At Taujih

Mengawal Wacana Iqomatuddiin

MACAM-MACAM ILMU FARDLU ‘AIN

Judul Asli :

Aqsaamul Ilmi
Alladzi Huwa Fardhu ‘Ain

Penulis :

Syaikh Abqul Qodir bin Abdul Aziiz

Edisi Indonesia :

Macam-macam Ilmu Fardhu ‘Ain

Alih Bahasa :

Abu Musa Ath Thoyyar

Publikasi :

Maktab Al Jaami’

© All Right Reserved
Silahkan memperbanyak tanpa merubah isi, pergunakanlah untuk kepentingan kaum Muslimin

“Demi Kembalinya seluruh Dien hanya milik Allah Ta’ala”

MACAM-MACAM
ILMU FARDLU ‘AIN

Ilmu yang wajib dipelajari, ditinjau dari kadar kebutuhan yang berupa perkataan dan perbuatan dibagi menjadi 2 pokok:
1. Ilmu yang sejak awal wajib dipelajari oleh setiap muslim supaya dia bisa melaksanakan kewajiban-kewajiban yang terus berulang-ulang, dan supaya dia bisa melaksanakan muamalat yang sering dibutuhkan. Ilmu yang semacam ini mencakup 2 bagian:
A. Bagian yang umum yang wajib bagi seluruh mukallafiin (orang-orang yang terkena kewajiban/orang berakal yang telah baligh) untuk mempelajarinya dimanapun dan kapanpun. Dan yang ini akan kami sebut sebagai “Ilmu Fardlu ‘Ain Yang Bersifat Umum”.
B. Bagian yang khusus, yang wajib dipelajari oleh sebagian mukallafiin dan tidak wajib dipelajari bagi sebagian yang lainnya. Dalam hal ini kadarnya satu sama yang lain berbeda sesuai kewajiban yang diemban masing-masing dan yang ini akan kami sebut sebagai “Ilmu Fardlu ‘Ain Yang Bersifat Khusus”.
2. Ilmu yang tidak wajib untuk dipelajari oleh orang muslim kecuali ketika terjadi sesuatu atau hampir terjadi sesuatu, yang biasanya kejadian itu tidak berulang-ulang, dan permasalahan ini dinamakan dengan “An nawaazil” (kejadian yang bersifat temporer). Bagian ini akan kami sebut sebagai: “Ilmu Tentang Ahkaamun Nawaazil (permasalahan-permasalahan yang bersifat temporer)”. Bagian ini juga berbeda-beda kadarnya antara seseorang dengan yang lainnya sesuai dengan kejadian yang menimpa dirinya.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa ilmu yang fardlu ‘ain itu ada 3 bagian:
 Ilmu Fardlu ‘ain yang bersifat umum
 Ilmu Fardlu ‘ain yang bersifat khusus dan
 Ilmu tentang Ahkaamun Nawaazil.
Dan masalah ini telah kami singgung dalam pasal 1 pada bab ini. Dan kami akan sebutkan berikut ini ciri-cirinya masing-masing secara ringkas insya Alloh.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Nasehat tuk penuntut ilmu

WASIAT SYAIKH ASY SYAHIID ‘ABDULLOH ‘AZZAM

Suatu sore, senin 12 Sya’ban 1406 H. bertepatan dengan 20 April 1986 M. sepulang dari rumah kediaman Syaikh Jalaaluddiin Haqqooniy, kutulis kata-kata ini:

Segala puji bagi Alloh, hanya kepada-Nya kami memuji, memohon pertolongan, memohon ampunan, serta memohon perlindungan dari kejahatan diri kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang diberi peunjuk oleh Alloh, maka tiada seorang pun yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka tiada seoarang pun juga yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
Aku bersaksi bahwa tiada Ilaah selain Alloh, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Ya Alloh ! Tiada kemudahan selain yang telah Engkau jadikan mudah, dan jika Engkau berkehendak, niscaya kesedihan akan Engkau jadikan kemudahan.
Sungguh kecintaan kepada jihad benar-benar telah menguasai hidupku, jiwaku, perasaanku, serta hati dan inderaku. Ayat-ayat muhkamat dalam surat at taubah yang menerangkan syariat terakhir mengenai jihad dalam Islam, benar-benar telah memeras kesedihan hatiku untuk mencabik-cabik duka jiwaku, sedangkan aku sadar akan kekuranganku dan kekurangan kaum muslimin dalam melaksanakan kewajiban perang di jalah Alloh ini.

Sesungguhnya ayatus saif (ayat tentang kewajiban mengangkat pedang) telah memansukh (menghapus hukum) lebih dari 120 (atau 140) ayat sebelumnya yang berbicara tentang jihad. Ini benar-benar merupakan bantahan yang telak dan jawaban yang tuntas bagi orang yang mau bermain-main dengan ayat-ayat Alloh yang berkenaan dengan perang di jalan Alloh. Juga buat orang yang begitu berani mentakwilkan ayat-ayat muhkamat atau berani membelokkan arti dhohir yang telah qoth’iy baik maksud maupun keabsahannya. Dan ayatus saif (ayat tentang kewajiban mengangkat pedang) itu adalah:

وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَآفَّةً وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
“ ….. dan perangilah musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi semuanya; dan ketahuilah bahwasannya Alloh beserta orang-orang yang bertaqwa “. (QS. At Taubah [9]: 36).
Atau:

فَإِذَا انْسَلَخَ اْلأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوْهُمْ وَخُذُوْهُمْ وَاحْصُرُوْهُمْ وَاقْعُدُوْا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ فَإِنْ تَابُوْا وَأَقَامُوا الصَّلاَةَ وَءَاتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوْا سَبِيْلَهُمْ إِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ
“ Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyirikin di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “. (QS. At Taubah [9]: 5).

Sungguh mencari-cari alasan untuk tidak berangkat berjihad dengan alasan yang bermacam-macam itu akan mengotori jiwa. Karena merelakan diri untuk tidak berperang fii sabilillah merupakan sendau gurau dan main-main bahkan mempermainkan diin (agama) Alloh. Padahal kita diperintahkan agar berpaling dari orang-orang seperti mereka, berdasarkan nash Al Qur’an:

وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا
“ Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikabn agama mereka sebagai main main dan sendau gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia “. ( QS. Al An’am : 70).
Sesungguhnya mencari-cari alasan dengan angan-angan tanpa melakukan i’daad (mempersiapkan kekuatan) adalah kondisi jiwa yang kerdil yang tidak mempunyai semangat untuk mencapai puncak gunung.

إِذَا كَانَتِ النُّفُوسُ كِبَارًا
تَعِبَتْ مِنْ مُرَادِهَا اْلأَجْسَامِ
Jika memang jiwa itu besar
Tentu badan itu akan bersusah payahlah untuk memenuhi cita-citanya …
Duduk-duduk berdampingan dengan masjidil harom dan memakmurkannya dengan berbagai amal ibadah tidak mungkin dapat dibandingkan dengan jihad di jalan Alloh. Dalam Shohiih Muslim disebutkan bahwa ayat:
أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَآجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ ءَامَنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللهِ لاَيَسْتَوُونَ عِندَ اللهِ وَاللهُ لاَيَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ {} الَّذِينَ ءَامَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ اللهِ وَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْفَآئِزُونَ {} يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُم بِرَحْمَةٍ مِّنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَّهُمْ فِيهَا نَعِيمُُ مُّقِيمٌ {} خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا إِنَّ اللهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمُُ {}
“ Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Alloh dan hari kemudian serta berjihad di jalan Alloh. Mereka tidak sama di sisi Alloh; dan Alloh tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zhalim. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Alloh dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Alloh; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan. Rabb mereka mengembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhoan dan jannah, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal. Mereka kekal di dalanya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Alloh-lah pahala yang besar “. (QS. At Taubah [9]: 19-22)

… ayat ini turun ketika para shahabat berselisih pendapat tentang amal apakah yang paling utama sesudah iman. Di antara mereka ada yang mengatakan: “ Meramaikan Masjidil Harom (adalah amalan yang paling utama)“. Yang lain lagi berkata: “ Bukan, tapi (amalan yang paling utama setelah iaman itu adalah) memberi minum orang-orang yang beribadah haji “. Yang lain lagi berkata, “ Bukan, tapi (amalan yang paling utama setelah iman itu adalah) jihad di jalan Alloh “.

Dengan demikian maka ayat-ayat tersebut adalah merupakan nash yang menetapkan bahwa jihad di jalan Alloh itu lebih besar (derajat dan pahalanya) darin pada meramaikan Masjidil Harom, sebab peristiwa yang menjadi penyebab turunnya ayat ayat-ayat tersebut adalah adanya perselisihan pendapat di antara para shahabat seputar masalah ini. Padahal peristiwa yang menjadi sebab turunnya ayat itu tidak boleh dikhususkan atau dita’wilkan, sebab peristiwa yang menjadi penyebab turunnya suatu ayat itu masuk ke dalam apa yang dimaksud oleh ayat tersebut secara qoth’iy.

Dan semoga Alloh merahmati ‘Abdulloh Ibnul Mubaarok. Suatu ketika beliau berkirim surat kepada Al Fudloil bin ‘Iyaadl, yang berbunyi :
يَاعَابِدَ الْحَرَمَيْنِ لَوْ أَبْصَرْتَنَا
لَعَلِمْتَ أَنَّكَ بِالْعِبَادَةِ تَلْعَبُ
مَنْ كَانَ يَخْضِبُ خَدَّهُ بِدُمُوعِهِ
فَنُحُورُنَا بِدِمَائِنَا تَتَخَضَّبُ
Wahai orang yang beribadah di dua masjid harom, seandainya engkau melihat kami …
Tentu engkau akan mengerti bahwa engkau dalam beribadah itu hanya bermain-main …
Kalau orang pipinya berlinangan air mata …
Maka sesungguhnya leher kami berlumuran dengan darah …
Tahukah anda pendapat seorang yang ahli fiqih, ahli hadits dan sekaligus mujahid ini (yaitu ‘Abdulloh bin Mubaarok) tentang orang yang duduk-duduk bersanding dengan Masjidil Harom, beribadah di dalamnya, sedang pada saat yang sama kesucian Islam dilecehkan, darah kaum muslimin ditumpahkan, kehormatan mereka diinjak-injak dan dihinakan serta Diin (agama) Alloh dicabut sampai akar-akarnya! Saya katakan bahwa beliau berpendapat, “…. itu adalah bermain-main dengan Diin (Agama) Alloh ….. “.
Benar, membiarkan kaum mulimin disembelih di muka bumi, sedangkan kita hanya membaca Innaa Lillaahi Wa Innaa Ilaihi Rooji’uun dan Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil ‘Adziim sambil membuka telapak tangan kita dari kejauhan tanpa terdetik di hati kita untuk tampil membela mereka, sungguh ini adalah bermain-main dengan Diin (agama), gelitikan dusta perasaan yang dingin yang senantiasa menipu dirinya sendiri.

كَيْفَ الْقَرَارُ وَكَيْفَ يَهْدَأُ مُسْلِمٌ
وَالْمُسْلِمَاتُ مَعَ الْعَدُوِّ الْمُعْتَدِي
Bagaimana tetap tinggal diam, dan bagaimana seorang muslim bisa tenang …
sedang kaum muslimat bersama musuh yang kejam …

Saya berpendapat sebagaimanayang telah saya tuliskan dalam buku Ad Difaa’ ‘An Aroodhil Muslimiin Ahammu Furuudhul A’yaan (Terj. Mempertahankan Bumi Kaum Muslimin Adalah Fardhu ‘Ain yang Paling Utama). Dan sebelum saya berpendapat seperti ini Ibnu Taimiyah telah berpendapat seperti ini. Beliau mengatakan: “Jika musuh menyerang dan merusak seluruh urusan Diin (agama) dan dunia, maka tidak ada saat itu yang lebih wajib setelah iman selain melawan mereka.”
Baca entri selengkapnya »

Filed under: 'Adawah, Nasehat tuk mujahidin

AL HAROKAH AL ISLAMIYAH

I. RUNTUHNYA KHILAFAH ISLAMIYAH DAN UPAYA PENEGAKANNYA

A. Sejarah Runtuhnya Khilafah Islamiyyah

Sesungguhnya keberadaan Harokah Islamiyyah, Daulah, Khilafah dan keberadaan Kitabullah serta Sunnah yang menuntun dan menerangi umat manusia adalah sangat penting sebagaimana pentingnya arti makanan, minuman dan udara bagi manusia itu sendiri. Tak mungkin seseorang dapat hidup dengan sempurna keislamannya bila tidak berada dalam naungan pemerintahan Islam (Khilafah Islamiyyah)

Sejak dulu hingga kini fokus kaum kafir yang pertama adalah berupaya meruntuhkan Khilafah Islamiyah, mereka sadar bahwa keberadaan Khhilafah bagi kaum muslimin ibarat menera api yang memberikan lentera penerang di malam yang gelap gulita.

Sejarah mencatat bahwa setelah Imperealis Inggris mencaplok kota Cairo dan Beirut serta menguasai kota tersebut pada tahun 1882 M, Cairo dan Beirut di jadikannya sebagai markae persengkongkolan tangan-tangan jahat untuk menghancurkan Daulah Utsmaniayh Turki.

Puncak persekongkolan mereka adalah munculnya tokoh sekuler semacam Musthofa Kamal yang berhasil menjadi oang terkuat di Turki dimana pada tahun 1922 Musthofa Kamal dan mentri Luar Negeri Inggris saat itu ( Corazon) mengadakan perundingan yang menghasilkan 4 point (persyaratan) :

1. Meruntuhkan atau menjatuhkan Khilafah.

2. Menumpas upaya apapun yang hendak mengembalikan sistem Khilafah.

3. Memerangi syiar-syiar Islam .

4. Mengambil undang-undang Eropa sebagai ganti bagi undang-undang Negara Turki yang berdasarkan hukum Islam.

Sebagai konsekwensi perundingan di atas, Musthofa Kamal melarang HIJAB bagi para wanita, memerangi syi’ar-syi’ar Islam, melarang penulisan-penulisan Al qur’an dengan bahasa Arab, memerintahkan imam-imam masjid mengimami sholat dengan bahasa Turki, melarang haji, melarang sholat berjama’ah bagi pegawai pemerintah, bahkan memerintahkan satuan-satuan polisi untuk merazia wanita-wanita yang mengenakan hijab lebih dari itu mereka diberi wewenang untuk merobek-robek pakaian paara wanita muslimah di pasar-pasar dan di tempat-tempat umum lainnya.

Perbuatan jahat Musthofa Kamal terus berlanjut hingga Allah membinasakannya pada tahun 1938. bahkan kesombongan dan kebangaan Musthofa Kamal terhadap dirinya benar-benar telah mencapai klimaksnya, sehingga pada saat akhir hidupnya Musthofa Kamal sempat mengepalkan tangannya ke langit mengancam Robul ‘Alamin.

Para sejarawan mencatat bahwa Khilafah Islamiyyah terakhir yang ada di Turki dengan Khilafah Utsmaniyahnya jatuh ada tahun 1924.

Sebagai upaya penegakan khilafah Islamiyyah Syeikh Abdullah Azzam berkata : “Daulah Islamiyah (Khilafah Islamiyyah) dan hukum Islam tidak akan tegak kecuali dengan Jihad dan Jihad bisa ditegakkan jika ada Harokah Islamiyyah yang mendidik para pengikutnya dengan tarbiyyah atau pendidikan Islam. [Runtuhnya Khilafah Dan Upaya Penegakannya, hal. 171]
Baca entri selengkapnya »

Filed under: dirosatul firoq, makalah

PERBEDAAN ANTARA HUKUM WADH’I DAN HUKUM ISLAM

Segala puji bagi Alloh yang telah menurunkan Al-Qur’an sebagai aturan dan jalan hidup bagi hamba-hambaNya. Sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada

junjungan kita Nabi Muhammad saw yang telah menyampaikan risalah Robb-Ilahi kepada seluruh umat manusia.

Dr. Sayid Muhammad Nuh dengan kata-kata yang indah menerangkan tentang kondisi umat manusia hari ini. Menurut beliau manusia pada zaman ini berada di tepi jurang yang sangat dalam, hampir-hampir kakinya terpeleset atau tanah yang dia injak itu longsor sehingga ia terperosok kedalamnya. Yang mengherankan, manusia kebibungan kesana kamari untuk mencari jalan yang selamat, padahal jalan keselamatan itu terbentang dihadapannya, dan bisa ia dapatkan dengan mudah untuk diraih. Jalan keuar itu adalah hukum atau syari’at Alloh yang berupoa Kitabbulloh dan sunnah Rosullulloh, itulah jalan keluar yang haqiqi.

Alloh berfirman dalam surat Al-Maidah ayat 50 yang berbunyi :

Artinya : ” Dan siapakah yang lebih baik hukumnya (undang-undangnya) daripada Alloh bagi orang-orang yang yakin “.

Hari ini sebagian besar manusia masih menolak Alloh, mereka lebih mempercayakan hidup merekan pada hukum buatan mereka sendiri yang labil dan rentan akan kegoncangan dan perubahan kondisi, waktu dan zaman, terbukti undang-undang buatan manusia itu tidak mampu menghantarkan manusia menuju apa yang mereka cita-citakan selama ini. Syariat Islam memiliki banyak kelebihan dan keistimewaan dibandingkan dengan seluruh undang-undang yang dibuat manusia di dunia. Dalam taaulisan singkat ini akan kita paparkan kelebihan-kelebihan itu, semoga bermanfaat.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Uncategorized

REFLEKSI JIHAD ACEH 2010 (bag 3)

Merumuskan Peta Kontribusi Umat Islam

Mujahidin perlu merumuskan peta kontribusi umat yang dibutuhkan untuk menegakkan Islam, dalam rangka memastikan semua unsur umat bisa mengambil peran sesuai minat dan kemampuan. Karena dalam realita seperti Indonesia saat ini (2010), rasanya tak mungkin berimajinasi bahwa seluruh umat Islam mendukung jihad, apalagi ikut hadir di medan jihad.

Kecuali jika realitanya seperti Iraq atau Afghan, ketika musuh yang kafir dengan beringas menyerang umat Islam, maka diperlukan sebanyak mungkin kader umat yang harus datang ke medan jihad. Dalam situasi semacam ini, kontribusi yang paling dibutuhkan dan efektif bagi umat adalah memanggul senjata untuk mengusir penjajah yang kafir sesegera mungkin.

Peta kontribusi yang dimaksud, misalnya untuk menjawab pertanyaan seorang wartawan muslim, apa kontribusi yang bisa ia berikan untuk jihad dan menegakkan Islam jika tak terjun langsung ke medan laga? Juga pertanyaan serupa dari kalangan pedagang, guru, dokter, petani, sopir, pelaut, ahli IT, insinyur, dan segala macam pernik profesi dan keahlian manusia.

Apakah mengobarkan jihad di Indonesia bermakna menyeru mereka semua untuk meninggalkan profesi masing-masing, dan berbondong-bondong menuju medan jihad? Sekali lagi, untuk kasus negara sebesar Indonesia, dengan jumlah penduduk muslimnya saja lebih dari 200 juta, dan tak ada “pemantik” untuk menyalakan pertempuran, apakah itu pilihan yang bijak untuk tegaknya Islam di sini?

Ataukah ada toleransi dengan membiarkan mereka menekuni profesinya, tapi bisa berkontribusi untuk tegaknya Islam? Jika jawabannya ya, maka yang mereka butuhkan adalah sebuah peta kontribusi. Mereka masih bisa bekerja di bidangnya masing-masing, sambil “menabung” kontribusi dalam sebuah mata rantai yang berujung pada jihad fi sabilillah. Setahu saya, belum pernah dibuat blueprint (cetak biru) peta kontribusi yang mencakup seluruh aliran dan keahlian umat Islam, minimal di Indonesia.

Umat Islam Indonesia memiliki beberapa situs yang gencar menyuarakan tema dan berita jihad, semisal Arrahmah.com, Muslimdaily.net, Eramuslim.com dan lain-lain. Mujahidin tak perlu memprofokasi para admin situs-situs tersebut untuk meninggalkan posnya demi pergi ke bukit-bukit pertempuran. Sebab keberadaan pos-pos tersebut amat vital dalam mengedukasi umat tentang jihad dan mengadvokasi para mujahidin dari kasus-kasus yang menjerat mereka.

Demikian pula jika ada dokter, baik yang umum maupun spesialis. Keahlian mereka perlu dipelihara di tempat kerja mereka masing-masing, untuk suatu saat digunakan. Kader-kader umat yang menggeluti dunia teknik dan rekayasa, biarkan mereka berkembang di tempat kerja mereka masing-masing, karena jihad amat membutuhkan keahlian mereka pada saatnya nanti.

Bahkan lembaga-lembaga dakwah yang hidup di tengah umat dengan segenap ragam dan fokus perhatiannya juga perlu dipelihara. Misalnya ada lembaga yang fokus memberantas kemunkaran (FPI), menekuni pendidikan untuk anak-anak muslim (pesantren dan sekolahan), spesialis menghantam aliran sesat (LPPI), spesialis melawan Liberalisme dan Pluralisme (INSIST: Adian Husaini dkk), spesialis melawan Syiah, spesialis melawan Kristenisasi (FAKTA dll) dan semua elemen umat yang berperan menjaga rumah besar umat dari rongrongan tikus-tikus kemunkaran dan kesesatan.

Paradigma ini dilandasi pandangan bahwa jihad bukan obat segala penyakit. Jihad bukan seperti iklan sebuah produk minuman: apapun makanannya, minumannya teh botol sosro. Untuk melawan Syiah di Indonesia, tak bisa dengan mengancam mereka dengan senjata dari bukit-bukit jihad. Karena mereka menyusup dengan cerdik seperti bunglon di semua lini kehidupan di kota-kota dan desa-desa. Mereka punya aqidah bernama Taqiyah, yaitu keharusan berpenampilan layaknya musuh untuk mengalahkan musuh. Paling baik dan efektif membongkar kedok mereka adalah dengan al-kitab, bukan dengan as-saif.

Membongkar kebusukan mereka adalah melalui ilmu dan dakwah, bukan menantang mereka adu senjata karena wujud mereka pun sulit dikenali. Bukankah Islam ditegakkan dengan dua sarana; al-kitab al-hadiy dan as-saif an-nashir (Kitab yang berfungsi memberi petunjuk, dan pedang yang berfungsi menolong). Kitab melambangkan ilmu dan dakwah, sementara saif melambangkan jihad fi sabilillah. Tanpa perpaduan keduanya, perjalanan Islam akan pincang. Jika hanya menonjolkan kitab, akan dilecehkan musuh. Jika hanya menonjolkan saif, Islam akan tampak garang laksana preman, sehingga orang takut mendekat.

Wilayah Indonesia dengan jumlah muslimnya mayoritas ini yang terbaik adalah dijadikan obyek dakwah, belum lagi obyek jihad. Bukan sembarang dakwah, tapi dakwah yang mendukung perjalanan jihad. Umat dibimbing untuk bisa memahami, mengamalkan dan membela Islam dengan benar. Jika variasi keahlian dan profesi mereka dikelola dengan baik, kekuatan umat bisa digunakan untuk menagakkan Islam pada saatnya nanti bila momentumnya sudah tiba. Sayangnya, manusia kerap tak mampu menundukkan sifat aslinya; isti’jal (tergesa-gesa). Ingin menegakkan Islam laksana sulap. Atau minimal ingin mencapai hasil laksana preman; todongkan senjata, semua urusan akan selesai.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: analisa, News

Refleksi Jihad Aceh 2010 (bag. 2)

Sibuk Menyalahkan Musuh

Ketika umat Islam mendapat serangan dari musuh, masih banyak yang sibuk menyalahkan musuh. Amerika dijadikan sasaran caci maki. Amerika negara jahat, pemerintah SBY arogan dan sebagainya. Ini semua benar, tak ada yang salah dengan ungkapan ini.

Permasalahannya adalah, sikap ini membiasakan kita menutupi kelemahan dan kegagalan kita dengan mengkambing-hitamkan pihak lain. Menyalahkan musuh yang lebih pintar. Padahal kesalahan sejatinya terpulang pada kelemahan umat Islam sendiri.

Sebagai ilustrasi, kesebelasan Indonesia bertanding melawan kesebelasan Brazil. Jika kalah dalam pertandingan, Indonesia tak bisa menyalahkan Brazil. Karena memang satu-satunya tugas pemain Brazil saat bertanding adalah mengalahkan Indonesia, sebagaimana Indonesia obsesi tertingginya juga mengalahkan Brazil. Ketika kalah, setiap kesebelasan pasti sibuk membenahi skuadnya, bukan sibuk menyalahkan kecerdikan musuh atau menyalahkan wasit. Tindakan selalu menyalahkan musuh adalah kebodohan yang akan ditertawakan dunia. Sebuah kecengengan yang kanak-kanak.

Tapi sayang, banyak umat Islam yang selalu sibuk menyalahkan Densus 88, kepolisian dan pemerintah – siapapun presidennya. Para aparat itu digaji untuk membela ideologi Nasionalisme, Demokrasi dan hukum non syariat. Bagaimana mungkin kita berimajinasi bahwa mereka akan memberikan kasih sayang kepada para mujahidin yang ‘digaji’ oleh Allah untuk membela Tauhid, umat Islam dan hukum syariat. Kedua belah pihak memiliki ideologi yang bertolak belakang. Menang atau kalah terpulang sepenuhnya kepada mekanisme pertarungan, tanpa perlu merengek agar musuh melunakkan perlawanan. Kita hanya boleh menyibukkan diri meratapi kelemahan internal, mengevaluasi kesalahan, dan mengoreksi apapun yang keliru.

Mengapa umat Islam dengan mudah dijajah AS? Mengapa mujahidin yang semestinya kuat, bisa digulung dengan gampang oleh densus 88?

Paradigmanya harus dibalik. Bukan menyalahkan Densus 88, pemerintah SBY, Israel atau AS. Tapi menyalahkan diri sendiri; ada kesalahan apa sehingga mujahidin begitu mudah dihabisi? Ada kekeliruan strategi apa sehingga kalah? Ada kemunkaran apa? dan seterusnya.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: analisa, News

Refleksi Jihad Aceh 2010

Jihad Aceh yang terjadi pada awal Maret 2010 begitu mengagetkan. Ketika sebelumnya masyarakat disibukkan dengan gonjang-ganjing Century, begitu muncul berita jihad Aceh, langsung Century dilupakan. Mengagetkan karena sebelumnya Aceh dikenal sebagai basis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang sangat bercitra lokal, berubah menjadi basis Al-Qaeda yang bercitra global.

Lebih mengagetkan lagi, mereka – yang selalu mendapat sebutan teroris itu – melakukan perlawanan dalam bentuk adu senjata secara terbuka di alam bebas. Hasilnya sungguh mengegetkan, beberapa anggota densus 88 yang dicitrakan sebagai pasukan preman seperti Blackwater – lengan bajunya dilinting untuk menonjolkan kesan macho – bisa dibunuh oleh mereka.

Sontak, berita Al-Qaeda Aceh menjadi boming. Belum reda panasnya kontak senjata di Aceh, segera disusul dengan tertembaknya (Ab)Dulmatin alias Amar Usman yang kepalanya dihargai 10 juta dolar oleh Amerika. Media masa hingar bingar memblow-up peristiwa ini.

SBY yang dirundung duka dengan tekanan bertubi-tubi terkait kasus Century, sontak wajahnya sumringah dan berseri-seri. Ia mendapat amunisi bagus untuk menutupi kasus Century. Di sisi lain, ia yang tengah berkunjung ke Australia dan mendapat “kehormatan” untuk menjadi pembicara di parlemen Australia – konon baru 5 kepala negara yang diberi kesempatan untuk itu – memiliki kesempatan istimewa untuk menjilat Australia. Ia dengan mengucap “alhamdulillah” melaporkan kepada tuannya keberhasilan menangkap gembong teroris (baca: tokoh mujahid) yang selama ini diincar seluruh dunia kafir.

Banyak analisa yang beredar di tengah masyarakat. Tapi sayang, umumnya terbelah dalam dua kubu yang sama-sama tidak benar dalam menyikapi masalah ini. Memandang masalah dengan kacamata yang salah.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: analisa, Manhaj, News

Jihad Aceh 2010 di Mata Musuh Islam

Saya menemukan tulisan Sidney Jones berisi refleksi jihad Aceh 2010 di matanya. Menarik, untuk membandingkan refleksi jihad Aceh dari kacamata musuh dengan refleksi dari kalangan pendukung jihad.

Berikut tulisannya:

Terorisme: Pelajaran dari Aceh

DITEMUKANNYA kamp pelatihan teroris di Aceh dan munculnya Dulmatin di Pamulang, sangat mengejutkan saya dan banyak orang lain. Banyak pula pelajaran yang bisa kita petik.

1. Pemunculan Jaringan “Super-ekstrim”.

Kelompok di sekitar Dulmatin dan “Tanzim al-Qaeda untuk Serambi Mekkah” bukanlah Jemaah Islamiyah, meskipun Dulmatin, seperti Noordin Top, sudah dibai’at menjadi anggota JI. Ini tampak dalam rekaman video yang dibuat kelompok tersebut –yang muncul di YouTube, 8 Maret– yang mengajak umat di Indonesia bergabung melakukan jihad namun dengan keras mengkritik JI sebagai organisasi yang mandul dan tidak melakukan apa pun.

Orang-orang yang bergabung dalam kelompok Aceh adalah orang-orang yang sebagian besar kelihatannya lebih berafiliasi dengan DI daripada JI, walaupun termasuk juga orang JI yg dulu dekat Noordin. Kelompok ini tampaknya meliputi semacam “barisan sakit hati” dari unsur sejumlah organisasi yang berbeda-beda, termasuk Ring Banten, Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), Mujahidin KOMPAK, Wahdah Islamiyah, dan segelintir orang dari JI. Mereka sudah resah dengan kepemimpinan yang dianggap hanya duduk-duduk saja tanpa berjihad, dan lebih memihak pada ideologi al-Qaeda yang menghimbau semua orang Islam untuk melawan Amerika dan sekutunya kapan pun, dimanapun dan bagaimanapun bisa. Dengan kata lain, mereka ingin melanjutkan perjuanganNoordin Top.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: analisa, News

Renungan Dari Abdullah Sonata

disadur sesuai aslinya dari http://www.7ihadmedia.wordpress.com
*****************************************************************
Assalamualaikum wahai sekalian ikhwah, kali ini ana posting risalah dari salah satu ikhwan Mujahid kita yang saat ini sedang menjadi DPO. Beliau adalah Abu Ikrimah Al Bassam atau yang dikenal dengan Abdullah Sunata. Berikut karya beliau. Dan jangan lupa doakan kemenangan Mujahidin di setiap doa sholih antum sekalian. Sukran, selamat membaca.

NASEHAT DARI SEORANG DPO …………………

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستهديه ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ، ومن يُضلل فلا هادي له.

وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.

﴾ آل عمران:102

.

﴿ ﴾ النساء:1.

﴿ ﴾ الأحزاب:71.

أما بعد: فإن أصدق الحديث كتابُ الله ، وخيرَ الهدي هديُ محمد صلى الله عليه و سلم ، وشرَّ الأمور محدثاتها ، وكل محدثةٍ بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار.

Alhamdulillah segala puji hanya bagi Allah yang telah memberikan kepada kita semua berbagai nikmat dan karunia, yang terbesar dan terutama adalah nikmat iman, Islam dan taqwa serta hidayah di atas jalan jihad fii sabiilillah, karena dengan nikmat-nikmat inilah Allah muliakan kaum muslimin dan menghinakan orang-orang kafir, Allah muliakan para wali Nya dan Allah rendahkan musuh-musuh Nya, maka beruntunglah bagi mereka yang teguh berada diatas jalan ini dan binasalah bagi mereka yang meninggalkannya.

Sholawat dan salam selalu tercurahkan kepada uswah kita, baginda Rosulullah Imam orang-orang bertaqwa dan komandan para mujahidin, yang telah menunaikan amanah dan menyampaikan risalah. Kita sadar bahwa kita adalah tentara-tentaranya yang siap mengemban risalahnya, walau waktu kita habis, harta kita terkuras dan nyawa kita hilang dari raga, demi meneruskan perjuangannya. Semoga kita semua mendapatkan syafa’atnya kelak di hari akhir, juga keluarga beliau dan seluruh para sahabat dan umatnya sampai akhir zaman.

Ikhwanunaal mujahidiin Rohimakumullah……Ini adalah risalah nasehat dari ana hamba Allah yang lemah untuk antum semua para aktifis dan mujahidin khususnya, dan untuk kaum muslimin umumnya. Ana bukanlah orang yang alim dan terbaik dari antum semua, tetapi risalah ini ana buat dalam pelarian DPO sebagai bentuk tanashuh dan tadzkiroh bagi kita semua. Semoga kita bisa mengambil ibroh dari risalah ini, yang benar datangnya dari Allah dan yang salah datang dari ana sebagai hamba Nya yang lemah dan penuh khilaf,ana memohon ampun kepada Allah dari semua salah dan dosa.

Allah berfirman :

Artinya : “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr; 1-3).
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Manhaj, News

La Yadhurruhum Man Khadzalahum -Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqawi-

Serial Ceramah:

La Yadhurruhum Man Khadzalahum

(Tidak membahayakan mereka orang yang menelantarkan mereka)

Ceramah Pertama : Perang Ukuran Thaifah Manshurah

3 Sya’ban 1426 H / 6 September 2005

click here to download==> DOWNLOAD

Ceramah Kedua: Taat Allah dan Rasul-Nya lebih bermanfaat bagi kami

16 Sya’ban 1426 H / 19 September 2005

Click here to download===>DOWNLOAD

Ceramah Ketiga : Para Penggenggam Bara

27 Sya’ban 1426 H / 30 September 2005

Click here to download===> DOWNLOAD

Ceramah keempat : Katakan, apakah kamu lebih tahu ataukah Allah

4 Ramadhan 1426 H / 7 Oktober 2005

click here to download===> DOWNLOAD

Ceramah kelima : Allah lebih berhak untuk kalian takuti

11 Ramadhan 1426 H / 14 Oktober 2005

click here to download===> DOWNLOAD

Filed under: download buku

PENGUMUMAN

Mohon maaf kepada para pengunjung blog ini jika beberapa komentar tidak kami tampilkan. Di karenakan komentar yang tidak mendidik tidak ilmiyah dengan berdasar dalil dan cenderung emosional. Semua itu kami lakukan untuk meminimalisir perdebatan yang tidak ilmiyah dan di dasari atas emosi saja

Tanggalan

Jam dinding



Blog Stats

  • 310,888 hits

Pengunjung

online