At Taujih

Mengawal Wacana Iqomatuddiin

INI HANYALAH UJIAN

Segala puji bagi Alloh yang telah memuliakan umat ini dengan jihad, dan yang telah memerintahkan untuk menghinakan orang-orang kafir dan atheis. Dan sholawat serta salam semoga terlimpahkan kepada sang komandan mujahidin dan pemuka manusia, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya seluruhnya.
Amma ba’du:

Sesungguhnya diantara ketetapan Alloh yang tidak akan pernah berubah adalah; bahwasanya ujian dan penyaringan hamba-hamba-Nya yang beriman itu pasti berlaku. Oleh karena itu setiap orang yang berjuang untuk agama Alloh pasti akan merasakan berbagai macam ujian sebelum Alloh memberikan kemenangan dan kekuasaan. Sebagaimana yang Alloh ta’ala firmankan:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ , وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al ‘Ankabut: 2-3)
Dan Alloh ta’ala berfirman:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْاْ مِن قَبْلِكُم مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاء وَالضَّرَّاء وَزُلْزِلُواْ حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللّهِ قَرِيبٌ
Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk jannah, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rosul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Alloh”. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Alloh itu amat dekat. (QS. Al Baqoroh:214)

Dan Alloh ta’ala berfirman:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّهُ الَّذِينَ جَاهَدُواْ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ
Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Alloh orang-orang yang berjihad di antara kalian, dan belum nyata orang-orang yang sabar. (Ali Imron: 142)
Dan Imam Malik rohimahulloh mengatakan, bahwasanya Umar bin Abdul Aziz berkata: Aku tidaklah iri kepada seseorang yang belum pernah mendapatkan gangguan lantaran menjalankan ajaran ini.” Dan ada orang yang bertanya kepada Asy Syafi’i rohimahulloh: Manakah yang lebih baik bagi seseorang, diberi kekuasaan atau diuji? Maka Asy Syafi’i menjawab: “Dia tidak akan diberi kekuasaan sampai ia diuji.”
Maka, tidak ada kekuasaan kecuali setelah ujian, sebagaimana firman Alloh ta’ala:

وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي قَالَ لاَ يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ
Dan (Ingatlah), ketika Ibrohim diuji Robb-nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrohim menunaikannya. Alloh berfirman:”Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrohim berkata:”(Dan saya mohon juga) dari keturunanku. Alloh berfirman:”Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zhalim”. (QS. Al Baqoroh:124)
Dan Alloh ta’ala berfirman:

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ
Dan kami jadikan di antara mereka para pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami ketika mereka bersabar dan mereka yakin terhadap ayat-ayat Kami.
Dan ketahuilah wahai para mujahidin, bahwasanya apa yang telah menimpa kalian dan yang akan menimpa kalian berupa: dibunuh, atau diusir, atau diasingkan, atau ditawan, atau diuji, atau diburu, atau disiksa, atau yang lainnya, itu semua sesungguhnya adalah kemuliaan bagi kalian baik di dunia maupun di akherat, dengan kekuatan dan dukungan Alloh, dan itu semua juga merupakan tambahan pahala bagi kalian. Karena telah disebutkan di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Sa’ad bin Abi Waqqosh, ia berkata: Wahai Rosululloh, siapakah manusia yang paling berat ujiannya? Beliau menjawab:

الأنبياء ثم الأمثل فالأمثل فيبتلى الرجل على حسب دينه فإن كان دينه صلبا اشتد بلاؤه وإن كان في دينه رقة ابتلى على حسب دينه فما يبرح البلاء بالعبد حتى يتركه يمشى على الأرض ما عليه خطيئة
Para Nabi, kemudian orang yang paling baik setelahnya, kemudian orang yang paling baik setelahnya. Seseorang itu diuji sesuai dengan agama (iman)nya, jika imannya kokoh maka ujiannya berat, dan jika imennya tipis maka ia akan diuji sesuai dengan imannya. Kemudian seseorang itu akan terus diuji sampai ia berjalan di muka bumi sedangkan dia sudah tidak memiliki lagi dosa.

Hadits ini diriwayatkan oleh An Nasa-i dan At Tirmidzi, dan ia mengatakan: Hadits ini Hasan Shohih. Dan dalam masalah ini telah diriwayatkan sebuah hadits dari Abu Huroiroh dan saudara perempuan Hudzaifah bin Al Yaman, bahwasanya Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya: Siapakah manusia yang paling berat ujiannya? Beliau menjawab: Para Nabi, kemudian orang yang paling baik setelah mereka, kemudian orang yang terbaik setelah mereka.

Hadits ini dinyatakan shohih oleh Ibnu Hibban dan Al Hakim.
Maka janganlah kalian melemah dan janganlah kalian bersedih karena kalian adalah orang-orang mempunyai derajat tinggi jika kalian beriman. Dan kami mengerti bahwasanya mereka tidak menyiksa kalian kecuali karena jihad fi sabilillah dan membela kaum tertindas dari kalangan kaum muslimin. Alloh ta’ala berfirman:

وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَن يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ
Dan mereka tidak menyiksa orang-orang beriman melainkan karena orang yang beriman itu beriman kepada Alloh Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
Dan Alloh ta’ala berfirman:
الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِن دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَن يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ
(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata:”Rabb kami hanyalah Alloh”. Dan sekiranya Alloh tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Alloh. Sseungguhnya Alloh pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Alloh benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Al Hajj: 40)

Dan Alloh ta’ala berfirman:
وَمَا تَنقِمُ مِنَّا إِلاَّ أَنْ آمَنَّا بِآيَاتِ رَبِّنَا لَمَّا جَاءتْنَا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ
Dan kamu tidak menyiksa kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Robb kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami”. (Mereka berdo’a):”Ya Robb kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)”. (Al A’rof: 126)
Dan Alloh ta’ala berfirman:
وَقَالَ رَجُلٌ مُّؤْمِنٌ مِّنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ إِيمَانَهُ أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَن يَقُولَ رَبِّيَ اللَّهُ وَقَدْ جَاءكُم بِالْبَيِّنَاتِ مِن رَّبِّكُمْ وَإِن يَكُ كَاذِبًا فَعَلَيْهِ كَذِبُهُ وَإِن يَكُ صَادِقًا يُصِبْكُم بَعْضُ الَّذِي يَعِدُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّابٌ
Dan berkatalah seorang beriman dari keluarga Fir’aun yang menyembunyikan imannya: Apakah kalian akan membunuh orang yang mengatakan: Robb ku adalah Alloh. Sedangkan dia telah datang kepada kalian dengan memnbawa bukti-bukti dari Robb kalian. Dan jika ia berdusta maka kedustaannya akan kembali kepada dirinya sendiri, dan jika dia benar maka sebagian janjinya itu akan kalian dapatkan. Sesungguhnya Alloh tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas dan pendusta.

Dan sangatlah disayangkan, kalian juga tidak selamat dari hujatan sebagian orang yang aktif dalam bidang ilmu, dakwah dan amal-amal baik, yang mana mereka itu tidak hanya sekedar menterlantarkan kalian, akan tetapi lebih dari itu mereka selalu menghina kalian. Dalam kata pepatah dikatakan:
وظلم ذوي القربى أشد مضاضة *** على النفس من وقع الحسام المهندِ
Dan kedholiman yang dilakukan oleh kerabat sendiri itu benar-benar lebih menyakitkan…
Terhadap hati daripada hunjaman pedang yang tajam …

Dan sungguh orang-orang telah mulai menyebut kebaikan kalian memuji kalian lantaran apa yang telah kalian lakukan. Kalian telah menjayakan din Alloh dengan jihad fi sabilillah, dan kalian telah menghinakan kaum salib dan kaum yahudi serta para pendukung mereka. Dan Alloh telah menetapkan bahwa din ini berjaya melalui tangan-tangan kalian pada saat ini. Sunggung telah diriwayatkan dalam sebuah hadits dari Anas bin Malik, bahwasanya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من أثنيتم عليه خيرا وجبت له الجنة ومن أثنيتم عليه شرا وجبت له النار أنتم شهداء الله في الأرض أنتم شهداء الله في الأرض أنتم شهداء الله في الأرض
Siapa saja yang kalian puji dengan baik maka ia pasti masuk syurga, dan siapa saja yang kalian sebut dengan kejelekan maka ia pasti masuk neraka. Kalian adalah saksi Alloh di muka bumi. Kalian adalah saksi Alloh di muka bumi. Kalian adalah saksi Alloh di muka bumi. (Hadits ini muttafaq ‘alaih, dengan menggunakan lafadz yang diriwayatkan oleh Muslim).

Dan di sini kami menulis dua risalah:
Risalah pertama: Kami tujukan kepada orang-orang yang diuji dengan ditawan, disiksa dan lain-lain yang sejenisnya. Kami katakan kepada mereka: Bahwasanya jalan ini adalah jalan para Nabi dan orang-orang sholih sebelum kalian. Dan agama ini tidak akan mungkin jaya kecuali dengan melalui rintangan-rintangan semacam ini. Seandainya Islam itu dapat berjaya dengan tanpa ujian tentu Muhammad bin Abdulloh shollallohu ‘alaihi wa sallam orang yang paling paling pantas untuk menjayakan Islam dengan tanpa ujian. Beliau adalah pemuka seluruh manusia dan didukung oleh wahyu dari langit, namun demikian beliau harus berjihad, berjuang dan merasakan berbagai macam ujian berupa tekanan, pemboikotan, pengusiran dari tempat yang paling dicintai Alloh dimuka bumi ini, dan ujian-ujian lainnya, yang dilakukan oleh orang-orang kafir. Dan banyak para pemuka sahabat yang terbunuh dalam rangka menyebarkan Islam dan mendakwahkannya. Selain itu banyak para imam pilihan juga telah merasakan pembunuhan, penangkapan dan siksaan. Maka, bagi orang yang ingin menegakkan agama Alloh haruslah mengikuti jejak mereka.

Dan ketahuilah bahwasanya jika kalian dibunuh maka kalian mati syahid di jalan Alloh, dan jika kalian dipenjarakan, maka penjara kalian itu merupakan khowat , ibadah dan tafakkur. Dan jika kalian disiksa maka siksaan kalian itu merupakan ujian untuk peningkatan derajat dan menghapus dosa kalian. Dan jika kalian diusir dan diasingkan maka itu merupakan hijroh di jalan Alloh. Dan sesungguhnya kalian itu berpindah-pindah dari kebaikan menuju kebaikan. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits shohih:
عجباً لأمر المؤمن إن أمره كله خير وليس ذلك لغير المؤمن : إن أصابته سراء شكر فكان خيرا له وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له
Sungguh menakjubkan keadaan orang yang beriman itu. Sesungguhnya seluruh keadaanya baik. Dan itu semua tidak dimiliki kecuali orang orang yang beriman; Jika ia mendapatkan kelapangan ia bersyukur, maka itu baik baginya, dan jika ia terkena kesusahan ia bersabar, maka itu baik baginya.

Risalah kedua: Kami tujukan kepada saudara-saudara yang berjihad dan berjuang. Yang terkadang semangat mereka mengendor ketika saudara-saudara mereka terkena musibah di jalan Alloh, kami katakan kepada mereka: Teruslah berjalan dengan diiringi berkah dari Alloh dalam memperjuangkan agama Alloh. Karena sesungguhnya ini adalah jalan yang benar. Dan janganlah kalian berbelok hanya lantaran ujian semacam ini. Dan jangan sampai apa yang menimpa saudara-saudara kalian itu melemahkan kekuatan kalian. Dan janganlah kalian putus asa dari rahmat Alloh. Dan jadilah kalian sebagai hamba-hamba Alloh yang Alloh sebutkan dalam firman-Nya:

فَمَا وَهَنُواْ لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَمَا ضَعُفُواْ وَمَا اسْتَكَانُواْ وَاللّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (Ali Imron: 146)
Dan tetaplah kalian berwaspada, karena Alloh telah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ خُذُواْ حِذْرَكُمْ
Hai orang-orang yang beriman, bersiapsiagalah kalian, (An Nisa’: 71)

Dan perhatikanlah — wahai para mujahidin — firman Alloh ta’ala:
وَمَا مُحَمَّدٌ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ انقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىَ عَقِبَيْهِ فَلَن يَضُرَّ اللّهَ شَيْئًا وَسَيَجْزِي اللّهُ الشَّاكِرِينَ
Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad) Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (Ali Imron: 144)

Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ini berkat: “Tatkala sebagian kaum muslimin mundur pada perang Uhud, dan sebagian mereka terbunuh, syetan menyeru: Ketahuilah bahwasanya Muhammad telah terbunuh. Maka hal itu sangat berat terasa dalam hati kebanyakan kaum muslimin, sehingga mereka kendur, lemah semangat dan mundur dari peperangan? Tentang inilah Alloh menurunkan ayat:

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ انقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىَ عَقِبَيْهِ فَلَن يَضُرَّ اللّهَ شَيْئًا وَسَيَجْزِي اللّهُ الشَّاكِرِينَ
Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kalian berbalik ke belakang (murtad) Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Alloh sedikitpun; dan Alloh akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (Ali Imron: 144)
Ibnu Abi Nujaih meriwayatkan dari ayahnya, bahwasanya ada seseorang dari muhajirin melewati seseorang dari anshor dalam keadaan berlumuran darah. Maka orang muhajirin itu mengatakan kepadanya: Apakah engkau tahu bahwa Muhammad telah terbunuh? Maka orang anshor itu mengatakan: Jika Muhammad terbunuh maka ia telah mwnyampaikan (ajarannya), maka berperanglah kalian untuk mempertahankan agama kalian. Maka turunlah ayat:

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ
Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rosul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rosul. (Ali Imron: 144)

Ini diriwayatkan oleh Al Hafidh Abu Bakar Al Baihaqi di dalam kitab Dala-ilun Nubuwwah. Kemudian Alloh ta’ala berfirman dalam mengingkari orang yang kemudian merasa lemah semangat:
أَفَإِن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ انقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ
Apakah jika dia wafat atau dibunuh kalian berbalik ke belakang , (Ali Imron: 144)
Yakni mundur.

وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىَ عَقِبَيْهِ فَلَن يَضُرَّ اللّهَ شَيْئًا وَسَيَجْزِي اللّهُ الشَّاكِرِينَ
Dan barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Alloh sedikitpun; dan Alloh akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (Ali Imron: 144)
Yakni orang-orang yang mentaatinya dan berperang untuk mempertahankan agama-Nya dan mengikuti Rosul-Nya baik ketika masih hidup maupun sesudah mati.

Sesungguhnya di sini Alloh ta’ala tidak mengingkari masalah terbunuhnya Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam — meskipun ia adalah seorang Rosul —, akan tetapi Alloh mengingkari orang-orang yang berbalik ke belakang setelah itu.

Kami memohon kepada Alloh agar menolong kalian, membimbing kalian, memenangkan kalian dan memberikan kesabaran dan keteguhan kepada kalian, serta membahagiakan kalian dengan kemenangan Islam dan kaum muslimin, dan menterlantarkan musuh-musuh Islam. Dan sholawat serta salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan seluruh sahabatnya.

Yang bertandatangan:
1. Ali bin Khudloir Al Khudloir.
2. Nashir bin Hamad Al Fahd.
3. Ahmad bin Hamud Al Kholidi.
Alih Bahasa: Muhammad Khoir.
Sumber:
http://www.tawhed.ws
http://www.almaqdese.com
http://www.alsunnah.info

Filed under: Nasehat tuk mujahidin, tazkiyah, Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: