At Taujih

Mengawal Wacana Iqomatuddiin

HANYA DENGAN TEKAD BAJA DIN INI BISA TEGAK

Segala puji bagi Allah, yang memuliakan Islam dengan pertolongan-Nya. Yang menghinakan kesyirikan dengan kekuatan-Nya. Mengatur semua urusan dengan perintah-Nya. Mengulur batas waktu bagi orang-orang kafir dengan makar-Nya. Yang mempergilirkan hari-hari bagi manusia dengan keadilan-Nya, dan menjadikan hasil akhir sebagai milik orang-orang bertakwa dengan keutamaan-Nya.
Shalawat dan salam semoga terhatur selalu kepada Nabi Muhammad sallahu alaihiwasallam, manusia yang dengan pedangnya Allah tinggikan menara Islam.
Ammâ ba‘du…

Tulisan ini kami sampaikan ketika luka-luka memprihatinkan yang diderita umat ini masih dan terus bertambah. Ketika orang-orang pilihan diambil satu demi satu oleh Allah Ta’ala atau dikejar-kejar dan ditangkap para taghut. Dan ketika para kader-kader perjuangan ini mendapat berbagai ujian dari Allah Ta’ala. Dan ketika Allah Ta’ala memisahkan antara orang-orang yang jujur dalam memperjuangkan diin ini dengan orang-orang yang hanya ingin mencari kehidupan dunia.

Syaikh Abdullah Azzam rahimahullah, seorang inspirator jihad masa ini berkata : Sesungguhnya orang-orang yang mengira bahwa Islam ini bisa menang dan tegak tanpa jihad dan perang, dan tanpa pertumpahan darah serta serpihan-serpihan daging mereka, sebenarnya mereka itu orang-orang yang bingung dan tidak memahami tabiat dari Diin (agama) Islam ini. [ wasiyyatu syaikh abdullah azzam ].
Syamil basayev juga berkata : Banyak manusia memilih kehidupan sebagai jalan menuju kematian. Akan tetapi kami lebih memilih kematian sebagai jalan menuju kehidupan.

Betapa tingginya dan mulianya pernyataan-pernyataan mereka. Mereka telah membuktikan ilmu dan amal mereka dalam jihad fi sabilillah. Hingga Allah taqdirkan meningga di medan jihad. Orang-orang yang semacam merekalah yang akan mengusung dan memanggul diin ini.

Ketahuilah bahwa dien ini hanya tegak di atas pundak orang-orang yang memiliki ‘azam yang kuat. Ia tidak akan tegak di atas pundak orang-orang yang lemah dan suka berhura-hura.

Merenungi sejarah
Islam hanya akan tegak dan kembali jaya dan mulia dengan ‘azam sekokoh ‘azam Abu Bakar ash-Shiddiq saat terjadi gerakan murtad massal. Saat itu, ia yang telah lanjut usia dan sangat gampang menangis, dengan ketegaran batu karang berkata, “Demi Allah, aku akan memerangi siapa pun yang memisahkan antara shalat dan zakat. Sesungguhnya zakat adalah hak harta. Demi Allah sekiranya mereka tidak membayarkan satu iqal yang mereka bayarkan kepada Rasulullah sallallahu alaihiwasallam niscaya aku akan benar-benar memerangi mereka karenanya.”

Ia juga berkata, “Demi Allah yang tiada Ilah yang haq selain Dia, kalaupun anjing-anjing menyeret kaki istri-istri Rasulullah saw, aku tidak akan menarik mundur pasukan yang telah diberangkatkan oleh Rasulullah sallallahu alaihiwasallam dan aku pun tidak akan melipat panji yang telah dikibarkan oleh Rasulullah sallallahu alaihiwasallam

Sehubungan dengan urgensi tekad inilah Rasulullah sallallahu alaihiwasallam memohon kepada Rabb-nya,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الأَمْرِ , وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam melaksanakan perintah dan tekad yang utuh untuk memberi petunjuk.” [ Mu’jamul kabir lit Tabroni no : 6989 ]

Ini adalah pengajaran bagi kita, pendidikan bagi ummat Islam pada umumnya, dan bagi para aktivis pada khususnya. Untuk itu, hendaknya kita banyak-banyak memanjatkan doa yang agung ini disertai dengan memenuhi faktor-faktor pendukungnya.

Himmah, semangat yang tinggi benar-benar menggelegak di dalam dada orang-orang yang memilikinya seperti air mendidih dalam kuali. Ia akan mendorong pemiliknya untuk terus-menerus bekerja dari pagi hingga sore hari, sehingga terwujudlah penuturan Imam Syafi’i, “Bagi rijal, istirahat itu sama saja dengan lalai.”
Pemilik himmah yang tinggi akan menjadikan syair yang selalu digemakan oleh Imam Syafi’i berikut ini sebagai motto hidupnya.
أَنَا إِنْ عِشْتُ لَسْتُ أَعْدِمُ
قُوْتًا وَإِذَا مِتُّ لَسْتُ أُحْرَمُ قَبْرًا
هِمَّتِي هِمَّةُ الْمُلُوْكِ وَنَفْسِي
نَفْسُ حُرٍّ تَرَى الْمَذَلَّةَ كُفْرًا
Aku, jika aku masih hidup aku pasti akan bisa…
makan. Dan jika aku mati aku pasti kebagian kuburan.
Semangatku adalah semangat para raja, jiwaku adalah …
jiwa yang merdeka, yang memandang kehinaan adalah kekafiran

Betapa rijal harakah Islamiyyah membutuhkan himmah yang tinggi itu. Himmah yang tidak mengenal kata mustahil, yang tidak berhenti karena adanya aral melintang; apa pun itu..

Kita sendiri sangat takjub dengan himmah Waraqah bin Naufal. Seorang yang telah lanjut usia, lemah jasadnya, rapuh tulangnya, bungkuk punggungnya, dan memutih rambutnya… kepada Rasulullah sallallahu alaihiwasallam ia ber’azam, “Sungguh, jika aku nanti mendapati harimu, aku akan menolongmu dengan sebenar-benarnya!” Lalu ia mendekatkan kepala Nabi kepadanya dan menciumnya.
Waraqah yang telah renta itu pernah berharap mendapati masa turunnya wahyu sehingga ia berkesempatan untuk membantu dakwah Rasulullah sallallahu alaihiwasallam.

Sebenarnyalah, kata-kata Waraqah bin Naufal ini menyisakan pengaruh yang sangat kuat dalam diri kita dan banyak ikhwah. Seorang yang sudah sangat tua menantang dunia seisinya demi menolong Rasulullah sallallahu alaihiwasallam. Bahkan ia sempat berharap menjadi orang yang pertama kali masuk Islam dan yang pertama kali mengikuti Rasul sallallahu alaihiwasallam yang mulia, sampai ‘walau Mekah terguncang’. Itu pun tidak cukup! Ia masih meneriakkan dengan lantang di hadapan orang-orang musyrik, sekiranya Allah memanjangkan umurnya sampai hari itu tiba, niscaya akan dapat disaksikan upaya dahsyat darinya demi menegakkan kebenaran dan membela Rasul sallallahu alaihiwasallam meski orang-orang kafir menghalangi. Ia tidak takut kepada celaan selagi berada di jalan Allah.

Kalimat-kalimat Waraqah benar-benar mengalirkan ‘darah muda’ dan semangatnya di dalam dada saya, sesuatu yang selama ini kita dan para aktivis selalu mencari-carinya, padahal kita masih muda. Kita merasa, Waraqah benar-benar siap untuk memerangi dunia seisinya sendirian demi menjaga dan membela Rasul sallallahu alaihiwasallam yang mulia. Masih banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari kisah Waraqah bin Naufal.
Benarlah kata orang,
إِذَا كَانَتِِِ النُّفُوْسُ كِبَارًا
تَعِبَتْ فِيْ مُرَادِهَا اْلأَجْسَامُ
Apabila jiwa-jiwa itu besar
Tubuh ‘kan lelah memenuhi keinginannya

Semoga Allah merahmati orang yang telah mengucapkan kalimat berikut, “Wahai orang yang meminang bidadari surga tetapi tidak memiliki ‘sepeser’ pun semangat, jangan Anda bermimpi, jangan Anda bermimpi! Telah sirna manisnya masa muda dan yang tersisa tinggallah pahitnya penyesalan.”

Benar juga Ibnul Qayyim yang telah berkata, “Wahai orang yang bersemangat banci! Ketahuilah, yang paling lemah di papan catur adalah bidak. Namun jika ia bangkit, ia bisa berubah menjadi menteri.” [ Amru, dari buku “kepada aktivis muslim” Dr. Najih Ibrahim dengan perubahan ].

Filed under: tazkiyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: