At Taujih

Mengawal Wacana Iqomatuddiin

-=-=-=- SERUAN KEPADA SAUDARA MUSLIM-=-=-=-

Segala puji hanyalah bagi Allah Azza Wa Jalla. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan hanya pada-Nya, meminta keampunan kepada-Nya. Dan meminta perlindunganNya dari kejahatan diri kami dan keburukan amal-amal kami.

Amma ba’du…
Wahai saudara yang mengaku beriman kepada Allah, yang mengaku meridlai Allah sebagai rabbnya, yang meridlai islam sebagai diennya dan Muhammad sebagai nabi dan rasulNya, marilah berhenti sejenak dari putaran kehidupan yang semakin jauh dari hidayah, merenungi diri; sudahkah kita menjadi seorang muslim sebenarnya, yang dikehendakiNya???

Sudahkah kita laksanakan segala kewajiban dan kita tinggalkan segala larangan dengan segenap kemampuan kita, jiwa raga bahkan nyawa kita, sudahkah kita pertaruhkan untuk itu?? Apakah kita telah menghayati dan mengamalkan Islam itu dengan sepenuhnya, sehingga melahirkan jiwa yang senantiasa tunduk patuh kepada Yang Maha Pencipta. Pernahkah kita menghitung berapa harikah yang telah kita lalui dengan amalan-amalan untuk akan menjadi bekal di akhir perjalanan untuk kita diadili oleh Allah, dan berapa harikah yang terbuang sia-sia atau dipenuhi dengan maksiat dan dosa yang telah kita lakukan??.

Ikhwanul Muslimin !!!

Setiap hari bahkan setiap jam -dari media massa; elektronik maupun cetak- kita disuguhi dengan nasib umat Islam yang setiap hari semakin terpuruk dan menderita. Harga diri dan kehormatan umat islam diinjak injak seperti sampah, darah umat islam tercecerkan di setiap tempat dan seakan menjadi barang dagang yang paling murah atau tidak ada harganya sama sekali, kehormatan dien Islam telah dihinakan. Berapa banyak pemuda pemuda islam yang terbantai oleh komunis Rusia, muslimin di Irak, para muslimin di Afghanistan yang harus hidup dalam belenggu kaum salibis setelah sebelumnya bernaung dibawah bendera ‘laa ilaahailla llah’. Juga para ulama’ yang mendekam dibalik jeruji besi para umara’ yangtelah menjual agamanya demi dunia di jazirah Arab. Kehormatan muslimin yang direndahkan di seluruh penjuru dunia; Siangapura, Malaysia, Indonesia, Afrika selatan dll. para gadis muslimah dan ibu ibu muslimah yang dicelai dan dinodai, dibakar hidup hidup dan dibantai dengan kejam di Gujarat, Setiap hari mereka berdoa kepada Allah sebagaimana dalam surah an-Nisa’:75 “…Ya Tuhan Kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau dan berilah kami penolong dari sisi Engkau.”
Setiap saat dan waktu -saat ini- mereka sedang berperang dengan senjata untuk mengembalikan kehormatan kepada Dien ini. Mereka sanggup mati di medan perjuangan asalkan Islam dapat dibela dan ditegakkan. Lalu mari kita bertanya kepada diri kita sendiri, di saat semua ini terjadi, disaat mereka melawan tank tank dan machinegun dengan batu, disaat mereka kehilangan 3000 orang saudara dalam 3 malam, dimanakah kita?? Dimanakah kita?? Dimanakah kita yang selalu berucap didepan massa kita, “kita adalah muslimin? Kita perjuangkan dien ini??!!”. Sedang menonton konser? Sedang enak-enak makan di cafe sambil menonton siaran sepakbola, tinju, film film holywood yang merusak moral ?? Atau sedang khusyuk mentelaah pelajaran, rapat tekhnis untuk mencari target target duniawi, atur strategi untuk raih suara di pemilu, sedangkan saudara-saudara kita disembelih dan dibunuh ???.
. . . . . . . . .
. . . . . . . . .

Diriwayatkan daripada Nu’man bin Basyir r.a: Rasulullah s.a.w bersabda: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kasih sayang dan saling cinta-mencintai adalah seperti sebatang tubuh”. Apabila salah satu anggotanya mengadu kesakitan, maka seluruh anggota tubuh yang lain turut merasa sakit (Mutafaqun Alaih). Bak kata pepatah Melayu ‘cubit paha kiri, paha kanan terasa juga’, tetapi pada saat ini umat Islam di Palestina, Chechnya, Kashmir, Gujarat dan Afghanistan bukan hanya dicubit paha mereka, tetapi dibunuh, disembelih, dilecehkan, diusir dan dibakar hidup-hidup.

Maka apakah yang perlu kita lakukan? Terus dengan kehidupan yang aman ini sambil menutup mata dan berlepas diri dari penderitaan mereka?!? …. Kita mesti bertindak. Jangan duduk-duduk lagi! Jangan hanyut dengan dunia yang penuh dengan tipu daya ini. Bebaskan diri dan umat ini dari fitnah akhir zaman ini. Kita perlu bergerak dan mempersiapkan diri dengan taqwa, ilmu, yakin, tawakal dan sabar. Apakah cukup untuk kita menandatangani memorandum membantah keganasan Israel? Berdemonstrasi di kedutaan Amerika? Membakar bendera negara-negara kafir harbi tersebut? Mengutuk dan mengecam keganasan mereka dalam sidang OKI? Apakah cukup dengan hanya memboikot produk mereka dan sebagainya? Ketahuilah wahai para pemuda Islam, bahwa tindakan-tindakan kalian itu tidak dapat langsung mengubah dasar keganasan Amerika terhadap Islam, tidak dapat langsung menghentikan orang-orang Yahudi dari melepaskan butiran peluru ke tubuh umat Islam dan mengusir umat Islam dari kediaman mereka. Percayalah bahwa itu bukanlah tindakan yang sebenarnya yang perlu kita lakukan terhadap mereka; berlandaskan al Quran dan as-Sunnah. Renungkanlah!
. . . . . . .
. . . . . . .

Ikrar kalimah Syahadah yang dilafazkan bukanlah omongan kosong dan bisikan mainan untuk sekadar bermain dibibir-bibir. Syahadah yang dilafazkan untuk mengikrarkan bahwa Allah itu sebagai satu-satunya Ilah (Tuhan) dan Muhammad sebagai Rasulullah itu seharusnya menjadi dasar usaha dan amal diri untuk mengubah nasib ummat ini.

Akidah ini memerlukan PEMBELA! Akidah ini memerlukan syabab-syabab (pemuda-pemuda) yang dapat merealisasikan tuntutan syahadah yang dilafazkan, agar ungkapan itu yang dahulunya sekedar menari-nari di bibir, menjadi pencetus bermulanya suatu perubahan! Suatu perubahan yang akan mengembalikan Izzah(kemuliaan) ummah ini.

Bersumpahlah wahai syabab (pemuda)! Bersumpahlah bahwa mulai hari ini kamu harus membuktikan bahwa kamu akan membela setiap lelaki, wanita, kanak-kanak dan orang tua yang memerlukan pembelaan darimu. Bangunlah wahai Syabab-syabab dari tidurmu. Bangunlah! Bangunlah dari tidurmu yang cukup lena dan bukalah matamu dengan seluas-luasnya terhadap permasalahan yang menimpa umat. Kalau bukan kita; pemuda-pemuda yang mengaku bahwa tiada Ilah selain Allah dan Muhammad itu hamba dan Rasul- Nya, siapa lagi yang akan membela nasib umat Islam ini ???

Apakah kita akan mengharapkan kanak-kanak, wanita-wanita dan orang-orang tua untuk membela umat Islam yang tertindas dan teraniaya? Tidakkah kita malu dengan diri kita jika kita mengharapkan mereka? Sadarlah !!!

