At Taujih

Mengawal Wacana Iqomatuddiin

HAL-HAL YANG HARUS DIJAUHI OLEH PENCARI ILMU [1]

Diambil dari sebagian kitab :
Mudzakarotu fi tholabil ‘ilmi
Pengarang : Abu Basyir At Turthusi
Penterjemah : Amru

Ketahuilah wahai pencari ilmu, sesungguhnya engkau pada hari ini hidup pada tataran pencari ilmu, dan besuk bisa jadi Allah akan memberikan padamu kehidupan yang kalian harus bersungguh-sungguh menyampaikan.
Hari ini kalian membutuhkan orang lain, dan jangan lupa bahwa suatu saat nanti kalian akan dibutuhkan manusia. Dan ketahuilah bahwa dalam mencari ilmu kalaian akan menhadapi berbagai rintangan dan jurang. Kadang-kadang sebagian jurang tersebut akan membuat kalian terbunuh jika kalian tidak hati-hati dalam mensikapinya ….. !
Diantara jurang-jurang yang mungkin akan kalian jumpai adalah :

1. Menyembunyikan ilmu pada saat dibutuhkan … entah karena benci atau suka : dan inilah akhlaq jelek yang selalu menempel pada pemempin dan ulama’ ahli kitab.. Allah Ta’ala telah mengancam pelakunya dengan laknat dan adzab yang pedih. Lebih khusus lagi pada saat manusia sangat membutuhkannya, bersamaan dengan hilangnya para penyeru tentang ilmu ini sehingga kebutuhan terhadapnya amat sangat penting. Maka penjelasan saat itu amat sangat diperlukan. Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَـئِكَ يَلعَنُهُمُ اللّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela’nati, [ al baqarah : 159 ].
Dan berfriman Allah Ta’ala :

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلَ اللّهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَناً قَلِيلاً أُولَـئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلاَّ النَّارَ وَلاَ يُكَلِّمُهُمُ اللّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api , dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. [ al baqarah : 174 ]

Dan inilah ancaman yang keras terhadap orang-orang yang menyembunyikan al haq takut akan gaji mereka dan kenikmatan dunia mereka yang akan diancamkan kepada mereka oleh para taghut.

Dan dalam hadist, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi sallallahu alaihiwasallam bersabda : Tidaklah seorang muslim mendapatkan ilmu kemudian ia sembunyikannya, kecuali akan diberikan dengannya pada hari kiamat kendali dari kendali api neraka. [ HR. Shahin sunan Ibnu Majah : 210 ].

Dan bersabda Rasulullah sallallahu alaihiwasallam : barang siapa ditanya tentang ilmu yang ia ketahui kemudian ia sembunyikan, maka ia akan dikendalikan pada hari kiamat dengan kendali dari api neraka. [ HR. Shahih Sunan Ibnu Majah : 213 ]

Ilmu itu memiliki nilai yang harus ia bayar. Dan bayarannya adalah mengamalkan dengannya dan menyampaikan pada manusia tanpa ada pengurangan, sebagaimana dalam sebuah hadist :
Permisalan seseorang yang mencari ilmu kemudian tidak menyampaikannya seperti seseorang yang mengumpulkan perbendaharaan [ harta ] kemudian tidak diinfaqkan dengannya. [ HR. Tobrini, shohih targhib : 118 ].

Dan Hasan Al Bashri berkata : Ada seseorang yang mencari ilmu, tapi tidak terlihat dalam kekhusu’annya, petunjuknya, lisannya, penglihatannya, dan tangannya.

Dari Qosim bin Isma’il bi ‘Ali berkata : Kami berada di pintu Bisyr bin Harist, kemudian ia keluar pada kami, dan berkata : Wahai abu Nasr ! berilah kami hadist. Kemudian ia berkata : Apakah kalian telah melaksanakan zakatnya hadist ?. ia berkata : Aku katakan wahai Abu Nasr, dan bawasanya hadist itu ada zakat ? Ia berkata : ya, jika kalian mendengar hadist, maka dalam hal ini kalian harus beramal, ataupun shalat, ataupun tasbih yang kalian pakai dengannya.

