At Taujih

Mengawal Wacana Iqomatuddiin

SIFAT-SIFAT ORANG MUNAFIK

Allah Ta’ala telah menyebutkan dalam banyak ayat tentang orang-orang munafik, diantaranya;
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا
Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. (QS. An Nisa’ 4 : 61)

Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah Neraka Jahanam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya. (QS. At Taubah 9 : 73)

Sudah menjadi sunnatullah bahwa setiap kebenaran pasti memiliki musuh. Begitu juga dengan kebenaran Islam, pasti akan dimusuhi oleh syaitan dan pengikutnya.

Maka wajib bagi kita untuk mengetahui siapa yang sebenarnya menjadi musuh-musuh Allah Ta’ala dan mengenali sifat-sifat mereka. Tujuannya agar kita mengantisipasi dan segera mengambil langkah-langkah dalam mengatasinya.

Di antara musuh-musuh Allah atau pengikut syaitan (Hizbu syaithon) yang gencar memusuhi Islam ialah golongan munafikin. Mereka adalah orang-orang yang berpura pura menjadi mukmin. Tetapi di dalam hati mereka kekafiran dan pendustaan. Mereka benci dan memusuhi terhadap kebenaran yang datang dari Allah Ta’ala serta berusaha untuk menghancurkan dan menghalangi penyebaran cahaya Islam.

Kamunafiakan zaman kita ini lebih parah dibandingkan pada zaman dahulu. Jika zaman dulu orang-orang munafik masih sembunyi-sembunyi dalam melawan islam, tetapi orang-orang munafik hari ini telah melawan islam dengan terang-terangan. Mereka bela Demokrasi, liberisasi, pornografi dan berbagai kemunkaran-kemunkaran di negeri ini. Sebaliknya, mereka lawan amar ma’ruf nahi munkar, para penyeru syari’at dan para da’I yang mengajak kebenaran. Mereka bukan lagi disebut munafik, tetapi lebih pantas disebut zindiq. Yaitu seseorang yang mangaku islam, tetapi bersamaan dengan itu, ia serang dan ia hancurkan islam dengan lesan dan perbuatannya. Mereka lebih parah dan lebih bahaya dibandingkan munafikin.
Di masa sekarang ini segala urusan dikendalikan oleh mereka (orang-orang munafik). Sehingga kita menyaksikan bahwa mereka berpakaian sebagaimana orang-orang yang mengadakan perbaikan. Mereka layaknya seorang ulama atau penasihat yang penuh belas kasihan, bahkan mereka memakai pakaian seperti halnya seorang ahli ibadah atau orang shalih. Telah dipersiapkan bagi mereka mimbar-mimbar dan markas-markas ilmu agar berbicara tentang Islam. Telah dipersiapkan lembaran-lembaran kitab dan majalah serta media masa untuk mereka tulis dan sampaikan pada ummat dengan mengatasnamakan Islam. Namun, kenyataannya mereka sangatlah jauh dari Islam, bahkan bertentangan dengan ajaran Islam.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Filed under: 'Adawah, Aqidah, makalah,

Syeikh Usamah (sangat) tak layak dibenci

Beberapa saat setelah dilansirnya berita tentang terbunuhnya (syahid, insha Allah) Syeikh Osama Bin Laden, media, para tokoh masyarakat, dan pemerintah berusaha menggiring opini bahwa Syeikh Osama adalah tokoh yang wajib dimusuhi dan kita patut bergembira dengan meninggalnya “sang musuh”.

DPR mengingatkan agar pemerintah tetap mewaspadi terorisme pasca-kabar syahid-nya Syeikh Osama bin Laden dengan pertimbangan bahwa terorisme di Indonesia berbeda dengan yang terjadi di Amerika Serikat.

“Benar bahwa Osama adalah inspirator teroris dunia tapi untuk di Indonesia mengarah pada terorisme baru,” kata Wakil Ketua DPR bidang Polhukam Priyo Budi Santoso di Gedung DPR/MPR Jakarta, Senin (2/5/2011).

Senada dengan Priyo, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj mengatakan, ”Jangan terlalu larut dalam kegembiraan atas kematian Osama, karena kematiannya tidak lantas membuat radikalisme lenyap dari muka bumi ini,” kata Said Aqil di Jakarta, Senin (2/5).

Menurut Said, radikalisme sudah ada sejak zaman dulu dan akan terus ada. Pasukan Amerika Serikat hanya berhasil membunuh Syeikh Osama, bukan mematikan radikalisme.

“Kita harus tetap waspada, karena radikalisme sudah ada sejak dulu dan akan terus ada. Persoalannya adalah apakah radikalisme itu tumbuh subur atau tidak. Ini tergantung bagaimana kita membendungnya,” katanya.

“Konsistensi dan komitmen menolak radikalisme tidak boleh pudar. Kita tidak boleh berkata lelah untuk menolak ajaran-ajaran radikal,” kata Said Aqil.

Menurutnya, langkah-langkah yang harus ditempuh dalam membatasi ajaran radikal adalah melalui pendekatan konsititusi, pendekatan sosial, dan pendekatan keamanan sebagai langkah terakhir. “Masyarakat harus diingatkan kembali bahwa Indonesia dengan adat ketimurannya adalah bangsa yang santun dan ramah, jauh dari radikalisme. Begitu pula bentuk negara ini adalah NKRI. Ini sudah final,” katanya.

Para pelajar juga harus diperkuat nasionalismenya dengan menjelaskan arti pentingnya Pancasila sebagai dasar negara.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: 'Adawah, News

PERNYATAAN MUJAHIDIN TENTANG KRISIS DI MESIR

Refolusi melawan Mubarak
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين .. وصلى الله على نبيه الكريم .. وعلى آله وصحبه أجمعين
وبعد :
Telah sampai pada kami, dan sangat disayangkan atas apa yang diserukan oleh sebagian ahlul ‘ilmi di mesir yang tercinta pada seruan untuk menjauhi demo penentangan melawan pemerintahan di Mesir.
Dan disiyangkan lagi bahwa pilihan untuk menjauhi perlawan terhadap undang-undang yang telah merusak negeri dan manusia di dukung juga oleh kekuatan yang besar juga.

Sesungguhnya kita dapatkan hari ini di negeri-negeri kaum muslimin dipenuhi dengan pemdholiman dan dosa yang oleh islam diperintahkan untuk melawannya.
Allah Ta’ala berfirman dalam mensifati ahlul iman :

Dan ( bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri. [ Asy Syuro : 39 ]

Dan Allah Ta’ala berfirman kepada orang yang didholimi untuk menolak dari kedholiman tersebut :
Dan Sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka. [ Asy Syuro : 41 ]

Dan bersabda Rasulullah sallallahu alaihiwasallam :
Berperanglah karena hartamu sampai terlindungi hartamu. Atau terbunuh maka engkau menjadi suhada’ ahkirat. [ Shahih riwayat Ahmad dan Tabrani ].

Dan bersabda Rasulullah sallallahu alaihiwasallam :
Barang siapa yang berperang karena keholimannya maka ia syahid. [ HR. Ahmad dari Ibnu Abbas ].

Dan bersabda Rasulullah sallallahu alaihiwasallam :
Barang siapa berperang karena hartanya maka ia syahid. [ HR. Muslim ].

Baca entri selengkapnya »

Filed under: 'Adawah, News

SIFAT MASJID DHIROR YANG HARUS DIJAUHI

Tulisan ini adalah terjamahan dari salah satu bab pada kitab syaikh Abu Muahammad al Maqdisi yang berjudul : Tuhfatul abror fii ahkami masajidi dhiror. Semoga dapat menambah ilmu dan meluruskan aqidah kita.
Allah Ta’ala berfirman :

وَالَّذِينَ اتَّخَذُواْ مَسْجِداً ضِرَاراً وَكُفْراً وَتَفْرِيقاً بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَاداً لِّمَنْ حَارَبَ اللّهَ وَرَسُولَهُ مِن قَبْلُ وَلَيَحْلِفَنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلاَّ الْحُسْنَى وَاللّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ، لاَ تَقُمْ فِيهِ أَبَداً لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُواْ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ، أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى تَقْوَى مِنَ اللّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَم مَّنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىَ شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ، لاَ يَزَالُ بُنْيَانُهُمُ الَّذِي بَنَوْاْ رِيبَةً فِي قُلُوبِهِمْ إِلاَّ أَن تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمْ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
107. Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang Telah memerangi Allah dan rasul-Nya sejak dahulu mereka Sesungguhnya bersumpah: “Kami tidak menghendaki selain kebaikan.” dan Allah menjadi saksi bahwa Sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).

108. Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. sesungguh- nya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. dan Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.

109. Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka jahannam. dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang- orang yang zalim.

110. Bangunan-bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati mereka, kecuali bila hati mereka itu Telah hancur[661]. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. [ At Taubah :
Pada ayat ini Allah Ta’ala telah menjelaskan pada kita sifat masjid dhiror, dan tidak diragukan lagi bahwa penjelasan tersebut sangat bermanfaat bagi manusia. Tidak mungkin Allah menjelaskan dalam kitabnya hal yang sia-sia. Maha suci Ia dari hal yang sia-sia.

Diantara sifat masjid dhiror yang telah Allah memerintahkan nabi-Nya untuk menjauhi dan berdiri di dalamnya selama-lamanya adalah :

Pertama : yaitu masjid yang [menimbulkan kemadhorotan] bagi kaum muslimin dan membahayakan din mereka. Dan dalam hadist : tidak boleh membahayakan diri dan orang lain. Riwayat Ahmad, Ibnu majah dan lainnya.

Dan tidak diragukan lagi bahwa bahaya yang paling besar adalah ketika sudah menyangkut permasalahan tauhid. Karena dengan bahaya yang mengarah pada tauhid atau hancurnya tauhid adalah sebesar-besar bencana. Tidaklah diutus para rasul, diturnkannya al qur’an dan disyari’atkannya jihad serta mati syahid kecuali untuk menjaga tauhid dan menghilangkan hal-hal yang membahayakannya.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: 'Adawah

Hentikan Penyiksaan Tersangka ”Terorisme” Sekarang Juga

Terdakwa terorisme Muhammad Jibril mengaku kerap disiksa selama di tahan oleh polisi. Penyiksaan itu baru berakhir saat dirinya dipindahkan ke Rutan Brimob, Kelapa Dua, Depok. “Sejak ditahan sampai empat hari setelahnya saya disiksa terus menerus,” ujar Jibril di depan Majelis Hakim dalam persidangan di Jibril mengungkapkan sejumlah penyiksaan yang dia alami di sana diantaranya adalah dipukul menggunakan rotan, ditonjok wajahnya, sampai dicabuti jenggotnya. Selain itu juga, Jibril mengaku dipaksa menanggalkan busana untuk kemudian diambil gambarnya. Edan!

Penyiksaan memang menjadi bagian dari teknik mengorek informasi bagi terdakwa terorisme. Ini sudah menjadi rahasia umum. Setidaknya teknik ini ditiru dari sesepuhnya, yaitu Amerika ketika akan mengorek informasi dari para mujahidin. Satu lagi kekejian yang selama ini disembunyikan Amerika Serikat (AS) terungkap. Setelah penyiksaan di penjara Abu Ghuraib dan pelecehan di Guantanamo, kini terungkap adanya penyiksaan yang dilakukan agen rahasia AS, CIA, di penjara-penjara rahasia. Sebagian penjara rahasia itu berada di Eropa Timur, Afghanistan, Thailand, kapal-kapal induk yang tersebar di beberapa lepas pantai, juga di tempat lain.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: 'Adawah, News

BEKAL TERJUN KE MEDAN PEPERANGAN

Tatkala seorang mujahid menerjuni satu medan pertempuran, dia harus siap dengan rangkaian pertempuran yang saling terkait satu dengan yang lain. Medan yang terhubungkan dengan logika kausalitas, dimana yang satu mengakibatkan yang lain, dan satu akibat berubah menjadi sebab bagi medan selanjutnya. Tidak boleh seorang mujahid berkehendak memasuki satu medan pertempuran, dengan kesengajaan untuk menyerah ketika berhadapan dengan medan pertarungan yang menjadi akibat dari medan pertama yang dimasukinya.

Masalah ini telah menjadi pemahaman umum bagi setiap petarung ideology dan system hidup apapun. Artinya, tak dapat diterima dalam jalan berpikir pembela nilai hidup apapun yang memasuki hulu sebuah aliran tetapi tidak bersedia menerjuni seluruh aliran sampai hilirnya. Tak terkecuali nilai hidup Islam. Sekalipun merupakan nilai ilahiyah yang diturunkan dari langit, tetapi ajaran itu untuk manusia dalam kehidupannya di dunia. Penegakan dan pemenangan Islam tetap bertumpu kepada usaha manusia yang menginginkan nilai tadi tegak ter-implementasi dalam kehidupannya.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: 'Adawah, makalah

fatwa tentang world cup 2010

Assalamu alaikum, apa hukum mengikuti pertandingan olahraga [ sepak bola piala dunia world cup ] dan melihatnya lewat televisi. Kita maklumi bahwa mereka membuka aurat, dan kadang kadang mereka menampakkan para wanita yang mutabarijat serta telanjang. Dan bahkan diantara mereka menabuh kendang dan suara-suara musik lainnya dari suporter untuk menyemangati para pemain. Maka kami meminta jawaban yang gamblang dari pertanyaan ini. Semoga Allah memberkahimu dan forum ini.

Jawab : [ lajnah syar’iyah di mimbarut tauhid wal jihad ]
Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji bagi Allah rab semesta alam, shalawat dan salam kepada yang diutus sebagai rahmat diseluruh alam serta sahabatnya dan seluruh pengikutnya.
Pertama : Permainan ini diselenggarakan dalam konteks kompetisi olahraga yang terdiri dari berbagai club. Dan mereka semua memiliki andil dalam pertandingan tersebut. Dari dana yang terkumpul tersebut, mereka gunakan untuk diberikan kepada para pemain yang menang entah berupa uang ataupun barang. Sedangkan jenis perlombaan ini adalah haram hukumnya secara syar’i. karena para fuqoha’ sepakat bahwa tidak diperbolehkan perlombaan yang mendapatkan hadiah kecuali dalam tiga hal : menunggang kuda, atau onta dan memanah, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi sallahu ‘alaihiwasallam bahwasanya beliau bersabda :

لا سبق إلا في نصل ، أو خف ، أو حافر

“Tidak ada pertaruhan dalam perlombaan kecuali lomba panah,atau onta, atau kuda” [ HR. Ahmad dan ashabussunan ]

Yang dimaksud tidak ada perlombaan di sini adalah perlombaan yang mendapatkan hadiah kecuali tiga hal di atas.

Ibnu Qudamah dalam al mughni berkata : Dikhususkan tiga permainan ini untuk mendapatkan hadiah karena diantara alat-alat peperangan yang diperintahkan untuk dipelajari, mahir terhadapnya serta berlomba-lomba terhadapnya. Dengan berlomba terhadapnya dan mendapatkan hadiahnya maka akan menjadikan semangat dan mahir dalam memainkannya. [ almughni juz 2 / 277 ]

Maka adakah kemahiran dan perlombaan dalam berperang selain perlombaan tersebut ?
Baca entri selengkapnya »

Filed under: 'Adawah, Fatwa, News

WASIAT SYAIKH ASY SYAHIID ‘ABDULLOH ‘AZZAM

Suatu sore, senin 12 Sya’ban 1406 H. bertepatan dengan 20 April 1986 M. sepulang dari rumah kediaman Syaikh Jalaaluddiin Haqqooniy, kutulis kata-kata ini:

Segala puji bagi Alloh, hanya kepada-Nya kami memuji, memohon pertolongan, memohon ampunan, serta memohon perlindungan dari kejahatan diri kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang diberi peunjuk oleh Alloh, maka tiada seorang pun yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka tiada seoarang pun juga yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
Aku bersaksi bahwa tiada Ilaah selain Alloh, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Ya Alloh ! Tiada kemudahan selain yang telah Engkau jadikan mudah, dan jika Engkau berkehendak, niscaya kesedihan akan Engkau jadikan kemudahan.
Sungguh kecintaan kepada jihad benar-benar telah menguasai hidupku, jiwaku, perasaanku, serta hati dan inderaku. Ayat-ayat muhkamat dalam surat at taubah yang menerangkan syariat terakhir mengenai jihad dalam Islam, benar-benar telah memeras kesedihan hatiku untuk mencabik-cabik duka jiwaku, sedangkan aku sadar akan kekuranganku dan kekurangan kaum muslimin dalam melaksanakan kewajiban perang di jalah Alloh ini.

Sesungguhnya ayatus saif (ayat tentang kewajiban mengangkat pedang) telah memansukh (menghapus hukum) lebih dari 120 (atau 140) ayat sebelumnya yang berbicara tentang jihad. Ini benar-benar merupakan bantahan yang telak dan jawaban yang tuntas bagi orang yang mau bermain-main dengan ayat-ayat Alloh yang berkenaan dengan perang di jalan Alloh. Juga buat orang yang begitu berani mentakwilkan ayat-ayat muhkamat atau berani membelokkan arti dhohir yang telah qoth’iy baik maksud maupun keabsahannya. Dan ayatus saif (ayat tentang kewajiban mengangkat pedang) itu adalah:

وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَآفَّةً وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
“ ….. dan perangilah musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi semuanya; dan ketahuilah bahwasannya Alloh beserta orang-orang yang bertaqwa “. (QS. At Taubah [9]: 36).
Atau:

فَإِذَا انْسَلَخَ اْلأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوْهُمْ وَخُذُوْهُمْ وَاحْصُرُوْهُمْ وَاقْعُدُوْا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ فَإِنْ تَابُوْا وَأَقَامُوا الصَّلاَةَ وَءَاتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوْا سَبِيْلَهُمْ إِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ
“ Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyirikin di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “. (QS. At Taubah [9]: 5).

Sungguh mencari-cari alasan untuk tidak berangkat berjihad dengan alasan yang bermacam-macam itu akan mengotori jiwa. Karena merelakan diri untuk tidak berperang fii sabilillah merupakan sendau gurau dan main-main bahkan mempermainkan diin (agama) Alloh. Padahal kita diperintahkan agar berpaling dari orang-orang seperti mereka, berdasarkan nash Al Qur’an:

وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا
“ Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikabn agama mereka sebagai main main dan sendau gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia “. ( QS. Al An’am : 70).
Sesungguhnya mencari-cari alasan dengan angan-angan tanpa melakukan i’daad (mempersiapkan kekuatan) adalah kondisi jiwa yang kerdil yang tidak mempunyai semangat untuk mencapai puncak gunung.

إِذَا كَانَتِ النُّفُوسُ كِبَارًا
تَعِبَتْ مِنْ مُرَادِهَا اْلأَجْسَامِ
Jika memang jiwa itu besar
Tentu badan itu akan bersusah payahlah untuk memenuhi cita-citanya …
Duduk-duduk berdampingan dengan masjidil harom dan memakmurkannya dengan berbagai amal ibadah tidak mungkin dapat dibandingkan dengan jihad di jalan Alloh. Dalam Shohiih Muslim disebutkan bahwa ayat:
أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَآجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ ءَامَنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللهِ لاَيَسْتَوُونَ عِندَ اللهِ وَاللهُ لاَيَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ {} الَّذِينَ ءَامَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ اللهِ وَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْفَآئِزُونَ {} يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُم بِرَحْمَةٍ مِّنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَّهُمْ فِيهَا نَعِيمُُ مُّقِيمٌ {} خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا إِنَّ اللهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمُُ {}
“ Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Alloh dan hari kemudian serta berjihad di jalan Alloh. Mereka tidak sama di sisi Alloh; dan Alloh tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zhalim. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Alloh dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Alloh; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan. Rabb mereka mengembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhoan dan jannah, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal. Mereka kekal di dalanya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Alloh-lah pahala yang besar “. (QS. At Taubah [9]: 19-22)

… ayat ini turun ketika para shahabat berselisih pendapat tentang amal apakah yang paling utama sesudah iman. Di antara mereka ada yang mengatakan: “ Meramaikan Masjidil Harom (adalah amalan yang paling utama)“. Yang lain lagi berkata: “ Bukan, tapi (amalan yang paling utama setelah iaman itu adalah) memberi minum orang-orang yang beribadah haji “. Yang lain lagi berkata, “ Bukan, tapi (amalan yang paling utama setelah iman itu adalah) jihad di jalan Alloh “.

Dengan demikian maka ayat-ayat tersebut adalah merupakan nash yang menetapkan bahwa jihad di jalan Alloh itu lebih besar (derajat dan pahalanya) darin pada meramaikan Masjidil Harom, sebab peristiwa yang menjadi penyebab turunnya ayat ayat-ayat tersebut adalah adanya perselisihan pendapat di antara para shahabat seputar masalah ini. Padahal peristiwa yang menjadi sebab turunnya ayat itu tidak boleh dikhususkan atau dita’wilkan, sebab peristiwa yang menjadi penyebab turunnya suatu ayat itu masuk ke dalam apa yang dimaksud oleh ayat tersebut secara qoth’iy.

Dan semoga Alloh merahmati ‘Abdulloh Ibnul Mubaarok. Suatu ketika beliau berkirim surat kepada Al Fudloil bin ‘Iyaadl, yang berbunyi :
يَاعَابِدَ الْحَرَمَيْنِ لَوْ أَبْصَرْتَنَا
لَعَلِمْتَ أَنَّكَ بِالْعِبَادَةِ تَلْعَبُ
مَنْ كَانَ يَخْضِبُ خَدَّهُ بِدُمُوعِهِ
فَنُحُورُنَا بِدِمَائِنَا تَتَخَضَّبُ
Wahai orang yang beribadah di dua masjid harom, seandainya engkau melihat kami …
Tentu engkau akan mengerti bahwa engkau dalam beribadah itu hanya bermain-main …
Kalau orang pipinya berlinangan air mata …
Maka sesungguhnya leher kami berlumuran dengan darah …
Tahukah anda pendapat seorang yang ahli fiqih, ahli hadits dan sekaligus mujahid ini (yaitu ‘Abdulloh bin Mubaarok) tentang orang yang duduk-duduk bersanding dengan Masjidil Harom, beribadah di dalamnya, sedang pada saat yang sama kesucian Islam dilecehkan, darah kaum muslimin ditumpahkan, kehormatan mereka diinjak-injak dan dihinakan serta Diin (agama) Alloh dicabut sampai akar-akarnya! Saya katakan bahwa beliau berpendapat, “…. itu adalah bermain-main dengan Diin (Agama) Alloh ….. “.
Benar, membiarkan kaum mulimin disembelih di muka bumi, sedangkan kita hanya membaca Innaa Lillaahi Wa Innaa Ilaihi Rooji’uun dan Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil ‘Adziim sambil membuka telapak tangan kita dari kejauhan tanpa terdetik di hati kita untuk tampil membela mereka, sungguh ini adalah bermain-main dengan Diin (agama), gelitikan dusta perasaan yang dingin yang senantiasa menipu dirinya sendiri.

كَيْفَ الْقَرَارُ وَكَيْفَ يَهْدَأُ مُسْلِمٌ
وَالْمُسْلِمَاتُ مَعَ الْعَدُوِّ الْمُعْتَدِي
Bagaimana tetap tinggal diam, dan bagaimana seorang muslim bisa tenang …
sedang kaum muslimat bersama musuh yang kejam …

Saya berpendapat sebagaimanayang telah saya tuliskan dalam buku Ad Difaa’ ‘An Aroodhil Muslimiin Ahammu Furuudhul A’yaan (Terj. Mempertahankan Bumi Kaum Muslimin Adalah Fardhu ‘Ain yang Paling Utama). Dan sebelum saya berpendapat seperti ini Ibnu Taimiyah telah berpendapat seperti ini. Beliau mengatakan: “Jika musuh menyerang dan merusak seluruh urusan Diin (agama) dan dunia, maka tidak ada saat itu yang lebih wajib setelah iman selain melawan mereka.”
Baca entri selengkapnya »

Filed under: 'Adawah, Nasehat tuk mujahidin

Fatwa Syaikh Hamud Bin Uqola tentang Kekafiran Penguasa dan Pembuat Undang-Undang Positif

Fadhilah Syaikh Hamud bin Abdullah Uqala Asy-Syua’ibi Hafizhahullah
Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuhu.

Pada masa sekarang ini, di dunia Islam, baik itu di Arab maupun selainnya telah banyak orang yang bersandar kepada hukum positif, sebagai pengganti dari hukum (syari’at) Allah, bagaimanakah hukum bagi para penguasa seperti itu? Kami memohon jawaban jawaban yang memuaskan dengan dalil-dalil syar’iyah dari Al-Qur’an dan As-sunnah dan pendapat-pendapat para ulama.
Jawab:
Baca entri selengkapnya »

Filed under: 'Adawah, Aqidah, Fatwa

HUKUM-HUKUM YANG TIMBUL AKIBAT MEMBERLAKUKAN HUKUM CIPTAAN MANUSIA

Menjalankan hukum ciptaan manusia pada sebuah negara menimbulkan dampak yang sangat berbahaya terhadap:
1- Penguasanya
2- Para pembela dan tentara penguasa tersebut
3- Negara itu sendiri
4- Kaum muslimin secara umum
5- Ahlul Kitab yang berada di dalam negara tersebut
6- Melaksanakan hukum ciptaan tersebut
Berikut ini penjelasan singkat tentang dampak-dampak yang berkaitan dengan hal-hal di atas download
smg bermanfaat

Filed under: 'Adawah, Aqidah, download buku, syubhat

PENGUMUMAN

Mohon maaf kepada para pengunjung blog ini jika beberapa komentar tidak kami tampilkan. Di karenakan komentar yang tidak mendidik tidak ilmiyah dengan berdasar dalil dan cenderung emosional. Semua itu kami lakukan untuk meminimalisir perdebatan yang tidak ilmiyah dan di dasari atas emosi saja

Tanggalan

Jam dinding



Blog Stats

  • 325,176 hits

Pengunjung

online