At Taujih

Mengawal Wacana Iqomatuddiin

MU’TAZILAH MENYERANG ISLAM

Peperangan antara haq dan batil akan senantiasa ada hingga datangnya hari kiamat. Bahkan diantara prinsip ahlussunnah wal jama’ah meyakini bahwa jihad akan senantiasa ada hingga qiyamis sa’ah.
Dari sinilah orang-orang kafir dan pengikutnya menggalang kekuatan untuk merobohkan islam. Mereka menggalang kaum nasionalis, paganis, demokratis dan tidak ketinggalan gerakan-gerakan sesat seperti murji’ah, khowarij, mu’tazilah dan berbagai firoq lainnya. Tujuannya hanya satu, yaitu menyerang islam dan pengikutnya.

Diantara mereka bahkan ada orang-orang yang cerdas, ahli ibadah, serta ulama’nya. Imam adz Dzahabi menjelaskan dalam perkataannya dalam kitab sairul a’lam an nubala’ juz 3 halaman 45 :
Ghulat mu’tazilah, ghulat syi’ah, dan ghulat hanabilah, dan ghulat asya’iroh dan ghulat murji’ah dan ghulat jahmiyah dan ghulat karomiyah telah menyebar diseluruh dunia dan jumlah mereka banyak. Diantara mereka ada orang-orang yang pandai, ahli ibadah dan ulama’. Kita memohon pada Allah ampunan dan maghfiroh untuk ahli tauhid. Dan kita berlepas diri pada Allah dari hawa nafsu dan bid’ah, dan kita mencintai as sunnah dan pengikutnya. Dan kami mencintai seorang ‘alim yang senantiasa memiliki sifat mutaba’ah dan sifat-sifat yang mulia. Dan kami tidak menyenangi apa-apa yang diikuti dari ta’wil-ta’wil yang sesat.

Itulah pemikiran-pemikiran sesat yang muncul pada zaman dahulu dan masih exsis sampai sekarang. Pemikiran-pemikiran itulah yang kemudian digunakan oleh musuh-musuh Islam untuk menyerang pejuang-pejuang islam dan pengikut ahlussunnah wal jama’ah. Pada pembahasan kali ini kita akan membahas peran mu’tazilah dalam menggembosi umat islam untuk memperjuangkan islam.

Dengan penjelasan ini semoga menjadi jelas jalan orang-orang yang berbuat dosa dan kesesatan. Walaupun kesesatan tersebut dilingkupi dengan orang-orang cerdas dan para ulama’ nya.

Sejarah mu’tazilah
Mu’tazilah adalah termasuk firqoh diantara firqoh-firqoh islam yang muncul pada akhir masa Umawi dan berkembang pada masa Abasiyah. Kelompok ini menyandarkan hanya kepada akal saja dalam masalah-masalah aqidah sehingga jauhlah mereka dari aqidah ahlussunnah wal jama’ah. Diantara nama-nama lain dari mu’tazilah adalah qodariyah, al ‘adliyah, ahlul ‘adli wat tauhid dan yang lainnya. [ al mausu’ah al muyassaroh fil adyan wal madzahib wal ahzab al ma’ashiroh, Nadwah al ‘ilmiyah lis syabab al islami. http://www.said.net].

Islam sebenarnya tetap menghargai akal. Akan tetapi harus ditempatkan pada tempat yang sesuai dengan syari’at. Diantaranya, akal tidak boleh bertentangan dengan dalil yang jelas dari qur’an dan sunnah. Akalpun tidak boleh dipakai dalam permasalahan-permasalahan gho’ib yang seharusnya dikembalikan pada wahyu. Dan kita tidak boleh mengedepankan akal dalam hal yang belum kita ketahui hikmah dari suatu permasalahan.

Mu’tazilah pada awalnya hanya memili dua pemikiran yang menyeleweng. Pertama adalah keyakinan mereka bahwasanya manusia memiliki kemampuan mutlak untuk menciptakan seluruh perbuatannya sendiri. Yang populer mengangkat pemikiran tersebut adalah Ghoylan ad damsyiqi. Ia menyebarkan pemikirannya ini pada masa kholifah Umar bin Abdul ‘Aziz sampai pada pemerintahan Hisyam bin abdul Malik. Dan akhirnya ia mati ditangan Hisyam karena pemikirannya tersebut.

Yang kedua adalah pemikiran bahwasanya pelaku dosa besar tidaklah menjadi seorang mukmin dan juga tidak kafir. Akan tetapi mereka menempatkan pelaku dosa besar pada kefasikan yang berada dua kedudukan. Ini hukum di dunia, sedangkan di akhirat mereka tidak masuk jannah karena belum beramal dengan amalan ahlull jannah. Bahkan ia kekal di dalam neraka walaupun mereka dinamakan seorang muslim dan mengucapkan dua kalimah syahadat.

Setelah beberapa saat kemudian mereka mengembangkan pemikirannya dengan menyimpulkan pemikirannya menjadi lima dasar. Diantaranya adalah at tauhid, al ‘adl, al wa’du wal wa’id [ janji dan ancaman], almanzilatu baina manzilataini [ kedudukan diantara dua kedudukan], al amru bil ma’ruf wan nahyu ‘anil munkar [memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar].
Tidak disini tempatnya untuk mendalami pemikiran mereka, karena sempit dan terbatasnya lembaran-lembaran ini. Akan tetapi cukuplah kita memahami dua pokok awal pemikiran mereka, karena yang lainnya hanyalah pengembangan.

Kemunculannya kembali
Banyak buku-buku dan para pakar yang berusaha menghidupkan kembali pemikiran ini setelah lenyap beberapa saat. Maka mereka kenakanlah nama dan pakaian baru agar menarik. Muncullah nama seperti Islam liberal, gerakan pembaharu, gerakan pembebasan, cendikiawan muslim dan lain-lain.

Pemikiran-pemikiran mereka rata-rata dipengaruhi oleh pemikiran barat yang serba rasional. Maka berusahalah mereka mentafsirkan nas-nas syar’i disesuaikan dengan akalnya. Diingkarilah oleh mereka peristiwa-peristiwa mu’jizat yang disebutkan alqur’an. Maka dihilangkanlah peristiwa ashabul fiil dan yang lainnya. Semuanya ini adalah imbas mendewakan akal.

Yang paling berbahaya dari pemikiran mu’tazilah hari ini adalah usaha mereka untuk merubah hukum-hukum syar’i yang terdapat dalam kitab dan sunnah dengan dalil yang jelas. Maka dihapuslah hukuman murtad dalam islam, kewajiban jihad, pelaksanaan hukuman had dan yang lainnya. Apalagi tema-tema tentang hijab wanita muslimah, poligami, emansipasi, perceraian, serta warisan. Mereka perjuangkan pemikiran-pemikiran tersebut mati-matian dan meminta pada umat islam untuk menimbang hal-hal tersebut dengan akal mereka. Padahal maksud mereka adalah akal yang sesuai dengan barat.

Diantara penyeru-penyeru paham ini adalah Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina Mulya, Jakarta, Azyumardi Azra, IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Abdallah Laroui, Masdar F. Mas’udi, Pusat Pengembangan Pesantren dan Masyarakat, Jakarta. Goenawan Mohammad, Majalah Tempo, Jakarta. Nasaruddin Umar, IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Mohammed Arkoun, University of Sorbone, Prancis. Komaruddin Hidayat, Yayasan Paramadina, Jakarta. Sadeq Jalal Azam, Damascus University, Suriah. Said Agil Siraj, PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Rizal Mallarangeng, CSIS, Jakarta. Budi Munawar Rahman, Yayasan Paramadina, Jakarta. Ihsan Ali Fauzi, Ohio University, AS. Taufiq Adnan Amal, IAIN Alauddin, Ujung Pandang. Hamid Basyaib, Yayasan Aksara, Jakarta. Ulil Abshar Abdalla, Lakpesdam-NU, Jakarta. Luthfi Assyaukanie, Universitas Paramadina Mulya, Jakarta. Saiful Mujani, Ohio State University, AS. Ade Armando, Universitas Indonesia, Depok – Jakarta.Syamsurizal Panggabean, Universitas Gajahmada, Yogyakarta. dan masih banyak lagi. Mereka memakai berbagai media mulai dari radio, koran surat kabar dan bahkan TV untuk menyebarkan pemikiran mu’tazilah ini.

Walaupun gencarnya permusuhan mereka terhadap islam, akan tetapi Allah akan senantiasa menolong diin-Nya walaupun orang-orang kafir tidak menyenanginya. [ Amru ]

Iklan

Filed under: 'Adawah

Surat Umi Khalid Al Islambuly

images1Setelah sembilan tahun hidup bersama Muhajirin dan Mujahidin
Umi syahid Khalid Al Islambuly kendati telah sepuh masih menyempatkan diri menulis surat khusus kepada situs ‘alemarh’ sesaat sebelum kembali ke negaranya.
(Khalid Islambuly adalah pahlawan Islam yang telah berhasil membunuh fir’aun modern, Anwar Sadat presiden Mesir saat parade militer)

Segala puji bagi Allah.
Shalawat dan salam atas Rasulullah dan siapa saja yang mengikutinya.
Anak-anakku tercinta: Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh.

Saya tulis surat ini sesaat sebelum kepulanganku ke negara Mesir. Dan Allah lebih mengetahui sejauh mana kerinduan dan kecintaan yang ada dalam hatiku kepada kalian semua. Demi Allah, sungguh terasa sangat berat bagiku berpisah dengan kalian. Namun saya masih sedikit terhibur di mana saya meninggalkan kalian dalam lindungan dan pemeliharaan Allah. Saya tidak akan melupakan selamanya penghormatan yang telah kalian berikan pada saya, perhatian kalian yang lebih dan selalu menanyakan kondisi saya. Kendati saya belum pamitan kepada kalian semua sebelum saya pergi namun saya doakan kalian semua semoga tetap dijaga dan dipelihara oleh Allah.

Nasehat saya pada kalian hendaknya saling bahu membahu di atas satu hati dan janganlah kalian berpecah belah. Hendaknya persoalan kalian diselesaikan dengan cara syura antara kalian. Tidak ada yang besar dan kecil di antara kalian karena kalian semua satu sama lain bagaikan bangunan kokoh “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dengan bershaf rapi bagaikan bangunan kokoh”. Ketahuilah wahai anak-anakku, sesungguhnya memerangi hawa nafsu pada era ujian yang tengah kalian jalani ini merupakan sesuatu yang besar lagi agung. Kalian tengah berada pada limpahan karunia Allah. Untuk itu pergunakanlah sebaik-baiknya dan berpeganglah dengan karunia dan hidayah Allah atas kalian. Kalian berada dalam kebenaran dan Allah bersama kalian. Dia akan memperkuat kalian, menjaga kalian dan menunjukkan kalian pada kebaikan hamba-Nya.

Anak-anakku; berapa lama lagi saya mendambakan bisa menyertai kalian dalam memerangi musuh-musuh Allah namun ini sudah merupakan kehendak Allah. Saya memohon kepada Allah semoga menjadikanku dapat selalu berkhidmat terhadap Mujahidin. Saya akan tetap mendoakan buat kalian hingga saya berjumpa Robbku. Dan saya memohon kepada Allah semoga menghimpunku di surga Firdaus A’la bersama semua orang yang saya cintai yang telah lebih dahulu mati syahid. Pada detik-detik terakhir sebelum safarku ini saya gunakan kesempatan untuk mendoakan seorang lelaki sholeh, Amirul Mukminin ( Mulla Omar ) yang telah berkorban dengan kerajaan dan kekhilafahannya demi berpegang teguh pada prinsip-prinsip Islam yang benar. Saya memohon kepada Allah kiranya mengembalikan lagi kepemimpinan dan kekhilafahannya dan memuliakannya di dunia sebelum di akhirat.

Saya sampaikan salam penghormatan dan doa tulusku untuk seluruh Mujahidin. Terkhusus putraku tersayang dan terhormat, sang Mujahid Abu Abdillah Usamah bin Ladin. Saya memohon kepada Allah semoga menjaga saudara-saudara dan anak-anaknya dari segala keburukan dan menghindarkannya dari makar musuh.

Salamku buat semua ikhwah di setiap tempat yang pernah saya temui, mereka mengenal saya dan saya kenal mereka. Saya titipkan kalian kepada Allah yang tidak akan tersia-siakan titipan-Nya. Saya tinggalkan kalian pada pemeliharaan dan penjagaan Allah.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ibu kalian semua, Umi Khalid Al Islambuly
Rabu 25 Shafar 1423 H/8 Mei 2002

Filed under: Profil Mujahid

PENGUMUMAN

Mohon maaf kepada para pengunjung blog ini jika beberapa komentar tidak kami tampilkan. Di karenakan komentar yang tidak mendidik tidak ilmiyah dengan berdasar dalil dan cenderung emosional. Semua itu kami lakukan untuk meminimalisir perdebatan yang tidak ilmiyah dan di dasari atas emosi saja

Tanggalan

Jam dinding



Blog Stats

  • 325,176 hits

Pengunjung

online