At Taujih

Mengawal Wacana Iqomatuddiin

JIHAD DALAM KONDISI LEMAH

Mungkin akan muncul sebuah pertanyaan yang mengganjal pada benak sebagian kita, bagaimana mungkin jihad sebagaimana ditetapkan dalam syari’at tersebut bisa terlaksana dengan baik sementara kekuatan umat Islam persis sebagaimana yang diramalkan oleh Rosululloh shollallohu ‘alai wa sallam, yaitu seperti buih yang dibawa banjir, tidak mempunyai bobot sama sekali. Di sisi lain umat Islam sendiri sudah terlalu jauh meninggalkan pemahaman-pemahaman syari’at mereka sendiri, sehingga kebodohan merata di berbagai pemasalahan, sampai-sampai sesuatu yang sudah jelas sejelas matahari disiang bolongpun masih banyak yang tidak menyadarinya. Pemahaman Islam yang benar menjadi sebuah pemikiran yang sangat asing di sebagian besar masyarakat Islam itu sendiri.
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يُوشِكُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمُ الأُمَمُ مِنْ كُلِّ أُفُقٍ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ عَلَى قَصْعَتِهَا» قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمِنْ قِلَّةٍ بِنَا يَوْمَئِذٍ قَالَ:«أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ تُنزعُ الْمَهَابَةَ مِنْ قُلُوبِ عَدُوِّكُمْ وَيُجْعَل فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ» قَالُوا وَمَا الْوَهَنُ؟ قَالَ: «حُبُّ الْحَيَاةِ وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
“Hampir-hampir datang waktunya kalian dikeroyok oleh semua bangsa dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka mengeroyok hidangan mereka.” Kami (sahabat) bertanya:”Wahai Rosululloh, apakah karena waktu itu jumlah kami sedikit?” Beliau menjawab:”Kalian ketika itu banyak, akan tetapi kalian seperti buih banjir. Dicabut rasa takut dari hati musuh-musuh kalian dan dijadikan dalam hati kalian kelemahan.” Mereka (sahabat) bertanya:”Apakah kelemahan itu ?” Beliau menjawab:”Cinta hidup dan benci mati.” [ HR. Ahmad II/359, V/278 dan Abu Dawud kitab Malahim V/no. 4297 dan dishohihkan oleh Al-AlBani dalam silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah: II/647 no. 958 ]

Dan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُم
“Apabila kalian berjual beli dengan cara ‘iinah, mengikuti ekor-ekor sapi, rela dengan bercocok tanam dan kalian tinggalkan jihad, niscaya Alloh akan menimpakan kepada kalian kehinaan yang tidak diangkatnya kembali sampai kalian kembali kepada diin kalian.” [ HR. Abu Dawud kitabul buyu’: 45 no. 3462 dan Ahmad II/42, 84 dan Al-Baihaqi dalan As-sunan Al-Kubro V/316 dan dishohihkan oleh Al-Albani dalam silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah I/42 no. 11 ].
Begitulah kehinaanpun melanda umat Islam hari ini. Alloh menimpakan kehinaan kepada mereka lantaran jihad ditinggalkan. Kehinaan yang berupa berkuasanya orang-orang kafir terhadap mereka, berkuasanya orang-orang yang tidak mempunyai kasih sayang kepada umat Islam hanya lantaran mereka beriman kepada Alloh. Dan kehinaan ini termasuk adzab pedih yang Alloh sebutkan dalam firman-Nya
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمْ انفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنْ الْآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ إِلَّا تَنفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu :”Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu meresa berat dan ingin tinggal ditempatmu. Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal kenikmatan hidup di dunia (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah akan menyiksa dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (At-Taubah:38-39)
Berangkat dari kenyataan tersebut (lemahnya umat Islam dan berkuasanya orang-orang kafir dimuka bumi) mungkin sebagian akan menilai bahwa hukum-hukum syar’i seputar jihad ini tidaklah relevan pada zaman sekarang ini atau sebagian mencoba mentakwil-takwilkan dengan pemahaman yang lain atau mencoba mencari program lain yang menurut mereka lebih relevan dan realistis untuk masa sekarang ini. Maka tidak jarang kita dapati sebagiam mereka bergabung kedalam permainan demokrasi, sebagian lagi menutup diri dalam dunia dakwah dan tarbiyah saja sedangkan kemenangan umat mereka pasrahkan sepenuhnya kepada Alloh tanpa mempersiapkan diri untuk berjihad. Lalu sebenarnya bagaimana syari’at menjawab persoalan ini. Untuk lebih detailnya silahkan download di link berikut. http://www.4shared.com/file/258919908/e7714cda/jihad_ketika_lemah.html

Filed under: 'Adawah, Manhaj

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: