasul-Nya dan seluruh kaum muslimin, sebab dengan mendiamkan kesalahan tersebut agama manusia akan rusak dan seterusnya akan membawa kepada rusaknya dunia mereka dan akhiratnya.

Saya bukan termasuk ahlul ilmi sebagaimana yang dikehendaki oleh Al Imam Al Auza’i rahimahullah yang telah tersebut di atas, akan tetapi saya hanyalah sebagai orang awam biasa yang dikaruniai Allah Ta’ala setitik ilmu, sehingga ? Alhamdulillah ? dengan setitik ilmu itu saya bisa membaca sebagian kitab-kitab ahlul ilmi dan memahami aqwal mereka, dan dari situ saya dapat mengetahui adanya kesalahan-kesalahan di dalam majalah Asy Syari’ah.

Dan menurut hemat saya kesalahan-kesalahan itu bermuara dari dua golongan, yaitu: 1- Kesalahan orang ‘alim yang diikuti dan 2- Dari kebodohan orang-orang yang menyangka diri mereka berilmu, dan saya menganggap ? wallahu a’lam ? bukan kesalahan golongan ketiga yaitu ahlul bid’ah dan ahluz zaigh, sebab kita melihat dari segi lalainya saudara-saudara kita para pengasuh majalah Asy Syari’ah dan semisalnya mereka adalah orang-orang yang hendak menghidupkan as sunnah. selengkapnya download ling berikut Download

Filed under: download buku, syubhat

5 Responses

  1. abu usamah mengatakan:

    wah bukanya ust imam samudra telah mentahdir kaum “as syriah” para pembebek baaduh…mereka sangat bahaya dalam pemikiran lebih bahaya dari orang orang yang mereka sesatkan…subgguh mereka terkena ayat allah…wahai kaum yang mengaku salafi bukalah tafsir surat alhujurot …agar kauu faham apa hukum menghina para muslimin atau mujahid…

  2. catatanpinggirhati mengatakan:

    syukron atas sharingnya. semoga Allah memberatkan timbangan amal antum semua di akhirat nanti.

  3. budi p mengatakan:

    alangkah baiknya jika kalian duduk bersama dan berdiskusi untuk menegakan kalimat tauhid dan kembali kepada as sunnah agar bisa meredam perselisihan. saya khawatir ada pihak yg bermain2 dan memanfaatkan perpecahan ini untuk menikam islam dari dalam.

    • admind mengatakan:

      yang jadi masalah, mereka sulit untuk di ajak duduk bersama. karena telah menganggap lainnya dengan kesesatan. dan bahkan mengecap anjing-anjing neraka. biarlah letupan letupan kecil yang kami paparkan ini menjadi penyadar bagi yang masih disadarkan untuk kembali pada kebenaran.

  4. anto mengatakan:

    selama ada perbedaan prinsip, metode dan keyakinan maka perselisihan adalah keniscayaan…apa yg penulis tulis di atas benar menurutnya termasuk apa yg ditulis oleh yg dikritik adalah juga benar menurut mereka…kebenaran hakiki hanya milik NYa dan para utusannNYA..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: