At Taujih

Mengawal Wacana Iqomatuddiin

Bedah Buku Harokah Jihad Ibnu Taimiyah (II)

Ust. Farid Okbah, MA
Berikut ini adalah naskah transkrip ceramah pembicara kedua (Ust. Farid Okbah) dengan perubahan seperlunya berkaitan dengan kata-kata yang membingungkan.

Ceramah ini disampaikan pada acara: Bedah Buku Ibnu Taimiyyah wal ‘Amalul Jamaa’I (Harokah Jihad Ibnu Taimiyah). Hari dan tanggal: Ahad, 09 Mei 2010-07-22. Pukul: 08.00 s/d selesai. Pembicara Pertama: Ust. Ahmad Rofi’i, Lc, Pembicara Kedua: Ust. Farid Ahmad Okbah, MA, Tempat: Masjid Al-Azhar Jaka Permai Bekasi. Penyelenggara: LD Robbani bekerja sama dengan: Forum Aktifis Masjid dan Mushalla (FAMM) dan DKM Al-Azhar, Jaka Permai.
Baca entri selengkapnya »

Iklan

Filed under: syubhat

Harokah Jihad Ibnu Taimiyah (I)

Download bukunya di sini : Download

Berikut ini adalah naskah transkrip ceramah pembicara pertama (Ust. Ahmad Rofi’I, Lc) dengan perubahan seperlunya berkaitan dengan kata-kata yang membingungkan.

Ceramah ini disampaikan pada acara: Bedah Buku Ibnu Taimiyyah wal ‘Amalul Jamaa’I (Harokah Jihad Ibnu Taimiyah). Hari dan tanggal: Ahad, 09 Mei 2010-07-22. Pukul: 08.00 s/d selesai. Pembicara Pertama: Ust. Ahmad Rofi’i, Lc, Pembicara Kedua: Ust. Farid Ahmad Okbah, MA, Tempat: Masjid Al-Azhar Jaka Permai Bekasi. Penyelenggara: LD Robbani bekerja sama dengan: Forum Aktifis Masjid dan Mushalla (FAMM) dan DKM Al-Azhar, Jaka Permai.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: syubhat

RISALAH RAMADHAN

Ditulis Oleh Ust. Amru

Berisi tentang :
A. Hal-hal yang diperintahkan dibulan ramadhan.
B. Dalil disyari’atkannya puasa, keutamaan dan hikmahnya.
C. Penetapan awal dan akhir bulan ramadhan.
D. Syarat wajib puasa.
E. Keringanan (rukhsoh) untuk tidak berpuasa.
F. Rukun-rukun puasa.
G. Hal-hal yang membatalkan puasa.
H. Sunnah-sunnah puasa.
I. Hal-hal yang dimakruhkan dalam puasa.
J. Hal-hal yang diperbolehkan dalam puasa
K. Yang dimaafkan melakukannya
L. Qiyamu Ramadhan / Sholat tarawih.
M. Dzikir jama’ah disela-sela shalat tarawih

A. Hal-hal yang diperintahkan dibulan ramadhan.
1. Shodaqoh.
Sebagaimana Rasululah sallallahu alaihiwasallam bersabda :
مَنْ فَطَّرَ صَائِماً فَلَهُ أَجْرٌ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِ صَائِمِ شَيْءٌ
Barang siapa memberi makan orang yang berbuka puasa, maka dia mendapat pahala orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi paha orang yang berpuasa. (HR. Ahmad dan At-Turmudzi).

2. Qiyamullail.
Sebagaimana Nabi sallallahu alaihiwasallam bersabda :
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَمْبِهِ (متفق عليه)
“Barang siapa yang qiyamullail pada bulan ramadhan karena iman dan keikhlasan maka akan diampunkan dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Muttafaq alaihi).

Dan bahwasanya rasulullah sallallahu alaihiwasallam menghidupkan malam-malam pada bulan ramadhan, dan jika masuk pada sepuluh akhir bulan ramadhan beliau bangunkan keluarga beliau.

3. Tilawatul qur’an.
Bahwasanya rasulullah sallallahu alaihiwasallam memperbanyak bacaan Al Qur’an di bulan ramadhan, dan jibril alaihissalam mengajari Al-Qur’an pada bulan ramadhan. (HR. Bukhori).

4. I’tikaf.
Yaitu bertempat tinggal di masjid untuk beribadah kepada Allah Ta’ala . dan rasulullah sallallahu alaihiwasallam beri’tikaf pada sepuluh hari akhir di bulan ramadhan hingga wafatnya baliau (HR. Bukhori dan Muslim).

B. Dalil disyari’atkannya puasa, keutamaan dan hikmahnya.
Arti puasa (shaum) dari segi estimologi ialah manahan diri dari sesuatu yang ada. Dahulu puasa adalah diam dan menahan diri dari berbicara. QS Maryam : 26. Sedangkan puasa menurut syari’at adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya; seperti makan, minum, sejak dari terbit fajar hingga terbenam matahari.1) [ al mughni, juz 3, hal 84-85. dengan peringkasan ]

Sedangkan dalil diwajibkannya berpuasa adalah :
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.(QS Al Baqarah : 183-185).

Hikmah diwajibkannya puasa adalah sebagai pelatihan rukhani, penyujian jiwa, pendidikan keikhlasan, pembiasaan kesabaran, dan penampakan penghambaan kepada Allah Ta’ala serta penanaman rasa kebersamaan dengan sesama muslim yang lapar dan tidak mempunyaii apa-apa untuk menghilangkan rasa laparnya.2)

untuk tulisan lengkapnya, klik pada link berikut : Dowload

Filed under: makalah

HAL-HAL YANG HARUS DIJAUHI OLEH PENCARI ILMU [2]

3. Mendengarkan ahlul bid’ah dan belajar dengannya. Diantara yang harus dihindari ahlul ‘ilmi adalah duduk bersama ahlul ahwa’ dan bid’ah. Dan diam di hadapan mereka, dan belajar pada mereka terutama bagi orang-orang yang masih awalan dalam mencari ilmu. Semua itu ditakutkan akan terpengaruh dengan mereka atau sedikit-sedikit akan terpengaruh dengan akhlaq dan subhat-subhat mereka tanpa ia sadari.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda :

“Sesungguhnya perumpamaan teman yang shalih dengan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Seorang penjual minyak wangi bisa memberimu atau kamu membeli darinya, atau kamu bisa mendapatkan wanginya. Dan seorang pandai besi bisa membuat pakaianmu terbakar, atau kamu mendapat baunya yang tidak sedap.” (Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Bukhari (No. 5534), Muslim (No. 2638) dan Ahmad (No.19163)
Dan beliau bersabda :

Diantara tanda hari kiamat disandarkan ilmu pada orang kecil.
Dan yang dimaksud kecil adalah ahlul bid’ah dan ahwa’ walaupun umur mereka mencapai seratusan tahun.
Berkata Abu shalih Mahbub bin Musa : Aku bertanya pada Ibnul Mubarak siapakah orang-orang kecil itu ?. beliau berkata : Ahlul bid’ah.

Dari Syu’aib bin Harb berkata : Aku mendengar At Tsauri berkata : Barang siapa yang mendengar dari ahlul bid’ah Allah tidak memberikan manfaat dengan apa yang ia dengar. Dan barang siapa menyalaminya maka telah lepas islam ikatan demi ikatan.

Aku katakan [ abu basyir ] : Bagaimana dengan orang yang menyalami para taghut kafir dan fajir, duduk dengan mereka, membela mereka …. Tidak diragukan lagi bahwasanya ia lebih pantas sebagai mana yang disebutkan At Tsauri rahimahullahu.

Demikian pula Imam Malik bin Anas berkata : Janganlah kalian ambil ilmu dari 4 golongan dan ambillah dengan yang selain itu. Janganlah kalian ambil ilmu dari orang bodoh yang dikenal kebodohannya walaupun banyak orang yang meriwayatkannya. Janganlah diambil dari pendusta yang berdusta dalam pembicaraan sesama manusia jika ia tertuduh dengan hal tersebut walaupun ia tidak tertuduh berdusta atas nama rasulullah. Dan janganlah diambil ilmu dari pengikut hawa nafsu yang mengajak manusia terhadap nafsu dan juga seorang syaikh yang memiliki keutamaan dan hali ibadah jika tidak mengetahui apa yang dikatakan.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: makalah, Nasehat tuk penuntut ilmu

HAL-HAL YANG HARUS DIJAUHI OLEH PENCARI ILMU [1]

Diambil dari sebagian kitab :
Mudzakarotu fi tholabil ‘ilmi
Pengarang : Abu Basyir At Turthusi
Penterjemah : Amru

Ketahuilah wahai pencari ilmu, sesungguhnya engkau pada hari ini hidup pada tataran pencari ilmu, dan besuk bisa jadi Allah akan memberikan padamu kehidupan yang kalian harus bersungguh-sungguh menyampaikan.
Hari ini kalian membutuhkan orang lain, dan jangan lupa bahwa suatu saat nanti kalian akan dibutuhkan manusia. Dan ketahuilah bahwa dalam mencari ilmu kalaian akan menhadapi berbagai rintangan dan jurang. Kadang-kadang sebagian jurang tersebut akan membuat kalian terbunuh jika kalian tidak hati-hati dalam mensikapinya ….. !
Diantara jurang-jurang yang mungkin akan kalian jumpai adalah :

1. Menyembunyikan ilmu pada saat dibutuhkan … entah karena benci atau suka : dan inilah akhlaq jelek yang selalu menempel pada pemempin dan ulama’ ahli kitab.. Allah Ta’ala telah mengancam pelakunya dengan laknat dan adzab yang pedih. Lebih khusus lagi pada saat manusia sangat membutuhkannya, bersamaan dengan hilangnya para penyeru tentang ilmu ini sehingga kebutuhan terhadapnya amat sangat penting. Maka penjelasan saat itu amat sangat diperlukan. Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَـئِكَ يَلعَنُهُمُ اللّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela’nati, [ al baqarah : 159 ].
Dan berfriman Allah Ta’ala :

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلَ اللّهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَناً قَلِيلاً أُولَـئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلاَّ النَّارَ وَلاَ يُكَلِّمُهُمُ اللّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api , dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. [ al baqarah : 174 ]

Dan inilah ancaman yang keras terhadap orang-orang yang menyembunyikan al haq takut akan gaji mereka dan kenikmatan dunia mereka yang akan diancamkan kepada mereka oleh para taghut.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: makalah, Nasehat tuk penuntut ilmu

ADAB SEORANG MURID

diterjemahkan dari buku Adabul ‘alim wal Muta’allim karya Imam Nawawi bab Adab-adab seorang pelajar / murid
Penterjemah : Amru

Maka adab seorang murid terhadap dirinya dan pelajarannya seperti adab seorang guru : dan kami telah jelaskan hal tersebut :

1. Hendaknya ia selalu membersihkan hatinya dari berbagai kotoran agar baik dalam menerima ilmu dan penjagaannya serta buah dari ilmu tersebut. Dan dalam shahihain dari Rasulullah sallahu alaihiwasallam : sesungguhnya dalam badan ada segumpal daging, jika baik daging tersebut maka baiklah seluruh badannya, dan jika rusak rusaklah seluruh badannya, ketahuilah ia adalah hati”. Dan mereka berkata : membersihkan hati agar bisa menerima ilmu seperti membersihkan bumi untuk ditanami.

2. Dan Hendaknya memutus hubungan yang menyibukkan dari kesempurnaan dalam mendapatkan ilmu, dan ridho dengan sedikit dari makanan serta bersabar dari kesempitan hidup.

Berkata Asy Syafi’I rahimahullah : Tidaklah seseorang mencari ilmu ini [ ilmu diin ] dengan kekayaan dan kemuliaan jiwa dan mendapatkan keberuntungan. Akan tetapi barang siapa mencarinya dengan kehinaan diri dan kesempitan hidup dan berhidmat terhadap ‘ulama ia akan mendapat keberhasilan. Dan berkata juga : tidaklah ilmu didapatkan kecuali dengan kesabaran dan kehinaan. Dan beliau juga berkata : tidaklah pencari ilmu itu akan berhasil kecuali dengan kebangrutan, dan dikatakan : dan tidak pula kekayaan serta kecukupan.
Dan berkata Malik bin Anas rahimahullah : Tidaklah seseorang mendapatkan ilmu din ini dengan apa yang ia inginkan sampai ia tertimpa kefakiran dan akan mempengaruhi kefakiran tersebut pada segala sesuatu.
Dan berkata Imam abu hanifah rahimahullah : Kefakiran akan menolong segala cita-cita. Dan memutus segala ikatan [ duniawi ] dengan mengambil sedikit tanpa menambah juga akan menolongnya.

Dan berkata Ibrahim al Ajurri : Barangsiapa mencari ilmu dengan kefakiran akan diberikan kefahaman.
Dan berkata Khotib al baghdadi dalam kitabnya al jaami’u liaadabil ar roowi was saami’ : Disunnahkan bagi pencari ilmu untuk membujang jika itu memngkinkannya supaya tidak ia putus kesibukannya dengan hak-hak istri dan konsentrasi dengan mencari ma’isyah sehingga memalingkan dia dari kesempurnaan dala mencari ilmu. Dan berhujjah dengan hadist : sebaik-baik kalian setelah sedikitnya harta adalah seorang yang tidak memiliki keluarga dan anak.

Dari Ibrahim bin ‘Adham rahimahullah : Barang siapa terbiasa di paha wanita tidaklah beruntung, yaitu tersibukkan dengannya. Dan ini terjadi pada kebanyakan manusia termasuk orang-orang yang khusus.
Dan dari Sufyan At Tsauri : Jika seorang faqih menikah maka ia telah mengarungi lautan, maka jika telah memiliki anak pecahlah kapal tersebut.

Dan berkata Sufyan terhadap seseorang : Apakah engkau telah menikah ?. kemudian ia berkata : belum. Tidaklah engkau tahu bahwa engkau dalam ampunan / kebaikan.

Dan dari Bisyr Al Hafi rahimahullah : barang siapa yang tidak membutuhkan wanita [ nikah ] hendaklah ia bertaqwa pada Allah, dan janganlah engkau terikat dengan kesibukan terhadapnya.

[ aku katakan ] pendapat semua ini sama dengan madzhab kami, bahwa madzhab kami berpendapat siapa saja yang belum begitu butuh menikah disunnahkan baginya mengakhirkannya, demikian pula jika ia sudah berkehendak menikah akan tetapi lemah untuk memikul beban pernikahan. Dan di dalam shahihaini dari Usamah bin Zaid semoga Allah meridhoi keduanya dari nabi sallallahu ‘alaihi wasallam berkata : Tidaklah aku tinggalkan setelahku satu fitnah yang lebih bahaya atas laki-laki dari seorang wanita. Dan dalam shshih Muslim Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra,dia berkata bahawa Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya dunia ini manis dan mempersona,sedangkan Allah menugaskan kamu di dalam nya,maka Dia hendak melihat bagaimana kamu berbuat. Kerana itu takutlah terhadap (fitnah/godaan) dunia dan takutlah terhadap (fitnah) wanita” (HR Muslim)
Baca entri selengkapnya »

Filed under: makalah, Nasehat tuk penuntut ilmu

Hentikan Penyiksaan Tersangka ”Terorisme” Sekarang Juga

Terdakwa terorisme Muhammad Jibril mengaku kerap disiksa selama di tahan oleh polisi. Penyiksaan itu baru berakhir saat dirinya dipindahkan ke Rutan Brimob, Kelapa Dua, Depok. “Sejak ditahan sampai empat hari setelahnya saya disiksa terus menerus,” ujar Jibril di depan Majelis Hakim dalam persidangan di Jibril mengungkapkan sejumlah penyiksaan yang dia alami di sana diantaranya adalah dipukul menggunakan rotan, ditonjok wajahnya, sampai dicabuti jenggotnya. Selain itu juga, Jibril mengaku dipaksa menanggalkan busana untuk kemudian diambil gambarnya. Edan!

Penyiksaan memang menjadi bagian dari teknik mengorek informasi bagi terdakwa terorisme. Ini sudah menjadi rahasia umum. Setidaknya teknik ini ditiru dari sesepuhnya, yaitu Amerika ketika akan mengorek informasi dari para mujahidin. Satu lagi kekejian yang selama ini disembunyikan Amerika Serikat (AS) terungkap. Setelah penyiksaan di penjara Abu Ghuraib dan pelecehan di Guantanamo, kini terungkap adanya penyiksaan yang dilakukan agen rahasia AS, CIA, di penjara-penjara rahasia. Sebagian penjara rahasia itu berada di Eropa Timur, Afghanistan, Thailand, kapal-kapal induk yang tersebar di beberapa lepas pantai, juga di tempat lain.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: 'Adawah, News

Dimanakah pisisimu, dibarisan tauhid atau barisan taghut ?

Segala puji hanya milik Allah, Robbul ‘aalamiin, Sholawat dan Salam semoga Allah limpahkan kepada penutup para Nabi, keluarga dan para sahabat seluruhnya. Amma ba’du,

Saat Allah Ta’ala mewajibkan kaum muslimin di Mekkah untuk hijrah ke Madinah, maka orang-orang yang mampu untuk hijrah, mereka hijrah, kecuali sejumlah orang yang berat meninggalkan kampong halaman, harta benda dan keluarga. Serta mereka lebih mengutamakan hal itu terhadap hijrah ilallah. Pada saat perang Badar, mereka dipaksa oleh kaum musyrikin untuk ikut dalam barisan mereka menghadapi kaum muslimin, dan di antara mereka itu ada yang terbunuh oleh panah kaum muslimin, maka Allah Ta’ala menjelaskan perihal nasib mereka pada saat kematian dan tempat akhir mereka :

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
“Sesungguhnya, orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri (kepada mereka) malaikat bertanya, “dalam keadaan bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab, “adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekkah).” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?” Orang-orang itu tempatnya neraka jahannam, dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An Nisaa: 97)
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Aqidah, makalah, syubhat

PENGUMUMAN

Mohon maaf kepada para pengunjung blog ini jika beberapa komentar tidak kami tampilkan. Di karenakan komentar yang tidak mendidik tidak ilmiyah dengan berdasar dalil dan cenderung emosional. Semua itu kami lakukan untuk meminimalisir perdebatan yang tidak ilmiyah dan di dasari atas emosi saja

Tanggalan

Jam dinding



Blog Stats

  • 325,176 hits

Pengunjung

online