At Taujih

Mengawal Wacana Iqomatuddiin

ABU MU’AD AL QITRY

Beliau adalah seorang pemuda dari penduduk Qitr, lahir dari keluarga suku Qitriyah yang besar dan bepengaruh, beliau diberi hidayah oleh Allah melalui Jama’ah Tabligh. Kemudian beliau melakukan khuruj (keluar) ke Pakistan dalam rangka dakwah kepada Allah, dan ternyata benar beliau telah pergi ke negara tersebut.

Ketika beliau telah sampai di sana ternyata beliau hanya sendirian, lalu beliau mengalihkan programnya pergi ke Peshawar, dan beliau tinggal di sana. Kemudian beliau menyewa taksi dan berkata kepada sopirnya : “ Aku ingin bertemu orang arab “. maka sopir taksi itu berkata kepada : “ Naiklah aku tahu tempat orang arab “. benar beliau pun naik bersamanya dan pergi dengannya.

Ketika sampai di tujuan maka sopir taksi memberhentikan mobilnya di depan penjaga pintu gerbang rumah orang anshor arab dan rumah itu adalah tempat penerimaan tamu bagi mujahidin di sana. Salah seorang mujahidin arab menyambutnya dan menanyai keperluannya. Lalu beliau berkata: “ Aku datang untuk keluar fie sabilillah “. Maka teman mujahidin itu berkata kepadanya : “ Sungguh anda telah sampai. Inilah tempat untuk keluar fie sabilillah …..

Benar, beliau telah bergabung dengan para pemuda mujahidin dan mengadakan I’dad (persiapan kekuatan) dan beliaupun ribath dan berjihad …..
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Profil Mujahid

Wanita-wanita militan….

Ummu Sulaim ra.

Ibnu Ishaq mengatakan Abdulloh bin Abu Bakr berkata kepadanya bahwa Rosululloh SAW menoleh, kemudian melihat Ummu Sulaim binti Milhan yang ketika itu ikut berperang bersama suaminya, Abu Tholhah.
Ummu Sulaim mengikat pinggangnya dengan kain burdahnya, yang ia sedang mengandung Abdulloh bin Abu Tholhah, dan menaiki onta milik Abu Tholhah. Ia khawatir terlempar dari ontanya, untuk itu, ia mendekatkan kepala unta kepadanya dan masukkan tangannya ke gelang di sisi hidung onta. Rosululloh SAW bersabda kepada Ummu Sulaim, “Hai, Ummu Sulaim.” Ummu Sulaim berkata, “Ayah dan ibuku menjadi tebusanmu wahai Rosululloh! Aku akan membunuh mereka yang melarikan diri darimu sebagaimana engkau membunuh orang-orang yang memerangimu, karena mereka layak mendapatkannya.” Rosululloh SAW bersabda, “Bukanlah Alloh sudah cukup, wahai Ummu Sulaim?”

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Profil Mujahid, Uncategorized

ABU HAFSH AL-MISHRI


Alhamdulillah, was sholatu was salamu ‘Ala Rosulillah.
Kali ini, kita akan mengenal lebih dalam sosok mujahid yang banyak dilupakan para pemuda jihad hari ini, belaiu adalah Abu Hafs Al-Mishri –semoga Alloh menerima beliau sebagai syuhada—, beliau adalah sosok yang sangat ditakuti musuh, walau sekedar mendengar namanya.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Profil Mujahid, Uncategorized

ABU ‘ASHIM ABDULLAH AS SHON’ANY

Nama asli beliau adalah Ashim Abdulloh, ia lahir dari sebuah keluarga mujahid terkenal di kotanya, sebuah keluarga besar yang telah banyak mempersembahkan putra-putranya sebagai tumbal penyambung mata rantai jihad, yang dengannya umat kembali bangkit dari tidur panjangnya, mereka jual darah mereka dengan murah dijalan ini sebagai bahan bakar api peperangan akidah yang takkan dapat berjalan mulus jika ia tak tergenangi dengan lautan darah sebagaimana kapal laut takkan pernah berjalan di daratan. Mereka biarkan tulang belulang mereka berserakan demi sebuah nama, Kalimah Toyyibah Laa ilaaha Illalloh.

Abu Ashim adalah salah satu dari ke 22 taruna cadet yang ikut serta dalam sebuah dauroh Kawadir, kursus khusus pelatih Invanteri yang diadakan disebuah kamp, sebuah kursus yang mencetak para instruktur medan atau pelatih lapangan yang nantinya akan memegang idaroh kamp yang akan membantu para senior mereka dalam mendidik putra-putra umat yang ingin ber-i’dad fi sabilillah. Sekitar awal tahun 2000 mereka menyelenggarakan kursus ini, tepatnya di sebuah kamp milik Jalaluddin Haq yang berada di pelosok kota Khost, ibukota daerah Paktia.

Setelah tamat dari daurah ini merekapun mulai turun ke lapangan bertugas sebagau instruktur di kamp yang ada, di antaranya adalah EL FAROUQ yang terletak di pinggir kota Kandahar. Disitulah ia mulai terkenal dengan sebutan gelar Sab’ul Lail, dulu kala kali pertama kami dengar nama itu, kami ingat artinya adalah tujuh malam, namun ternyata kami baru sadar akan kedangkalan kami berbahasa arab, sebab maksud dan arti sebenar nama itu bukanlah tujuh malam ataupun seribu satu malam sekalipun, akan tetapi maknanya adalah Anjing malam, yahhh… teriakan lantangnaya dimalam kelam yang bisa membangunkan seluruh penghuni muaskar memang layak diidentikkan dengan lolongan anjing malam, terlebih lagi kalau suara beliau di selingi dengan dentuman explosive rakitan ataupun ledakan peluru Roket Proppelant Granade RPG-7, atau suara rentetan Grinain dan salakan Salaka seventy Five caliber Double Barrel yang menyalak dengan peluru Double Action 0,75 calibernya.

Beliau juga terkenal sebagai seorang yang handal dalam mengemudikan mobil, khususnya mobil-mobil besar empat garda. Ia memang seorang ahli dalam mengendarai Jeep Land Cruiser Turbo Wagon 4x4WD, atau Pick Up Hilux Surf 4x4WD yang terkenal dengan sebutan Kavaleri Pick Up dan mobil sejenisnya seperti Prado dan Pajero yang memang banyak di gemari oleh para mujahidin, begitu pula kendaraan medan Land over. Yang lebih besar lagi ia juga lihai dalam memainkan Truk besar Big Foot, truk angkut militer Russia yang terkenal kelasakannya Kamaz 6 x 6 WD yang biasa menyandang senjata Salaka 14.7mm seventy five caliber Double barrel.

Yang mana dalam sejarahnya ia pernah mencatat rekor beberapa kali sebelum ia mendapat anugerah sebagai syuhada’ pertama yang syahid bersama kudanya disebabkan Smart Bomnya Anjing serikat. Catatan pertamanya adalah kisahnya dengan sebuah Pick Up Hilux Surf yang ia bawa hingga jungkir balik ketika mendaki jalan menuju muaskar Kholid yang memang kemiringannya hampir mencapai 90’, wajar saja ia terbalik, sebab memang secara nalar tempat itu tak mungkin dilalui mobil, namun ia tetap saja ngotot untuk melaluinya juga sehingga terbaliklah pick up malang tadi, namun anehnya tak ada kecederaan sedikitpun yang beliau derita. Baru setelah itu mulailah Bego-bego milik Bin Laden CO. turun tangan meratakan jalan yang menantang tadi.

Yang kedua kalinya adalah saat ia masih berada di muaskar kawadir, yang mana saat itu ia baru berlatih Individual Stock, yaitu yang ada dalam perang kota, melonpat dari kendaraan yang tengah melaju kencang. Waktu itu ia mendapat tugas sebagai sopir dan diserahi sebuah mobil mewah, jeep Land Cruiser Prado 4x4WD. Tanpa mereka sangka sebelumnya tenyata mereka masuk ke daerah yang menjadi kawasan ladang ranjau darat, akan tetapi bukan ranjau-ranjau buatan Russia, sebab memang sejak awal daerah Khost adalah tempat awal yang bebas dari cengkeraman Russia. Ranjau tersebut adalah ranjau ‘Anqudy, istilah mereka untuk ranjau darat yang ditebar melalui udara dengan perantaraan bom Cluster, atau bom curah, yang mana bom ini terpecah menjadi ratusan keping sebelum menyentuh permukaan bumi, lalu serpihan yang meledak akan menjadi bom yang mematikan, sedangkan serpihan yang tak sempat meledak akan menjadi ranjau darat yang siap meledak bila-bila masa ia mendapat tekanan dari atas. Saat itu beliau barusan sukses menurunkan semua anggota skuadnya, lalu beliaupun berbelok seratus lapan puluh derajat untuk kembali mengambil personilnya, namun tatkala ia pindah gear ke gigi dua, tiba-tiba terdengar ledakan keras yang ia sangka ban dia yang meletus, namun peliknya adalah mesin kendaraan itu langsung mati dan terhenti di tempat. Yang lebih mengherankan lagi adalah ternyata bau yang menyengat keluar bukan bau karet yang terbakar, akan tetapi bau mesiu yang lebih dominant. Setelah ia turun dan mengamati apa yang terjadi ternyata body kiri depan jeepnya telah terkoyak terkena ledakan ranjau darat. Setelah mereka soal siasat ternyata ranjau itu adalah warisan serangan udara dan peluru kendali Tomahawk Anjing serikat pada tahun 1998 yang lalu setelah peristiwa Nairobi & Tanzania. Akhirnya tamatlah riwayat Prado tersebut, sebab mesin Four Wheel Drivenya telah rusak teruk. Namun dengan izin Alloh Abu Ashim masih dalam lindungan-Nya, malah yang cidera adalah ikhwannya yang lain disebabkan pendaratan yang kurang mulus sehingga mengakibatkan luka lecet di sana sini.

Dua tahun telah berlalu, kini beliau telah menjadi intruktur lapangan, bukan kawadir cadet lagi. Dan lagi satu bahwasanya El Farouq kini telah ramai dikunjungi wisatawan dari manca negara, dari ujung timur jauh Phillipinna sehingga ujung barat Maghoorib, dari benua Ausrtalia sampai benua Amerika latin, Jamaica. Begitu pula dengan kondisi alam sekitar El Farouq yang sekarang sudah mulai di penuhi dengan muaskar yang lain, diantaranya adalah jabal Mim Tho’ untuk Uhud Base pangkalan peluncur rudal anti serangan udara dan tempat basic training senjat anti aircraft. Disampingnya ada Lembah Mim Dal untuk Artilery Basic Training, lalu dua buah muaskar taktik Invanteri yang dinamai dengan muaskar Kholid bin Walid sebagai kenangan atas taktik jitunya Abu Sulaiman Ibnu Waleed, serta sebuah muaskar lagi untuk training Shoiqoh Quwwatul Khoosoh, pasukan elitnya mujahidin. Meski mereka masih tetap berada dalam tenda-tenda milik UNHCR namun mereka dalam kesehariannya selalu tidur dipadang pasir luas dengan alasan menghindari serangan udara anjing serikat yang bila-bila bisa datang.

Kala itu sedang dalam keadaan musim panas yang mana kebanyakan orang sedang menikmati liburan musim panas mereka, sebagian dari merekapun mengisi liburan musim panas dengan berkunjung ke muaskar El Farouq, sehingga saat itu jumlah pemuda yang ikut serta dalam basic military training saja mencapai 350 orang belum lagi yang ada di kamp-kamp kursus lanjutan yang lain, seperti taktik invanteri dan artelery medan dan anti pesawat. Namun bukan semua yang datang ingin menuntaskan tadrib, ada yang hanya mampu bertahan dua atau tiga hari saja, selepas itu belah …. Namanya saja tourist yang ingin menghabiskan liburan musim panas, jadi jangan heran kalau dari mereka ada yang menanyakan mana muaskar yang menghijau dengan pepohonan rindangnya, kalau itu yang mereka cari, silahkan masuk muaskarnya MILF yang ada di Bumbaran atau kampnya Abu Sayyaf. Sedang kalau kalian cari pemandangan seperti itu di muaskar El Farouq, yaaa mana mungkin akan ketemu. Sehingga bukan hal baru lagi kalau jumlah satu peleton awal sebanyak 45 atau 50 orang namun ketika pelepasan tinggal belasan orang. Namun itu semua kami anggap sebuah kebaikan dimana kaum muslimin sudah mulai menengok bumi jihad yang umumnya terletak di tempat yang tidak menyenangkan, terlebih lagi jalan masuk ke tempat itu bukan semulus jalan tol, terkadang mereka harus menunggu selama satu bulan, bahkan sampai berbulan-bulan, atau kadang juga harus rela menyamar memakai baju perempuan Burqoh untuk bisa selamat dari polisi perbatasan yang kerjanya hanya menghalangi manusia daripada jalan Alloh demi gaji dunia yang tak seberapa.

Menjelang berakhirnya musim panas 2001, terjadilah apa yang telah alloh setujui dan berikan barokah atas sebuah serangan telak yang menikam jantung pertahanan dan perekonomian dedengkot kekafiran yang selama ini menginjak-injak bumi islam dan tanah sucinya, serta membawa lari seluruh kekayaan alam yang Alloh berikan kepada kaum muslimin dengan bantuan para penguasa penghianat bangsa. Beberapa hari sebelum terjadinya peristiwa itu, muaskar EL FAROUQ telah di kosongkan, baik dari personalnya maupun dari persenjataan dan amunisi yang sebelumnya memenuhi lorong-lorong gua bawah tanah yang mereka persiapkan untuk menghadapi perang darat berkepanjangan.

Namun hamper lupa…sebelum itu tokoh kita pada kisah ini yaitu Abu Ashim sempat menunaikan separoh diennya, ia menikah bersama dua orang ikhwahnya, Abul Aswad as Suweidy dan Syaif al Qohtony yang mendapat istri orang afrika barat daya, Mauritania.

Setelah itu terjadilah istinfar aam bagi seluruh mujahidin yang ada di emirat islam, sebagian pergi ke garis depan, sebagian lagi naik gunung Tora Bora yang terkenal dengan keganasannya. Dan sebagai seorang mudarrib, abu ashimpun mendapat tugas mempertahankan ibukota Emirat Islam, yaitu kota Kandahar.
Dan serangan itupun dimulai sekitar satu bulan setelah terjadinya peristiwa selasa mubarok, sebuah serangan telak atas pusat jantung pertahanan dan perekonomian Anjing Serikat. Serangan itu dimulai pada malam jum’at, sekitar pukul 21.00 waktu setempat yang mana beberapa detik sebelumnya pembicara pasukan aliansi utara menyatakan lewat siaran TV internasional bahwa serangan Anjing serikat tinggal beberapa detik lagi. Waktu itu di tengah kota Kandahar masih banyak warga sipil dari kalangan wanita dan kanak-kanak, sehingga ketika sebuah ledakan keras menghantam rumah dinas Amirul Mukminin yang berada di pinggir kota Kandahar maka jerit tangis kanak-kanakpun langsung terdengar memilukan, merekalah yang selama ini menjadi korban serangan udara anjing serikat. Malam itu kota Kandahar dihujani peluru kendali Tomahawk dan ratusan bom curah Cluster dan Bom yang kata mereka bom pintar namun tak juga menemukan posisi amirul mukminin dan mujahidin yang selama ini mereka cari. Ada tiga tempat yang mereka serang malam itu, satu tempat di pinggiran kota yaitu rumah Amirul mukminin, sedangkan yang kedua adalah Base Kamp EL FAROUQ yang mereka ratakan habis hingga tak tersisa lagi bangunan yang masih berdiri, namun tak ada korban jiwa yang jatuh, padahal di tempat itu ada puluhan mujahid yang berjaga. Satu lagi tempat yang mereka bombardier adalah kawasan pangkalan udara Taliban yang ada di Kandahar, ada dua komplek yang mereka hancurkan, satu buah pusat pengendalian radar yang sudah layak disebut sebagai rongsokan perang tinggalan penjajah Russia dan sebuah lagi komplek perumahan mujahidin Foreigner yang diantaranya rumah syaikh, namun rumah tersebut tak terkena langsung, hanya halaman rumahnya yang dihantam rudal yang tak pintar langsung, nyatanya rumah tersebut tak tersentuh satu buah bompun, padahal menurut ikhwah yang berjaga di tempat itu menyatakan bahwa tempat itu duhujani lebih dari 300 buah ledakan beruntun sepanjang malam, sehingga nampak langit yang memerah semerah jahannam, akan tetapi anehnya mereka tak berhasil membunuh satu foreignerpun, hanya dua orang anggota Taliban yang saat itu tengah menjaga radar, serta seorang paman Amirul Mukminin yang aslinya tidak berada ditempat kejadian, namun karena rasa perhatiannya kepada Amirul Mukminin ia pergi menuju ketempat jatuhnya bom pertama yang membuat ia syahid terkena serangan rudal susulan yang sepanjang malam itu tak henti-hentinya mengguncang kota Kandaharahar.

Hamper dua bulan serangan anjing serikat tak banyak membawa hasil, bahkan helicopter angkut tempurnya CH-46 Chinook double kipasnya hancur terhempas dihantam senjata personal anti Tank RPG-7 dan senapan mesin berat, 50 kaliber Dashaka 12.7mm pada malam jum’at saat mereka berusaha mendarat di komplek perumahan Amirul mukminin yang kosong tak ada orang yang menempatinya. Lalu merekapun dengan kecanggihan alat perangnya mengangkat bangkai Chinook tadi dan membuangnya di perbatasan Pakistan untuk menghilangkan jejak kekalahan mereka dan kegagalan operasi pendaratan mereka yang pertama. Hari-hari yang mereka lakukan hanyalah membom perumahan tak berpenghuni, yang juga sering membunuh penduduk sipil yang tak pernah tahu apa itu perang. Hingga akhirnya masuklah bulan Romadlon, namun sebelum itu kami sempat kehilangan para pahlawan kami yang tak lagi merasakan puasa romadlon tahun ini, 20 orang pergi meninggalkan kami dalam sebuah peristiwa Markas Yarmuk di subuh hari tanggal 29 Sya’ban, sebuah kesedihan yang menyelimuti hati kami saat kaum muslimin dengan riang menyambut datangnya bulan mubarok, kami berjanji akan kami balas serangan mereka dengan tangan kami sendiri kami takkan menyandarkan harapan kami kepada para penguasa bertopeng islam.

Dan masuklah bulan romadlon, sedang serangan udara yang tak dapat kami lawan terus berkelanjutan, penduduk sipil semakin banyak yang menjadi korban, pagi itu kala matahari belum lagi nampak, dua buah pesawat F-14 Tomcat mengitari langit Kandahar mengejar dua bauh Truk Tanki Minyak solar yang baru saja keluar dari kota, tak berapa lama setelah itu meluncurlah sebuah peluru kendali dari pesawat tadi, dan hancur leburlah kedua tanki tadi, padahal apa dosa mereka. Mereka bukan teroris bukan pula anggota Taliban.
Pertengahan romadlon mulailah terjadi pertempuran darat yang sebenarnya, namun bukan tentara anjing serikat yang turun tangan, akan tetapi mereka mengumpankan kaum munafikin sebagai pasukan depan, sedang anjing seriakat hanya memberiakan bantuan serangan udara tembakan dari udara, dalam propaganda mereka saja yang mengatakan bahwa tentara Marin anjing serikat telah turun di kawasan bandara, kenyatannya yang maju perang hanya kaum mukholifin.

Dan kini kita kembali kepada Abu Ashim yang saat itu menjadi penjaga keluarga mujahidin arab yang diasingkan ke perkampungan Panjwe, sebuah basis Taliban yang letaknya beberapa puluh kilometer dari kota. Malam itu abu Ashim berada di dalam kota, begitu pula keluarganya dan beberapa orang tetangganya, dan malam itu sebagaimana biasanya pesawat anjing serikat tak henti-hentinya menyerang posisi yang mereka anggap milik mujahidin, serangan malam itu mengarah kepada perumahan ikhwah arab yang telah diendus oleh para jassus munafikin, salah satunya adalah komplek perumahan ikhwah yang ada di sekitar markaz UNHCR umam mulhidah. Kami waktu itu sedang berpatroli malam dengan sebuah Jeep Land Cruiser Prado 4WD di jalan yang sama, kira-kira 500 meter dari tempat kejadian ketika sebuah peluru kendali GBU-SDRAM Smart Bomb menyambar sebuah Pick Up Hilux SURF 4×4 yang sedang berhenti didepan rumah pengantin baru kita, Abu Ashim As Shon’any, sebuah kilatan cahaya merah menyilaukan mata kami yang saat itu memang tengah memperhatikan arah depan sebab kami berpatroli tanpa menyalakan lampu kendaraan kami. Sebuah kobaran api mendahului suara gegar dentuman bom yang sampai menggetarkan Jeep yang kami tumpangi. Sekeliling daerah itu menjadi terang benderang, lalu terdengar suara desingan peluru kendali yang berdesis, setelah itu baru disusul dengan suara gelegar ledakan bom yang mungkin menerbangkan manusia yang ada di sampingnya seperti yang terjadi pada seorang kawan kami di Muaskar EL FAROUQ saat awal serangan udara dan rudal Tomahawk. Seketika itu tanpa ada yang menyuruh kami semua langsung keluar meninggalkan mobil kami.

Dan ledakan itulah yang menerbangkan penunggang kuda Kavalery Pick Up handal kita yang saat itu tengah menunggu keluarganya dan beberapa kanak-kanak untuk ia bawa menyingkir menuju ke desa Panjwe yang lebih aman, akan tetapi detik itu juga sebuah heli Tempur Apache AH 64 mengejar sebuah Flying Coast Van Hiace 4WD yang membawa sekeluarga mujahid arab yang juga gugur semuanya di terjang roket udara-daratnya helicopter Apache. Dua orang akhwat dan 6 kanak-kanak yang berada dalam Van tersebut terbang bersama mujahid penunggang kuda Four by Four yang tak kami temukan serpihan dagingnya sedikitpun, bahkan bangkai mobil Pick Upnyapun tak dapat lagi kami kumpulkan. Beliaulah orang pertama kurun ini yang gugur syahid bersama Kavalery Pick Upnya.

Filed under: Profil Mujahid

Surat Umi Khalid Al Islambuly

images1Setelah sembilan tahun hidup bersama Muhajirin dan Mujahidin
Umi syahid Khalid Al Islambuly kendati telah sepuh masih menyempatkan diri menulis surat khusus kepada situs ‘alemarh’ sesaat sebelum kembali ke negaranya.
(Khalid Islambuly adalah pahlawan Islam yang telah berhasil membunuh fir’aun modern, Anwar Sadat presiden Mesir saat parade militer)

Segala puji bagi Allah.
Shalawat dan salam atas Rasulullah dan siapa saja yang mengikutinya.
Anak-anakku tercinta: Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh.

Saya tulis surat ini sesaat sebelum kepulanganku ke negara Mesir. Dan Allah lebih mengetahui sejauh mana kerinduan dan kecintaan yang ada dalam hatiku kepada kalian semua. Demi Allah, sungguh terasa sangat berat bagiku berpisah dengan kalian. Namun saya masih sedikit terhibur di mana saya meninggalkan kalian dalam lindungan dan pemeliharaan Allah. Saya tidak akan melupakan selamanya penghormatan yang telah kalian berikan pada saya, perhatian kalian yang lebih dan selalu menanyakan kondisi saya. Kendati saya belum pamitan kepada kalian semua sebelum saya pergi namun saya doakan kalian semua semoga tetap dijaga dan dipelihara oleh Allah.

Nasehat saya pada kalian hendaknya saling bahu membahu di atas satu hati dan janganlah kalian berpecah belah. Hendaknya persoalan kalian diselesaikan dengan cara syura antara kalian. Tidak ada yang besar dan kecil di antara kalian karena kalian semua satu sama lain bagaikan bangunan kokoh “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dengan bershaf rapi bagaikan bangunan kokoh”. Ketahuilah wahai anak-anakku, sesungguhnya memerangi hawa nafsu pada era ujian yang tengah kalian jalani ini merupakan sesuatu yang besar lagi agung. Kalian tengah berada pada limpahan karunia Allah. Untuk itu pergunakanlah sebaik-baiknya dan berpeganglah dengan karunia dan hidayah Allah atas kalian. Kalian berada dalam kebenaran dan Allah bersama kalian. Dia akan memperkuat kalian, menjaga kalian dan menunjukkan kalian pada kebaikan hamba-Nya.

Anak-anakku; berapa lama lagi saya mendambakan bisa menyertai kalian dalam memerangi musuh-musuh Allah namun ini sudah merupakan kehendak Allah. Saya memohon kepada Allah semoga menjadikanku dapat selalu berkhidmat terhadap Mujahidin. Saya akan tetap mendoakan buat kalian hingga saya berjumpa Robbku. Dan saya memohon kepada Allah semoga menghimpunku di surga Firdaus A’la bersama semua orang yang saya cintai yang telah lebih dahulu mati syahid. Pada detik-detik terakhir sebelum safarku ini saya gunakan kesempatan untuk mendoakan seorang lelaki sholeh, Amirul Mukminin ( Mulla Omar ) yang telah berkorban dengan kerajaan dan kekhilafahannya demi berpegang teguh pada prinsip-prinsip Islam yang benar. Saya memohon kepada Allah kiranya mengembalikan lagi kepemimpinan dan kekhilafahannya dan memuliakannya di dunia sebelum di akhirat.

Saya sampaikan salam penghormatan dan doa tulusku untuk seluruh Mujahidin. Terkhusus putraku tersayang dan terhormat, sang Mujahid Abu Abdillah Usamah bin Ladin. Saya memohon kepada Allah semoga menjaga saudara-saudara dan anak-anaknya dari segala keburukan dan menghindarkannya dari makar musuh.

Salamku buat semua ikhwah di setiap tempat yang pernah saya temui, mereka mengenal saya dan saya kenal mereka. Saya titipkan kalian kepada Allah yang tidak akan tersia-siakan titipan-Nya. Saya tinggalkan kalian pada pemeliharaan dan penjagaan Allah.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ibu kalian semua, Umi Khalid Al Islambuly
Rabu 25 Shafar 1423 H/8 Mei 2002

Filed under: Profil Mujahid

Dr. Umar Abdurrohman

umrTegas Saat Datangnya Rintangan
Nama lengkapnya adalah Umar bin Ahmad bin Ali bin Abdurrohman., nama panggilannya Abu Muhammad. Lahir pada tanggal 3 Mei 1938 M di daerah Jamaliyah, pusat kota Daqhaliyah, Mesir. Ketika beliau masih bayi atau sekitar berumur sepuluh bulan, kedua penglihatannya telah tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Beliau mendapat pelajaran dasar agama di Ma`had An Nur-Thanta, sejak usia lima tahun. Dari sanalah beliau memperoleh ijazah pendidikan dasar dari Madrosah Ibtida`iyah Al Azhar. Beliau berhasil menghafalkan Al Qur`an pada usia sebelas tahun. Kemudian dilanjutkan masuk Ma`had Al Manshuroh. Dari sanalah beliau berhasil menyelesaikan pendidikan menengah dari Madrosah Tsanawiyah Al Azhar pada tahun 1960 M. Pada tahun 1965 M beliau berhasil memperoleh Ijazah pada pendidikan tinggi di Jurusan Tafsir dan Hadist, Fakultas Ushuluddin, Universitas Al Azhar, Kairo-Mesir dengan nilai mumtaz.

Ditetapkan sebagai Imam dan Khotib pada Kementrian Wakaf (Departemen Agama), dan hal tersebut terjadi sebelum beliau lulus dari universitas, yaitu mulai tahun 1964 hingga 1968 M.
Menempuh studi tingkatan spesialis (Magister) di perguruan tinggi dan program yang sama pada tahun 1967 M, dengan nilai jayyid jiddan, dengan judul thesis “Asyrul Hurum”, dan akhirnya ditetetapkan sebagai Dewan Fakultas Ushuluddin pada tahun 1968 M.

Sebagai seorang dai, Dr Umar Abdurrohman melakukan khutbat di masjid-masjid di Kota Fayyum dan desa-desa sekitarnya. Keberaniannya menyuarakan kebenaran menyebabkan, dengan bahasa yang lugas, tegas tanpa pandang bulu menjadikan kemarahan pemerintah Mesir. Akhirnya beliaupun di cekal dan mendapatkan sanksi tahanan rumah pada tahun 1969 M.
Setelah tujuh bulan, Dr Umar Abdurrohman dikembalikan ke tempat tugasnya, akan tetapi kali ini beliau ditempatkan dibagian administrasi, untuk mwnjauhkan beliau dari mahasiswa dan masyarakat. Beliau ditempatkan di bagian Tata Usaha Universitas Al Azhar tanpa pekerjaan, dan inilah yang dimaksud dengan pekerjaan administrasi.

Dr Umar Abdurrohman ditahan pada Oktober 1970 M karena fatwanya yang diumumkan di atas mimbar salah satu masjid di Fayyun, yang menjelaskan: Tidak boleh menshalatkan jenazah Presiden Gamal Abdul Naser. Beliaupun dimasukkan dalam penjara selama delapan bulan.
Setelah keluar dari tahanan, Dr Umar Abdurrohman dipindahtugaskan unutk mengajar di Ma`had Agama, Fayyun. Kemudian dipindahkan lagi ke Ma`had Agama di Manya.

Pada tahun 1972 M, Fakultas Ushuludin menganugerahkan gelar internasional Doktor pada beliau dengan tingkatan utama. Meskipun memperoleh gelar doktor, namun pihak penyelidik melarang beliau untuk ditetapkan sebagai pengajar di universitas selama setahun penuh.
Akhirnya Dr Umar Abdurrohman ditetapkan sebagai guru besar pada jurusan Dakwah dan Bimbingan Masyarakat pada Fakultas Ushuluddin di Asyuth pada tahun 1973 M. Kemudian dipindahkan kejurusan tafsir di fakultas yang sama sebagai asisten dosen pada tahun 1975 M.
Kemudian diperbantukan untuk mengajar di Saudi pada tahun 1977 M. Dr Umar Abdurrohman berhenti dari tugas sebagai tenaga bantuan setelah mereka menolak beliau untuk berdakwah dan berkhutbah. Beliau kembali ke Mesir dan mengajar kembali di Fakultas Ushuluddin di Universitas Asyuth.

Dr Umar Abdurrohman selalu menjelajah kota-kota dan desa-desa di Mesir sebagai Khotib, juru dakwah, pengajar dan pendidik, sampai keluar ketetapan pemerintah Mesir untuk menangkap beliau bersama dengan orang-orang lain yang dituduh, untuk dijaga ketat pada September 1981 M.

 Kemudian Dr Umar Abdurrohman kabur dan bersembunyi hingga habis masa tahanannya setelah tebunuhnya Anwar Sadat. Beliau pernah diajukan ke pengadilan sebanyak dua kali dan dua kali pula dituntut hukuman mati. Dan beberapa tuduhan yang dialamatkan pada beliau diantaranya adalah di tuduh sebagai pemimpin Jama`ah Islamiyah dan jaringan yang bertanggungjawab atas berbagai peristiwa makar yang terjadi pada tahun 1981 M. Beliau juga dituduh menfatwakan pengkafiran Anwar Sadat.

Namun, atas idzin Allah, dua kali pembebasanya dalam dua kali pesidangan dan keluar dari penjara Liman Thuroh pada tahun 1984 M. Beliau ditangkap kembali pada bulan Juli 1985 M dengan tuduhan pembentukan kembali Jama`ah Islamiyah untuk yang keduakalinya.
Tekanan politik yang ada membuat Dr Umar Abdurrohman berangkat berdakwah ke Amerika Serikat pada sekitar awal tahun 1990 M, dan kemudian ditangkap dan dipenjarakan oleh Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSC) pada tahun 1994 M, dengan tuduhan terlibat peledakan Gedung WTC yang pertama, juga di tuduh terlibat dalam rencana perang kota di Amerika Serikat serta memimpin organisasi teroris. Sampai hari ini Dr Umar Abdurrohman belum dibebaskan dan mengalami berbagai penyiksaan yang dilakukan oleh Amerika.

Selain sebagai seorang aktivis dengan aktivitas dakwah yang padat beliau juga sebagai seorang ulama dan penulis. Di antara karya beliau adalah Tafsir Suroh Al Najm , Tafsir Suroh Al Qomar , Tafsir Suroh Ar Rohmaan , Kalimatul Haq, (Perkataan yang Benar), Risaalah fie Tafsir Ayaatil Hakimiyyah (Tafsir Ayat-Ayat Kehakiman), Al Asyhur Al Hurum, Mauqiful Qur`aan min A`daaihi: Min Suroh At Taubah (Kedudukn Al Qur`an Terhadap Musuh-Musuhnya: Studi Suroh At Taubah) dan Ashnaaful Hukkaam. (Topologi Penguasa Menurut Islam).

Walau dalam kondisi yang terbatas, dalam ruangan sempit penjara, penuh dengan berbagai tekanan dan penyiksaan, ia tetap istiqomah atas jalan yang ia tempuh. (amru).

Filed under: Profil Mujahid

AL-KHANSA’ ; Ibu para Syuhadaa’

cadar“Segala puji bagi Allah yang memuliakanku dengan kematian mereka. Aku berharap kepada-Nya agar mengumpulkanku bersama mereka dalam naungan rahmat-Nya”

Itulah kalimat yang keluar dari lisan Al-Khansa’, ketika mendengar ke-empat anaknya gugur sebagai syuhadaa’ dalam perjuangan menegakkan Islam dalam perang Qodissiyah. Perempuan yang melahirkan para mujahid ini, dengan penuh ketabahan dan kesabaran telah mengokohkan anak-anaknya di medan jihad. Ia adalah Al Khansa’ sebutan dari seorang wanita yang bernama Tumazhir binti ‘Amru bin Syarid as-Sulami.

Ia masuk Islam tatkala mendengar dakwah Islam, ia bersama kaumnya Bani Sulaim mendatangi RasululLah dan menyatakan keislamannya. Ia ahli dalam syair. Bahkan suatu ketika Rasulullah menyuruhnya untuk melantunkan syair-syairnya. RasululLah kagum atas keindahan syairnya, beliau menyuruh Al-Khansa’ untuk melanjutkan syair’syairnya.

Ketika terjadi peperangan Qodisiyyah [Iraq], Al Khansa’ bersama keempat putra turut dalam peperangan. Ia menasehati putera-putera agar gagah dan tabah dalam perjuangan.

“Wahai anak-anakku, kalian telah masuk Islam dengan taat dan berhijrah dengan penuh kerelaan. Demi Allah yang tiada ilah yang haq selain Dia, kalian adalah putera dari laki-laki yang satu sebagaimana kalian juga putera dari wanita yang satu. Aku tak pernah mengkhianati ayah kalian, tak pernah mempermalukan khal [paman, saudara laki-laki ibu] kalian, tak pernah mempermalukan nenek moyang kalian, dan tak pernah menyamarkan nasab kalian”.

“Kalian semua tahu betapa besar pahala yang Allah siapkan bagi orang-orang yang beriman ketika berjihad melawan orang-orang kafir. Ketahuilah negeri akherat yang kekal jauh lebih baik dari negeri dunia yang fana, sebagaimana firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga [di perbatasan negerimu] dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”.[Ali Imran: 200]

“Andaikata esok kalian masih diberi kesehatan oleh Allah, maka perangilah musuh kalian dengan gagah berani, mintalah kemenangan atas musuhmu dari Ilahi.
Apabila pertempuan mulai sengit dan api peperangan mulai menyala, terjunlah kalian ke jantung musuh, habisilah pemimpin mereka saat perang tengah bekecamuk, mudah-mudahan kalian meraih ghanimah dan kemuliaan di negeri yang kekal dan penuh kenikmatan”.

Nasehat sang ibu ini membangkitkan semangat juang keempat putranya untuk maju di medan perang. Dengan gagah berani, di saat fajar menyingsing dengan menghunus pedang, mereka menghadang para musuh Allah sambil bersyair:

Saudaraku, ingatlah pesan ibumu
Tatkala ia menasehatimu di waktu malam
Nasehatnya sungguh jelas dan tegas,
Majulah dengan geram dan wajah seram
Yang kalian hadapi nanti hanyalah
Anjing-anjing Sasan yang mengaum geram
Mereka telah yakin akan kehancurannya
Maka pilihlah antara kehidupan yang tenteram
Atau kematian yang penuh keberuntungan

Begitulah, ia melesat bagai anak panah ke tengah-tengah musuh, berperang mati-matian, sampai akhirnya ia gugur sebagai syuhada. Majulah anak kedua sambil bersya’ir;

Ibunda adalah wanita yang hebat dan tabah,
Pendapatnya sungguh tepat dan bijaksana
Ia perintahkan kita dengan penuh kebijaksanaan
Sebagai nasehat yang tulus bagi puteranya
Majulah tanpa pusingkan jumlah mereka
Dan raihlah kemenangan yang nyata
Atau kematian yang sungguh mulia
Di jannah al-Firdaus yang kekal selamanya

Kemudian ia bertempur, menghancurkan musuh sampai titik darah penghabisan, akhirnya gugur sebagai syuhada menyusul saudaranya. Lalu anak yang ketiga mengikuti jejak kedua saudaranya, sambil bersyair ia maju ke medan pertempuran;

Demi Allah, takkan kudurhakai perintah ibu
Perintah yang sarat dengan rasa kasih sayang
Sebagai kebaktian nan tulus dan kejujuran
Maka majulah dengan gagah ke medan perang
Hingga pasukan Kisra terpukul mundur atau biarkan mereka tahu, bagaimana cara berjuang
Janganlah mundur karena itu tanda kelemahan
Raihlah kemenangan meski maut menghadang

Iapun tertempur mati-matian, sampai akhinya menyusul kedua saudaranya, gugur sebagai syuhada.
Majulah anak keempat menyusul ketiga saudaranya. Ia maju ke medan pertempuran seraya bersyair;

Aku bukanlah anak si Khansa’ maupun Akhram
Tidak juga Umar atau leluhur yang mulia
Jika aku tak menghalau pasukan Ajam [asing]
Melawan bahaya dan menyibak berisan tentara
Demi kemenangan yang menanti, dan kejayaan
Ataulah kematian, di jalan yang lebih mulia

Begitulah, ia bertempur habis-habis memperjuangan agama Allah. Bertempur dengan gagah berani yang akhirnya mengantarkan ia menyusul ketiga saudaranya, gugur sebagai syuhada’.

Begitu mendengar keempat anaknya gugur sebagai syuhada, Al-Khansa’ dengan tabah berucap, “Segala puji bagi Allah yang memuliakanku dengan kematian mereka. Aku berharap kepada-Nya agar mengumpulkanku bersama mereka dalam naungan rahmat-Nya”

Figur seorang ibu yang sukses mengantarkan anak-anaknya sebagai syuhada. Ibu yang dari rahimnya melahirkan para syuhada yang dengan gagah berani bertempur melawan musuh memperjuangkan agama Allah. [Kh-Sumber: Ibunda Para Ulama]

Filed under: Profil Mujahid

dr. Ar Rantisi Rahimahullah

rantisiSaya katakan kepada kalian agar kalian tenang, seandainya ar rantisi, Az Zahhar, Haneya, Nazzar Royyan, Said Sayyam, dan semuanya pergi syahid, demi Allah kami akan semakin gemilang dan mencintai jalan ini. Tangan-tangan kita yang memegang senapan di dunia, insyaAllah ruh kita akan berpelukan disisi Allah Ta’ala. Karenaya, silahkan sharon dan kaum konspirator merajut harapannya di sini. Dan kami akan terus meneruskan perjuangan ini. Jalan kami sulit. Akan tetapi inilah satu-satunya jalan untuk mengantarkan kami pada cita-cita. Maka mutlaq pada kami tidak ada penyerahan kehinaan dan celaan. (Ar Rantisi)

Tidak kurang dari tiga puluh tahun Ar Rantisi berjihad. hanya semata-mata mengharap ridha Allah Ta’ala. Itulah jalan yang benar, dan inilah satu-satunya jalan yang akan mengantarkan kita pada kebahagiaan yang hakiki, kebahagiaan yang tiada tandingnya. Ini memang bukan jalan yang dihiasi dengan bunga indah menawan, bahkan sebaliknya penuh dengan berbagai rintangan dan menuntut pengorbanan namun cita-cita dan tujuan yang diidamkan membuat manusia mudah untuk melewati semua kepahitan Dan ini adalah Sunnatullah dalam berdakwah sejak zaman nabi Adam hingga kita sekarang ini.

Banyak dokter di muka bumi dengan berbagai macam keahlian dan spesialisasinya, tetapi sedikit sekali di antara mereka yang hafal Al-Qurân dan merindukan syahid di jalan Allah Ta’ala. Di antara yang sedikit itu adalah dokter Abdul Aziz Rantisi. Beliau adalah Abdul Aziz Ali Abdul Hafidz el Rantisi, dilahirkan pada tanggal 23 Oktober 1947 di desa Yabna, antara Asqolan dan Yafa. Keluarga Rantisi mengungsi ke Jalur Gaza dan menetap di Kamp Pengungsi Khan Yunis setelah terjadi perang (nakbah) 1948. Saat itu usia beliau baru menginjak 6 bulan. Beliau merupakan seorang dokter spesialis anak yang pernah bertugas di Rumah Sakit Naser, di lingkungan Kamp Khan Yunis, Jalur Gaza pada tahun 1976.

Pendidikan dan aktifitasnya
Rantisi tumbuh di tengah-tengah 9 saudara laki-laki dan dua orang saudara perempuan. Pada usia enam tahun, Abdul Aziz Ar-Ranteesi masuk bangku belajar di sekolah yang dikelola oleh Lembaga Bantuan untuk Para Pengungsi Palestina milik PBB (UNRWA). Kondisi ekonomi keluarga yang sulit memaksa Abdul Aziz Ranteesi bekerja pada umur enam tahun, demi membantu memikul beban keluarganya yang besar. Beliau termasuk anak yang sangat menonjol dalam studinya hingga selesai tahun 1965. Kemudian merantau ke Alexandria (Mesir) untuk untuk melanjutkan studinya di Universitas Iskandariah dalam bidang kedokteran.
Pada tahun 1972, Abdul Aziz Ranteesi menyelesaikan studi S1-nya dengan peringkat memuaskan. Selanjutnya beliau kembali ke Jalur Gaza. Dua tahun kemudia beliau berangkat kembali ke Alexandria untuk menyelesaikan program master di bidang kedokteran anak. Kemudian pada tahun 1976, beliau kembali ke Jalur Gaza dan bekerja sebagai dokter tetap di Rumah Sakit Nashir (yang merupakan Rumah Sakit Pusat di Khan Yunus). Beliau menikah dan dikaruniai enam orang anak (dua putra dan empat putri).

Ar-Ranteesi menduduki beberapa posisi dalam kegiatan kemasyarakatan di antaranya: anggota Dewan Majma’ Islamy dan Organisasi Kedokteran Arab di Jalur Gaza, dan juga di Bulan Sabit Merah Palestina. Bekerja di Universitas Islam di kota Gaza sejak pembukaannya tahun1978 sebagai dosen berbagai bidang akademis, dosen ilmu Genetika, dan ilmu Mikrobiologi.
Abdul Aziz Rantisi merupakan murid dari Syekh Ahmad Yasin, tokoh spiritual, qiyadah/ pemimpin pejuang Palestina melawan penjajah Zionis Israel di abad modern ini. Di bawah bimbingan Syekh Yasin, Abdul Aziz Rantisi dapat memahami arti kehidupandan perjuangan untuk meraih kesuksesan/ keberuntungan yang sesungguhnya, tegar dalam menghadapi cobaan, tidak terbuai dengan godaan dunia dan yang lebih penting lagi adalah bercita-cita untuk mati syahid.

Beliau pernah dipenjara bersama Sang Guru, Syekh Ahmad Yasin dan beberapa pejuang Palestina lainnya dari Hamas. Di penjara tersebut Abdul Aziz Rantisi melakukan murajaâ’ah (mengulang) Al-Qurâan yang sudah hafal diluar kepalanya sejak tahun 1990. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenanganyang memperdayakan.
Untuk merealisasikan cita-citanya yaitu mati syahid, selain berdo’a, beliau
berjuang dengan ikhlas, tidak cinta dunia, tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah, tidak mau kompromi dengan Zionis Israel, penjajah yang akan menghancurkan masjid Al-Aqsha, kiblat umat Islam pertama.

Pada tahun 1983 Rantisi ditangkap karena menolak membayar pajak kepada rezim Imperialis Israel. Pada tanggal 15 November 1988 beliau ditahan selama 21 hari.
Pada tanggal 4 Maret 1988 militer Imperialis Israel kembali menangkap beliau dan terus menjebloskannya dalam penjara Israel selama dua setengah tahun, atas dasar keterlibatannya dalam kegiatan aksi menentang penjajahan Zionis. Pada tanggal 4 September 1990 beliau dibebaskan. Kemudian pada 14 Desember 1990 beliau kembali ditahan secara administratif hingga satu tahun lamanya.

Pada 17 Desember 1992 beliau dideportasi bersama 400 aktifis dan kader Hamas serta Jihad Islam ke Lebanon Selatan. Akhirnya beliau pun tampil sebagai juru bicara resmi untuk para deportan yang bertahan di Kamp Pengungsi el Audah di wilayah Murjuz Zuhur untuk menuntut pihak rezim Imperialis Israel memulangkan mereka dan sebagai ungkapan protes penolakan terhadap kebijakan deportasi yang dilakukan pihak rezim Imperialis Israel.
Begitu pulang dari Murjuz Zuhur, beliau kembali ditangkap oleh pihak rezim Imperialis Israel. Kemudian Mahkamah Militer Imperialis Israel mengeluarkan putusan vonis penjara kepada beliau, dan akhirnya terus mendekam dalam penjara Imperialis Israel hingga pertengahan tahun 1997.

Menjadi pimimpin HAMAS
Ketika Syaikh Ahmad Yasin syahid, Senin, 22 Maret 2004 karena dirudal penjajah Zionis Israel. Maka terjadilah rapat yang memutuskan bahwa Ar Rantisi diangkat sebagai pemimpin Hamas. Tampuk qiyadah/ kepemimpinan Hamas diembannya dengan penuh tanggung jawab dan amanah. Rapat itu juga memutuskan Kholid musyal sebagai pemimpin politik Hamas. Beliau paham benar apa resiko yang akan dihadapinya. Karena israel sudah berkeinginan lama untuk membunuhnya.

Beliau sebagai qiyadah/pemimpin pengganti Syekh Ahmad Yasin sangat hati-hati terhadap uang atau materi. Dan amanah merupakan bagian dari hidupnya, sehingga beliau dipercaya oleh pengikut dan pendukungnya.

Ada kata-kata hikmah yang menjelaskan Tiada Tsiqah Tanpa Amanah, artinya bagaimana mungkin seseorang akan tsiqah (percaya) kalau orang yang diberi amanah apalagi sebagai qiyadah/ pemimpin dalam bermuamalah dengan anggota atau umat tidak amanah, berbohong, bersilat lidah untuk memperkaya diri atau menyelamat diri sendiri.

Pada saat-saat terakhir kehidupan dr. AbdulAziz Rantisi setelah dihantam roket penjajah Zionis Israel, Ketika badannya dipenuhi darah, kondisi sudah mulai agak lemah, beliau (AbdulAziz Rantisi) menunjuk ke kantong celananya, pengawalnya tidak paham apa maksudnya, setelah tangan pengawalnya dimasukkan ke kantong celana dr. Abdul Aziz Rantisi tampaklah beberapa uang, dr. Abdul Aziz Rantisi dengan kondisi tubuh yang sudah lemah meyampaikan pesan kepada pengawalnya, berikan uang tersebut kepada si fulan, Subhanallah, Allah memberikan kesempatan dan peluang kepada dr. Abdul Aziz Rantisi untuk meninggalkan dunia tanpa beban dan hutang serta menunaikan amanah untuk disampaikan kepada yang berhak.

Bahkan sehari sebelum dihantam roket penjajah Zionis Israel, beliau sudah
mengambil uang tabungan gajinya selama mengajar di Universitas Islam Gaza dan menghitung hutang yang akan dilunasinya. Termasuk beliau memberikan bantuan untuk biaya pernikahan anaknya, Ahmad. Setelah itu beliau berkata, “Sekarang, jika saya menemui Tuhanku, maka aku dalam keadaan bersih. Saya tidakmemiliki apa-apa dan tidak ada tanggungan apa-apa.”

Ketegaran prinsip
Ada sebuah kisah menarik yang terjadi pada saat di penjara. Yaitu sebuah ketegaran dalam memegang prinsip. Sehingga tak heran jika beliau sangat disegani oleh kawan maupun lawan.
Pada tahun 1991 saat berada di penjara Israel Negef guna menjalani hukuman penjara selama saetahun. Sejak dibukanya penjara ini tahun 1988 seluruh napi tidak diperbolehkan menemui keluarganya. Akhirnya terjadilah desakan dari pihak keluarga untuk memperbolehkan para napi dikunjungi oleh keluarga.

Diadakanlah dialog antara pihak Israel dan para perwakilan napi yang sebagian besarnya adalah pejuang-pejuang Palestina. Hadirlah di sana Chelty, yaitu pimpinan tahanan yang sangat dihormati oleh para napi karena sikap dia yang keras terhadap tahanan. Pada saat Chelty masuk ke ruangan, ia meminta para tahanan untuk berdiri menghormatinya. Akhirnya semua peserta berdiri kecuali beliau. Lalu mendekatlah ia kepada kepadanya dan berkata : Kenapa kamu tidak berdiri bersama-sama temanmu. Kemudian ia menjawab : Saya tidak mau berdiri kecuali pada Allah k. anda bukanlah Tuhan melainkan manusia. Oleh karena itu, saya tidak mau berdiri untuk manusia. Kemudian ia membentak dan berkata : “Kamu harus berdiri”. Akhirnya Syaikh Ar Rantisi bersumpah dan mengatakan : “Demi Allah saya tidak akan berdiri. Terlihatlah Chelty dalam ketidak nyamanan dan tidak tahu apa yang harus diperbuat.

Seorang kolonel dari fraksi fatah mengatakan padaku : “Jangan mundur akhi!”. Chelty tetap meminta ar Rantisi untuk berdiri. Akan tetapi permintaan itu tetap ia tolak. Akhirnya Chelty berbicara : Hai dokter, disini protokoler yang harus dihormati. Ar Rantisi menjawab : Agama saya lebih layak untuk dihormati dan agama saya melarang penganutnya untuk berdiri dengan maksud memulyakan seseorang. Lalu jalan keluarnya apa? Tannya deputi tersebut. “Saya pilih tetap duduk atau saya kembali ke rumah saya” jawab beliau tegas. Lalu Chelty menjawab : kembalilah kau ke rumahmu !”. Akhirnya ar rantisi keluar dari kantor tersebut dan diikuti oleh Ir. Ibrahim Ridwan dan Abdul ‘Aziz al Kholidi yang kedua duanya dari Hamas.

Beberapa hari setelah 9 bulan dan tinggal tiga bulan beliau keluar tahanan, para pemimpin tahanan meminta beliau untuk mengumpulkan barang-barangnya. Kemudian beliau dipindahkan ke sebuah penjara dengan lima puluh sel. Di sana hanya dihuni oleh 50 orang. Akhirnya terungkap bahwa apa yang dialami oleh ar Rantisi ini adalah balasan dari Chelty karena sikap beliau kepadanya beberapa waktu sebelumnya.

Dibawalah syaikh ar rantisi ke selnya bersamaan dengan para napi-napi yang lain. Setiap hari kecuali hari sabtu para tahanan tersebut disuruh keluar kehalaman yang dikelilingi kawat berduri. Waktu yang diberikan pada tahanan hanya satu jam untuk buang hajat. Karena memang di tahanan tidak ada kamar khusus untuk buang hajad. Beliau gunakan waktu dari sisa-sisa tahan untuk mengulang bacaan al qur’an yang telah beliau hafal semenjak bersama Syaikh Ahmad Yasin pada tahun 1990.

Kesyahidan beliau
Pada hari Sabtu, 25 Shafar 1425/17 April 2004, beliau berada dalam sebuah mobil bersama dengan tiga orang pengantarnya. Datanglah pesawat israel dan meluncurkan rudalnya tepat mengenai mobil yang ditumpanginya. Takayal lagi, mobil tersebut hancur, sedangkan beliau mengalami luka yang sangat parah. Kemudian beliau dibawa ke rumah sakit syifa’ di jalur Gaza. Tetapi nyawa beliau tidak tertolong lagi dan meninggal dalam keadaan syahid IsnyaAllah.
dr. Jam’ah Saqo direktur rumah sakit syifa’ mengatakan : dr. Abdullah Ar Rantisi syahid karena mendapatkan luka yang sangat serius pada dada dan lehernya. Korban lainnya adalah Akrom Nassar (ajudan), Muhammad Abu Namus dan yang satu lagi tidak diketahui identitasnya. Menurut beberapa sumber berita Palestina menyebutkan bahwa sedikitnya dua rudal ditembakkan oleh Israel dan tepat mengenai mobil yang ditumpangi Ar Rantisi.

Istri Ar Rantisi ketika mendengar berita kematian beliau seperti lazimnya perasaan setiap isteri kehilangan suami. Akan tetapi istri beliau tidak kehilangan kendali diri. Beliau tidak kehilangan iman dan ketsiqahannya kepada Allah. Ia paham bahwa peristiwa ini karunia dari-Nya.
Untuk mendapat kepastian segera ia mendengarkan radio Shautul Aqsa. Waktu itu sedang adzan Isya. Selepas adzan langsung diberitakan pengeboman mobil as-Syahid serta syahidnya pengawal beliau saat itu juga. Adapun beliau sendiri sedang mendapat perawatan darurat.
Isri beliau tak henti-henti bertahmid kepada Allah, lalu berwudhu dan salat Isya serta berdo’a agar Allah memberikan ketsabatan kepadanya dan kepada anak-anaknya.

Belaiau berwasiat kepada kelaurganya. Diantara isi wasiat beliau agar menghabiskan waktunya untuk berjihad, merealisasikan manhaj Allah dalam semua sisi kehidupannya; dalam bermuamalah, berakhlak, berjihad, beribadah, bersosial, berpolitik, berinteraksi dengan yang lain. Ini adalah wasiat paling besar yang beliau sampaikan kepada keluarganya.
Istri belaiu menuturkan bahwa beliau sangat gembira sekali dan kondisi spiritualnya, sebagaimana juga biasanya, sangat prima. Kalimat terakhir yang ia katakan kepada kami, “Semoga Engkau masukkan kami ke surga-Mu, wahai Allah, inilah puncak harapanku” Cita-cita tertinggi as-Syahid adalah agar Allah Ta’ala mengaruniainya kesyahidan. Tidak lebih dari itu.
Diantara karomah beliau adalah darah yang terus mengalir hingga dua puluh empat jam dari kesyahi-dannya. Tercium wangi kesturi dari seluruh anggota tubuhnya. Ketegaran dan keteguhan batin yang dirasakan istri dan anak-anaknya serta senyum manis yang terpancar dari gigi serinya, sepertinya merupa-kan karamah beliau.

Tercapailah keinginannya seperti kalimat yang pernah dia ucapkannya: Kita akan mati suatu hari nanti, tiada apa yang dapat mengubahnya. Jika maut disebabkan Apache (helikopter tempur buatan Amerika) atau serangan jantung, saya lebih rela memilihApache…”
Semoga Allah Ta’ala memberikan keteguhan hati, mengayomi dan memberikan taufik kepada kita. Semoga Allah Ta’ala mengarahkan jalan yang kita tempuh dan mengumpulkan kita bersama orang-orang yang kita kasihi yaitu para syuhada’ di surga-Nya kelak.
Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.(QS: Ali Imran/3: 169).[Amru].

Filed under: Profil Mujahid

ABU UMAR AS SAIF

abu umarNama lengkapnya Muhammad bin Abdul1ah bin Saif At-Tamimi. dibesarkan di propinsi Al-Qashirn Kerajaan Saudi Arabia. Sebelumnya pernah menimba ilmu dan para ularna kaliber di Saudi Arabia, semisal “ Saikh Muhammad Shalih A1-’Utsaimin. Sebelum masuk dalam kancah jihad di Chechnya, kehidupan jihadnya dimulai dari Afghanistan, dengan mengikuti pelatihan militer di sana. kemudian beliau pindah ke Chechnya pada tahun 1417 H bertempat di kamp militer Panglima Khatthab rahimahullâh, dan berjihad di bawah komando Panglima Khatthab rahimahullâh pada permulaan terjadinya perang melawan Rusia.

Sejarah jihadnya
Setelah hengkangnya pasukan Rusia pada perang pertama dari bumi Chechnya dan dibarengi berdirinya Negara Chechnya, para petinggi Chechnya berkeinginan kuat untuk menerapkan syariat Islam. Lalu diangkatlah Syaikh Abu Umar As-Saif untuk mengawasi dan membimbing perja1anan dan pembelajaran calon hakim agama. Maka dan itu didirikanlah Sekolah Tinggi Hukum Agama Islam, dan kedua Sekolah tinggi Penegak Syariat di kota Guderrnes, di kemudian harinya meluluskan beberapa hakim dan pelajar terbaik.

kernudian pada tahun 1420 H, pasukan Rusia kembali melakukan agresi ke Chechnya. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Syaikh Abu Umar As-Saif untuk rnenghunuskan senjatanya dan bergabung ke dalam barisan mujahidin. Beliau tidak hanya menjadi penasehat dan penggerak semangat jihad para mujahid, bahkan nasehat dan dorongan yang disampaikannya itu ikut mendarah daging dalam tubuhnya untuk terjun langsung ke kancah jihad bersama mujahidin lainnya.

Tidak sekali beliau terluka dalam peperangan melawan Rusia, bahkan tidak terhitung luka yang dialaminya ketika terjadi konfrontasi bersama pasukan Rusia. Bahkan tidak sedikit adanya usaha dan pihak Rusia untuk bisa membunuh beliau secara tiba-tiba selama perjalanan jihad beliau di Chechnya.

Tapi kesibukan beliau di kancah perang dalam memanggul senjata tidak menjadikannya lalai untuk menyebarkan ilmu syar’i di tengah-tengah masyarakat bahkan sampai pada kondisi sesulit dan separah apapun yang dihadapinya. Hal mi dibuktikan dengan keberhasilan beliau dalam mendirikan Ma’had Imam Syafi’i, dan kedua Ma’had Al-Hisbah, itu diluar kesibukan beliau dalam mengadakan dan mengisi diklat-diklat ilmu syar’i di berbagai daerah di Chechnya, untuk kalangan laki-laki dan perempuan. Hal ini memberikan dampak positif dalam membentuk daya paham masyarakat awam Islam yang ada di Chechnya—khususnya bagi para mujahidin—terhadap perkara-perkara dienul Islam, yang juga menjadi target Rusia dengan pelbagai cara dan metode yang sangat mengerikan untuk menjauhkan masyarakat awam Islam di Chechnya dan ajaran-ajaran Islam.

Bagi Syaikh Abu Umar As-Saif rahimahullâh tidak cukup kalau hanya berkecimpung dalam jihad menggunakan lisan, pena dan senjatanya saja. Lebih dari itu beliau juga berjihad dengan harta. ini terbukti dengan adanya usaha beliau dalam mendirikan Yayasan Al Huda yang mengampu peranan sangat besar dalam menampung dan membiayai keluarga mujahidin. Entah yang ditinggal mati syahid ataupun ditawan oleh pihak Rusia, atau rakyat yang sangat memerlukan bantuan, dan bahkan merogoh koceknya sendiri untuk beliau infakkan, Ketika ada salah seorang mujahidin yang tertawan pihak Rusia, beliau sendiri yang menebusnya dalam jumlah 10.000 US Dollar.

Selain itu semua, beliau juga masuk dalam jajaran atas para pendiri Majelis Syura Militer Mujahidin Chechnya.

Syahidnya beliau
Perhatian beliau terhadap mujahidin, tidak hanya terbatas pada rnasalah-masalah mujahidin yang ada di Chechnya saja, tapi diberikannya ke setiap ternpat bumi jihad, seperti di Irak. Beliau pernah berjihad langsung di sana, dan begitu juga di tanah jazirah Arab yang pernah mendapatkan siraman rohani yang sangat baik dan arahan-arahan dan nasehat-nasehat beliau,
Beliau menjurnpai syahidnya pada bulan Syawal 1426 hijriyah bersama isterinya, setelah kontak senjata dengan tentara Rusia, dalam kondisi maju pantang mundur sedikitpun.
Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada seorang ‘alim yang satu ini yang telah membuktikan ilmunya dalam amalnya keseharian.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مِنْ خَيْرِ مَعَاشِ النَّاسِ لَهُمْ رَجُلٌ مُمْسِكٌ عِنَانَ فَرَسِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَطِيرُ عَلَى مَتْنِهِ كُلَّمَا سَمِعَ هَيْعَةً أَوْ فَزْعَةً طَارَ عَلَيْهِ يَبْتَغِي الْقَتْلَ وَالْمَوْتَ مَظَانَّهُ
“Di antara penghidupan yang paling baik dimiliki manusia, laki-laki yang menarik kekang kudanya dalam kancah jihad, bagaikan terbang di atas punggungnya, setiap ia mendengar hiruk pikuk dan suara minta tolong, ia pacu kudanya agar ia dibunuh dan mencari mati sesuai sangkaannya.” (HR. Muslim). [infojihad.com dengan perubahan]

Filed under: Profil Mujahid

Sayyid Quthb

images qtb(Pemikir Besar Islam Sepanjang Zaman)
Kepada para pemuda yang terbesit dalam khayalanku
Yang datang dengan membawa islam kembali sebagaimana ia muncul pertama kali
Yang berjihad di jalan Allah dan tidak takut celaan orang-orang yang mencela. (Sayyid Quthb)

Pertumbuhannya
Sayyid Quthb dilahirkan di sebuah desa bernama Musyah, salah satu pedesaan di daerah dataran tinggi pada tahun 1906 M. Desa Musyah termasuk dalam propinsi Asyuth.
Beliau dilahirkan dari kedua orang tua yang mulia dengan kehidupan berkecukupan. Keduanya mempunyai pembawaan seperti pembawaan orang-orang yang berasal dari dataran tinggi Mesir. Warna kulit kecoklatan, roman yang memperlihatkan sebagian nilai fitrah suci yang berupa kecemburuan atas harga diri. Kebaikan hati yang mengakar kuat dalam lubuk hati mereka, kemuliaan yang selalu menyertai mereka, baik dalam masa-masa paceklik maupun masa-masa subur.

Ada yang mengatakan bahwa Sayyid berasal dari India dan Husain –kakeknya yang ke empat- telah hijrah dari India ke tanah suci, yaitu Ka’bah dan tempat tinggal Nabi Muhammad. Kemudian pindah lagi ke Mesir dan menetap di desa Musyah.
Pendidikannya

Di masa awal anak-anak, beliau tumbuh di desanya dalam asuhan kedua orang tuanya. Mereka mendidiknya dengan menanamkan kecintaan terhadap agama, bermodalkan nilai-nilai agama suci yang sudah menjadi watak dasar mereka.

Kemudian pindah ke Kairo, tempat tinggal paman dari ibunya, untuk melanjutkan pendidikannya ke Universitas Darul Ulum. Sewaktu belajar di sana, bakat sastranya mulai menonjol. Beliau mulai menulis di beberapa majalah sastra dan majalah politik, di antaranya majalah Ar Risalah dan majalah Al Liwa’ Al Isytirikiyyah.

Pada tahun empat puluhan, beliau di nobatkan menjadi menjadi pemimpin redaksi majalah Al Fikr Al Jadid milik Muhammad Hilmi Al Minyawi. Dalam majalah ini, kecenderungan pertentangan Sayyid Quthb dengan raja Faruq sangat jelas. Sayyid Quthb mengkritik Raja Faruq dengan kritikan yang pedas secara terang-terangan. Hingga akhirnya, pemerintah terpaksa menutup majalah tersebut setelah terbit enam edisi.

Sayyid Quthb berguru kepada Al Aqqad dalam bidang satra. Selain berguru kepada Al Aqqad beliau juga berguru kepada Thaha Husain.
Pada awal tahun empat puluhan, beliau menulis dua buah buku yang sangat terkenal, yaitu At Tashwir Al Fanniy fi Al Qur’an dan Masyahid Al Qiyamah fi Al Qur’an. Beberapa dari pembaca benyak yangterkejut ketika mereka mendapati dua buah buku tersebut tidak terdapat lafadz basmalahnya. Namun ternyata, ketika itu Sayyid belum memiliki orientasi keislaman.
Dari Kancah Pergerakan Hingga Tiang Gantungan

Sayyid Quthb masuk Jama’ah Ikhwanul Muslimin pada tahun 1951 M. di awal permulaan masuknya ini, Sayyid kurang begitu mempedulikan urusan dakwah. Beliau juga belum mau berusaha untuk bertemu dengan komandan Jamaah Al Banna yang telah mengumpulkan putra-putra mesir pilihan langsung di bawah bimbingannya dan berada di antara barisannya.
Ada dua kejadian yang menimpa beliau, sehingga mendorong diri beliau masuk ke dalam divisi dakwah ini:

Pertama:
Kejadian pertama terjadi pada tanggal 13 Februari 1946 M. pada saat itu beliau berbaring di atas tempat tidur sebuah rumah sakit di Amerika, beliau melihat rambu-rambu hiasan, lampu-lampu listrik yang berwarna-warni dan beraneka ragam musik serta tarian barat. Beliau menanyakan, perayaan apa dengan semua itu. Maka mereka menjawab, “Pada hari ini di bagian timur ada seorang musuh besar agama Kristen yang telah terbunuh.” Pada hari ini, Hasan Al Banna telah terbunuh. Kejadaian ini cukup membuat hatinya bergncang keras. Hasan Al Banna??!! Kematiannya dirayakan dengan sangat meriah di Negara Amerikan. Kalau begitu orang tersebut adalah seorang yang ikhlas dan dakwahnya juga benar-benar membahayakan, sehingga membuat orang-orang Barat ketakutan.

Kedua:
Kejadian kedua terjadi di kediaman pimpinan Agen Intelejen Inggris yang berkedudukan di Amerika. Beliau di undang oleh pimpinan Agen Intelejen Inggris untuk datang ke kediamannya. Pembicaraan dimulai dengan membahas kondisi Negara-negara timur dan masa depan mereka, serta kemudian beranjak ke Mesir. Ternyata diskusi tentang jamaah Ikhwanul Muslimin mengambil bagian cukup besar dari pembicaraan tersebut. Dipaparkan kepada beliau laporan-laporan yang sangat rinci tentang kegiatan jamaah dan mengenai gerakan-gerakan serta khotbah-khotbah Al Banna sejak jamaah ini masih terdiri dari enam orang hingga tahun 1949.
Rincian itu menguatkan bukti bahwa mereka telah mengerahkan berbagai peralatan dan harta demi mengikuti kegiatan, gerakan-geraka dan keadaan-keadaan jamaah Ikhwanul Muslimin. Untuk tujuan itu, mereka mempersiapkan amunisi berupa dana yang besar dan para ahli hanya karena mereka ketakutan terhadap islam. Maka dia yakin, bahwa jamaah ini berada di atas kebenaran. Dan mulai saat itu dia bertekat untuk masuk sebagai anggota jamaah Al Ikhwan.
Masa Tahanan

Rangkaian ujian datang bertubi-tubi menghantam Ikhwanul Muslimin dan tokoh-tokoh pembesarnya. Pada tahun 1952 sesudah penembakan Thaghut Jamal Abdul Nashir di Mansyiyah Al Bakri kota Iskandariyah mulailah pengkapan-penangkapan menimpa Ikhwanul Muslimin. Ribuan pemuda dijebloskan ke penjara. Termasuk Sayyid, beliau tidak luput dari gelombang penangkapan tersebut. Apalagi pada waktu itu beliau menjabat sebagai kepala seksi penyebaran dakwah.

Di penjara, beliau mengalami siksaan yang sangat keras. Karena kejamnya siksaan tersebut menyebabkan paru-paru beliau mengalami pendarahan hebat, sehingga memaksa beliau untuk dipindah di rumah sakit. Saat berada di rumah sakit, vonis mati di jatuhkan kepada beliau. Meledaklah kemarahan bangsa-bangsa muslim. Mereka menumpahkan kemarahan mereka dengan mengadakan demontrasi-demontrasi di kantor-kantor kedutaan besar Mesir di berbagai pernjuru Negara Arab dan Negara Islam.

Akhirnya Gedung Republik mengeluarkan janji untuk tidak menghukum mati beliau. Pengadilan Sayyid Quthb berada pada urutan kedua dan dilaksanakan secara terbuka. Dalam sidang yang dipimpin Jamal Salim ini, memvonis beliau dengan pekerjaan-pekerjaan berat sumur hidup. Selang beberapa waktu dank arena kondisi kesehatan beliau mendapat remisi, sehingga masa tahanan beliau menjadi lima belas tahun.

Sayyid Quthb ditempatkan di Liman Thurah, sebuah penjara yang berisikan ratusan pemuda Al Ikhwan. Beliau menyaksikan dengan mata kepala sendiri pembantaian anggota Al Ikhwan di Liman Thurah. Pemerintah melepaskan senjata-senjata otomatis kepada anggota Al Ikhwan, sehingga mereka terbunuh dalam satu sel penjara. Ceceran daging-daging dari dua puluh satu pemuda Al Ikhwan menempel di dinding.

Sayyid Quthb menjalani hukuman di penjara dengan penuh kesabaran dan mengharap pahala dari Allah atas semua ujian ini. Sambil mendidik saudara-saudara senasib di sekelilingnya.
Kondisi kesahatan beliau semakin memburuk. Beliau menderita sakit nyeri dada yang sangat. Tubuh beliau yang kurus kering terdapat daftar beberapa penyakit. Tim dokter yang merawat beliau kepada Jamal Abdul Nashir dan menasehatinya, “Jika Anda menginginkan orang ini meninggal di luar penjara, bebaskan saja dia. Karena kematian bisa menjeputnya sewaktu-waktu. Namun justru Jamal Abdul Nashir malah mengundur-undur pembasan beliau. Hingga Ahmad Ablo turut campur untuk membebaskannya dari penjara. Mereka membuat kedustaan terhadap Ahmad Ablo dengan berpura-pura membebaskan beliau. Mereka memindahkan beliau ke Rumah Sakit Al Qathr Al ‘Aini (Universitas Kairo), karena kondisi kesehatan beliaulah yang menuntut pemindahan ini. Beliau dirawat di gedung Al ‘Aini selama enam bulan. Setelah itu dikembalikan lagi ke Liman Thurah.

Pada bulan April tahun 1964 diadakan perayaan dalam rangka selesainya fase pertama pembangunan bendungan Al Ali. Abdussalam Arif presiden Iraq, termasuk salah satu diantara orang-orang yang diundang. Beliau mendapat telegraf dari Mufti Iraq, yang menyuruhnya untuk memberi syafaat kepada Sayyid Quthb, agar dibebaskan dari penjara. Sehingga Abdussalam menjadai wasilah untuk membebaskan beliau. Hingga akhirnya beliau dibebaskan pada tahun 1964.

Setelah bebas Sayyid Quthb telah menyiapkan rancangan (draf) buku Al Ma’alim dan sudah mulai mengeditnya. Setelah beliau menyerahkan kepada penerbit maka terbitlah buku tersebut (Al Ma’alim). Cetakan perdana yang diterbitkan oleh Wahbah langsung terjual habis dalam waktu yang singkat. Ini membuat intelejen Mesir sangat terkejut dan membuat orang-orang komunis gerah. Mereka mencermati buku Al Ma’alim kata demi kata. Mereka sangat yakin bahwa buku tersebut akan membinasakan Ikhwanul Muslimin.

Pemerintah pertama-tama berusaha membungkam para dai yang berdakwah secara terang-terangan dengan penculikan-penculikan. Pada tahun 1965 penangkapan, pengejaran, dan pemberangusan dimulai. Sayyid Quthb ditangkap pada tanggal 26 April 1965 M. Beliau dijebloskan di penjara Militer yang sebelumnya berpindah dari satu penjara ke penjara lainnya.
Tuduhan yang dilontarkan kepada beliau adalah berupa pengkhianatan terbesar dengan kepemimpinan beliau dalam sebuah organisasi teroris yang ingin merubah system yang ada dengan kekuatan. Ini benar-benar suatu kenyataan dan kalimat kebenaran yang dipergunakan untuk maksud batil. Karena sudah menjadi kewajiban bagi seorang pembela kebenaran mengajak untuk membela agamanya dan mengaplikasikan islam dalam segala bidang kehidupan.

Introgasi dan penyiksaan berlangsung terus menerus selama setahun penuh, dari bulan Agustus tahun 1965 sampai bulan Agustus tahun 1966. Di awal masa introgasi dan masa persidangan di pengadilan beliau menjadi raksasa. Dengan berani dan tanpa takut beliau sering mengejek para polisi pengkhianat yang menjadi hakim dan menghukum permasalaham darah dan kehormatan. Hingga meledaklah kemarahan para algojo yang menghadapi Sayyid Quthb tersebut.

Dalam persidangan kali ini, dikeluarkanlah vonis mati terhadap sayyid Quthb. Vonis mati juga dijatuhkan kepada murid beliau Muhammad Yusuf Hawasyi dan Syaikh Abdul Fatah Ismail. Sayyid Quth berkata ketika vonis matik dikeluarkan, “Segala puji bagi Allah, akuu telah berjihad selama lima belas tahun sampai aku bisa meraih kesyahidan ini.” Eksekusi hukuman dilaksanakan pada waktu sahur (menjelang subuh), malam senin bertepatan dengan tanggal 29 Agustus 1966 M. Maka kembalilah jiwa yang besar ini menuju Penciptanya setelah usai memaikan perannya.

Manhaj Harakah Sayyid Quthb
Melihat apa yang menimpa Ikhwanul Muslimin, berupa penangkapan, penculikan, pembantaian terhadap anggotanya Sayyid melakukan evaluasi dan kajian mendalam terhadap harakah tersebut. Beliau membandingkan harakah ikhwanul muslimin dengan harakah pertama kali dalam islam. Dari pengamatannya ini maka jelaslah bagi sayyid Quthb bahwa, harakah islamiyah pada hari ini mengahadapi kondisi yang mirip dengan kondisi masyarakat ketika pertama kali islam datang. Dipandang dari dari sisi kebodohan mereka terhadap hakikat aqidah islam, jauh mereka dari nilai-nilai moral islam. Jadi bukan hanya sekedar jauh dari system dan syariat islam.
Maka secara ringkas menurut beliau, agar harakah islamiyah selalu eksis di tengah gelombang makar-makar orang kafir dan manhaj yang harus ditempuh adalah:

1. Menjadi keharusan bagi setiap harakah islamiyah untuk mengawali gerakannya dengan mengembalikan pemahaman manusia tentang makna islam dan akidah yang benar. Agar setiap ibadah ditujukan hanyak kepada Allah semata. Baik dalam keyakinan mengenai uluhiyyah-Nya atau dalam menjalankan syiar-syiar ibadah kepada-Nya, atau tunduk berhukum hanya kepada peraturan dan syariat-Nya. Karena hari ini manusia telah jauh dari pemahaman makna islam, baik dari dari sisi akidah, akhlak, maupun syariat islam.

2. Orang yang menyambut pemahaman ini dipilih dan kemudian ditarbiyah (dididik) dalam akhlak islam serta dibekali dengan kajian harakah islamiyah dan sejarahnya. Dipahamkan mengenai perjalanan sejarah islam dalam berinteraksi dengan berbagai kekuatan, masyarakat dan berbagai rintangan yang dihadapi.

3. Tidak memulai dengan membuat tandzim baru apa pun, kecuali setelah semua anggotanya mencapai pemahaman akidah yang benar dan berakhlak islami dalam berinteraksi dan berperilaku, serta memiliki bekal yang cukup.

4. Titik tolak itu bukan dimulai dari menuntut ditegakkannya sebuah system islam dan pemberlakuan syariat islam. Tapi, dimulai dari merubah masyarakat baik pengusa maupun rakyatnya kepada pemahaman islam yang benar dan membentuk pondasi yang kokoh. Meskipun tidak mencakup seluruh masyarakat, minimal mencakp unsur-unsur yang dapat memiliki pengaruh untuk mengarahkan masyarakat secara umum. Agar mereka cinta dan berjuang menegakkan system islam dan menjalankan syariat islam.

5. Penegakkan syariat islam tidak dapat dilakukan dengan cara merebut kekuasaan. Tapi, melalui perubahan masyarakat secara keseluruhan atau pemahaman beberapa kelompok masyarakat dalam jumlah yang mencukupi untuk mengarahkan seluruh masyarakat pada pemikirannya, nilai-nilainya, akhlaknya dan komitmennya dengan islam. Sehingga tumbuh kesadaran dalam jiwa mereka, bahwa menegakkan system dan syariat islam itu merupakan sebuah kewajiban.

6. Harus tersebut harus dilindungi ketika ia tenganh menapaki tahap-tahap langkahnya. Sehingga apabila harakah tersebut diserang dapat melawannya. Tapi, kekuatan tersebut tidak boleh menyerang atau menggunakan kekuatan untuk memaksakan system yang harus ditegakkan.

Ini beberapa manhaj harakah islamiyah yang harus ditempuh menurut beliau setelah melakukan evaluasi dan kajian mendalam terhadap ikhwanul muslimin. Semoga kita dapat mengambil perlajaran apa yang menimpa ikhwanul muslimin agar kita tidak terjurumus pada lubang yang sama.

Begitulah sekilas tentang Sayyid Quthb, yang telah menoreh perjalan hidupnya dengan perjuangan menegakkan kalimat Allah. Dialah yang telah menabur kembali fikrah jihadi di era modern ini. Dia pula yang telah menyemai pergerakan kebangkitan islam di zaman ini. Banyak karyanya yang telah menginpirasi kesadaran para aktivis dan menggoncang para thaghut di seluruh pelosok bumi. Sayyid Quthb.. begitu besar jasanya kepada umat ini. (Yazid).

Filed under: Profil Mujahid

PENGUMUMAN

Mohon maaf kepada para pengunjung blog ini jika beberapa komentar tidak kami tampilkan. Di karenakan komentar yang tidak mendidik tidak ilmiyah dengan berdasar dalil dan cenderung emosional. Semua itu kami lakukan untuk meminimalisir perdebatan yang tidak ilmiyah dan di dasari atas emosi saja

Tanggalan

Jam dinding



Blog Stats

  • 317,252 hits

Pengunjung

online