At Taujih

Mengawal Wacana Iqomatuddiin

SIFAT-SIFAT ORANG MUNAFIK

Allah Ta’ala telah menyebutkan dalam banyak ayat tentang orang-orang munafik, diantaranya;
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا
Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. (QS. An Nisa’ 4 : 61)

Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah Neraka Jahanam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya. (QS. At Taubah 9 : 73)

Sudah menjadi sunnatullah bahwa setiap kebenaran pasti memiliki musuh. Begitu juga dengan kebenaran Islam, pasti akan dimusuhi oleh syaitan dan pengikutnya.

Maka wajib bagi kita untuk mengetahui siapa yang sebenarnya menjadi musuh-musuh Allah Ta’ala dan mengenali sifat-sifat mereka. Tujuannya agar kita mengantisipasi dan segera mengambil langkah-langkah dalam mengatasinya.

Di antara musuh-musuh Allah atau pengikut syaitan (Hizbu syaithon) yang gencar memusuhi Islam ialah golongan munafikin. Mereka adalah orang-orang yang berpura pura menjadi mukmin. Tetapi di dalam hati mereka kekafiran dan pendustaan. Mereka benci dan memusuhi terhadap kebenaran yang datang dari Allah Ta’ala serta berusaha untuk menghancurkan dan menghalangi penyebaran cahaya Islam.

Kamunafiakan zaman kita ini lebih parah dibandingkan pada zaman dahulu. Jika zaman dulu orang-orang munafik masih sembunyi-sembunyi dalam melawan islam, tetapi orang-orang munafik hari ini telah melawan islam dengan terang-terangan. Mereka bela Demokrasi, liberisasi, pornografi dan berbagai kemunkaran-kemunkaran di negeri ini. Sebaliknya, mereka lawan amar ma’ruf nahi munkar, para penyeru syari’at dan para da’I yang mengajak kebenaran. Mereka bukan lagi disebut munafik, tetapi lebih pantas disebut zindiq. Yaitu seseorang yang mangaku islam, tetapi bersamaan dengan itu, ia serang dan ia hancurkan islam dengan lesan dan perbuatannya. Mereka lebih parah dan lebih bahaya dibandingkan munafikin.
Di masa sekarang ini segala urusan dikendalikan oleh mereka (orang-orang munafik). Sehingga kita menyaksikan bahwa mereka berpakaian sebagaimana orang-orang yang mengadakan perbaikan. Mereka layaknya seorang ulama atau penasihat yang penuh belas kasihan, bahkan mereka memakai pakaian seperti halnya seorang ahli ibadah atau orang shalih. Telah dipersiapkan bagi mereka mimbar-mimbar dan markas-markas ilmu agar berbicara tentang Islam. Telah dipersiapkan lembaran-lembaran kitab dan majalah serta media masa untuk mereka tulis dan sampaikan pada ummat dengan mengatasnamakan Islam. Namun, kenyataannya mereka sangatlah jauh dari Islam, bahkan bertentangan dengan ajaran Islam.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: 'Adawah, Aqidah, makalah,

Dimanakah pisisimu, dibarisan tauhid atau barisan taghut ?

Segala puji hanya milik Allah, Robbul ‘aalamiin, Sholawat dan Salam semoga Allah limpahkan kepada penutup para Nabi, keluarga dan para sahabat seluruhnya. Amma ba’du,

Saat Allah Ta’ala mewajibkan kaum muslimin di Mekkah untuk hijrah ke Madinah, maka orang-orang yang mampu untuk hijrah, mereka hijrah, kecuali sejumlah orang yang berat meninggalkan kampong halaman, harta benda dan keluarga. Serta mereka lebih mengutamakan hal itu terhadap hijrah ilallah. Pada saat perang Badar, mereka dipaksa oleh kaum musyrikin untuk ikut dalam barisan mereka menghadapi kaum muslimin, dan di antara mereka itu ada yang terbunuh oleh panah kaum muslimin, maka Allah Ta’ala menjelaskan perihal nasib mereka pada saat kematian dan tempat akhir mereka :

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
“Sesungguhnya, orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri (kepada mereka) malaikat bertanya, “dalam keadaan bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab, “adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekkah).” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?” Orang-orang itu tempatnya neraka jahannam, dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An Nisaa: 97)
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Aqidah, makalah, syubhat

PERPECAHAN KELOMPOK SALAFI MAZ’UM

Mukaddimah
Dari Abu Najih Irbad bin Sariyah, Rasulullah saw bersabda: “Dan siapa diantara kalian yang (kelak) masih hidup, maka ia akan banyak menyaksikan banyak perselisihan. Maka berpegang teguhlah kalian kepada sunnahku dan sunnah Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk setelahku, berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham. Serta jauhilah oleh kalian perkara yang diada-adakan, karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bida’ah adalah sesat”. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Tema tentang salaf dan salafi barangkali sudah terlalu sering dibahas. Secara ringkas, Salaf adalah manhaj yang telah ditempuh oleh generasi terbaik umat ini; sahabat, tabi’in dan tabi’ tabi’in. Adapun salafi adalah sosok yang senantiasa berusaha untuk meniti jejak langkah mereka baik dalam masalah akidah, ibadah maupun mu’amalah.

Imam Auza’i menyebutkan lima hal yang senantiasa melekat pada diri sahabat Nabi saw dan kalangan tab’in; senantiasa bersama dengan al jama’ah (Ahli Sunnah Wal Jama’ah), mengikuti sunnah, memakmurkan masjid, membaca Al Qur’an dan berjihad di jalan Allah” . [ 1 ]

Apa yang disebutkan Imam Auzai’ merupakan sebagian contoh yang dilakukan kalangan salaf. Maka salafi adalah sosok yang berusaha meniti jejak langkah mereka siapa saja orangnya. Dan jika ada yang mengklaim dirinya salafi tapi jauh dari kelima hal tersebut maka label salafi tidak ada artinya sama sekali.
Salafi bukanlah sosok yang hanya mendengar perkataan dari ustadz atau kelompoknya saja dengan meremehkan kalangan yang lain. Salafi bukanlah sosok yang mengatakan Lebih baik mati dalam keadaan bodoh dari pada ngaji dengan ust. Fulan. Mereka berdalih, dalam rangka merealisaiskan pernyataan para ulama hadits terdahulu dalam memberlakukan kaidah jarh dan ta’dil.

Syaikh Bakr Abu Zaid [2] –rahimahullah- dalam bukunya Tashnif An Naas Baina ad Dzan Wal Yaqin telah mencium gelagat tersebut. Beliau menyatakan: “Terkadang dia menempuh cara yang dilakukan oleh sebagian ahli hadits terhadap para perawi yang lemah, – dan alangkah berbeda kedua jalan itu…semua itu adalah perbuatan syetan. Dan dari sinilah jiwanya merasa senang dengan pandangan para pengkritik itu. Yaitu ketika mereka berhasil memalingkan perhatian dari apa-apa yang seharusnya diperhatikan, lalu orang-orang sibuk saling mencela antar sesamanya”.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Aqidah, syubhat

Apakah kami bermanhaj khowarij ?

Adanya beberapa ikhwan yang mengomentari artikel-artikel di sini seperti artikel; penghati-hatain manusia kepada kelompok jamiyah dan madholiyah, dan beberpa artikel tentang kafirnya penguasa yang tidak menerapkan syari’at islam. mereka menuduh kami dengan tuduhan khowarij. menurut mereka [ yang komentarnya tidak kami tampilkan ] kekafiran adalah kafir juhud / kekafiran dalam hati. sehingga menurut mereka setiap orang yang mengkafirkan penguasa dan melawan mereka dianggap khowarij.

sayangnya para ikhwah yang berkomentar ini tidak mencantumkan alamat yang jelas dari sebuah e-mail ataupun web. sehingga kami hanya bisa menjawab lewat postingan ini. lagi pula mereka belum mengkaji dalil-dalil yang kami ketengahkan dan cendrung taqlid pada pemahaman ustadz-ustadznya.

cukuplah bantahan mereka dengan tulisan Abu Isra’ as suyuthi dengan pemaparan di bawah ini :

DIALOG DENGAN TEMA
KHOWARIJ GAYA BARU

Penulis : Abu Isra’ As Suyuthi

Publikasi:
Jama’ah Islamiyah Mesir

MUQADDIMAH

Segala puji bagi Allah. Kami memuji-Nya, me-minta pertolongan-Nya, meminta ampunan-Nya dan berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri kami dan keburukan perbuatan kami. Barang sia-pa diberi petunjuk oleh Allah, maka tak seorang pun mampu menyesatkannya dan barang siapa disesatkan oleh Allah, maka tak seorang pun mampu memberinya petunjuk. Saya bersaksi se-sungguhnya tidak ada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi sesungguhnya Muhammad ٍShalallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepa-da beliau dan para shahabat.
Amma ba’du…….

Sesungguhnya Syaikh Muhammad Nashirudin Al-Albani adalah salah seorang ulama kontempo-rer. Tak seorangpun mengingkari keutamaan be-liau selain orang yang mendustakan atau arogan. Syaikh hafidzahullah telah mengabdikan dirinya untuk hadits Rasulullah dan bekerja keras untuk menyebarkan sunah, memberantas bid’ah serta menyebarkan ilmu salaf di tengah umat. Kami berdoa semoga Allah Ta’ala membalas semua jasa beliau dengan sebaik-baik balasan.

Namun Allah enggan untuk menjadikan seo-rang manusia selain para rasul-Nya sebagai seo-rang yang maksum. Syaikh adalah manusia juga, beliau kadang benar dan kadang salah. Orang yang mengikuti tulisan-tulisan dan kaset-kaset syaikh tentu akan menemukan ada juga kesala-han atau ketergelinciran di dalamnya.
Kami, Alhamdulillah, bukanlah orang-orang yang mencari-cari ketergelinciran orang, membe-sar-besarkannya dan banyak menyebut-nyebut-nya. Karena itu, bukan termasuk kebiasaan kami mencari ketergelinciran-ketergelinciran tersebut. Tetapi bila kami mendapati ketergelinciran dalam pelajaran atau pembahasan kami, kami berpaling dari kesalahan yang kami dapatkan dan kami beramal dengan yang benar. Barangkali kami mengingatkan kesalahan tersebut dalam sebagian majlis kami dengan bahasa yang baik dan metode yang santun, bukan meributkan dan menyebar luaskannya.

Dalam beberapa masa belakangan ini, saya mendengar sebuah kaset syaikh Hafidzahullah. Saya melihat menjadi kewajiban dari ilmu kami untuk segera mendiskusikan sebagian isi kaset beliau dengan diskusi yang tenang, di mana Allah mengetahui bahwa saya tidak mempunyai mak-sud selain menerangkan dan mencari kebenaran.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Aqidah, syubhat

SEKILAS TENTANG DEMOKRASI

Sampai hari ini, perbedaan pendapat mengenai sesuai tidaknya demokrasi dengan Islam tetap menjadi polemik tersendiri. Sebagian umat Islam yang menerima demokrasi mendirikan partai-partai Islam dan memasuki perjuangan lewat pemilu dan MPR/PARLEMEN. Bagi mereka, amat tidak masuk akal menyatakan demokrasi bertentangan dengan Islam. Sebaliknya, pihak umat Islam yang menolak demokrasi tetap bersikeras menyatakan kekufuran dan kesyirikan demokrasi. Kedua pendapat yang bertentangan ini sulit dicarikan titik temu. Tak jarang karena tidak memahami adab ikhtilaf yang baik akhirnya terjadi saling menghujat dan menyalahkan sesama aktivis Islam. Kajian ini berusaha untuk mencari kebenaran tentang hakekat demokrasi sebenarnya dan mendiskusikan kedua pendapat tadi secara jujur dan obyektif. Semoga bermanfaat. Wallahu al Musta’an.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Aqidah, dirosatul firoq, Uncategorized

THA’IFAH MANSHURAH, Seri Catatan Perjuangan ALI GHUFRON alias MUKHLAS

Seri Catatan Perjuangan

ALI GHUFRON alias MUKHLAS

THA’IFAH MANSHURAH
Kajian tentang “Kelompok yang Pasti Menang”

Pengantar

Bismillâhir-Rahmânir-Rahîm

Kepada Ikhwatul Mu’minîn yang dikasihi Allah,
Tema taushiyah kita: “Ath-Tha’ifah Al-Manshurah”

Ikhwatî fillâh, semoga Antum, kami, serta seluruh Ikhwatul Mu’minîn (saudara-saudara seiman) –khususnya mujahidin– senantiasa dijaga dan dipelihara oleh Allah SWT, sehingga tetap sabar, _______, istiqamah, dan senantiasa mendapatkan pertolongan-Nya dalam menghadapi musuh-musuh Islam dan kaum mukiminin. Amin.
Merupakan nikmat dan rahmat Allah yang besar sekali, yang Allah karuniakan bagi umat-umat Nabi Muhammad # , terutama bagi yang benar-benar beriman, lebih khusus lagi bagi para mujahidin, yangmana Allah Ta’âlâ akan menjaga tegaknya agama Islam sampai hari kiamat.

Jika kita telaah ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi # yang berkenaan dengan tipu daya dan makar musuh-musuh Islam, lalu kita sesuaikan dengan kejadian di alam nyata baik yang kita baca dalam sejarah maupun yang kita dengar dan yang kita lihat dengan mata kepala kita sendiri. Sungguh begitu dahsyat dan hebat permusuhan, tipu daya, dan makar mereka terhadap Islam, sampai-sampai Allah berfirman: “Sehingga gunung-gunung pun dapat lenyap karenanya.” (14:46).

Mereka musuh-musuh Islam, baik luar maupun dalam. Musuh luar maksudnya orang-orang kafir tulen yaitu Zionis, salibis, komunis, Majusi, dan sebagainya. Sedangkan musuh dalam adalah antek-entek mereka dari golongan orang-orang zindiq, para munafiqin, para murtaddin dangan segala jenisnya. Mereka tidak henti-hentinya berencana jahat dan berusaha keras untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin dengan berbagai cara.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah # menggambarkan bahwa kaum muslimin akan dikeroyok oeh musuh-musuhnya dari segala penjuru, bagaikan hidangan makanan yang dikerumuni oleh para penyantapnya, dan hal ini jelas berlaku pada masa kini dan diantara dampak negatifnya telah terjadi kemurtadan yang luar biasa boleh dikatakan yang terbesar yang belum pernah terjadi dalam sepanjang sejarah kaum muslimin sebelumnya, yang mana kemurtadan kali ini terjadi dan merebak dalam segala aspek kehidupan kaum muslimin kecuali yang dirahmati Allah, baik dalam akidah, syariat, hukum, akhlak, politik, ekonomi, sosial, budaya, militer, maupun pemikiran dan perilaku, dan tak ketinggalan ilmu pengetahuan dan teknologi. Benar-benar pemurtadan telah mencapai puncaknya. Betul-betul islam sedang digerogoti dari dalam maupun luar.

Sekarang yang menjadi pertanyaan dalam keadaan Ad-Din seperti ini, masih adakah hamba-hamba Allah yang siap menjadi Anshornya, siap menjadi hawariyyin dan siap menjadi mujahid-mujahid-Nya?
Syaikh Abul Hasan An-Nadawi *, dalam salah satu bukunya yang berjudul _______ (Kemurtadan terjadi dan tidak ada Abu Bakar yang dapat mengatasinya). Judul ini kelihatannya membuat kita pesimis namun sebenarnya tidaklah demikian, justeru beliau mengharapkan agar segera bermunculan pemuda-pemuda yang seperti Abu bakar Ash-Shiddiq * yang dapat mengatsi arus deras kemurtadan-kemurtadan ini.
Tetapi perlu kita ingat bahwa hal ini merupakan Sunatullah. Sudah menjadi suratan taqdir dan menjadi kehendak-Nya. Allah Ta’âlâ menentukan keadaan seperti ini semata-mata untuk menguji hamba-hamba-Nya. Betapapun seluruh manusia seisi bumi melakukan tipu daya memusuhi dan berencana jahat untuk memberangus dan menghancurkan Islam, namun Allah akan senantiasa menjaga dan menegakkan hingga hari kiamat dengan mentaqdirkan wujudnya sekelompok dari kaum muslimin yang siap berjihad dan berperang untuk membela agama-Nya. Dan mendapat pertolongannya sesuai dengan hadits berikut:

Artinya: dari Jabir bin Samurah * berkata Rasulullah # bersabda: Dien ini akan senantiasa tegak, yang mama tetap ada sekelompok dari kaum muslimin yang berperang membelanya hingga hari kiamat” H.R. ImamMuslim.
Nah, kelompok itulah yang disebut ___________________, sungguh berbahagia dan beruntung orang yang dipilih oleh Allah dapat menyertai kafilah tersebut. Mudah-mudahan kami dan Antum semua terdaftar dalam buku induknya. Amin.

Selanjutnya marilah kita perhatikan dengan seteliti mungkin, siapakah At Tha’ifah Al Manshurah itu? Bagaimana sifat-sifatnya? Seperti apa tauhid dan aqidahnya? Dan apa pula program dan aktivitasnya? Dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk kita ketahui, agara supaya kita tidak keliru dan salah. Sebab pada masa kini semua kelompok mengaku sebagai At Tha’ifah Al Manshurah, keadaan ini benar-benar sebagaimana yang terkandun dalam satu bait syair arab sebagai berikut:

Semua mengaku sebagai kekasih Laila,
sedangkan Laila tidak mengakuinya

Semua kelompok mengaku sebagai At Tha’ifah Al Manshurah,
sedangkan At Tha’ifah Al Manshurah berlepas diri dari kelompok-kelompok itu
Selanjutnya, mari kita perhatikan hadits Rasullullah # di bawah ini:

Artinya: ”Dari Salamah bin Nafil Al Kindi berkata: adalah aku duduk-duduk bersama Rasulullah # lalu ada seorang lak-laki berkata: wahai Rasulullah! Manusia telah meremehkan kuda, mereka telah meletakkan senjata dan mereka berkata: Tidak ada jihad, perang telah usai. Maka Rasulullah menghadapkan wajahnya (kepadanya) seraya berkata: Mereka telah dusta, sekarang telah tiba giliran perang dan senantiasa akan ada dari ummatku, satu ummat yang berperang membela kebenaran dan Allah menjadikan condong kepada kesesatan untuk mereka (para mujahidin) hati-hati kaum (kuffar) dan memberi rizki kepada mereka (para mujahidin) dari mereka (harta benda orang-orang kafir) hingga hari kiamat dan sehingga datang janji Allah. Dan kuda telah terikat pada ubun-ubunnya ada kebaikan sampai hari kiamat. Dan sesungguhnya Ia telah mewahyukan kepadaku bahwasanya sebentarlagi aku akan diwafatkan, dan kamu akan menyusulku kelompok demi kelompok, yang mana sebagian kamu akan memukul tengkuk-tengkuk sebagian yang lain, dan tempat tingggal negeri kaum muslimin di Syam…”H.R. Imam An-Nasa’I dan yang lainnya dengan sanad yang shahih.
Hadits tersebut menjelaskan kepada kita tentang dua sifat dari sifat-sifat At Tha’ifah Al Manshurah dengan penjelasan yang sangat jelas dan gamblang. Dua sifat tersebut adalah sebagai berikut:

Sifat pertama: kalau kita lihat sebab wurud(datang)nya hadits tersebut adalah karena adanya sekelompok orang yang mengistirahatkan dan mengumumkan akan terhentinya jihad mereka mencuaikan kuda artinya tidak ambil peduli, tidak berlatih dan tidak mentadrib kudanya. Mereka telah meletakkan senjata dan mengatakan bahwa perang telah selesai dan tiada lagi. Jadi sebab wurud hadits itu adalah adanya pengumuman akan hentinya dan tidak adanya perang.maka datanglah bantahan dan sanggahan yang jelas lagi nyata, tidak perlu ditakwil-takwil lagi bahwa Rasulullah # membantah dengan sabdanya “ mereka bohong dan sekarang ini tiba giliran perang “. Jadi perang tidak terhenti, tidak suatu sebabpun yang mewajibkan berhentinya perang atau pengumuman usainya perang. Bagaimana perang berhenti sedangkan di muka bumi masih ada kaum-kaum yang hatinya sesat dan menyimpang condong kepada kesesatan.

Kemudian Rasulullah # memuji kaum-kaum yang melaksanakn perang, yang tidak meremehkan kuda, tidak meletakkan senjata dan senantiasa menjadi muqatil dan muharib pada setip saat, dengan sabdanya yang artinya ((dan senantiasa akan adadari ummatku satu ummat yang berperang membela kebenaran)). Dengan demikian jelaslah bahwa diantara sifat At Tha’ifah Al Manshurah adalah berperan terus menerus untuk membela kebenaran mak kelompok manapun juga meskipun mengaku imannya setaraf malaikat Jibril * , aqidahnya seperti Abu Bakar Ash-Shidiq * , akan tetapi jihad dan perang bukan menjadi program utama hidupnya, maka dengan demikian batallah pengakuannya sebagai Tha’ifah Manshurah.

Sifat kedua: kita suka atau tidak suka, kita heran atau tidak heran, kita terperanjat atau tidak terperanjat, dinyatakan dalam hadits tersebut bahwa sumber ekonomi utama Tha’ifah Manshurah, makanan, harta benda, dan lainsebagainya adalah diperoleh dari musuh-musuhnya, dalam fiqh antara lain disebut ghanimah, fa’i, salab dan lain sebagainya
Perhatikan sekali lagi hadits:

Artinya: “dan Allah menjadikan hati-hati kaum (orang-orang kafir) condong kepada kesesatan untuk mereka (para mujahidin), dan Allah memberikan rizki kepada mereka (para mujahidin) dari mereka (orang-orang kafir).
Bandingkan hadits tersebut dengan hadits berikut ini:

Artinya: Dari Abdullah bin Umar * berkata, Rasulullah # bersabda: Aku diutus mendekati hari kiamat dengan pedang, sehingga Allah disembah satu-satu-Nya tiada sekutu bagi-Nya, dijadikan rizkiku di bawah naungan tombakku, dan dijadikan hina dan kerdil terhadap orang yang menyelisihi perintahku, dan barang siapa yang menyerupai dengan suatu kaum ia termasuk mereka” H.S.R Imam Ahmad dan dishahkanoleh Al Bani.
Rasulullah # sebelum diangkat menjadi nabi dan rasul bekerja menggembala kambing, berdagang dan lain sebagainya. Sesudah diankat menjadi nabi dan rasul tidak sibuk berdagang lagi. Sumber ekonomi utamanya adalah dari harta istri beliau Khadijah Al Kubra * selama di Makkah. Sesudah berhijrah ke Madinah, dan berjihad, maka seumber ekonomi utama beliau dan keluarganya adalah fa’i dan ghanimah. Sehingga sebagian dari bagian fa’i beliau yang yang diperoleh dari Yahudi Bani Nadhir cukup satu tahun untuk membiayai keperluan-keperluan dan keluarganya – Subhanallah – Beliau dan keluarganya diharamkan makan zakat, shadaqah, infaq dan lain sebagainya. Hadiah dan hibah dihalalkan. Begitulah gagahnya Nabi kita.

Harun Al Rasyid * , salah seorang khalifah dari Bani Abbasiyyah, beliau terkenal dengan kaya rayanya, memiliki berkarung-kerung emas, perak, mutiara dan sejenisnya. Dari mana harta benda itu beliau dapatkan? Kebanyakkannya dari tangan-tangan orang-orang kafir. Sebab kekuasaan beliau terbentang luas boleh dikatakan takterhinggapada saat kekhalifahannya, dan program pribadi beliau yang sangat terpuji adalah satu tahun pergi haji dan tahun berikutnya pergi berjihad (berperang) demikian seterusnya bergantian setiap tahun tetapi kalau kita baca dalam sejarah-sejarah **** yang ditulis oleh musuh-musuh Islam, beliau ditampilkan sebagai sosok manusia yang serba tama’, rakus, mengumbar syahwat dan seterusnya.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Aqidah, Manhaj, Uncategorized

SYI’AH

I. TA’RIF (DEFINISI)

A. Secara Etimologi :
Berasal dari kata: اَلْأَتْبَاع: Pengikut, اَلْأَنْصَارُ: Penolong اَلْخَاصَّةُ: Teman dekat
Ad Dzahiri berkata:

وَالشِّيْعَةُ أَنْصَارُ الرَّجُلِ وَأَتْبَاعُهُ, وَكُلُّ قَوْمٍ اجَتَمَعُوا عَلَى أَمْرِ فَهْمِ شِيْعَةٍ

“Syi’ah adalah penolong dan pengikut seseorang, dan setiap kaum yang berkumpul atas suatu urusan, maka mereka disebut Syi’ah.” [Tahdzibul Lughah : 3/61]

Az Zubaidi berkata:

كُلُّ قَوْمٍ اجْتَمَعُوا عَلَى أَمْرٍ فَهُمْ شِيْعَةٌ, وَكُلُّ قَوْمٍ عَاوَنَ إِنْسَانًا وَتَحْزُبُ لَهُ فَهُوَ شِيْعَةٌ لَهُ, وَأَصْلُهُ مِنَ الْمُشَيَعَةِ وَهِيَ لِمُطَاوَعَةِ وَالمُتَابَعَةِ

“Setiap kaum yang berkumpul atas suatu urusan, maka mereka disebut Syi’ah, dan setiap kaum yang menolong manusia dan berkelompok kepadanya disebut Syi’ah baginya. Aslinya adalah dari kata الْمُشَايَعَةُ (yang berarti) ketundukan dan mengikuti.”[ Tafsir Al Qur’an Al ‘Adzimu : 3/131].

PEMAKAIAN NAMA SYI’AH DI DALAM AL QUR’AN AL KARIM

Kalimat Syi’ah dan pecahannya yang bermakna secara bahasa, yang berlaku di dalam Al Qur’an al Karim adalah:

1. Yang bermakna firqah (kelompok) atau ummat atau jama’ah (kumpulan) manusia

Allah Ta’ala berfirman:

ثُمَّ َلنَنْزِعَنَّ مِنْ كُلِّ شِيْعَةٍ أَيُّهُمْ أَشَدُّ عَلَى الرَّحْمَنِ عِتِيًّا {69}

“Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap Syi’ah siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Ar Rahman (Yang Maha Pemurah).” (QS. Maryam: 69).
Maksud dari ‘tiap-tiap Syi’ah’ adalah “Dari tiap kelompok Jama’ah dan ummat”.

2. Yang bermakna firqah

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اَّلذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَكَانُوْا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَىْءٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah dien-Nya dan mereka menjadi Syi’ah tidak ada tanggung jawabmu sedikitpun terhadap mereka.” (QS. Al An’am: 159). Maksud dari “Mereka menjadi Syi’ah” adalah “Golongan”.[ Tafsir Al Manar : 8/214]

3. Bermakna Serupa

Firman Allah Ta’ala:

وَلَقَدْ أَهْلَكْنَآ أَشْيَاعَكُمْ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ {51}

“Dan sungguh telah Kami binasakan “As Syi’ah” dari kalian, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran.” (QS. Al Qomar: 51) Maksud dari “As Syi’ah dari kalian” adalah “Yang serupa dengan kalian dalam kekufuran, dari ummat-ummat yang terdahulu”.[ Jami’u Al Bayan : 27/112]

4. Bermakna pengikut, teman dekat, dan penolong

Allah Ta’ala berfirman:

وَدَخَلَ الْمَدِينَةَ عَلَى حِينِ غَفْلَةٍ مِّنْ أَهْلِهَا فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلاَنِ هَذَا مِن شِيعَتِهِ وَهَذَا مِنْ عَدُوِّهِ فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِي مِن شِيعَتِهِ عَلَى الَّذِي مِنْ عَدُوِّهِ فَوَكَزَهُ مُوسَى فَقَضَى عَلَيْهِ قَالَ هَذَا مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ عَدُوٌّ مُّضِلٌّ مُّبِينٌ {15}

“Maka didapatinya di dalam kota dua orang laki-laki yang berkelahi, yang seorang dari Syi’ahnya (bani isail) dan seorang lagi dari musuhnya (kaum Fir’aun), maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya, lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu.” (QS. Al Qashash: 15). [Tahdzib Al Lughah : 3/63 ].
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Aqidah, dirosatul firoq, Uncategorized

KHAWARIJ

DEFINISI KHOWARIJ

Ditinjau secara bahasa, khawarij adalah bentuk jama` dari kata kharij, yaitu isim fa`il dari kata kharaja yang berarti keluar, hal itu disebabkan karena keluarnya mereka dari dien atau keluarnya mereka dari imam, bahkan keluarnya mereka dari manusia.

Ditinjau secara istilah, para ulama` berbeda dalam hal ini :

1. Ada yang memaksudkan khawarij secara umum yaitu sebagai satu sikap politik. Siapa saja yang` keluar` dari ketaatan kepada imam yang kepemimpinannya itu dibenarkan menurut syar’i, kapan pun itu terjadi.

Imam Asy-Syahrastaniy memberikan komentar, : ” Tiap-tiap orang yang keluar dari imam yang haq, yang telah di sepakati oleh jama`ah, maka ia dinamakan khawarij, baik itu terjadi pada masa shahabat yaitu keluarnya mereka dari khalifah yang empat ataupun pada masa tabi`in serta imam-imam pada setiap masa”.

2. Ada juga yang mengkhususkan khawarij untuk kelompok yang keluar dari Imam Ali ra saja.

Imam Al-Asy`ariy berkata :”Faktor yang menyebabkan mereka disebut khawarij adalah keluarnya mereka dari Ali bin Abi Thalib”.

Imam Ibnu Hazm menambahkan bahwa istilah khawarij itu dinisbatkan juga kepada semua kelompok atau pecahan yang dahulu keluar dari Ali bin Abu Thalib atau yang mengikuti paham mereka, kapan pun itu terjadi.

3. Sebagian ulama` Ibadhiyah berpendapat :”Mereka adalah sebagian kelompok manusia pada zaman Tabi`in dan Tabiuttabi`in. Yang pertama kalinya adalah Nafi` bin Azrad “. Akan tetapi pendapat ini lemah karena ulama` firoq tidak ada yang berpendapat seperti itu, kecuali dari golongan Ibadhiyah.

Ghalib bin Ali A`waj berkata :” Yang paling rajih ( kuat ) adalah pendapat yang kedua karena banyaknya ulama` firoq yang berpendapat seperti itu.

Firqah khawarij sering pula disebut dengan beberapa nama lain, seperti :

Al-Haruriyah ( dinisbahkan kepada nama wilayah dekat kufah, tempat mereka berada ), Asy-Syarah (orang-orang yang rakus, versi mereka ini dinisbat kepad asyira` ( membeli ) yang termuat dalam Qs. At-Taubah :11), Al-Mariqah ( yang lepas dari islam, ini adalah nama yang diberikan oleh Nabi ), Al-Muhakkimah ( karena mereka menolak tahkim antara Ali dan Mu`awiyah ), dan An-Nawashib ( karena kebencian mereka terhadap Ali bin Abi thalib ).
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Aqidah, dirosatul firoq, Uncategorized

Fatwa Syaikh Hamud Bin Uqola tentang Kekafiran Penguasa dan Pembuat Undang-Undang Positif

Fadhilah Syaikh Hamud bin Abdullah Uqala Asy-Syua’ibi Hafizhahullah
Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuhu.

Pada masa sekarang ini, di dunia Islam, baik itu di Arab maupun selainnya telah banyak orang yang bersandar kepada hukum positif, sebagai pengganti dari hukum (syari’at) Allah, bagaimanakah hukum bagi para penguasa seperti itu? Kami memohon jawaban jawaban yang memuaskan dengan dalil-dalil syar’iyah dari Al-Qur’an dan As-sunnah dan pendapat-pendapat para ulama.
Jawab:
Baca entri selengkapnya »

Filed under: 'Adawah, Aqidah, Fatwa

HUKUM-HUKUM YANG TIMBUL AKIBAT MEMBERLAKUKAN HUKUM CIPTAAN MANUSIA

Menjalankan hukum ciptaan manusia pada sebuah negara menimbulkan dampak yang sangat berbahaya terhadap:
1- Penguasanya
2- Para pembela dan tentara penguasa tersebut
3- Negara itu sendiri
4- Kaum muslimin secara umum
5- Ahlul Kitab yang berada di dalam negara tersebut
6- Melaksanakan hukum ciptaan tersebut
Berikut ini penjelasan singkat tentang dampak-dampak yang berkaitan dengan hal-hal di atas download
smg bermanfaat

Filed under: 'Adawah, Aqidah, download buku, syubhat

PENGUMUMAN

Mohon maaf kepada para pengunjung blog ini jika beberapa komentar tidak kami tampilkan. Di karenakan komentar yang tidak mendidik tidak ilmiyah dengan berdasar dalil dan cenderung emosional. Semua itu kami lakukan untuk meminimalisir perdebatan yang tidak ilmiyah dan di dasari atas emosi saja

Tanggalan

Jam dinding



Blog Stats

  • 317,252 hits

Pengunjung

online