At Taujih

Mengawal Wacana Iqomatuddiin

Parpol Islam Terjebak Lumpur Demokrasi

Berikut saya tampilkan dua berita yang memberi bukti akan dahsyatnya jebakan lumpur bernama demokrasi. Partai politik yang lahir dari rahim Ikhwanul Muslimin terjebak di dalamnya, dan tak bisa keluar. Makin lama makin dalam, dan hampir tenggelam karenanya.

Kita prihatin, dan harus menasehati mereka. Atau minimal menjadikan berita ini sebagai pelajaran yang berharga.

Orang bijak adalah orang yang bisa mengambil pelajaran dari orang lain. Sedangkan orang tidak bijak adalah yang hanya mengambil pelajaran jika dirinya sendiri yang mengalami.

Berikut beritanya:

PKS Dianggap Merapat ke Amerika

Senin, 14 Juni 2010 | 05:54 WIB

Partai Keadilan Sejahtera/TEMPO/Gunawan Wicaksono

TEMPO Interaktif, Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera akan menggelar musyawarah nasional kedua di Hotel-Ritz Carlton. PKS akan mengundang Duta Besar Amerika Serikat, Cameron R. Hume, sebagai pembicara. Tak hanya itu. Panitia munas juga akan menggelar lomba menulis surat kepada Presiden Amerika Barack Obama.

Kalangan pengamat politik membaca gerak PKS merapat ke Amerika sebagai upaya mengubah citra. Arbi Sanit, pengamat politik dari Universitas Indonesia, menilai PKS tengah berupaya mengubah citra untuk memperluas dukungan karena selama ini pemilihnya masih terbatas. “Ini manipulasi untuk mengakali sikap pemilih pada 2014,” ujar Arbi kemarin.

Pengamat politik dari Center for Strategic and International Studies, J. Kristiadi, juga menilai PKS tengah mengubah strategi untuk memperluas konstituennya. “Biar bisa diterima masyarakat lebih luas, termasuk yang non-Islam,” kata Kristiadi.

Namun Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKS Mahfudz Siddiq membantah anggapan soal agenda terselubung partainya untuk bermesraan dengan Amerika. “Kami ingin tahu sikap Obama terhadap Islam,” kata Mahfudz soal alasan mengundang Cameron R. Hume.

http://tempointeraktif.com/hg/politik/2010/06/14/brk,20100614-254931,id.html

Berita kedua diturunkan Kompas, sebagai berikut:

Ada Pesan Politik

PKS Gelar Munas di Hotel Ritz-Carlton

JAKARTA, KOMPAS.com – Partai Keadilan Sejahtera atau PKS akan menggelar Musyawarah Nasional pada 16-20 Juni mendatang. Munas akan digelar di Hotel Ritz-Carlton, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Disebut-sebut, biaya untuk perhelatan itu mencapai Rp 10 miliar. Sekjen PKS Anis Matta mengatakan, ada pesan politik di balik dipilihnya hotel yang pernah menjadi sasaran bom setahun silam itu.

“Harga hotel itu jauh lebih murah dibanding hotel lain karena habis dibom. Dengan Munas PKS digelar di sana, nanti bisa mengembalikan citra hotel dan mengasumsikan negara kita sudah aman,” kata Anis dalam diskusi Radio Trijaya “PKS di Tengah Pusaran Politik dan Target 2014″ di Jakarta, Sabtu (12/6/2010).

Hotel yang masih masuk dalam kelompok bisnis Amerika Serikat itu, dikatakan Anis, juga membawa pesan sendiri mengapa partainya memilih tempat tersebut. “Kami ingin menyampaikan pesan kepada kelompok Amerika, kelompok Islam Indonesia beda dengan yang mereka asumsikan. Maka, kami nanti juga akan mengundang Dubes Amerika Serikat untuk membahas pidato Obama di Kairo. Ada pesan politik yang lebih besar yang ingin disampaikan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Anis mengatakan, PKS akan menantang Amerika Serikat melalui dubesnya di Indonesia mengenai cara pandang negara adidaya itu terhadap Islam. Selama ini, menurutnya, Amerika selalu mengedepankan bagaimana Islam memandang negara tersebut.

“Kami akan balik bertanya, Anda seperti apa memandang Islam,” ujar Wakil Ketua DPR ini.

Munas PKS juga akan mengukuhkan susunan kepengurusan tingkat pusat yang sudah ditunjuk oleh Majelis Syuro. Berbeda dengan partai lain yang selalu mengadakan pemilihan pimpinan puncak partai pada saat Munas, PKS melakukannya melalui mekanisme Majelis Syuro.

http://nasional.kompas.com/read/2010/06/12/11391850/PKS.Gelar.Munas.di.Hotel.Ritz.Carlton

Pelajaran yang bisa dipetik:

1. PKS ingin mengambil jarak sejauh-jauhnya dari para teroris (baca: mujahidin) yang mengebom Rits Carlton. Bahkan dengan cara yang sangat arogan, dengan menjadikan hotel yang dibenci oleh teroris itu sebagai tempat acara. PKS seperti menampar dengan sangat keras bahwa tindakan para teroris itu bertolak belakang dari ideologi PKS.

2. Namun cara PKS membenci teroris keluar dari bingkai wala wal bara. PKS merangkul musuh untuk menjaga jarak dengan sesama unsur umat Islam. Sungguh menjijikkan.

3. Alasan bisaya murah di Rits Carlton itu sungguh menggelikan. Orang bisnis pasti cari untung. Artinya, tetap saja PKS memberikan keuntungan kepada Rits Carlton yang jelas milik AS. Padahal AS pendukung setia Israel. Sungguh politik najis khas demokrasi.

4. PKS sudah kehilangan rasa malu dan nalar waras, hanya karena pertimbangan mencari konstituen yang lebih luas. Padahal dengan melakukan tindakan konyol seperti ini, konstituen yang sebelumnya loyal akan pergi, sementara konstituen yang baru belum tentu didapat. Inilah fatamorgana Demokrasi, yang diterangkan oleh Abdul Ghani ar-Rahhal dengan sangat baik dalam bukunya yang berjudul al-islamiyyun wa saraab dimiqrathiyyah (aktifis Islam dan fatamorgana demokrasi).

5. Saya tertegun lama dan tak habis pikir, kok bisa para cerdik cendekia yang mengendalikan PKS bisa meloloskan rencana super konyol ini. Jumlah mereka banyak, dan tidak sedikit yang alumni Timur Tengah. Hilang ke mana ilmu al-wala wal bara yang biasa mereka bahas?

6. “Harga hotel itu jauh lebih murah dibanding hotel lain karena habis dibom. Dengan Munas PKS digelar di sana, nanti bisa mengembalikan citra hotel dan mengasumsikan negara kita sudah aman,” kata Anis dalam diskusi Radio Trijaya “PKS di Tengah Pusaran Politik dan Target 2014″ di Jakarta, Sabtu (12/6/2010). Hah, Anis Matta yang bergelar LC dari LIPIA menggunakan dana umat yang terhimpun di PKS hanya untuk mengembalikan citra hotel milik AS? Inna lillah wa inna lillahi rajiun. Izzah (harga diri) umat mana? Infaq sepeser demi sepeser yang dikumpulkan dari keringat dan banting tulang dari warga PKS digunakan untuk mengembalikan citra hotel milik Amerika?

7. Rasanya PKS sudah sangat dalam terjerumus lumpur Demokrasi. Nyaris mustahil bisa mentas darinya. Masihkah bisa mengharapkan kiprah mereka untuk membela umat Islam?

8. Wahai kader dan simpatisan PKS, gunakanlah hati nurani Anda membaca berita ini. Buanglah fanatisme dan taqlid buta kepada para pimpinan PKS sebelum Anda ikut masuk lobang yang sama.

9. Demokrasi no, Islam yes ! Parpol Islam no, Dakwah wal Jihad yes !

Source : elhakimi.wordpress.com

Filed under: Manhaj, News, syubhat

8 Responses

  1. Abu Ais mengatakan:

    Alhamdulillah ALLAH SWT telah membuka mata ana dari taqlid buta, sejak masa2 pilkada udah kelihatan PKS tidak konsisten, padahal didalam kurikulum tarbiyah mereka ada materi mengenai AL WALA’ WAL BARO sungguh memalukan sikap mereka. tapi ana fikir ini hanya di indonesia saja yg memilih sikap seperti ini

  2. guci elite mengatakan:

    siapa pun dia, kalo sudah ikut serta aktif maupun pasif dlm parpol demokrasi, ataupun ikut menjadi pemilih, ataupun pihak2 yg mendukung terlaksananya pemilihan, bisa dipastikan 2 hal, ia adalah orang dg tauhiid yg sudah rusak, atau ia adalah orang yg bodoh tentang tauhiid.
    Masihkah anda mengikuti orang2 seperti itu? Tanyakan mengapa?

  3. suryo mengatakan:

    lihat aj hancur nya kyk ape ntar…..wong umat kok di pecah2 ga jelas kyk gini…ingat ulama yg ga sejalan dg ahlul sunnah….neraka udah menanti…

  4. didin mengatakan:

    kalo aku malah beneran PKS milih tepat itu dan menjadi nasionalis, sungguh menjadi sesuatu yang mengutungkan

  5. yudi mengatakan:

    prediksi, suara PKS 2010 seperti akan menurun dan beralih ke demokrat

  6. Semoga Alloh persatukan ummat ini di atas yg haq, di atas warisan Nabi dan para Sahabat beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam.

    Dan semoga kita dapat sabar meniti jalan yang lurus. Allohul musta’an.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: