At Taujih

Mengawal Wacana Iqomatuddiin

Benarkah Solusi itu Adalah Partai Politik Islam?

Membincangkan demokrasi menjelang pemilu selalu menarik. Tapi seusai pemilu, tema demokrasi kembali dilupakan. Daya tarik demokrasi terletak pada tawaran-tawaran yang diberikan kepada para “pemeluknya”. Dengan tawaran ini, demokrasi mampu mengambil hati para islamis sehingga mereka begitu setia membelanya. Demokrasi berubah menjadi semacam keyakinan yang harus diperjuangkan dengan segenap jiwa dan raga. Seorang muslim kemudian memiliki aqidah atau kesetiaan ganda; kepada Islam dan kepada Demokrasi.

Demokrasi memiliki wilayah kerja yang luas. Bukan semata ranah politik, tapi juga ekonomi, konsep berpikir, keyakinan, hukum, dan sosial kemasyarakatan. Oleh karenanya, Demokrasi cukup syarat untuk disebut agama, atau setidaknya ideologi. Banyak hal yang kontradiktif antara prinsip Demokrasi dengan prinsip Islam.

thumb.phpSeorang muslim tak bisa memiliki keyakinan dan pembelaan ganda; Islam sekaligus Demokrasi. Sebab kontadiksi yang terjadi bersifat tadhad (tidak bisa dikompromikan) seperti kontadiksi antara gerak dengan diam. Sesuatu hanya bisa disebut gerak atau diam. Tak mungkin disebut gerak diam.

Tapi bagaimana dengan memanfaatkannya tanpa meyakininya? Apalagi memanfaatkannya untuk kepentingan Islam dan umat Islam, bukan menjadikannya sebagai keyakinan dan ideologi. Bisakah?
Baca entri selengkapnya »

Filed under: makalah, Nasehat tuk penuntut ilmu

PENTINGNYA WAKTU BAGI SEORANG MUKMIN

Jika orang barat mengatakan “time is money” waktu adalah uang, maka pepatah arab mengatakan “’al-waqtu huwa al-hayâh” waktu adalah kehidupan. Ada juga yang mengatakan
الوَقْتُ كَالسَّيْفِ # فَإِنْلَمْ تَقْطَعْ قَطَعَكَ
Waktu ibarat pedang
Jika kau tidak bisa menggunakannya, maka akan memotongmu

Tiga kata mutiara ini menggambarkan akan pentingnya waktu bagi kehidupan seseorang. Jika yang pertama menggambarkan akan pemikiran materialistis, tetapi yang kedua dan ketiga menggambarkan arti yang lebih penting dari sekedar uang.

Yang dimaksud dengan kehidupan adalah, waktu yang dilalui manusia saat ia dilahirkan hingga ia wafat. Dengan definisi kehidupan seperti di atas, maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa, seseorang yang membiarkan waktunya berlalu sia-sia, dan lenyap begitu saja, sama artinya ia –dengan sengaja atau tidak sengaja- telah melenyapkan sisa-sisa masa kehidupannya. Al-Hasan al-Bashri berkata,

يَا ابْنَ آدَم، إنَّمَا أنْتَ أيَّامٌ !، فَإذَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ
“Wahai Bani Adam (manusia), sesungguhnya anda hanyalah “kumpulan hari-hari”, maka jika hari telah berlalu berarti telah berlalu sebagian dirimu.” [ Hilyatul Awliya’, 2/148, Darul Kutub Al ‘Arobi ].

Sekali bahwa ketika kita menyia-nyiakan dan membuang waktu kita tanpa hal yang berarti untuk agama dan kemaslahatan umat, maka ketika itu juga sesungguh kita telah membunuh diri kita sendiri. Betapa waktu itu sangat berharga dan jangan biarkan ia berlalu begitu saja.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: makalah, Nasehat tuk penuntut ilmu

KARENA BERMENTAL BUDAK KEMENANGANPUN DITUNDA


قَالُوا يَا مُوسَى إِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا أَبَدًا مَا دَامُوا فِيهَا فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ (24) قَالَ رَبِّ إِنِّي لَا أَمْلِكُ إِلَّا نَفْسِي وَأَخِي فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ (25) قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ أَرْبَعِينَ سَنَةً يَتِيهُونَ فِي الْأَرْضِ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ (26)

Mereka berkata: “Hai Musa, Kami sekali sekali tidak akan memasuki nya selama-lamanya, selagi mereka ada didalamnya, karena itu Pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, Sesungguhnya Kami hanya duduk menanti disini saja”. Berkata Musa: “Ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. sebab itu pisahkanlah antara Kami dengan orang-orang yang Fasik itu”. Allah berfirman: “(Jika demikian), Maka Sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang Fasik itu.” [ QS. Al-Maa’idah 24 – 26 ].

Allah Ta’ala telah menjanjikan kemenangan bagi kaum mukminin. Bahkan al khilafah ‘ala minhajin nubuwwah akan Allah berikan kembali seblum terjadinya kiamat. Hal ini Rasulullah sallalahu alaihi wasallam sebutkan dalam hadist beliau ;

تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ
“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” Beliau kemudian diam. (HR Ahmad dan al-Bazar).

Ummat hari ini sama persis dengan ummat nabi Musa alaihis salam akan janji kemenangan. Jika bani Israil dijanjikan kemenangan dengan syarat mau berjuang mengusir para penguasa di negeri Palestina, maka ummat kita hari ini dijanjikan kemenangan dengan syarat berjuang untuk mendapatkannya.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Nasehat tuk penuntut ilmu, Tafsir

Panduan Program Kegiatan di Bulan Ramadhan (Rekomendasi DR. Raghib As-Sirjani)

Dengan menyebut nama Allah dan segala puji atas-Nya. Shalawat serta salam semoga terlimpahkan atas Rasulullah saw. Amma ba’du.

Bulan Ramadhan telah tiba dan kesempatan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan pun terbuka lebar. Karenanya, supaya tidak ada sedikitpun kebaikan yang terlewatkan maka kita harus memiliki program.

Nasihat Umum:

1. Program ini dapat Anda modifikasi sesuai dengan keadaan dan kondisi Anda masing-masing.

2. Bila ada salah satu program penting yang terlewatkan, usahakan untuk menggantinya pada tahapan lainnya.

3. Ketika waktu-waktu kosong, seperti ketika menunggu shalat (antara adzan dan iqomat) maka gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat seperti baca Al-Qur’an dan dzikir.

4. Ajak sauadara-saudara Anda, teman-teman dan keluarga Anda dalam menjalankan program ini untuk memberikan motivasi dan menghindari futur (bosan).
Baca entri selengkapnya »

Filed under: makalah, Nasehat tuk penuntut ilmu

Hati-hatilah dari Pemikiran Murji’ah Gaya Baru

Telah muncul pada akhir masa sahabat orang yang menganggap bahwa iman yang dapat menyelamatkan pelakunya dari neraka adalah syahadat yang hanya diucapkan dengan lesan dan diikrarkan dalam hati. Walaupun ia belum pernah beramal shalih entah shalat, zakat, haji, berbakti pada orang tua, dan belum pernah melaksanakan berbagai perintah diin, dan ia mengira tidak membatalkan imannya dan tidak mengeluarkan dari millah islam.

Demikian pula jika ia berbuat kemungkaran dan melakukan seluruh dosa-dosa besar, bahkan sujud kepada selain Allah, berdo’a kepada selain-Nya, menghalalkan yang diharamkan Allah, menharamkan yang dihalalkan Allah, dan berhukum atas segala urusan dengan hukum selain islam, bahkan walaupun mencela Allah dan rasul-Nya serta diin. Mereka menganggap bahwa itu adalah amalan dhohir sedangkan hatinya masih beriman – menurut anggapan mereka – dan tidak mengeluarkan mereka dari keislaman.

Mereka mengira bahwa orang yang semasa hidupnya belum pernah sujud sama sekali, belum melakukan perintah Allah satupun, dan melakukan berbagai amalan-amalan kekafiran telah mendapat rahmat Allah di akhirat. Dan mereka mendapatkan syafa’at di akhirat. Mereka menganggap jika mendapat adzab di akhirat maka akan diringankan dengan syafa’at dan syahadat dia dengan lesan dan hatinya saat di dunia.
ketika muncul pemikiran yang berbahaya ini, tampillah para tabi’in dan ulama’ ahlussunnah menyeru untuk menjauhi pemikiran tersebut disetiap tempat. Mereka serukan ummat untuk menjauhi pemikiran yang hina dan telah merusak pondasi-pondasi islam ini. merekapun menamai fitnah ini dengan fitnah irja’.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: dirosatul firoq, makalah, Manhaj, Nasehat tuk penuntut ilmu

SIFAT SEORANG PENUNTUT ILMU

Rajinnya para penuntut ilmu untuk mendatangi majlis-majlis ilmu dan kajian keislaman adalah sebuah kemestian. Bahkan melahap kitab-kitab para ulama’ dan mengkajinya lewat bimbingan para ustadz juga harus dilakukan. Semua itu adalah sebuah cara untuk mendapatkan ilmu dan menata hati kita agar senantiasa dekat dengan Allah Ta’ala.

Disamping itu, kita juga harus memahami hal-hal yang menjadikan ilmu kita menjadi barakah. Karena keberkahan adalah sesuatu yang amat penting dalam menuntut ilmu. Betapa banyak kita saksikan seseorang yang rajin menuntut ilmu, akan tetapi tidak ada pengaruh dan peningkatan sedikitpun terhadap ibadah dan amalannya. Bisa jadi dalam satu pekan ia mengahadiri 3 atau bahkan 4 majlis.tetapi majlis tersebut hanya sebagai hiburan hati dari kesempitan dan kerupekan hidup yang sedang ia jalani. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَالِمٌ لَمْ يَنْفَعْهُ عِلْمُهُ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, bersabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam : Manusia yang paling berat adzabnya pada hari kiamat adalah seorang ‘alim yang tidak bermanfaat bagi orang tersebut ilmunya. [ Mu’jamus shaghir At Tabrani ].

Inilah ancaman dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kepada orang yang ilmunya tidak berkah. Tidak menambah kebaikan pada aqidahnya, ibadahnya, akhlaq dan tingkah lakunya. Karena memang seharusnya ilmu agama itu akan membentuk pemikiran, hati dan anggota badanya. Jika hal tersebut tidak dia dapatkan, pasti karena ketidak berkahan seseorang dalam mendapatkan ilmu.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Nasehat tuk penuntut ilmu

HAL-HAL YANG HARUS DIJAUHI OLEH PENCARI ILMU [2]

3. Mendengarkan ahlul bid’ah dan belajar dengannya. Diantara yang harus dihindari ahlul ‘ilmi adalah duduk bersama ahlul ahwa’ dan bid’ah. Dan diam di hadapan mereka, dan belajar pada mereka terutama bagi orang-orang yang masih awalan dalam mencari ilmu. Semua itu ditakutkan akan terpengaruh dengan mereka atau sedikit-sedikit akan terpengaruh dengan akhlaq dan subhat-subhat mereka tanpa ia sadari.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda :

“Sesungguhnya perumpamaan teman yang shalih dengan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Seorang penjual minyak wangi bisa memberimu atau kamu membeli darinya, atau kamu bisa mendapatkan wanginya. Dan seorang pandai besi bisa membuat pakaianmu terbakar, atau kamu mendapat baunya yang tidak sedap.” (Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Bukhari (No. 5534), Muslim (No. 2638) dan Ahmad (No.19163)
Dan beliau bersabda :

Diantara tanda hari kiamat disandarkan ilmu pada orang kecil.
Dan yang dimaksud kecil adalah ahlul bid’ah dan ahwa’ walaupun umur mereka mencapai seratusan tahun.
Berkata Abu shalih Mahbub bin Musa : Aku bertanya pada Ibnul Mubarak siapakah orang-orang kecil itu ?. beliau berkata : Ahlul bid’ah.

Dari Syu’aib bin Harb berkata : Aku mendengar At Tsauri berkata : Barang siapa yang mendengar dari ahlul bid’ah Allah tidak memberikan manfaat dengan apa yang ia dengar. Dan barang siapa menyalaminya maka telah lepas islam ikatan demi ikatan.

Aku katakan [ abu basyir ] : Bagaimana dengan orang yang menyalami para taghut kafir dan fajir, duduk dengan mereka, membela mereka …. Tidak diragukan lagi bahwasanya ia lebih pantas sebagai mana yang disebutkan At Tsauri rahimahullahu.

Demikian pula Imam Malik bin Anas berkata : Janganlah kalian ambil ilmu dari 4 golongan dan ambillah dengan yang selain itu. Janganlah kalian ambil ilmu dari orang bodoh yang dikenal kebodohannya walaupun banyak orang yang meriwayatkannya. Janganlah diambil dari pendusta yang berdusta dalam pembicaraan sesama manusia jika ia tertuduh dengan hal tersebut walaupun ia tidak tertuduh berdusta atas nama rasulullah. Dan janganlah diambil ilmu dari pengikut hawa nafsu yang mengajak manusia terhadap nafsu dan juga seorang syaikh yang memiliki keutamaan dan hali ibadah jika tidak mengetahui apa yang dikatakan.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: makalah, Nasehat tuk penuntut ilmu

HAL-HAL YANG HARUS DIJAUHI OLEH PENCARI ILMU [1]

Diambil dari sebagian kitab :
Mudzakarotu fi tholabil ‘ilmi
Pengarang : Abu Basyir At Turthusi
Penterjemah : Amru

Ketahuilah wahai pencari ilmu, sesungguhnya engkau pada hari ini hidup pada tataran pencari ilmu, dan besuk bisa jadi Allah akan memberikan padamu kehidupan yang kalian harus bersungguh-sungguh menyampaikan.
Hari ini kalian membutuhkan orang lain, dan jangan lupa bahwa suatu saat nanti kalian akan dibutuhkan manusia. Dan ketahuilah bahwa dalam mencari ilmu kalaian akan menhadapi berbagai rintangan dan jurang. Kadang-kadang sebagian jurang tersebut akan membuat kalian terbunuh jika kalian tidak hati-hati dalam mensikapinya ….. !
Diantara jurang-jurang yang mungkin akan kalian jumpai adalah :

1. Menyembunyikan ilmu pada saat dibutuhkan … entah karena benci atau suka : dan inilah akhlaq jelek yang selalu menempel pada pemempin dan ulama’ ahli kitab.. Allah Ta’ala telah mengancam pelakunya dengan laknat dan adzab yang pedih. Lebih khusus lagi pada saat manusia sangat membutuhkannya, bersamaan dengan hilangnya para penyeru tentang ilmu ini sehingga kebutuhan terhadapnya amat sangat penting. Maka penjelasan saat itu amat sangat diperlukan. Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَـئِكَ يَلعَنُهُمُ اللّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela’nati, [ al baqarah : 159 ].
Dan berfriman Allah Ta’ala :

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلَ اللّهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَناً قَلِيلاً أُولَـئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلاَّ النَّارَ وَلاَ يُكَلِّمُهُمُ اللّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api , dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. [ al baqarah : 174 ]

Dan inilah ancaman yang keras terhadap orang-orang yang menyembunyikan al haq takut akan gaji mereka dan kenikmatan dunia mereka yang akan diancamkan kepada mereka oleh para taghut.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: makalah, Nasehat tuk penuntut ilmu

ADAB SEORANG MURID

diterjemahkan dari buku Adabul ‘alim wal Muta’allim karya Imam Nawawi bab Adab-adab seorang pelajar / murid
Penterjemah : Amru

Maka adab seorang murid terhadap dirinya dan pelajarannya seperti adab seorang guru : dan kami telah jelaskan hal tersebut :

1. Hendaknya ia selalu membersihkan hatinya dari berbagai kotoran agar baik dalam menerima ilmu dan penjagaannya serta buah dari ilmu tersebut. Dan dalam shahihain dari Rasulullah sallahu alaihiwasallam : sesungguhnya dalam badan ada segumpal daging, jika baik daging tersebut maka baiklah seluruh badannya, dan jika rusak rusaklah seluruh badannya, ketahuilah ia adalah hati”. Dan mereka berkata : membersihkan hati agar bisa menerima ilmu seperti membersihkan bumi untuk ditanami.

2. Dan Hendaknya memutus hubungan yang menyibukkan dari kesempurnaan dalam mendapatkan ilmu, dan ridho dengan sedikit dari makanan serta bersabar dari kesempitan hidup.

Berkata Asy Syafi’I rahimahullah : Tidaklah seseorang mencari ilmu ini [ ilmu diin ] dengan kekayaan dan kemuliaan jiwa dan mendapatkan keberuntungan. Akan tetapi barang siapa mencarinya dengan kehinaan diri dan kesempitan hidup dan berhidmat terhadap ‘ulama ia akan mendapat keberhasilan. Dan berkata juga : tidaklah ilmu didapatkan kecuali dengan kesabaran dan kehinaan. Dan beliau juga berkata : tidaklah pencari ilmu itu akan berhasil kecuali dengan kebangrutan, dan dikatakan : dan tidak pula kekayaan serta kecukupan.
Dan berkata Malik bin Anas rahimahullah : Tidaklah seseorang mendapatkan ilmu din ini dengan apa yang ia inginkan sampai ia tertimpa kefakiran dan akan mempengaruhi kefakiran tersebut pada segala sesuatu.
Dan berkata Imam abu hanifah rahimahullah : Kefakiran akan menolong segala cita-cita. Dan memutus segala ikatan [ duniawi ] dengan mengambil sedikit tanpa menambah juga akan menolongnya.

Dan berkata Ibrahim al Ajurri : Barangsiapa mencari ilmu dengan kefakiran akan diberikan kefahaman.
Dan berkata Khotib al baghdadi dalam kitabnya al jaami’u liaadabil ar roowi was saami’ : Disunnahkan bagi pencari ilmu untuk membujang jika itu memngkinkannya supaya tidak ia putus kesibukannya dengan hak-hak istri dan konsentrasi dengan mencari ma’isyah sehingga memalingkan dia dari kesempurnaan dala mencari ilmu. Dan berhujjah dengan hadist : sebaik-baik kalian setelah sedikitnya harta adalah seorang yang tidak memiliki keluarga dan anak.

Dari Ibrahim bin ‘Adham rahimahullah : Barang siapa terbiasa di paha wanita tidaklah beruntung, yaitu tersibukkan dengannya. Dan ini terjadi pada kebanyakan manusia termasuk orang-orang yang khusus.
Dan dari Sufyan At Tsauri : Jika seorang faqih menikah maka ia telah mengarungi lautan, maka jika telah memiliki anak pecahlah kapal tersebut.

Dan berkata Sufyan terhadap seseorang : Apakah engkau telah menikah ?. kemudian ia berkata : belum. Tidaklah engkau tahu bahwa engkau dalam ampunan / kebaikan.

Dan dari Bisyr Al Hafi rahimahullah : barang siapa yang tidak membutuhkan wanita [ nikah ] hendaklah ia bertaqwa pada Allah, dan janganlah engkau terikat dengan kesibukan terhadapnya.

[ aku katakan ] pendapat semua ini sama dengan madzhab kami, bahwa madzhab kami berpendapat siapa saja yang belum begitu butuh menikah disunnahkan baginya mengakhirkannya, demikian pula jika ia sudah berkehendak menikah akan tetapi lemah untuk memikul beban pernikahan. Dan di dalam shahihaini dari Usamah bin Zaid semoga Allah meridhoi keduanya dari nabi sallallahu ‘alaihi wasallam berkata : Tidaklah aku tinggalkan setelahku satu fitnah yang lebih bahaya atas laki-laki dari seorang wanita. Dan dalam shshih Muslim Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra,dia berkata bahawa Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya dunia ini manis dan mempersona,sedangkan Allah menugaskan kamu di dalam nya,maka Dia hendak melihat bagaimana kamu berbuat. Kerana itu takutlah terhadap (fitnah/godaan) dunia dan takutlah terhadap (fitnah) wanita” (HR Muslim)
Baca entri selengkapnya »

Filed under: makalah, Nasehat tuk penuntut ilmu

Download Audio: “Nasehat Salaf u/ Salafi – Ustadz Farid Okbah & Ustadz Ahmad Rofi’i”

Acara: Bedah Buku “Nasehat Salaf untuk Salafi”;

Tempat: Masjid Al-Azhar, Bekasi; Waktu: Kamis, 13 Mei 2010, Pukul 08.30 WIB sampai Dzhuhur.

Para Pembicara: (1) Pembicara Pertama: Ustadz Farid Ahmad Okbah, MA, (2) Pembicara Kedua: Ust. Ahmad Rofi’i, Lc.

1. Pembukaan oleh Moderator: Ust. Ust. Dedy

Download File

2. Pembicara Pertama: Ustadz Farid Ahmad Okbah, MA

Download File

3. Pembicara Kedua: Ust. Ahmad Rofi’i, Lc

Download File

Sumber: http://alislamu.com

Filed under: Audio ceramah, dirosatul firoq, Nasehat tuk penuntut ilmu

PENGUMUMAN

Mohon maaf kepada para pengunjung blog ini jika beberapa komentar tidak kami tampilkan. Di karenakan komentar yang tidak mendidik tidak ilmiyah dengan berdasar dalil dan cenderung emosional. Semua itu kami lakukan untuk meminimalisir perdebatan yang tidak ilmiyah dan di dasari atas emosi saja

Tanggalan

Jam dinding



Blog Stats

  • 310,886 hits

Pengunjung

online