At Taujih

Mengawal Wacana Iqomatuddiin

ISTIQOMAHLAH DI JALAN INI

Berkata Ibnu Taimiyah : Din ini tidak akan terhapus selamanya. Akan tetapi ada orang-orang yang berusaha untuk menyelewengkan, mengganti, berbohong dan menyembunyikan sehingga bercampur aduklah antara yang haq dengan yang batil. Dan harus ada orang-orang yang menegakkan hujjah menggantikan kedudukan Rasul sehingga hilanglah penyelewengan orang-orang yang melampui batas, kedustaan orang-orang yang berbuat kebatilan, penyimpangan makna orang-orang bodoh. Sehingga Allah menampakkan yang haq dan menampakkan yang batil walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya. [ Majmu’ fatawa : ].

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang dishahihkan oleh Imam Ahmad bin Hambal dan lain-lainnya bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَحْمِلُ هَذَا الْعِلْمَ مِنْ كُلِّ خَلَفٍ عُدُوْلُهُ يَنْفَوْنَ عَنْهُ تَحْرِيْفَ الْغَالِّيْنَ وَ انْتِحَالَ الْمُبْطِلِيْنَ وَ تِأْوِيْلَ الْجَاهِلِيْنَ
“Ilmu ini akan dibawa oleh orang-orang yang adil dari setiap generasi, mereka itu menentang perubahan orang-orang yang melampui batas, kedustaan orang-orang yang berbuat kebatilan, penyimpangan makna orang-orang bodoh.”

Kita hari ini hidup pada suatu zaman yang berat. Para pengusung kebenaran seperti orang asing yang hidup dikerumunan orang-orang yang bejat. Sehingga pengusung kebenaran seperti penggenggam bara api. Jika ia pegangi bara itu, berarti ia akan merasakan panasnya, akan tetapi jika ia lepas, lepaslah din ini dari dirinya. Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam bersabda :

عَنْ أَنَسٍ بنُ مَالِكِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « يَأْتِي عَلىَ النَّاسِ زَمَانٌ القَابِضُ عَلَى دِيْنِهِ كاَلْقَابِضِ عَلىَ الْجَمَرِ » رواه الترمذي
Dari Anas Ibnu Malik Radhiyallahu ‘anhu berkata : Bersabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam : Akan datang pada manusia suatu zaman, orang yang memegang dinnya seperti orang yang memegang bara api. [ HR. At Turmudzi ].

Diriwayatkan dari Fudhoil bin ‘Iyâdh Rahimahulloh bahwa beliau pernah berkata, “Bagaimana jika dirimu hidup hingga di suatu zaman di mana manusia tidak lagi membedakan antara yang haq dan yang batil, antara orang mukmin dan orang kafir, antara orang yang bisa dipercaya dengan pengkhianat, antara orang bodoh dan orang berilmu, tidak mengenali perkara makruf, dan tidak mengingkari perkara yang mungkar?”
Al-Imam Ibnu Bathoh mengomentari perkataan Fudhoil ini dengan mengatakan, “Innâ li `l-Lâhi wa Innâ ilaihi Rôji‘ûn…kita telah sampai kepada zaman tersebut, kita mendengarnya dan menyaksikan sebagian besarnya. Seandainya orang yang Alloh beri nikmat berupa akal yang sehat dan cara pandang yang jeli, lalu ia amati dan renungi kondisi Islam dan pemeluk-pemeluknya, lalu ia cocokkan dengan ajaran Islam yang masih lurus, tentu ia akan melihat dengan jelas bahwa mayoritas manusia sudah meninggalkan agamanya dan menyimpang dari petunjuk yang benar. Sungguh pada hari ini manusia telah berubah menganggap baik apa yang dulu mereka anggap buruk, menghalalkan apa yang dulu mereka haramkan, dan menganggap makruf apa yang dulu mereka anggap kemungkaran.” [ qobidhul jamar, syaikh Abu Mus’ab az Zarqowi ].

Itulah tekanan realita yang terjadi. Maka sebagai seorang mujahid ia tidak bleh kendor dari semangat untuk berdakwah dan berjihad. Dan sangat na’if jika ia malah mundur kebelakang atau bahkan mengikuti arus orang-orang awam atau mengikuti jalan-jalan kebatilan. Ingatlah bahwa para penggenggam bara tersebut akan mendapatkan pahala yang besar di akhirat nanti sebanding dengan beratnya ujian yang ia hadapi. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda :
إِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامَ الصَّبْرِ لِلْمُتَمَسِّكِ فِيْهِنَّ يَوْمَئِذٍ بِمَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْكُمْ. قَالُوا يَا نَبِيَّ اللهِ
أَوْ مِنْهُمْ ؟ قَالَ بَلْ مِنْكُمْ.

“ Akan datang sesudah masa kalian nanti hari-hari penuh ujian yang menuntut kesabaran. Pada saat itu, orang yang berpegang teguh dengan apa yang kalian pegangi saat ini akan mendapat pahala lima puluh orang di antara kalian.” Para shahabat bertanya,” Ya Rasulullah, apa bukan pahala lima puluh orang di antara mereka ?” Beliau menjawab,” Bukan. Ia mendapat pahala lima puluh orang di antara kalian.” (HR. Thabrani dan Ibnu Nadhr dari shahabat ‘Utbah bin Ghazwan.)

Di hadapan kita hanya ada dua pilihan ; kendur, patah semangat dan tidak bersabar untuk mencari keselamatan dunia, atau tetap bersemangat, bersabar, melanjutkan risalah Islam dan istiqamah untuk mencari keselamatan akhirat.

Hukum bagi mereka yang menggembosi jihad
Adanya beberapa kelompok yang menggembosi jihad dalam rangka menolong din Allah Ta’ala serta membela kehormatan ummat islam, menolak keganasan orang-orang kafir terhadap ummat Islam serta tujuan untuk menerapkan syari’at islam di bumi, maka menggembosinya dalam rangka mencari ridho orang-orang kafir termasuk diantara pembatal-pembatal keislaman. Karena mereka telah mengambil orang-orang kafir sebagai walinya dan meninggalkan orang-orang yang beriman.

Allah Ta’ala telah berlepas diri dari perbuatan mereka. Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Maa-idah: 51).

Sedangkan dosa menghalang-halangi jihad terhadap orang kafir adalah sebesar-besar dosa. Karena tidak ada fitnah yang lebih besar dari pada munculnya orang-orang kafir di negeri-negeri kaum muslimin. Dan menguasainya mereka terhadap kaum muslimin. Maka barang siapa melindungi orang-orang musyrik tersebut, ia termasuk berserikat dengan mereka. Dan termasuk diantara kelompok mereka. Allah Ta’ala berfirman : Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan, maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam ( An-Nisaa : 140)

Allah Ta’ala berbicara tentang seseorang yang duduk-duduk dengan orang-orang munafiq, dan tidak mengingkari pembicaraan mereka yang batil. Bagaimana dengan orang-orang yang menlong ahlul batil terhadap kebatilan mereka ?. Dan bagaimanakah keadaan orang-orang yang memerangi ahlul haq dalam rangka mencari keridhoan ahlul batil ?.

Sudah kita ketahui bersama bahwa barang siapa menolong suatu kaum dan berwali pada mereka, Allah Ta’ala akan kumpulkan mereka di hari kiamat. Dan barang siapa menolong para mujahidin serta berwali pada mereka Allah Ta’ala akan kumpulkan mereka dengan para mujahidin. Kita berlepas diri dari mereka pada hari yang tidak ada manfaat harta dan anak kecuali yang datang pada Allah dengan hati yang selamat. Pada hari itu pula mereka saling berlepas diri satu dengan yang lainnya atas kesalahan yang dilakukan teman-temannya.
Kita memohon pada Allah untuk istiqomh di jalan jihad. dan janganlah sedikitpun mundur dan tertarik dengan jalan-jalan para penggembos, karena kita akan rugi dunia dan akhirat. Kita juga berdo’a agar kita dikumpulkan dengan para mujahidin di hari akhir nanti karena kecintaan dan perwalian kita pada mereka. [ Amru ]

Filed under: tazkiyah

One Response

  1. El Arise mengatakan:

    Allahu akbar, mantep taujihnya. Btw ana minta nmr antum, ana baru kehilangan hp, so, semua nmr hilang. Baarokallahu fiik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: