At Taujih

Mengawal Wacana Iqomatuddiin

SEAKAN MUSUH ITU BERSATU PADAHAL HATI MEREKA BERCERAI-BERAI

لَا يُقَاتِلُونَكُمْ جَمِيعًا إِلَّا فِي قُرًى مُحَصَّنَةٍ أَوْ مِنْ وَرَاءِ جُدُرٍ بَأْسُهُمْ بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّى ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ

Mereka tidak akan memerangi kamu dalam Keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. yang demikian itu karena Sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti. ( Al Hasyr : 14 ).

Nikmat yang paling agung setelah iman adalah dipersatukannya hati kita atas dasar keimanan. Dipersatukannya kita dalam uhuwan islamiyah, adanya saling itsar dan lebih mengutamakan kepentingan saudaranya, ini adalah perkara penting dalam hidup berjama’ah. Dan musibah paling buruk yang menimpa seseorang setelah keimanan adalah perpecahan dan perceraian. Saling mengghibah dan meremehkan saudaranya, menaruh curiga terhadap sesama dan yang lainnya.

Persatuan dan kesatuan itu merupakan syarat untuk mencapai kemenangan. Betapapun kuatnya persenjataan dan perlengkapan serta kesatuan tentara, tidak akan ada artinya, apabila mereka tidak bersatu dan tidak yakin akan tercapainya cita-cita mereka. Tetapi bangsa atau umat yang bersatu dengan perlengkapan yang memadai akan dapat mencapai segala yang mereka cita-citakan. Ketentuan ini berlaka bagi seluruh umat manusia di manapun mereka berada.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Tafsir

SUKSES MENGELOLA WAKTU

Ketika kita ingin menggapai sesuatu tujuan, entah itu namanya mimpi atau cita-cita, pasti kita berangan-angan tentang apa yang akan kita lakukan ketika kita mencapai tujuan tersebut. Membayangkan satu kejayaan yang akan kita dapatkan bila berhasil namun kita sering lupa membayangkan satu hal, yaitu bagaimana menggapai tujuan tersebut. Ya, manusia sering jump to conclusion tiap kali mereka ingin sesuatu. Padahal untuk mencapai suatu tujuan tidak semudah membayangkan hasil dari tujuan tersebut.

Demikian pula saat seseorang ingin mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, tetapi dia tidak berusaha dengan waktu yang telah Allah berikan untuk mengisinya dengan amalan-amalan yang membawa kebahagiaan tersebut, maka ini adalah bohong. Ada sebuah sya’ir arab mengatakan :

تَرْجُ النَّجَاةَ وَلمْ تسْلك مَسالِكَها إنَّ السَّفِينَة لا تجَرْي عَلى اليَبِسِ
Kamu mengharap keberhasilan dan tidak mau menempuh jalannya
Sesungguhnya kapal tidak akan berjalan di daratan

Salah satu hal yang mengganggu kita untuk menggapai tujuan atau kesuksesan kita adalah kemalasan. Apapun bentuknya entah menunda-nunda pekerjaan, atau bahkan tidak melakukan pekerjaan sama sekali membuat kita tidak akan bisa menggapai tujuan tersebut.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: makalah

YANG HANCUR KARENA WAKTU

Kehidupan terus berjalan, bergulir seiring putaran waktu yang mengiringi langkah-langkah kita. Sejak terbit matahari sampai terbenam di upuk Barat, menemani ke peraduan. Tidak ada yang berbeda diantara kita dalam jumlah waktu yang dimiliki, tetap 24 jam sehari. Ia datang dan lalu pergi. Hanya orang-orang yang mampu berpikir dan menggunakan waktu dengan bijaklah, yang mampu “berhasil” mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Sebaliknya, kehinaan dan kenestapaanlah yang akan dimiliki oleh orang-orang yang malas dan gagal dalam menggunakan waktunya.

Waktu ibarat desiran angin, yang terkadang meninobobokan, membuat terkantuk bahkan tertidur lelap. Ia ada di setiap penjuru kota dan desa, di gunung dan di pantai, di sudut-sudut ruang kehidupan. Pergerakannya kadang tak disadari. Kehadirannya terlupakan padahal setiap harinya, ia menemani setiap langkah kita. Itulah sang waktu, kita akan merugi jika tidak menggunakan waktu secara bijak.

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam telah mengabarkan kepada kita bahwa waktu luang merupakan salah satu di antara dua kenikmatan yang telah diberikan Allah Ta’ala kepada manusia. Tetapi sangat disayangkan, banyak di antara manusia yang melupakan hal ini dan terlena dengannya. Beliau bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
”Ada dua kenikmatan yang banyak dilupakan oleh manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang”. (HR. Bukhari & Muslim)
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Uncategorized

PENTINGNYA WAKTU BAGI SEORANG MUKMIN

Jika orang barat mengatakan “time is money” waktu adalah uang, maka pepatah arab mengatakan “’al-waqtu huwa al-hayâh” waktu adalah kehidupan. Ada juga yang mengatakan
الوَقْتُ كَالسَّيْفِ # فَإِنْلَمْ تَقْطَعْ قَطَعَكَ
Waktu ibarat pedang
Jika kau tidak bisa menggunakannya, maka akan memotongmu

Tiga kata mutiara ini menggambarkan akan pentingnya waktu bagi kehidupan seseorang. Jika yang pertama menggambarkan akan pemikiran materialistis, tetapi yang kedua dan ketiga menggambarkan arti yang lebih penting dari sekedar uang.

Yang dimaksud dengan kehidupan adalah, waktu yang dilalui manusia saat ia dilahirkan hingga ia wafat. Dengan definisi kehidupan seperti di atas, maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa, seseorang yang membiarkan waktunya berlalu sia-sia, dan lenyap begitu saja, sama artinya ia –dengan sengaja atau tidak sengaja- telah melenyapkan sisa-sisa masa kehidupannya. Al-Hasan al-Bashri berkata,

يَا ابْنَ آدَم، إنَّمَا أنْتَ أيَّامٌ !، فَإذَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ
“Wahai Bani Adam (manusia), sesungguhnya anda hanyalah “kumpulan hari-hari”, maka jika hari telah berlalu berarti telah berlalu sebagian dirimu.” [ Hilyatul Awliya’, 2/148, Darul Kutub Al ‘Arobi ].

Sekali bahwa ketika kita menyia-nyiakan dan membuang waktu kita tanpa hal yang berarti untuk agama dan kemaslahatan umat, maka ketika itu juga sesungguh kita telah membunuh diri kita sendiri. Betapa waktu itu sangat berharga dan jangan biarkan ia berlalu begitu saja.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: makalah, Nasehat tuk penuntut ilmu

BERBAGAI FITNAH DI AKHIR ZAMAN

عَنْ عَوْفِ بن مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ:”أَخَافُ عَلَيْكُمْ سِتًّا: إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ، وَسَفْكُ الدِّمَاءِ، وَبَيْعُ الْحُكْمِ، وَقَطِيعَةُ الرَّحِمِ، وَنَشْوٌ يَتَّخِذُونَ الْقُرْآنَ مَزَامِيرَ، وَكَثْرَةُ الشُّرَطِ

“Aku khawatir atas kalian enam perkara: imarah sufaha (orang-orang yang bodoh menjadi pemimpin), menumpahkan darah, jual beli hukum, memutuskan silaturahmi, anak-anak muda yang menjadikan Al Qur’an sebagai seruling-seruling, dan banyaknya polisi (yang menguatkan kezaliman)”. ( HR Ath Thabrani dalam Al Mu’jamul Kabiir 18/57 no 105, dan dishahihkan oleh Syaikh Al Bani dalam shahih Jami’ Ash Shagier no 216 ).

Dalam riwayat At Tabrani dalam al kabiir dan di shahihkan Al Albani dalam shahih al jami’ no 2812 dengan menggunakan baadiru bil a’mali sittan [ segeralah beramal sebelum 6 hal ]. Keduanya hadist shahih.
Telah banyak kita saksikan para pemimpin yang bodoh didalam mengurus ummat, tersebarnya pembunuhan, menyebarnya suap, banyaknya pemutusan hubungan kekeluargaan, diagagugkan seseorang karena suaranya saja dan bukan karena ketakwaan. Serta banyaknya para polisi yang menguatkan kedhaliman dengan menjaga pintu-pintu penguasa agar tidak dimasuki oleh seorangpun kecuali orang-orang yang dekat.

Diantara hal diperintahkan nabi sallallahu alaihi wasallam untuk berhati-hati adalah;
Para penguasa yang bodoh. Bodoh dalam bahasa arab disebut dengan safiih jama’nya sufaha’ yaitu tidak sempurnanya pikiran. Dan tentang penguasa yang bodoh ini telah disebutkan oleh Nabi sallallahu alaih wasallam dalam sebuah hadist ;
Baca entri selengkapnya »

Filed under: analisa, Tafsir

MENJADIKAN RASULULLAH SEBAGAI IDOLA

Sang Idola. Begitulah masarakat sekarang melihat bintang film, atlit, atau tokoh-tokoh muda yang terkenal lewat layar kaca. Biasanya faktor yang paling menarik perhatian para remaja dan masarakat secara umum ketika mengidolakan seseorang adalah fisiknya. Ganteng atau Cantik. Baru talent atau bakat yang dimiliki seperti kemampuannya berakting, bernyanyi, atau prestasi di bidang-bidang lainnya. Jarang ditemukan orang yang secara fisik biasa-biasa saja, tetapi menjadi idola para remaja kebanyakan. Begitu juga kepribadian atau karakter yang dimiliki, merupakan nomor kesekian yang dijadikan bahan pertimbangan ketika seseorang remaja mengidolakan seorang bintang.

Hasil dari pengidolaan ini bermacam-macam, dari mulai mengikuti apa yang dikenakan sang idola, mengunjungi tempat-tempat yang sering dikunjungi sang idola, sampai meniru segala sesuatu yang dilakukan oleh sang idola. Sampai ada suatu kejadian tragis, ketika seorang bintang idola meninggal, beberapa orang fansnya rela ikut membunuh dirinya karena kesetiaan yang di luar akal sehat. Allah Ta’ala berfirman tentang mereka,

إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ (166) وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا مِنَّا كَذَلِكَ يُرِيهِمُ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ

(yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya Kami dapat kembali (ke dunia), pasti Kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka. [ QS. Albaqarah : 166 – 167 ]
Baca entri selengkapnya »

Filed under: khotbah jum'ah

AKIBAT DOSA BAGI KEHIDUPAN MANUSIA

akibat dosaSering kita berbuat dosa tanpa disadari. Tapi juga kadang tahu bahwa perbutan yang kita lakukan adalah dosa, namun kita tetap melakukannya Karena mungkin terasa enak. Padahal tidaklah seseorang melakukan dosa dengan tidak dibarengi penyesalan dan taubat, kecuali akan melakukan dosa-dosa yang lain dengan ringannya.
Setiap orang yang mencuri, pasti ia akan berbohong. Dan jika ketahuan maka ia akan mengancam dan bahkan membunuh orang yang mengetahui tersebut. Demikian pula orang yang berzina. Dia pasti akan berbohong untuk menutupi perbuatannya. Begitulah dosa akan menyeret pada pelakunya hingga pada dosa kekufuran terhadap Allah Ta’ala.

Dosapun juga menjadikan hati tidak tenang. Walau mungkin seseorang merasa senang saat melakukan dosa tersebut. Tetapi setelah dosa dilakukan akan melahirkan perasaan cemas dan kehawatiran yang terus menerus. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda;

الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِى نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ
“Kebaikan adalah dengan berakhlak yang mulia. Sedangkan kejelekan (dosa) adalah sesuatu yang menggelisahkan jiwa. Ketika kejelekan tersebut dilakukan, tentu engkau tidak suka hal itu nampak di tengah-tengah manusia.” (HR. Muslim no. 2553).

Kalau boleh mengatakan, melakukan dosa itu pada saat melakukannya terasa enak, setelah itu coba rasakan hati apakah merasa enak? Kita yakin tidak. Karena sebenarnya dosa adalah biang kegelisahan hati manusia. Tidak akan memberikan ketenangan jiwa, tidak akan menentramkan bathin. Dan ujung ujungnya akan mendatangkan masalah baru dalam kehidupan.

Jama’ah jum’ah yang dirahmati Allah Ta’ala
Baca entri selengkapnya »

Filed under: khotbah jum'ah

PENYEBAB KERASNYA HATI

hati yang kerasHati sesungguhnya diciptakan dalam keadaan lembut dan mudah tersentuh. Namun seiring perjalanan waktu, banyak hal yang menjadi bebal. Entah karena kemaksiatan atau jarang mengasahnya dengan ibadah dan tafakur.

Maka jika hati sudah bebal, untuk melembutkannya bukan pekerjaan ringan. Bahkan bagi sebagian orang ia lebih berat ketimbang pekerjaan lain semisal bersedekah. Karena itu, Abdullah bin Umar mengatakan, “Sungguh menangis karena takut kepada Allah lebih aku cintai daripada bersedekah dengan 1000 dinar.” Mungkin maksud Abdullah bin Umar, menangis karena Allah lebih berat dibanding bersedekah 1000 dinar.
Rasulullah berlindung dari hati yang keras dan tidak khusyu’.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا
“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan,” (HR. Muslim).

Agar hati menjadi lembut, peka, sensitif, khusyu’ dan mudah meneteskan air mata karena takut dan rindu kepada Allah, maka seseorang harus memahami penyebab pembebal hati. Inti dari pembebal hati ketika seseorang memberikan porsi berlebihan atau melampaui batas pada lisan, perut, dan syahwatnya. Baca entri selengkapnya »

Filed under: makalah, tazkiyah

BETAPA MULIANYA SHALAT TAHAJJUD

tahjudQiyamul lail adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kita. Ia merupakan perdagangan bagi orang-orang yang beriman yang tidak akan merugi. Pada qiyamul lail seorang mukmin menyepi dengan Allah ta’ala di malam hari. Ia hadapkan wajahnya kepada pencipta alam semesta untuk diadukan seluruh persoalannya baik dunia dan akhirat.

Sungguh tidak pantas bagi kita untuk mengadukan berbagai permasalahan hidup pada manusia, sementara kita tidak pernah mengadukannya kepada Allah ta’ala. Kesempitan rizki kita, jodoh yang tak kunjung datang, momongan yang tak kunjung diberi, dan permasalahan-permasalahan lainnya. Padahal Allah ta’ala senang jika hambanya mengadukan seluruh permasalahan kepada-Nya. Ia pasti mengabulkan do’a seorang hamba, apa lagi dilakukan setelah tahajjud pada sepertiga malam akhir. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda ;

إِنَّ فِى اللَّيْلِ لَسَاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ
“Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya.” (HR. Muslim no. 757)
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Uncategorized

KEPADA ANDA YANG BELUM BERANGKAT JIHAD

حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ قَالَ حَدَّثَنِي بُسْرُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنِيyatim زَيْدُ بْنُ خَالِدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا

Telah bercerita kepada kami Abu Ma’mar telah bercerita kepada kami ‘Abdul Warits telah bercerita kepada kami Al Husain berkata telah bercerita kepadaku Yahya berkata telah bercerita kepadaku Abu Salamah berkata telah bercerita kapadaku Busr bin Sa’id berkata telah bercerita kapadaku Zaid bin Khalid radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang mempersiapkan (bekal) orang yang berperang di jalan Allah berarti dia telah berperang (mendapat pahala berperang). Dan barang siapa yang menjaga (menanggung urusan rumah) orang yang berperang di jalan Allah dengan baik berarti dia telah berperang”. (HR. Bukhori 2631, Muslim : 12/425 ).

Sejarah telah mencatat kemenangan dalam berbagai pertempuran yang dilakukan oleh kaum muslimin. Semua kemenangan tersebut didapatkan kerena kekompakan kaum muslimin dalam mengusung jihad fisabilillah. Tidak ada seorangpun yang tidak berperan dalam jihad fi sabilillah kecuali orang-orang munafik.
Gambaran ini dapat dilihat jelas disaat perang Tabuk. Kaum muslimin mendengar persiapan besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan Romawi dengan jumlah pasukan sekitar empat puluh ribu personil. Keadaan semakin kritis, karena suasana kemarau. Kaum muslimin tengah berada di tengah kesulitan dan kekurangan pangan.

Mendengar persiapan besar pasukan Romawi, kaum muslimin berlomba melakukan persiapan perang. Para tokoh sahabat memberi infaq fi sabilillah dalam suasana yang sangat mengagumkan. Utsman menyedekahkan dua ratus onta lengkap dengan pelana dan barang-barang yang diangkutnya. Kemudian ia menambahkan lagi sekitar seratus onta lengkap dengan pelana dan perlengkapannya. Lalu ia datang lagi dengan membawa seribu dinar diletakkan di pangkuan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Utsman terus bersedekah hingga jumlahnya mencapai sembilan ratus onta seratus kuda, dan uang dalam jumlah besar. Abdurrahman bin Auf membawa dua ratus uqiyah perak. Abu bakar membawa seluruh hartanya dan tidak menyisakan untuk keluarganya kecuali Allah dan Rasul-Nya. Umar datang menyerahkan setengah hartanya. Tidak kalah dengan para sahabat yang lainnya datang kepada Rassulullah sallallahu alaihi wasallam untuk membantu pembiayaan pasukan tersebut.
Demikian juga dengan sahabat Ali radhiyallahu ‘anhu yang ditinggal mengurusi keluarga mereka. Beliau urus semua keluarga dengan baik, walau sebenarnya beliau juga berkeinginan berangkat berjihad. Demikianlah peran seluruh ummat islam dalam jihad fi sabilillah dengan tanpa meremeh bagian satu dengan bagian yang lainnya. Jika seluruh komponen ummat sadar dan beramal semaksimal mungkin entah menjadi mujahid atau mengurusi seluruh kebutuhan para mujahid, dengan izin Allah kemenangan akan datang.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: makalah, Tafsir

PENGUMUMAN

Mohon maaf kepada para pengunjung blog ini jika beberapa komentar tidak kami tampilkan. Di karenakan komentar yang tidak mendidik tidak ilmiyah dengan berdasar dalil dan cenderung emosional. Semua itu kami lakukan untuk meminimalisir perdebatan yang tidak ilmiyah dan di dasari atas emosi saja

Tanggalan

Jam dinding



Blog Stats

  • 317,252 hits

Pengunjung

online