Mereka bukannya memerlukan kehebatanmu dalam pengaplikasian teknologi. Mereka bukannya memerlukan kebijaksanaanmu dalam menjaga pembangunan ekonomi. Yang mereka perlukan ialah Syabab (pemuda) yang bersedia menjadikan dirinya sebagai HAMBA ALLAH saja dan seterusnya melaksanakan perintah yang telah lama mati ditelan virus WAHN, yaitu cinta kepada dunia dan takut akan mati atau qital(perang). Mereka memerlukan para pemuda yang sanggup menjual jiwa dan hartanya kepada Allah demi mengembalikan Izzah (kemuliaan) umat Islam. Sesungguhnya, ketahuilah wahai pemuda Islam sekalian, bahwa hidup kita ini bukannya untuk bersuka-suka, bermegah megah, mengumpulkan harta kekayaan ataupun untuk mengejar nama, pangkat, ijazah, gelar dan sebagainya. Dunia ini tidak lain hanyalah merupakan tipu daya semata dan nikmat di dunia ini terlalu sedikit jika hendak dibandingkan dengan nikmat surga di akhirat kelak. …”Kesenangan di dunia ini hanyalah sebentar dan akhirat itulah yang lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa”… (An Nisa’ 4:77)

Apakah karena kenikmatan dunia yang tidak seberapa dan tidak kekal ini, kita sanggup menggadaikan nikmat di akhirat yang cukup besar dan kekal? Fikirkanlah wahai syabab yang berakal sekalian! Janganlah mengira bahwa kita akan masuk surga dengan mudah. Mulailah melangkahkan langkah kaki pertamamu saat ini untuk merebut kemenangan yang dijanjikan atau syahid di jalan Nya.

Telah bersabda Rasulullah saw dalam satu hadits shahih yang panjang yang telah diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi bahwa periode umat Islam akan terbagi kepada 5 bagian.
1. Zaman Kenabian, Yakni zaman Nabi saw.
2. Zaman Khilafah (Kerajaan Islam) yang sesuai dengan sistem kenabian (yaitu zaman Khalifah Ar-Rasyidin)
3. Zaman Raja yang menggigit (yaitu sejak bermulanya zaman Bani Umayyah hingga zaman Turki Utsmaniyyah)
4. Zaman Raja yang diktator (yaitu sejak jatuhnya Turki Utsmaniyyah sampai sekarang).
5. … Kemudian akan muncul lagi khilafah (kerajaan Islam) yang sesuai dengan sistem kenabian (sebagaimana zaman Khalifah Ar-Rasyidin) dan inilah kemenangan Islam yang telah dijanjikan Allah kepada kita melalui lisan RasulNya saw.

Sadarilah bahwa aqidah Salafus Sholeh ini (akidah orang-orang sholeh terdahulu yaitu Nabi saw, Sahabat ra, serta 3 generasi pertama Islam rhm.) hanya akan tegak dengan darah-darah syuhada’ dan bukannya dengan penguasaan ekonomi, tekhnologi atau retorika-retorika sejenis lainnya.

Sadarlah bahwa Izzah umat ini hanya akan dikembalikan setelah kita benar-benar berjihad (perang) di atas jalan Nya.

“Orang-orang yang BERIMAN dan BERHIJRAH serta BERJIHAD (qital yaitu perang) di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat KEMENANGAN” (At Taubah 9:20).

“Dan Allah telah BERJANJI kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal sholeh bahwa Dia SUNGGGUH-SUNGGUH akan menjadikan mereka BERKUASA di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan SUNGGUH Ia akan MENEGUHKAN bagi mereka DIEN mereka (dienul Islam) yang telah diredhai Nya untuk mereka; dan Ia juga akan menukarkan keadaan mereka kepada keamanan setelah mereka mengalami ketakutan. Mereka terus beribadat kepadaKu dengan tidak mempersekutukan sesuatu yang lain denganKu. Dan (ingatlah) barang siapa yang KUFUR/INGKAR SESUDAH ITU, maka mereka itulah orang-orang yang durhaka” (An Nur 24:55).

Percayalah bahwa ummat ini akan terus terhina selama kita masih meninggalkan jihad (yaitu qital / perang, yang menjadi bukti paling utama dan paling tinggi pemahaman kita terhadap tauhid kepada Allah Azza Wajalla, dan para Fuqaha mengartikan Jihad hanyalah memerangi orang-orang kafir dengan segenap kemampuan).

Filed under: Manhaj, tazkiyah, Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: