At Taujih

Mengawal Wacana Iqomatuddiin

BERMU’AMALAH DENGAN AHLU BID’AH

Dewasa ini kita dihadapkan kepada permasalahan yang cukup serius. Yaitu adanya sebagian orang yang berlebihan dalam mensikapi ahlul bid’ah yang ghoiru mukaffiroh, dan orang yang terlalu meremehkan dalam mensikapi dan bermuamalah dengan pelaku bid’ah mukaffiroh.
Maka untuk mengetahui batas-batas dalam bermu’amalah dengan ahli bid’ah kita perlu mengetahui terlebih dahulu pembagian bid’ah tersebut.
Pembagian bid’ah :

1. Bid’ah mukaffiroh (yang bisa menjadikan pelakunya menjadi kafir) :
Ciri-cirinya adalah : Orang yang mengingkari urusan yang telah disepakati ke-mutawatirannya di dalam syare’at. Seperti menghalalkan yang haram atau menghalalkan yang haram, atau berkeyakinan dengan sesuatu yang tidak pantas bagi Allah Rosul dan kitabnya dari urusan nafi (peniadaan) dan itsbat (penetapan), karena itu semua merupakan tindakan mendustakan kitab dan dan apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad seperti bid’ahnya Jahmiyah didalam mengingkari shifat Allah Ta’ala dan perkataan mereka bahwa Al-Qur’an adalah makhluq. (ma’arijul qobul : 3/1228).

Permasalahan penghalalan dan pengharaman adalah hak khusus bagi Allah maka barang siapa menghalalkan dan mengharamkan selain yang datang dari Allah dan Rosulnya maka ia telah membuat suatu syare’at atau undang-undang dan barangsiapa yang membuat syare’at maka ia telah menuhankan dirinya. (al-wala’ wa al-bara’ fi al-islam : 141 ).

(( ألا له الخلق والأمر ))
“ingatlah ! menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah”
Dan untuk menetapkan kekafiran atas orang-orang semacam ini harus ada iqomatul hujjah atas mereka terlabih dahulu. (lihat ma’arij al-qobul 3/1229).

2. Bid’ah ghoiru mukaffiroh (yang tidak menjadikan pelakunya kafir).
Yaitu yang tidak mendustakan kitab dan apa yang dibawa oleh Rosulullah, seperti bid’ahnya seperti bid’ahnya ruhaniyah yang diingkari oleh para pemuka sahabat dan tidak dikafirkan dan mereka tidak mencabut bai’atnya seperti mengakhirkan sebagian waktu sholat atau mendahulukan khutbah sebelum sholat ied (karena takut jama’ahnya bubar)… (ma’arij al-qobul : 3/1229).
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Aqidah, fiqih, Uncategorized

SYARAT NASHR

وعد الله الذين آمنوا منكم وعملوا الصالحات ليستخلفنهم في الأرض كما استخلف الذين من قبلهم وليمكنن لهم دينهم الذي ارتضى لهم وليبدلنهم من بعد خوفهم أمنا يعبدونني لا يشركون بي شيئا ومن كفر بعد ذلك فأولئك هم الفاسقون
Dan Alloh telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan mengganti (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap mengibadahi-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasiq.
(An-Nuur 55)
Baca entri selengkapnya »

Filed under: 'Adawah, analisa, syubhat, tazkiyah

BEBAN SEBUAH PERJUANGAN

Konfrontasi antara yang haq dan batil akan senantiasa ada dan terus berlangsung sepanjang zaman. Kedua jalan tersebut tidak akan pernah sepi dari pengusungnya. Kebatilan akan senantiasa menekan dengan berbagai cara agar yang haq sirna. Sementara hari ini kebatilan berada di atas angin. Ia mencengkramkan kuku-kukunya untuk menjadikan pengusung kebenaran menjadi orang-orang yang asing.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: 'Adawah, tazkiyah

Siapakah Murjiah Itu?

Murji-ah itu ada tiga macam:
Golongan pertama adalah murji-ah di dalam masalah iman dan yang menolak taqdir, yaitu madzhab murji-ah yang dianut oleh Qodariyah dan Mu’tazilah.
Golongan kedua adalah murji-ah di dalam masalah iman dan Jabr, yaitu manusia itu di dalam segala perbuatan tidak berperan sama sekali karena semuanya terjadi atas takqir Alloh, yaitu madzhab murji-ah yang dianut oleh kelompok Jahmiyyah.
Golongan ketiga adalah golongan yang lain dengan golongan Qodariyah dan Jabariyyah.. mereka itu adalah golongan Al Yuunusiyyah, Al Ghossaaniyyah, Ats Tsaubaaniyyah dan Al Muroisiyyah.
Mereka itu dinamakan Murji-ah karena mereka mengakhirkan amalan dari iman, karena irjaa’ itu artinya adalah mengakhirkan. Kalau dikatakan:
أرجيته، وأرجأته
Maka artinya adalah aku telah mengakhirkannya
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Aqidah, syubhat

AQIDAH PENGAKU-AKU SALAFI DALAM TINJAUAN AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH

Tulisan ini dikarang oleh syaikh Abi Abdillah Muhammad buwailnaitu Al Marokisyi. Judul aslinya adalah aqiadah ad’iya’ as salafiyah fi mizani ahlussunnah waljama’ah. Buku ini konsentrasi pada pembahasan iman dan kufur yang menyeleweng dari pemahaman salaf. Kitab ini secara gamblang menjelaskan kesesatan pemahaman mereka [ salafy palsu ] karena telah mengikuti pemahaman murji’ah dalam masalah iman dan pemahaman jahmiyah dalam masalah kekufuran.

Tak hanya itu, buku ini juga membantah berbagai syubhat dalam masalah iman dan kufur secara gamblang. Semoga buku ini bermanfaat untuk ummat dalam rangka menjaga manhaj salaf dari berbagi penyelewengan dan supaya jelas jalan orang-orang yang sesat. Silahkan download di alamat berikut : download

Filed under: Aqidah, download buku, Manhaj, syubhat

KOREKSI TERHADAP GERAKAN-GERAKAN ISLAM

Alloh Ta’aalaa berfirman :
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu
(QS. Al Maaidah : 3)

Ini merupakan nash yang menunjukkan bahwa Islam adalah nikmat dari Alloh Ta’aalaa bahkan ia merupakan nikmat yang paling besar dan paling agung. Dan bagian seorang hamba dalam mendapatkan nikmat ini sesuai dengan kualitas Islamnya dan pelaksanaan dia terhadap syari’at-syari’atNya, dan nikmat yang didapatkan oleh ummat ini sesuai dengan andil ummat dalam melaksanakan Syari’at Islam.

Ini artinya bahwa hilangnya hukum Islam dari negeri kaum muslimin dan berkuasanya hukum-hukum kafir sebagai penggantinya, adalah disebabkan kekurangannya dalam mengamalkan dinul Islam dan kekurangan dari nikmat Alloh Ta’aalaa. Ini selamanya tidak akan terjadi kecuali apabila kaum muslimin melakukan kerusakan yang mencapai pada batas yang menyebabkan seperti ini. Sebagaimana firman Alloh Ta’aalaa :
ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Alloh sekali-kali tidak akan merubah sesuatu ni`mat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al Anfaal : 53)
Dan Firman Alloh :

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Alloh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).(QS. Asy Syuro : 30)

Bersamaan dengan terjadinya musibah ini, yaitu hilangnya hukum Islam dari kaum muslimin dan berkuasanya hukum kafir di negara Islam yang ditandai dengan runtuhnya khilafah Islam, kaum muslimin secara individu maupun berjama’ah berusaha untuk menyelesaikan masalah ini. Maka banyak jama’ah-jama’ah yang berusaha menegakkan kembali khilafah dan menegakkan hukum Islam, namun belum ada yang ditakdirkan untuk mendapatkan kemenangan dan keberhasilan satupun diantara jama’ah tersebut, hal ini pasti kembali kepada kekurangan dalam keimanan. Alloh Ta’aalaa berfirman :
وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ
“..Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman”
(QS.Ar Ruum : 47)
Baca entri selengkapnya »

Filed under: analisa, makalah, tazkiyah

jihad bersama imam

Sebagian pihak menyebarkan syubhat bahwa hari ini tidak ada kewajiban jihad karena tidak ada imam syar’i (kholifah) padahal jihad harus bersama imam. Orang-orang yang berjihad tanpa adanya kholifah pada zaman ini ; berdosa, akan kembali kepada adzab Allah dan berarti menangkap anak panah dari kemurkaan Allah dan menusukkan ke dadanya sendiri (bunuh diri).
Jawaban :
Baca entri selengkapnya »

Filed under: syubhat

LIMA PRINSIP UNTUK MERAIH KEMENANGAN

Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
1. Sesungguhnya kemenangan itu hanya di tangan Alloh saja.
2. Sesungguhnya Alloh menjanjikan kemenangan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman terhadap musuh-musuh mereka di dunia.
3. Sesungguhnya janji ini diberikan kepada mereka yang sempurna imannya, dan setiap orang mendapatkan bagian dari janji ini sesuai dengan kadar imannya masing-masing.
4. Sesungguhnya tidak terrealisasinya janji ini menunjukkan tidak terpenuhinya syarat keimanan (untuk meraih kemenangan – pent.).
5. Jika janji ini tidak terealisasi maka seseorang tidak akan berhak mendapatkannya kecuali jika dia menyempurnakan syarat-syarat untuk mendapatkan janji ini.
Penjabaran dari prinsip-prinsip ini adalah sebagai berikut: silahkan download di ling ini : Download

Filed under: download buku, tazkiyah, Uncategorized

PENGUMUMAN

Mohon maaf kepada para pengunjung blog ini jika beberapa komentar tidak kami tampilkan. Di karenakan komentar yang tidak mendidik tidak ilmiyah dengan berdasar dalil dan cenderung emosional. Semua itu kami lakukan untuk meminimalisir perdebatan yang tidak ilmiyah dan di dasari atas emosi saja

Tanggalan

Jam dinding



Blog Stats

  • 310,886 hits

Pengunjung

online