Ilmu dicari untuk diamalkan.. tidak ada yang lainnya, sebagaimana dalam hadist :

يُجَاءُ بِرَجُلٍ فَيُطْرَحُ فِي النَّارِ فَيَطْحَنُ فِيهَا كَطَحْنِ الْحِمَارِ بِرَحَاهُ فَيُطِيفُ بِهِ أَهْلُ النَّارِ فَيَقُولُونَ أَيْ فُلَانُ أَلَسْتَ كُنْتَ تَأْمُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَى عَنْ الْمُنْكَرِ فَيَقُولُ إِنِّي كُنْتُ آمُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَلَا أَفْعَلُهُ وَأَنْهَى عَنْ الْمُنْكَرِ وَأَفْعَلُهُ
Sabda Rasulullah (s.a.w) maksudnya: “ dibawa seorang lelaki pada hari kiamat lalu dicampakkan kedalam api neraka, sehingga terburai usus-usus perutnya, lalu dia berpusing-pusing di dalamnya umpama seekor himar yang sedang berpusing di batu kisarannya. Penghuni neraka mengerumuninya seraya bertanya: Hai sifulan! Apa dah jadi kepada kamu, bukankah dulu kamu yang menyuruh kami supaya berbuat kebaikan dan melarang kami dari melakukan kemungkaran? Beliau menjawab: sungguh aku menyuruh kamu berbuat kebaikan tetapi aku sendiri tidak mengamalkannya, dan sungguh aku melarang kamu daripada kemungkaran tetapi aku sendiri melakukannya” (HR al-Bukhari)

2. Dekat-dekat dengan penguasa kafir dan ahli maksiat dan berdebat tentang mereka : dan ini adalah halangan yang mungkin akan kalian jumpai wahai pencari ilmu … dan akan menunggumu … dan sedikit orang – orang yang selamat darinya.

Kalain akan memilih antara hijrah dan jihad serta berpisah dengan keluarga serta tempat tinggal – dan ini adalah bagian dari ujian – dan antara condong dengan para toghut … dan bekerja disisi mereka … selanjutnya hidup dalam kemanan dan kesenangan bersama mereka !.

Ketahuilah bahwa surganya mereka, ketenangan bersama mereka, serta pemberian mereka adalah neraka … dan adzab … dan ia adalah bencana dan kehinaan atasmu di dunia dan akhirat… dan bahwasanya nerakanya mereka … dan memerangi mereka … adalah jannah … dan kemuliaan bagi kalian di dunia dan akhirat… !

Apakah harga ilmu yang Allah berikan padamu, jika kalian masuk dalam perwalian pada mereka … dan kalian menjadi pengayom mereka atas kebatilan mereka dan kedholiman mereka.. dan kalian mendebat tentang mereka … sedangkan kalian menjadi penyebab tersesatnya hamba-hamba ?.

Bagaimana kalian menginginkan agar manusia membenarkan kalian, padahal kalian duduk-duduk dengan toghut yang dholim … kalian makan bersama mereka, minum bersama mereka … dan kalian diam atas kebatilan mereka .. dan kalian mengambil mereka sebagai wali disamping Allah ?.

Hati-hatilah untuk menjadi ahli maksiat yang bersandar atasnya toghut di hadapan manusia… dan mengajari dengan akhlaq kalian dalam mensikapi para taghut. Dan kalian mengatakan : saya bersama beliau, dalam barisan beliau, yaitu syaikh fulaan, ‘allamah fulaan, maka siapakah yang ikaut bergabung bersama kami ?.
Bagaimana kalian bisa bersih, padahal kalian bersua dengan orang-orang dholim. Kalian hiasi keadaan para taghut dan hukum mereka untuk manusia… seperti seorang saksi palsu… padahal engkau mendengar firman Allah Ta’ala :

وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَى مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), Maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu). [ Al An’an : 68 ].

Dan dalam hadist Rasulullah sallallahu ‘alaihiwasallam bersabda :

ليأتينَّ عليكم أمراء يقربون شرار الناس، ويؤخرون الصلاة عن مواقيتها، فمن أدرك ذلك منهم فلا يكوننّ عِرِّيفاً، ولا شرطياً، ولا جابياً، ولا خازناً
Akan datang pada kalian para pemimpin yang mendekat pada sejelek-jelek manusia. Mereka mengakhirkan shalat pada waktunya, maka barangsiapa mendapati mereka, janganlah kalian menjadi penasehat, polisi, penarik bajak, dan bendahara. [ HR. Ibnu Hibban, silsilah as shahihah : 360 ].

يليكم عمالٌ من بعدي يقولون ما يعلمون، ويعملون بما يعرفون، وطاعة أولئك طاعة، فتلبثون كذلك دهراً، ثم يليكم عمالٌ من بعدي يقولون ما لا يعلمون، ويعملون ما لا يعرفون، فمن ناصحهم، ووازرهم، وشدَّ على أعضادهم، فأولئك قد هلكوا وأهلكوا
setelahku kalian dipimpin oleh orang-orang yang mengatakan apa yang mereka ketahui dan mengamalkan apa yang mereka ketahui pengetahuannya, mentaati mereka adalah ketaatan, kalian berada dalam keadaan seperti itu beberapa waktu lamanya, kemudian setelah kepergian mereka itu kalian dipimpin oleh orang-orang yang mengatakan apa yang tidak mereka ketahui dan mengamalkan apa yang mereka tidak memiliki pengetahuan tentangnya, siapa yang menyertai mereka dan membantunya serta mengokohkan kedudukannya, maka mereka itu binasa dan membinasakan (orang lain), (oleh sebab itu) pergaulilah mereka dengan jasad kalian dan selisihilah mereka dengan perbuatan-perbuatan kalian” (Diriwayatkan oleh Ath Thabraniy dalam Al Ausath dan Al Baihaqiy dalam Az Zuhdu Al Kabir, silsilah as shohihah : 457)
dan beliau juga bersabda :

سيكون أمراء تعرفون وتنكرون، فمن نابذهم نجا، ومن اعتزلهم سَلِم، ومن خالطهم هلك
Akan ada para pemimpin yang bebuat hal yang kalian ketahui mereka berbuat mungkar. Maka barang siapa memerangi mereka, ia telah selamat. Barang siapa menjauhi mereka, ia telah selamat. Barang siapa membaur dengan mereka, ia akan binasa. [ HR. Tobroni, shahih al jami’ : 3661 ].

من أعان ظالماً بباطل ليدحض بباطله حقاً، فقد برئ من ذمة الله عز وجل وذمة رسوله
Barang siapa yang menolong orang yang dholim dengan kebatilan dengan tujuan membatah kebenaran, maka telah berlepas diri dari jaminan Allah ‘azza wajalla dan jaminan rasul-Nya. [ Silsilah as shahihah : 1020 ]

إياكم وأبواب السلطان، فإنه قد أصبح صعباً هبوطاً
Hendaklah kalian jauhi pintu-pintu penguasa, maka sesungguhnya pintu penguasa tersebut menjadi berat dan hina.[ HR. Tobroni, silsilah as shahihah : 1253 ].

من أتى أبواب السلطان افتتن، وما ازداد أحدٌ من السلطان قرباً إلا ازداد من الله بعداً
Barang siapa mendatangi pintu-pintu penguasa ia telah terfitnah. Dan tidaklah seseorang bertambah dekat terhadap penguasa, kecuali bertambahlah jauh dari Allah. [ HR. Ahmad, silsilah as shahihah, 1272 ].
Dari ‘Amaroh bin Abdullah bin Hudzaifah berkata : Hendaklah kalian menjauhi tempat-tempat fitnah. Dikatan, dan apakah tempat-tempat fitnah itu wahai Abu Abdullah ?. Beliau berkata : yaitu pintu-pintu penguasa, masuk salah seorang diantara kalian atas penguasa kemudian membenarkannya dengan kedustaan. Dan berkata yang tidak sebenarnya.

Dan dari Abdullah bin Mas’ud bahwa sanya beliau berkata : Sesungguhnya atas pintu-pintu penguasa terdapat berbagai fitnah seperti onta yang mendekam, dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya tidaklah kalian mendapatkan dari dunia mereka sedikitpun kecuali mereka mendapat dari kalian din kalian yang semisal.
Bahwasanya Ibnu Musayyib berkata : Barang yang melihat seseorang berada di pintu-pintu penguasa maka ia adalah pencuri …. Yaitu orang yang tidak amanah terhadap diin.

Filed under: makalah, Nasehat tuk penuntut ilmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: