At Taujih

Mengawal Wacana Iqomatuddiin

Hati-hatilah dari Pemikiran Murji’ah Gaya Baru

Telah muncul pada akhir masa sahabat orang yang menganggap bahwa iman yang dapat menyelamatkan pelakunya dari neraka adalah syahadat yang hanya diucapkan dengan lesan dan diikrarkan dalam hati. Walaupun ia belum pernah beramal shalih entah shalat, zakat, haji, berbakti pada orang tua, dan belum pernah melaksanakan berbagai perintah diin, dan ia mengira tidak membatalkan imannya dan tidak mengeluarkan dari millah islam.

Demikian pula jika ia berbuat kemungkaran dan melakukan seluruh dosa-dosa besar, bahkan sujud kepada selain Allah, berdo’a kepada selain-Nya, menghalalkan yang diharamkan Allah, menharamkan yang dihalalkan Allah, dan berhukum atas segala urusan dengan hukum selain islam, bahkan walaupun mencela Allah dan rasul-Nya serta diin. Mereka menganggap bahwa itu adalah amalan dhohir sedangkan hatinya masih beriman – menurut anggapan mereka – dan tidak mengeluarkan mereka dari keislaman.

Mereka mengira bahwa orang yang semasa hidupnya belum pernah sujud sama sekali, belum melakukan perintah Allah satupun, dan melakukan berbagai amalan-amalan kekafiran telah mendapat rahmat Allah di akhirat. Dan mereka mendapatkan syafa’at di akhirat. Mereka menganggap jika mendapat adzab di akhirat maka akan diringankan dengan syafa’at dan syahadat dia dengan lesan dan hatinya saat di dunia.
ketika muncul pemikiran yang berbahaya ini, tampillah para tabi’in dan ulama’ ahlussunnah menyeru untuk menjauhi pemikiran tersebut disetiap tempat. Mereka serukan ummat untuk menjauhi pemikiran yang hina dan telah merusak pondasi-pondasi islam ini. merekapun menamai fitnah ini dengan fitnah irja’.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: dirosatul firoq, makalah, Manhaj, Nasehat tuk penuntut ilmu

PERMASALAHAN TENTANG BERHUKUM KEPADA TAGHUT [1]

diringkas dari buku : Masalatu tahakum ilat taghut
Pengarang : Abu Basyir
Penterjemah : Amru

Segala puji hanya milik Allah yang Esa, shalawat dan salam kepada nabi yang tidak ada nabi setelahnya.

Permasalahan berhukum pada taghut adalah permasalahan aqidah yang sangat penting karena bagian dari permasalahan iman dan kufur. Tidak boleh dan selayaknya diremehkan. Sedangkan manusia dalam permasalahan ini – dan juga yang lainnya- antara yang berlebihan dengan memasukkan hal-hal yang seharusnya tidak dimasukkan dalam berhukum terhadap taghut. Mereka lebih condong terhadap ghuluw [ berlebih-lebihan] dan berakhlaq dengan akhlaq khowarij entah mereka sadar ataupun tidak sadar.
Sedangkan kelompok yang lain sebaliknya. Mereka tidak memasukkan amalan-amalan yang padahal ia termasuk berhukum pada taghut. Mereka cenderung pada meremehkan dan irja’ serta berakhlaq dengan akhlaq murji’ah entah sadar ataupun tidak sadar.

Kelompok yang ketiga adalah pertengahan. Tidak pada pemahaman khowarij juga pada murji’ah. Allah Ta’ala memberi petunjuk mereka mereka pada kebenaran dalam permasalahan ini. Mereka berpegang teguh dengan al qur’an dan as sunnah tanpa ifrath dan tafrith. Semoga Allah Ta’ala menjadikan kami dan kalian dari mereka.
Demikian pula manusia dalam membahas masalah ini ada tiga golongan : golongan yang membahas dan bertanya dalam rangka menolong madzhab mereka. Mereka bertanya dengan harapan mendapatkan jawaban yang mendukung madzhab mereka entah condong kepada ifroth atau tafrith. Kemudian mereka berkeliling di bumi dan mengatakan inilah kami ….. !.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Manhaj

Parpol Islam Terjebak Lumpur Demokrasi

Berikut saya tampilkan dua berita yang memberi bukti akan dahsyatnya jebakan lumpur bernama demokrasi. Partai politik yang lahir dari rahim Ikhwanul Muslimin terjebak di dalamnya, dan tak bisa keluar. Makin lama makin dalam, dan hampir tenggelam karenanya.

Kita prihatin, dan harus menasehati mereka. Atau minimal menjadikan berita ini sebagai pelajaran yang berharga.

Orang bijak adalah orang yang bisa mengambil pelajaran dari orang lain. Sedangkan orang tidak bijak adalah yang hanya mengambil pelajaran jika dirinya sendiri yang mengalami.

Berikut beritanya:
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Manhaj, News, syubhat

Refleksi Jihad Aceh 2010

Jihad Aceh yang terjadi pada awal Maret 2010 begitu mengagetkan. Ketika sebelumnya masyarakat disibukkan dengan gonjang-ganjing Century, begitu muncul berita jihad Aceh, langsung Century dilupakan. Mengagetkan karena sebelumnya Aceh dikenal sebagai basis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang sangat bercitra lokal, berubah menjadi basis Al-Qaeda yang bercitra global.

Lebih mengagetkan lagi, mereka – yang selalu mendapat sebutan teroris itu – melakukan perlawanan dalam bentuk adu senjata secara terbuka di alam bebas. Hasilnya sungguh mengegetkan, beberapa anggota densus 88 yang dicitrakan sebagai pasukan preman seperti Blackwater – lengan bajunya dilinting untuk menonjolkan kesan macho – bisa dibunuh oleh mereka.

Sontak, berita Al-Qaeda Aceh menjadi boming. Belum reda panasnya kontak senjata di Aceh, segera disusul dengan tertembaknya (Ab)Dulmatin alias Amar Usman yang kepalanya dihargai 10 juta dolar oleh Amerika. Media masa hingar bingar memblow-up peristiwa ini.

SBY yang dirundung duka dengan tekanan bertubi-tubi terkait kasus Century, sontak wajahnya sumringah dan berseri-seri. Ia mendapat amunisi bagus untuk menutupi kasus Century. Di sisi lain, ia yang tengah berkunjung ke Australia dan mendapat “kehormatan” untuk menjadi pembicara di parlemen Australia – konon baru 5 kepala negara yang diberi kesempatan untuk itu – memiliki kesempatan istimewa untuk menjilat Australia. Ia dengan mengucap “alhamdulillah” melaporkan kepada tuannya keberhasilan menangkap gembong teroris (baca: tokoh mujahid) yang selama ini diincar seluruh dunia kafir.

Banyak analisa yang beredar di tengah masyarakat. Tapi sayang, umumnya terbelah dalam dua kubu yang sama-sama tidak benar dalam menyikapi masalah ini. Memandang masalah dengan kacamata yang salah.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: analisa, Manhaj, News

Renungan Dari Abdullah Sonata

disadur sesuai aslinya dari http://www.7ihadmedia.wordpress.com
*****************************************************************
Assalamualaikum wahai sekalian ikhwah, kali ini ana posting risalah dari salah satu ikhwan Mujahid kita yang saat ini sedang menjadi DPO. Beliau adalah Abu Ikrimah Al Bassam atau yang dikenal dengan Abdullah Sunata. Berikut karya beliau. Dan jangan lupa doakan kemenangan Mujahidin di setiap doa sholih antum sekalian. Sukran, selamat membaca.

NASEHAT DARI SEORANG DPO …………………

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستهديه ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ، ومن يُضلل فلا هادي له.

وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.

﴾ آل عمران:102

.

﴿ ﴾ النساء:1.

﴿ ﴾ الأحزاب:71.

أما بعد: فإن أصدق الحديث كتابُ الله ، وخيرَ الهدي هديُ محمد صلى الله عليه و سلم ، وشرَّ الأمور محدثاتها ، وكل محدثةٍ بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار.

Alhamdulillah segala puji hanya bagi Allah yang telah memberikan kepada kita semua berbagai nikmat dan karunia, yang terbesar dan terutama adalah nikmat iman, Islam dan taqwa serta hidayah di atas jalan jihad fii sabiilillah, karena dengan nikmat-nikmat inilah Allah muliakan kaum muslimin dan menghinakan orang-orang kafir, Allah muliakan para wali Nya dan Allah rendahkan musuh-musuh Nya, maka beruntunglah bagi mereka yang teguh berada diatas jalan ini dan binasalah bagi mereka yang meninggalkannya.

Sholawat dan salam selalu tercurahkan kepada uswah kita, baginda Rosulullah Imam orang-orang bertaqwa dan komandan para mujahidin, yang telah menunaikan amanah dan menyampaikan risalah. Kita sadar bahwa kita adalah tentara-tentaranya yang siap mengemban risalahnya, walau waktu kita habis, harta kita terkuras dan nyawa kita hilang dari raga, demi meneruskan perjuangannya. Semoga kita semua mendapatkan syafa’atnya kelak di hari akhir, juga keluarga beliau dan seluruh para sahabat dan umatnya sampai akhir zaman.

Ikhwanunaal mujahidiin Rohimakumullah……Ini adalah risalah nasehat dari ana hamba Allah yang lemah untuk antum semua para aktifis dan mujahidin khususnya, dan untuk kaum muslimin umumnya. Ana bukanlah orang yang alim dan terbaik dari antum semua, tetapi risalah ini ana buat dalam pelarian DPO sebagai bentuk tanashuh dan tadzkiroh bagi kita semua. Semoga kita bisa mengambil ibroh dari risalah ini, yang benar datangnya dari Allah dan yang salah datang dari ana sebagai hamba Nya yang lemah dan penuh khilaf,ana memohon ampun kepada Allah dari semua salah dan dosa.

Allah berfirman :

Artinya : “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr; 1-3).
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Manhaj, News

URGENSI JIHAD DALAM PENEGAKAN SYARI’AT

Segala puj bagi Allah Ta’ala, Dzat yang Maha Kuasa dan Perkasa yang telah menjadikan kekuatan sebagai penopang tegaknya Dien ini, yang telah menjadikan besi sebagai inti kekuatan, yang menyimpan kekuatan luar biasa, sebagai pendamping Al Qur’an selaku hujjah bagi kaum muslimin.

Sholawat serta salam untuk Rosul tauladan, Muhammad shollallaahu ‘alaihi wasallam, seorang pemimpin mujahidin, yang telah menegakkan Dien ini dengan dakwah dan jihad, dengan Al Qur’an dan Al Hadid. Al Qur’an di tangan kanan dan Al Hadid di tangan kiri. Seorang motifator yang bersabda : “Saya diutus menjelang hari kiamat dengan pedang, sehingga Allah Ta’ala dijadikan satu-satunya yang diibadahi, tidak ada sekutu bagi-Nya, dijadikan rizkiku dibawah bayanggan tombakku, dijadikan kecil dan hina orang yang menyelisi urusanku, barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia itu adalah termasuk golongan kaum itu” [ Shohih Bukhori ]

kilasan sejarah

Kalau kita melihat perjalanan perjuangan penegakan Dien pada zaman salaful ummah, yakni pada masa Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam beserta para shabatnya, maka kita akan mendapatkan kesimpulan bahwasanya tegaknya Dien ini dipenuhi dengan lumuran darah dan pengorbanan jiwa dan raga dalam medan jihad. Sehingga rosulullah bersabda : :”Sesungguhnya siyahah ummatku adalah Jihad fie sabilillah” [ Sunan Ibnu Majah. Bab Jihad : 383. (No. Hadits : 2486) ]

Dengan jihadlah kemuliaan ummat ini terangkat, dengan jihadlah kehidupan kaum muslimin akan terbangaun, dengan jihad exsistensi kaum muslimin terwujud dan dengan jihadlah Dien ini tertegak.

Sejarah futuh makkahpun diwarnai dengan suasana jihad, karena keberangkatan rosulullah dari madinah telah menyiapkan pasukan perang yang lengkap dengan membuat setrategi penyergapan dari empat arah. Sehingga dengan ini kaum kafir quraisy takut dan menyerahkan diri.

Begitu juga perjalanan kekholifahan para shabat beliau. Abu bakar orang yang menumpas gerakan penentang zakat dengan jalan jihad. Umar bin Khottob dalam rangka pengembangan kekuasaan daerah Islam pun dengan jihad. Sehingga tidak ada satu celah perjalanan penegakan syari’at pada zaman itu dengan selain jihad, baik dengan Demokrasi ataupun dengan melalui parlementer dan institusi. Dengan jalan ini (jihad) tegaklah kalimat Allah dan tersebarlah syi’ar-syi’ar Islam di penjuru bumi.

Namun sejak runtuhnya kekholifahan Turki Utsmani pada tahun 1924 M, kondisi kaum muslimin kocar-kacir dan berpecah-belah, seperti kapal pecah yang kehilangan nahkoda. Kesatuan kaum muslimin tercerai berai, kekuatan kaum muslimin porak poranda, sehingga yang kita lihat sekarang adalah perpecahan dan kelemahan. Kewibawaan dan kemuliaan yang dulu menjadi kharisma seorang mukmin, kini pudar dan berubah menjadi kehinaan dan kerendahan. Kekuatan kaum muslimin sudah tidak diperhitungkan lagi oleh musuh, dan exsistensi kaum muslimin sudah tidak diakui di atas percaturan politik di dunia ini.

Dalam kelemahan dan kebingungan ini, kaum muslimin mencoba mencari format langkah perjuangan untuk menegakkan kembali menara kebesaran yang dulu pernah menjulang tinggi ke angkasa. Ada dari mereka yang hanya dengan dakwahnya saja tanpa mempersiapkan kekuatan untuk jihad, ada yang bergerak dengan cara mengikuti arus demokrasi. Dan masih banyak lagi format lain yang dijadikan langkah perjuangan untuk menegakkan Dien ini. Adapaun hasil yang kita lihat adalah kegagalan dan kekalahan.

Melihat kegagalan dan kekalahan ini, disini saya mencoba untuk menampilkan makalah ilmiyah tentang “Urgensi Jihad Dalam Penegakan Syari’at”. Semoga dengan makalah ini dapat menjadi solusi dan membentuk wacana baru kita, serta sebagai perbandingan dari konsep-konsep yang ada, baik itu konsep Demokrasi, parlementer atau yang lainnya. Saya buat makalah ini sebagai kepedulian dan sumbang sih saya terhadap tegaknya Dien (syari’at) di muka bumi ini. Amin
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Manhaj, Nasehat tuk penuntut ilmu, Uncategorized

THA’IFAH MANSHURAH, Seri Catatan Perjuangan ALI GHUFRON alias MUKHLAS

Seri Catatan Perjuangan

ALI GHUFRON alias MUKHLAS

THA’IFAH MANSHURAH
Kajian tentang “Kelompok yang Pasti Menang”

Pengantar

Bismillâhir-Rahmânir-Rahîm

Kepada Ikhwatul Mu’minîn yang dikasihi Allah,
Tema taushiyah kita: “Ath-Tha’ifah Al-Manshurah”

Ikhwatî fillâh, semoga Antum, kami, serta seluruh Ikhwatul Mu’minîn (saudara-saudara seiman) –khususnya mujahidin– senantiasa dijaga dan dipelihara oleh Allah SWT, sehingga tetap sabar, _______, istiqamah, dan senantiasa mendapatkan pertolongan-Nya dalam menghadapi musuh-musuh Islam dan kaum mukiminin. Amin.
Merupakan nikmat dan rahmat Allah yang besar sekali, yang Allah karuniakan bagi umat-umat Nabi Muhammad # , terutama bagi yang benar-benar beriman, lebih khusus lagi bagi para mujahidin, yangmana Allah Ta’âlâ akan menjaga tegaknya agama Islam sampai hari kiamat.

Jika kita telaah ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi # yang berkenaan dengan tipu daya dan makar musuh-musuh Islam, lalu kita sesuaikan dengan kejadian di alam nyata baik yang kita baca dalam sejarah maupun yang kita dengar dan yang kita lihat dengan mata kepala kita sendiri. Sungguh begitu dahsyat dan hebat permusuhan, tipu daya, dan makar mereka terhadap Islam, sampai-sampai Allah berfirman: “Sehingga gunung-gunung pun dapat lenyap karenanya.” (14:46).

Mereka musuh-musuh Islam, baik luar maupun dalam. Musuh luar maksudnya orang-orang kafir tulen yaitu Zionis, salibis, komunis, Majusi, dan sebagainya. Sedangkan musuh dalam adalah antek-entek mereka dari golongan orang-orang zindiq, para munafiqin, para murtaddin dangan segala jenisnya. Mereka tidak henti-hentinya berencana jahat dan berusaha keras untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin dengan berbagai cara.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah # menggambarkan bahwa kaum muslimin akan dikeroyok oeh musuh-musuhnya dari segala penjuru, bagaikan hidangan makanan yang dikerumuni oleh para penyantapnya, dan hal ini jelas berlaku pada masa kini dan diantara dampak negatifnya telah terjadi kemurtadan yang luar biasa boleh dikatakan yang terbesar yang belum pernah terjadi dalam sepanjang sejarah kaum muslimin sebelumnya, yang mana kemurtadan kali ini terjadi dan merebak dalam segala aspek kehidupan kaum muslimin kecuali yang dirahmati Allah, baik dalam akidah, syariat, hukum, akhlak, politik, ekonomi, sosial, budaya, militer, maupun pemikiran dan perilaku, dan tak ketinggalan ilmu pengetahuan dan teknologi. Benar-benar pemurtadan telah mencapai puncaknya. Betul-betul islam sedang digerogoti dari dalam maupun luar.

Sekarang yang menjadi pertanyaan dalam keadaan Ad-Din seperti ini, masih adakah hamba-hamba Allah yang siap menjadi Anshornya, siap menjadi hawariyyin dan siap menjadi mujahid-mujahid-Nya?
Syaikh Abul Hasan An-Nadawi *, dalam salah satu bukunya yang berjudul _______ (Kemurtadan terjadi dan tidak ada Abu Bakar yang dapat mengatasinya). Judul ini kelihatannya membuat kita pesimis namun sebenarnya tidaklah demikian, justeru beliau mengharapkan agar segera bermunculan pemuda-pemuda yang seperti Abu bakar Ash-Shiddiq * yang dapat mengatsi arus deras kemurtadan-kemurtadan ini.
Tetapi perlu kita ingat bahwa hal ini merupakan Sunatullah. Sudah menjadi suratan taqdir dan menjadi kehendak-Nya. Allah Ta’âlâ menentukan keadaan seperti ini semata-mata untuk menguji hamba-hamba-Nya. Betapapun seluruh manusia seisi bumi melakukan tipu daya memusuhi dan berencana jahat untuk memberangus dan menghancurkan Islam, namun Allah akan senantiasa menjaga dan menegakkan hingga hari kiamat dengan mentaqdirkan wujudnya sekelompok dari kaum muslimin yang siap berjihad dan berperang untuk membela agama-Nya. Dan mendapat pertolongannya sesuai dengan hadits berikut:

Artinya: dari Jabir bin Samurah * berkata Rasulullah # bersabda: Dien ini akan senantiasa tegak, yang mama tetap ada sekelompok dari kaum muslimin yang berperang membelanya hingga hari kiamat” H.R. ImamMuslim.
Nah, kelompok itulah yang disebut ___________________, sungguh berbahagia dan beruntung orang yang dipilih oleh Allah dapat menyertai kafilah tersebut. Mudah-mudahan kami dan Antum semua terdaftar dalam buku induknya. Amin.

Selanjutnya marilah kita perhatikan dengan seteliti mungkin, siapakah At Tha’ifah Al Manshurah itu? Bagaimana sifat-sifatnya? Seperti apa tauhid dan aqidahnya? Dan apa pula program dan aktivitasnya? Dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk kita ketahui, agara supaya kita tidak keliru dan salah. Sebab pada masa kini semua kelompok mengaku sebagai At Tha’ifah Al Manshurah, keadaan ini benar-benar sebagaimana yang terkandun dalam satu bait syair arab sebagai berikut:

Semua mengaku sebagai kekasih Laila,
sedangkan Laila tidak mengakuinya

Semua kelompok mengaku sebagai At Tha’ifah Al Manshurah,
sedangkan At Tha’ifah Al Manshurah berlepas diri dari kelompok-kelompok itu
Selanjutnya, mari kita perhatikan hadits Rasullullah # di bawah ini:

Artinya: ”Dari Salamah bin Nafil Al Kindi berkata: adalah aku duduk-duduk bersama Rasulullah # lalu ada seorang lak-laki berkata: wahai Rasulullah! Manusia telah meremehkan kuda, mereka telah meletakkan senjata dan mereka berkata: Tidak ada jihad, perang telah usai. Maka Rasulullah menghadapkan wajahnya (kepadanya) seraya berkata: Mereka telah dusta, sekarang telah tiba giliran perang dan senantiasa akan ada dari ummatku, satu ummat yang berperang membela kebenaran dan Allah menjadikan condong kepada kesesatan untuk mereka (para mujahidin) hati-hati kaum (kuffar) dan memberi rizki kepada mereka (para mujahidin) dari mereka (harta benda orang-orang kafir) hingga hari kiamat dan sehingga datang janji Allah. Dan kuda telah terikat pada ubun-ubunnya ada kebaikan sampai hari kiamat. Dan sesungguhnya Ia telah mewahyukan kepadaku bahwasanya sebentarlagi aku akan diwafatkan, dan kamu akan menyusulku kelompok demi kelompok, yang mana sebagian kamu akan memukul tengkuk-tengkuk sebagian yang lain, dan tempat tingggal negeri kaum muslimin di Syam…”H.R. Imam An-Nasa’I dan yang lainnya dengan sanad yang shahih.
Hadits tersebut menjelaskan kepada kita tentang dua sifat dari sifat-sifat At Tha’ifah Al Manshurah dengan penjelasan yang sangat jelas dan gamblang. Dua sifat tersebut adalah sebagai berikut:

Sifat pertama: kalau kita lihat sebab wurud(datang)nya hadits tersebut adalah karena adanya sekelompok orang yang mengistirahatkan dan mengumumkan akan terhentinya jihad mereka mencuaikan kuda artinya tidak ambil peduli, tidak berlatih dan tidak mentadrib kudanya. Mereka telah meletakkan senjata dan mengatakan bahwa perang telah selesai dan tiada lagi. Jadi sebab wurud hadits itu adalah adanya pengumuman akan hentinya dan tidak adanya perang.maka datanglah bantahan dan sanggahan yang jelas lagi nyata, tidak perlu ditakwil-takwil lagi bahwa Rasulullah # membantah dengan sabdanya “ mereka bohong dan sekarang ini tiba giliran perang “. Jadi perang tidak terhenti, tidak suatu sebabpun yang mewajibkan berhentinya perang atau pengumuman usainya perang. Bagaimana perang berhenti sedangkan di muka bumi masih ada kaum-kaum yang hatinya sesat dan menyimpang condong kepada kesesatan.

Kemudian Rasulullah # memuji kaum-kaum yang melaksanakn perang, yang tidak meremehkan kuda, tidak meletakkan senjata dan senantiasa menjadi muqatil dan muharib pada setip saat, dengan sabdanya yang artinya ((dan senantiasa akan adadari ummatku satu ummat yang berperang membela kebenaran)). Dengan demikian jelaslah bahwa diantara sifat At Tha’ifah Al Manshurah adalah berperan terus menerus untuk membela kebenaran mak kelompok manapun juga meskipun mengaku imannya setaraf malaikat Jibril * , aqidahnya seperti Abu Bakar Ash-Shidiq * , akan tetapi jihad dan perang bukan menjadi program utama hidupnya, maka dengan demikian batallah pengakuannya sebagai Tha’ifah Manshurah.

Sifat kedua: kita suka atau tidak suka, kita heran atau tidak heran, kita terperanjat atau tidak terperanjat, dinyatakan dalam hadits tersebut bahwa sumber ekonomi utama Tha’ifah Manshurah, makanan, harta benda, dan lainsebagainya adalah diperoleh dari musuh-musuhnya, dalam fiqh antara lain disebut ghanimah, fa’i, salab dan lain sebagainya
Perhatikan sekali lagi hadits:

Artinya: “dan Allah menjadikan hati-hati kaum (orang-orang kafir) condong kepada kesesatan untuk mereka (para mujahidin), dan Allah memberikan rizki kepada mereka (para mujahidin) dari mereka (orang-orang kafir).
Bandingkan hadits tersebut dengan hadits berikut ini:

Artinya: Dari Abdullah bin Umar * berkata, Rasulullah # bersabda: Aku diutus mendekati hari kiamat dengan pedang, sehingga Allah disembah satu-satu-Nya tiada sekutu bagi-Nya, dijadikan rizkiku di bawah naungan tombakku, dan dijadikan hina dan kerdil terhadap orang yang menyelisihi perintahku, dan barang siapa yang menyerupai dengan suatu kaum ia termasuk mereka” H.S.R Imam Ahmad dan dishahkanoleh Al Bani.
Rasulullah # sebelum diangkat menjadi nabi dan rasul bekerja menggembala kambing, berdagang dan lain sebagainya. Sesudah diankat menjadi nabi dan rasul tidak sibuk berdagang lagi. Sumber ekonomi utamanya adalah dari harta istri beliau Khadijah Al Kubra * selama di Makkah. Sesudah berhijrah ke Madinah, dan berjihad, maka seumber ekonomi utama beliau dan keluarganya adalah fa’i dan ghanimah. Sehingga sebagian dari bagian fa’i beliau yang yang diperoleh dari Yahudi Bani Nadhir cukup satu tahun untuk membiayai keperluan-keperluan dan keluarganya – Subhanallah – Beliau dan keluarganya diharamkan makan zakat, shadaqah, infaq dan lain sebagainya. Hadiah dan hibah dihalalkan. Begitulah gagahnya Nabi kita.

Harun Al Rasyid * , salah seorang khalifah dari Bani Abbasiyyah, beliau terkenal dengan kaya rayanya, memiliki berkarung-kerung emas, perak, mutiara dan sejenisnya. Dari mana harta benda itu beliau dapatkan? Kebanyakkannya dari tangan-tangan orang-orang kafir. Sebab kekuasaan beliau terbentang luas boleh dikatakan takterhinggapada saat kekhalifahannya, dan program pribadi beliau yang sangat terpuji adalah satu tahun pergi haji dan tahun berikutnya pergi berjihad (berperang) demikian seterusnya bergantian setiap tahun tetapi kalau kita baca dalam sejarah-sejarah **** yang ditulis oleh musuh-musuh Islam, beliau ditampilkan sebagai sosok manusia yang serba tama’, rakus, mengumbar syahwat dan seterusnya.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Aqidah, Manhaj, Uncategorized

KEMULIAAN HANYA MILIK ORANG-ORANG YANG BERIMAN

Di antara hal lain yang menjadikan para pengikut Thoifah Manshuroh mampu menangkal fitnah tekanan realita dan fitnah keterasingan adalah perasaan diri lebih mulia karena iman. Karena dada dan jiwa mereka selalu dipenuhi rasa mulia yang hanya Allah jadikan bagi para pengikut agamanya saja, tidak kepada lain. Allah Ta‘ala berfirman:

“Maka janganlah kamu bersedih karena kata-kata mereka. Sesungguhnya kemuliaan itu adalah milik Alloh semuanya. Dia lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. )
Jadi kemuliaan itu seluruhnya adalah milik Allah. Orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya serta agama-Nya sama sekali tidak memiliki bagian sedikit pun darinya, walau mereka memiliki kekuatan sepenuh langit dan bumi.

Alloh Ta’ala telah menyebutkan ciri-ciri para pengiktu Thoifah Manshuroh dalam firman-Nya:
“Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-Maidah: 54)

Mereka merasa tinggi di hadapan musuh-musuh agama ini, walau pun musuh memiliki kemenangan, walau pun musuh memiliki kekuasaan materi. Sebab, kemuliaan itu hanya ada pada Islam, bukan pada selainnya. Sebaliknya, ketika Allah mensifati orang-orang beriman dengan kemuliaan, Allah juga berfirman tentang orang-orang yang menentang-Nya dan menentang rosul-Nya,
“Sesungguhnya orang-orang yang menentang Alloh dan rosul-Nya mereka itu ada dalam kehinaan.” (QS. Al-Mujâdilah: 20 )
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Manhaj, tazkiyah, Uncategorized

JIHAD DALAM KONDISI LEMAH

Mungkin akan muncul sebuah pertanyaan yang mengganjal pada benak sebagian kita, bagaimana mungkin jihad sebagaimana ditetapkan dalam syari’at tersebut bisa terlaksana dengan baik sementara kekuatan umat Islam persis sebagaimana yang diramalkan oleh Rosululloh shollallohu ‘alai wa sallam, yaitu seperti buih yang dibawa banjir, tidak mempunyai bobot sama sekali. Di sisi lain umat Islam sendiri sudah terlalu jauh meninggalkan pemahaman-pemahaman syari’at mereka sendiri, sehingga kebodohan merata di berbagai pemasalahan, sampai-sampai sesuatu yang sudah jelas sejelas matahari disiang bolongpun masih banyak yang tidak menyadarinya. Pemahaman Islam yang benar menjadi sebuah pemikiran yang sangat asing di sebagian besar masyarakat Islam itu sendiri.
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يُوشِكُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمُ الأُمَمُ مِنْ كُلِّ أُفُقٍ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ عَلَى قَصْعَتِهَا» قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمِنْ قِلَّةٍ بِنَا يَوْمَئِذٍ قَالَ:«أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ تُنزعُ الْمَهَابَةَ مِنْ قُلُوبِ عَدُوِّكُمْ وَيُجْعَل فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ» قَالُوا وَمَا الْوَهَنُ؟ قَالَ: «حُبُّ الْحَيَاةِ وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
“Hampir-hampir datang waktunya kalian dikeroyok oleh semua bangsa dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka mengeroyok hidangan mereka.” Kami (sahabat) bertanya:”Wahai Rosululloh, apakah karena waktu itu jumlah kami sedikit?” Beliau menjawab:”Kalian ketika itu banyak, akan tetapi kalian seperti buih banjir. Dicabut rasa takut dari hati musuh-musuh kalian dan dijadikan dalam hati kalian kelemahan.” Mereka (sahabat) bertanya:”Apakah kelemahan itu ?” Beliau menjawab:”Cinta hidup dan benci mati.” [ HR. Ahmad II/359, V/278 dan Abu Dawud kitab Malahim V/no. 4297 dan dishohihkan oleh Al-AlBani dalam silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah: II/647 no. 958 ]
Baca entri selengkapnya »

Filed under: 'Adawah, Manhaj

AQIDAH PENGAKU-AKU SALAFI DALAM TINJAUAN AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH

Tulisan ini dikarang oleh syaikh Abi Abdillah Muhammad buwailnaitu Al Marokisyi. Judul aslinya adalah aqiadah ad’iya’ as salafiyah fi mizani ahlussunnah waljama’ah. Buku ini konsentrasi pada pembahasan iman dan kufur yang menyeleweng dari pemahaman salaf. Kitab ini secara gamblang menjelaskan kesesatan pemahaman mereka [ salafy palsu ] karena telah mengikuti pemahaman murji’ah dalam masalah iman dan pemahaman jahmiyah dalam masalah kekufuran.

Tak hanya itu, buku ini juga membantah berbagai syubhat dalam masalah iman dan kufur secara gamblang. Semoga buku ini bermanfaat untuk ummat dalam rangka menjaga manhaj salaf dari berbagi penyelewengan dan supaya jelas jalan orang-orang yang sesat. Silahkan download di alamat berikut : download

Filed under: Aqidah, download buku, Manhaj, syubhat

PENGUMUMAN

Mohon maaf kepada para pengunjung blog ini jika beberapa komentar tidak kami tampilkan. Di karenakan komentar yang tidak mendidik tidak ilmiyah dengan berdasar dalil dan cenderung emosional. Semua itu kami lakukan untuk meminimalisir perdebatan yang tidak ilmiyah dan di dasari atas emosi saja

Tanggalan

Jam dinding



Blog Stats

  • 317,252 hits

Pengunjung

online